Anda di halaman 1dari 11

10/9/16

TUJUH STANDAR DAN


TUJUH LANGKAH
KESELAMATAN PASIEN

Dr ARJATY W DAUD MARS

CURICULUM VITAE

Nama : dr. Arjaty W. Daud, MARS


Alamat : Jl Kemang Timur XIV / 56 Jak Sel
Tmpt / tgl. Lahi : Manado,17 Januari 1969
Status : Menikah
Email : arjatydaud19@gmail.com,
Hp : 0812 1830 7169

PENDIDIKAN
S-1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi - Manado , Lulus 1995
S-2 Fakultas Kesehatan Masyarakat, KARS Universitas Indonesia, Lulus 2005

PELATIHAN / SEMINAR
2015 : Practicum Acreditation JCI Singapore
2011 : Practicum Acreditation JCI Seoul
Patient Safety Course, Singapura
2010 : Safety in Healthcare, Kuala Lumpur
2009 : Hospital Management Asia, Vietnam
Course Risk Management PRMIA Jakarta
2007 : New Perspektif, Conferrence ASHRM, Chicago USA
Certified Profesional Healthcare Risk Management course,
Chicago USA
Risk Management Base Training, Joint Commision Resources (JCR)
Patient Safety Up Date, Joint Commision International (JCI) Singapura
2005: Lead Audior ISO 9001 2000, International Registered Certificated
2Auditor (IRCA)
arjaty Daud/IMRK/QPS/2013

1
10/9/16

PENGALAMAN KERJA
2015 : Konsultan JCI RS Islam Cempaka Putih, RS Advent Bandung, RS JMC Jakarta, RS Sutomo
2014 : Konsultan JCI RS MMC Jakarta, RS Kanujoso Blkppn, RS Sleman Jogja, RS Tarakan Kaltara
2013 : Konsultan JCI RS kanujoso Blkppn, RS Sleman
2012 : Konsultan JCI RSUP Fatmawati, RSUP Wahidin Sudirohusodo Makasar, RS Medistra
2011 : Konsultan JCI RSCM, Konsultan Manajemen Risiko & Keselamatan Pasien RS Tarakan Kaltim
2010 : Konsultan Manajemen risiko RSUP Fatmawati Jakarta, RS Bieuren, RS Lhoksemawe Aceh
2009 : Konsultan Manajemen risiko & Kes Pasien RS Wahidin Makasar, RS Pelni Jakarta
Konsultan RS Aini, RS Sardjito
2007 : Direktur RS Zahirah
Konsultan Manajemen risiko RS Persahabatan, RS Dharmais
2006 Konsultan Manajemen RS Asri, Konsultan Manajemen RS Medika BSD,
2004 - 2005 : Manajer Operasional Medika Plaza International Clinic
2003 : General Manajer Cempaka Medical Centre
2003 - 2004 : Direktur Operasional RS Sentra Medika
2002 - 2003 : Wakil Direktur Medik & Asist Direktur RS Sentra Medika
2000 - 2001 : Kepala Bagian Humas RS MMC
1999 - 2000 : Kepala Bagian Rehabilitasi Medik RS MMC
1999 : Asisten Konsultan WHO Umbrella Project Depkes
1996 -1999 : Kepala Puskesmas Sindang Barang Kabupaten Cianjur

ORGANISASI
2007 2012 : Ketua Bidang IV (Pelaporan Insiden) KKP RS PERSI , Sterring Committe KKP RS
2005 - Saat ini:Ketua Institut Manajemen Risiko Klinis (IMRK) / ICRMI
3 Member of ASQ (American Quality Society),
Member of Profesional Risk Management International Association
arjaty Daud/IMRK/QPS/2013

STANDAR KESELAMATAN PASIEN RS


I. Hak pasien
II. Mendidik pasien dan keluarga
III. Keselamatan pasien dan asuhan
berkesinambungan
IV. Penggunaan metoda-metoda peningkatan
kinerja, untuk melakukan evaluasi dan
meningkatkan KP
V. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan KP
VI. Mendidik staf tentang KP

VII. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk


mencapai KP

2
10/9/16

Setiap pasien adalah unik, dengan kebutuhan, nilai-


nilai dan kepercayaan masing-masing.

