Anda di halaman 1dari 1

Pengujian toksisitas akut dari ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.

)
telah dilakukan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan
diperoleh rendemen sebesar 11,649%. Uji toksisitas akut terhadap mencit jantan dan betina
dilakukan dengan cara memberikan ekstrak etanol daun salam dengan dosis 9,6 mg, 12 mg, 15
mg, 18,75 mg, dan 23,4375 mg/kg BB yang diberikan secara oral dan dilakukan pengamatan
terhadap kematian mencit selama 14 hari. Maka, dengan metode analisis probit diperoleh hasil
LD50 mencit jantan sebesar 13,38 g/kg BB dan mencit betina sebesar 13,42 g/kgBB yang berarti
keduanya tergolong sedikit toksik. Gejala toksik yang ditimbulkan akibat pemberian ekstrak
etanol daun salam pada mencit jantan terlihat perbedaan pada efek motorik, gelantung, dan
urinasi abnormal. Sedangkan pada mencit betina terlihat perbedaan pada efek motorik,
gelantung, retablismen, dan urinasi abnormal.

Study of acute toxicity from ethanol extract of bay leaf (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) has
been done. The extraction was done by maceration method using ethanol 70% and produced
11,649% rendemen. Acute toxicity test on male and female mice was done by giving ethanol
extract of bay leaf with doses of 9.6 mg, 12 mg, 15 mg, 18,75 mg, and 23,4375 mg / kg weight
administered orally and observed the death of mice for 14 days. Thus, from the analysis using
probit method the LD50 result in male mice is 13.38 g / kg weight and female mice is 13.42 g /
kg weight which classified as slightly toxic. Toxicity symptoms caused by bay leaf extract
administration on male mice show the differences in motoric effect, hanging, and abnormal
urination. While in female mice show the differences in motoric effect, hanging, retablismen, and
abnormal urination.