Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Hari/tanggal : Senin,4 Maret 2013

Sistem Informasi Geografis dan Kartografi Tempat : Lab. Komputer


Asisten :
1. Wida Nindita (A141090007)

2. Lusy Fransiska (A141090009)

3. Dini Tresna Diningtyas (A141090085)

4. Prapti Dwi Lestari (A141090038)

TEKNIK DIGITASI PETA DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM


ARC VIEW 3.3
Disusun oleh
Muhammad Ihsan
F44100003

BAGIAN PENGINDERAAN JAUH DAN INFORMASI SPASIAL


DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Di zaman modern ini, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan merupakan
hal yang menjadi faktor penentu bagi kemajuan suatu bangsa. Ilmu pengetahuan dan
teknologi merupakan dua hal yang dapat diperoleh melalui informasi, oleh karena itu
kebutuhan manusia terhadap informasi semakin meningkat dari masa ke masa.
Peningkatan kebutuhan informasi yang mendukung setiap aktivitas manusia menuntut
adanya suatu sistem informasi yang terpadu dan memudahkan manusia dalam memperoleh
dan menafsirkannya. Informasi-informasi yang dibutuhkan oleh manusia sangat bervariasi,
mulai dari informasi mengenai data-data yang dibutuhkan dalam penelitian, data
antropologis, data spasial, dan sebagainya.
Informasi data spasial merupakan salah satu contoh informasi yang memiliki
peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Perencanaan wilayah perkotaan,
perencanaan pembangunan jaringan irigasi, analisis kondisi kehutanan, merupakan contoh
dari kegiatan manusia yang membutuhkan informasi berupa data spasial. Contohnya, tanpa
adanya informasi data spasial, manusia akan mengalami kesulitan ketika merencanakan
tata ruang suatu wilayah. Konflik dapat terjadi antar masyarakat apabila informasi data
spasial yang dimiliki layak dan tidak kurang memadai, seperti konflik sengketa lahan yang
sering terjadi di Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan informasi data
spasial di dalam kehidupan manusia. Ilmu mengenai sistem informasi geografis yang
berkaitan dengan permasalahan tersebut salah satunya adalah kegiatan digitasi peta.
Kegiatan digitasi peta merupakan konversi data analog ke dalam format digital
yaitu data raster ataupun data vektor. Digitasi peta suatu wilayah dapat dilakukan dengan
menggunakan perangkat lunak Arc View 3.3. Dalam kegiatan digitasi peta, objek-objek
yang dapat didigitasi antara lain adalah titik, garis, dan poligon. Titik digunakan untuk
mendigitasi lokasi suatu tempat, Garis digunakan untuk mendigitasi objek yang tidak bisa
dinyatakan dalam luasan atau area, seperti sungai, jalan, dan jalur kereta api, sedangkan
poligon digunakan untuk mendigitasi objek yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk
garis, seperti pembagian wilayah administrasi, jenis-jenis tanah pada suatu wilayah, dan
lain-lain. Kebutuhan manusia terhadap data spasial yang disajikan melalui suatu peta yang
mengandung beragam informasi seperti pembagian wilayah administrasi, ketinggian,
penggunaan lahan, jenis-jenis tanah, dan lereng suatu wilayah membuktikan pentingnya
pemahaman mengenai digitasi peta bagi manusia yang memiliki kompetensi di bidang
pemetaan, pemanfaatan sumber daya lahan, sampai insinyur.

Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari kegiatan digitasi peta dengan
menggunakan perangkat lunak Arc View 3.3 pada peta administrasi, ketinggian, lereng,
guna lahan, dan jenis tanah Kota Bogor.
TAHAP ANALISIS

1. Digitasi Peta

2. Pengaturan Atribut pada Hasil Digitasi Peta dengan Menggunakan Data Tabular
HASIL ANALISIS
Berdasarkan proses digitasi peta yang dilakukan pada kelima peta tematik Kota
Bogor (wilayah administrasi, ketinggian, lereng, guna lahan, dan tanah), diperoleh hasil
berupa gambar yang disajikan melalui tabel berikut.
Tabel 1. Hasil Digitasi Peta Tematik Kota Bogor
No. Peta Tematik Hasil

1 Administrasi

2. Ketinggian

3. Lereng

4. Guna Lahan

5. Tanah
INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan Forest Watch Indonesia (2010) digitasi layar (screen digitizing)