Hasil pelayanan pasien akan bertambah baik bila


pasien dan keluarga atau mereka yang berhak
mengambil keputusan diikut sertakan dalam keputusan
pelayanan dan proses yang sesuai harapan budaya.

Pasien diberitahu hak mereka dan bagaimana harus


bersikap.

Fokus area :

Mengidentikasi, melindungi dan meningkatkan
hak pasien
Memberitahukan pasien tentang hak mereka

Melibatkan keluarga pasien, bila memungkinkan,


dalam keputusan tentang pelayanan pasien
Mendapatkan persetujuan tindakan (informed
consent)
Mendidik staf tentang hak pasien.

3
10/9/16

Pendidikan pasien dan keluarga membantu pasien


berpartisipasi lebih baik dalam asuhan yang diberikan
dan mendapat informasi dalam mengambil keputusan
tentang asuhannya.

Pendidikan yang efektif diawali dengan asesmen


kebutuhan pembelajaran pasien dan keluarganya.

Pendidikan termasuk pengetahuan yang diperlukan


selama proses asuhan, maupun pengetahuan yang
dibutuhkan setelah pasien dipulangkan (discharged) ke
pelayanan kesehatan lain atau ke rumah.

Maksud & tujuannya adalah menyelaraskan kebutuhan


asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di RS,
mengkoordinasikan pelayanan, kemudian merencanakan
pemulangan dan tindakan selanjutnya.

Hasilnya adalah meningkatkan mutu asuhan pasien dan


esiensi penggunaan sumber daya yang tersedia di rumah
sakit.

Informasi penting untuk membuat keputusan yang benar


tentang :
q Kebutuhan pasien yang mana yang dapat dilayani rumah
sakit.
q Pemberian pelayanan yang esien kepada pasien.
q Rujukan ke pelayanan lain baik di dalam maupun keluar
rumah sakit dan pemulangan pasien yang tepat ke rumah.

4
10/9/16

4. Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja,


untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan KP
PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

RS hrs mendesain proses baru atau memperbaiki


proses yg ada, memonitor dan mengevaluasi kinerja
melalui pengumpulan data, menganalisis secara intensif
insiden, dan melakukan perubahan utk meningkatkan
kinerja serta KP.

5. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan KP

1. Pimpinan mendorong dan menjamin implementasi program


KP secara terintegrasi dalam organisasi melalui penerapan
Tujuh Langkah Menuju KPRS .

2. Pimpinan menjamin berlangsungnya program proaktif utk


identifikasi risiko KP dan progr menekan/mengurangi insiden.

5
10/9/16

3. Pimpinan mendorong dan menumbuhkan komunikasi dan


koordinasi antar unit dan individu berkaitan dengan
pengambilan keputusan tentang KP.

4. Pimpinan mengalokasikan sumber daya yang adekuat untuk


mengukur, mengkaji, dan meningkatkan kinerja RS serta
meningkatkan KP.

5. Pimpinan mengukur dan mengkaji efektifitas kontribusinya


dalam meningkatkan kinerja RS dan KP.

6. Mendidik staf tentang Keselamatan Pasien


KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAF (KPS)

1. RS memiliki proses pendidikan, pelatihan dan orientasi


untuk setiap jabatan mencakup keterkaitan jabatan dgn
KP secara jelas.
2. RS menyelenggarakan diklat yg berkelanjutan untuk
meningkatkan dan memelihara kompetensi staf serta
mendukung pendekatan interdisipliner dalam pelayanan
pasien.

6
10/9/16

7. Komunikasi merupakan kunci bagi staff


untuk mencapai Keselamatan Pasien :
MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI)

1. RS merencanakan dan mendesain proses manajemen informasi


KP untuk memenuhi kebutuhan informasi internal dan
eksternal.

2. Transmisi data dan informasi harus tepat waktu dan akurat.

TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN


RUMAH SAKIT
BANGUN KESADARAN AKAN NILAI KP, Ciptakan kepemimpinan
& budaya yg terbuka & adil.
PIMPIN DAN DUKUNG STAF ANDA, Bangunlah komitmen & fokus
yang kuat & jelas tentang KP di RS Anda
INTEGRASIKAN AKTIVITAS PENGELOLAAN RISIKO,
Kembangkan sistem & proses pengelolaan risiko, serta lakukan
identikasi & asesmen hal yang potensial bermasalah
KEMBANGKAN SISTEM PELAPORAN, Pastikan staf Anda agar
dgn mudah dapat melaporkan kejadian / insiden, serta RS mengatur
pelaporan kpd KKP-RS.
LIBATKAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN PASIEN,
Kembangkan cara-cara komunikasi yg terbuka dgn pasien
BELAJAR & BERBAGI PENGALAMAN TTG KP, Dorong staf anda
utk melakukan analisis akar masalah untuk belajar bagaimana &
mengapa kejadian itu timbul
CEGAH CEDERA MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM KP, Gunakan
informasi yang ada tentang kejadian / masalah untuk melakukan
perubahan pada sistem pelayanan
KKP RS

7
10/9/16

Checklist bagi Pimpinan Rumah Sakit

1. BANGUN KESADARAN AKAN NILAI KP


Ciptakan kepemimpinan & budaya yg terbuka & adil.

Agar RS mampu belajar ttg KP Pimpinan hrs menciptakan budaya keselamatan:


staf berbagi informasi secara bebasKP meningkat.

Caranya :
1.Asesmen budaya RS, apakah sudah ada budaya keterbukaan & adil
2.Buat kebijakan & prosedur yg kondusif utk budaya dimana :

- staf dpt berbicara kepada rekan kerja serta para manajer ttg IKP dimana mereka
terlibat didalamnya
- penelaahan IKP (Insiden Keselamatan Pasien) fokus pada mengapa hal itu terjadi,
bukan sekedar siapa yg terlibat
- staf diperlakukan secara adil & mendpt dukungan bila terjadi IKP
- alat analisis digunakan utk menentukan faktor yg berpengaruh pada kegiatan
seseorang

2. PIMPIN DAN DUKUNG STAF ANDA


Bangunlah komitmen & fokus yang kuat & jelas tentang
KP di RS Anda.
Budaya keselamatan butuh kepemimpinan yg kuat serta kemauan utk
mendengarkan.

Kegiatan yang memberikan dampak besar :

1.Briefing tentang KP langsung oleh Pimpinan atau kunjungan para eksekutif yang
teratur di RS, pertemuan staf & pasien utk secara khusus mendiskusikan hal2
tentang keselamatan
2. Mekanisme yg mendorong staf utk memberikan gagasan2 peningkatan KP.
3. Pimpinan hrs mendorong diskusi ttg IKP yg telah terjadi, telah dicegah atau
hampir terjadi (KNC)
4. Mengembangkan mekanisme komunikasi & umpan balik merupakan hal yg
vital, agar staf memahami kontribusi mereka dlm KP & mereka terdorong
untuk berpartisipasi
5. Tunjuklah penggerak KP utk setiap unit / bagian & pastikan bahwa mereka
mengambil bagian dlm agenda manajemen risiko serta clinical governance

8
10/9/16

3. INTEGRASIKAN AKTIVITAS PENGELOLAAN


RISIKO
Kembangkan sistem & proses pengelolaan risiko, serta
lakukan identifikasi & asesmen hal yang potensial
bermasalah.

KP bisa diperbaiki bila para pemimpin RS dpt menjawab secara positif pertanyaan
tentang :

1. Apakah KP tercermin dlm strategi, struktur, fungsi & sistem di RS ? KP harus


diintegrasikan dengan risiko klinis, risiko non-klinis, kesehatan & keselamatan,
kontrol internal, keluhan & kelalaian klinis,
2. Apakah objektif KP tergambar dlm strategi & rencana clinical governance yg
dibuat ?
3. Apakah semua penelitian risiko klinis utk setiap bidang spesialistis diproses ke
risk register RS? Apakah selalu up-to-date, melakukan penerapan rencana
aksi, ditindak lanjuti dan dipantau?
4. Apakah agenda dewan direksi terstruktur utk memastikan bahwa manajemen
risiko & KP sejalan dan setara dengan target keuangan & kinerja?

KEMBANGKAN SISTEM PELAPORAN


4.
Pastikan staf Anda agar dgn mudah dapat melaporkan
kejadian / insiden, serta RS mengatur pelaporan kpd
KKP-RS.

Pelaporan IKP adalah dasar untuk membangun suatu sistem asuhan pasien yg lebih
aman.