merupakan proses digitasi yang dilakukan di atas layar monitor dengan bantuan mouse.
Screen digitizing juga disebut dengan digitasi on screen yang dapat digunakan sebagai
alternatif input data digital dengan menggunakan komputer sebagai perangkat keras beserta
software dalam hal ini Arc View 3.3 sebagai perangkat lunak. Menurut GIS Consortium
Aceh-Nias (2007), metode digitasi terbagi menjadi dua, yaitu dengan menggunakan
digitizer, yaitu proses digitasi secara manual dengan menggunakan meja digitizer, dan
digitasi on screen yang menggunakan komputer sehingga lebih mudah untuk dilakukan.
Tiga unsur spasial atau fitur yang terdapat dalam proses digitasi adalah point (titik), line
(garis), dan polygon (area). Digitasi point atau titik digunakan untuk menggambarkan
lokasi suatu tempat.
Digitasi titik digunakan untuk menunjukkan lokasi suatu tempat. Tempat yang
ditunjukkan melalui digitasi titik biasanya berupa tempat yang penting. Fitur titik pada peta
dengan skala yang besar, biasanya menunjukkan lokasi suatu masjid, gereja, tempat
makan, gedung-gedung penting, halte bus, bandara, stasiun, dan sebagainya. Digitasi titik
pada peta dengan skala yang lebih kecil biasanya menunjukkan lokasi seperti gunung, ibu
kota, dan sebagainya.
Digitasi garis dilakukan untuk menampilkan data yang terdiri dari fitur yang terlalu
sempit untuk digambarkan sebagai are atau poligon (Trisasongko 2012). Fitur garis pada
peta dengan skala yang besar biasa digunakan untuk menggambarkan jalan raya, jalan tol,
jalan setapak, dan rel, sedangkan fitur garis pada peta dengan skala yang lebih kecil
digunkan untuk menunjukkan kenampakan sungai, batas-batas selat, dan lain-lain. Digitasi
sungai tidak dapat ditampilkan dalam fitur garis pada peta dengan skala yang besar, sebab
pada peta skala besar, kenampakan sungai pada peta memiliki luasan sehingga harus
dinyatakan dengan fitur poligon.
Digitasi poligon dilakukan untuk menampilkan data yang terdiri dari fituryang
terlalu besar untuk digambarkan sebagai titik dan garis (Trisasongko 2012). Fitur poligon
biasa digunakan untuk memudahkan menunjukkan atribut dari suatu informasi pada peta.
Biasanya, atribut-atribut tersebut ditunjukkan dari warna yang dimiliki oleh poligon.
Informasi yang umumnya ditunjukkan dengan fitur poligon adalah pembagian daerah
administrasi suatu wilayah, tata guna lahan, ketinggian, hingga jenis-jenis tanah pada suatu
wilayah.
Hasil digitasi yang telah dilakukan mencakup lima jenis peta tematik dari peta Kota
Bogor, yaitu wilayah administrasi, ketinggian, lereng, tata guna lahan, dan tanah. Fitur
yang digunakan pada proses digitasi kelima peta tersebut adalah garis dan poligon. Fitur
garis pada kelima peta tersebut digunakan untuk menggambarkan keberadaan sungai pada
wilayah Kota Bogor. Fitur poligon pada proses digitasi kelima peta tematik tersebut
digunakan untuk menggambarkan daerah administrasi, ketinggian-ketinggian permukan
dari permukaan laut, kemiringan lahan atau lereng, jenis-jenis penggunaan lahan, dan
jenis-jenis tanah yang digunakan.
Hasil digitasi pada peta tematik administrasi Kota Bogor hanya terdiri dari fitur
poligon yang menunjukkan pembagian wilayah Kota Bogor menjadi enam kecamatan,
yaitu Bogor Barat, Bogor Utara, Bogor Timur, Bogor Selatan, Bogor Tengah, dan Tanah
Sereal. Hasil digitasi peta tematik ketinggian Kota Bogor terdiri dari fitur poligon yang
menggambarkan wilayah dengan ketinggian tertentu (250, 450, 650, 675, 700, 725, dan
850 m di atas permukaan laut). Hasil digitasi pada peta tematik lereng Kota Bogor terdiri
dari fitur garis yang menggambarkan sungai, dan fitur poligin yang memberikan informasi
area dengan kemiringan lereng tertentu (0-2%, 2-15%,15-40%). Hasil digitasi pada peta
tematik guna lahan Kota Bogor terdiri dari fitur garis yang menunjukkan sungai dan
poligon yang menunjukkan 18 guna lahan pada wilayah Kota Bogor. Peta tematik terakhir
yaitu tanah Kota Bogor terdiri dari fitur garis untuk menggambarkan sungai, dan poligon
yang menunjukkan informasi jenis tanah Kota Bogor (asosiasi latosol, kompleks latosol,
latosol merah, dan podzolik merah).
Hasil digitasi kelima peta tematik Kota Bogor tersebut sebenarnya dapat
ditampilkan dalam bentuk data tabular. Data tabular terdiri dari baris data (record) dan
kolom (field). Data tabular tersebut dapat digunakan untuk melakukan pengaturan pada
atribut dari fitur-fitur yang telah dibuat melalui proses digitasi. Contoh fitur-fitur yang
dapat ditambahkan melalui data tabular adalah data kepadatan penduduk, nama sungai,
nama wilayah, Selain fitur-fitur data tersebut, data tabular juga dapat digunakan untuk
simbolisasi.
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil digitasi yang telah dilakukan pada kelima peta tematik Kota
Bogor, dapat disimpulkan bahwa proses digitasi suatu peta melibatkan tiga fitur, yaitu titik,
garis, dan poligon. Digitasi yang dilakukan pada peta tematik administrasi dan ketinggian
Kota Bogor menggunakan fitur poligon, sedangkan digitasi yang dilakukan pada peta
tematik lereng, guna lahan dan tanah Kota Bogor menggunakan fitur garis untuk
menunjukkan sungai dan poligon. Hasil digitasi tersebut kemudian dapat ditambahkan
atribut dengan melakukan editing pada data tabular yang diperoleh dari hasil digitasi. \

DAFTAR PUSTAKA
Forest Watch Indonesia. 2010. Modul Pelatihan Sistem Informasi Geografis. Bogor : FWI.
GIS Consortium Aceh-Nias. 2007. Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar. Banda Aceh :
PEMDA Kota Aceh.
Trisasongko, Bambang H., Diar Shiddiq. 2012. Manajemen dan Analisis Data Spasial
dengan ArcView GIS. Bogor : IPB.