Tiga kegiatan yg penting adalah :

1. Mendorong seluruh staf utk melaporkan masalah KP, khususnya kelompok2 yg


tingkat pelaporannya rendah.
2. Pelaporan agar juga disalurkan ke tingkat nasional yaitu KNKPRS utk proses
pembelajaran bersama
3. Upaya kurangi tingkat keparahan insiden : manajer risiko harus melihat semua
laporan dari kematian pada KTD sebelum dikirim ke KNKPRS. Pimpinan RS hrs
menerima laporan & rencana kegiatan dari semua kematian yg secara langsung
berhubungan dgn IKP

9
10/9/16

5. LIBATKAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN


PASIEN
Kembangkan cara-cara komunikasi yg terbuka dgn
pasien.

RS yg terbuka adalah RS yg lebih aman!!. Pasien & staf perlu tahu bilamana telah
terjadi suatu yang merugikan dan mereka dilibatkan dalam penelitian insiden.

Ini dapat dilakukan dengan :

1. Membuat suatu kebijakan keterbukaan yg aman


2. Memperoleh dukungan dari tingkat dewan direksi untuk kebijakan dan kemudian
memberikan pelatihan kepada staf,
3. Melibatkan para pasien dan bila memungkinkan keluarga mereka & Staf dlm
melakukan analisis akar masalah (RCA) dari IKP yg menuju pada cedera yg parah
atau kematian
4. Melibatkan para pasien, dan keluarga serta Staf dalam membuat rekomendasi dan
solusi yang dikembangkan dari suatu IKP

Th 2001 JCAHO melakukan kampanye SPEAK-UP utk pasien / masyarakat


WHO : WORLD ALLIANCE FOR PATIENT SAFETY, FORWARD PROGRAMME 2005

S P E A K U P
1. Speak up if you have questions or concerns: it's your
right to know
2. Pay attention to the care you are receiving
3. Educate yourself about your diagnosis, test and
treatment
4. Ask a trusted family member or friend to be your
advocate
5. Know what medications you take and why you take
them
6. Use a health-care provider that rigorously evaluates
itself against safety standards
7. Participate in all decisions about your care.

10
10/9/16

6. BELAJAR & BERBAGI PENGALAMAN TTG KP


Dorong staf anda utk melakukan analisis akar masalah
untuk belajar bagaimana & mengapa kejadian itu timbul.

Pelayanan kesehatan bisa menjadi lebih aman hanya bila kita senantiasa belajar dari
IKP baik secara lokal maupun nasional.

Hal ini dapat dicapai dengan cara :

1. Gunakan teknik RCA atau audit kejadian yang signifikan untuk menginvestigasi
insiden secara efektif,
2. Memastikan beberapa staf inti, termasuk manajer risiko atau yang setara, telah
menerima pelatihan KPRS, dan menjadi tim investigasi RS serta melatih yang
lain ;
3. Pimpinan mengambil bagian dlm sekurang2nya satu RCA review setiap
tahunnya ;
4. Menganalisis frekuensi, tipe dan tingkatan keparahan insiden, & hasil
pembelajaran dari insiden, utk menilai adanya perbaikan yg berkesinambungan.
5. Laporkan secara rutin kegiatan ini kepada dewan direksi

7. CEGAH CEDERA MELALUI IMPLEMENTASI


SISTEM KP
Gunakan informasi yang ada tentang kejadian / masalah
untuk melakukan perubahan pada sistem pelayanan.

Kemajuan yg nyata akan terjadi dlm melaksanakan suatu layanan kes yg lebih
aman bila perubahan penting telah diimplementasikan.

Langkah pertama haruslah :

1. Telaah pola kegiatan di RS sudah sesuai dengan rekomendasi dan solusi dari
temuan secara lokal, regional maupun nasional ;
2. Unit / Komite KP mengendalikan rencana aksi dan penerapannya, serta
mengikuti investigasi lokal dan nasional, memastikan rekomendasi
diimplementasi dan dievaluasi, teliti apa yg masih harus dikerjakan, & umpan
balik kegiatan RS kepada KNKPRS ;
3. Membangun suatu network dengan RS lain untuk belajar dari mereka yg telah
secara berhasil mengimplementasikan solusi & menekan KTD

11