Anda di halaman 1dari 3

1.

Pendahuluan
Konservasi merupakan upaya-upaya pelestarian lingkungan akan tetapi
tetap memperhatikan manfaat yang bisa didapatkan pada saat itu dengan cara
tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen-konponen lingkungan
untuk pemanfaatan di masa yang akan datang. Tujuan dilakukanya konservasi
adalah sebagai berikut :
Untuk memelihara maupun melindungi tempat-tempat yang dianggap
berharga supaya tidak hancur, berubah atau punah.
Untuk menekankan kembali pada pemakaian bangunan lama supaya tidak
terlantar, disini maksudnya apakah dengan cara menghidupkan kembali
fungsi yang sebelumnya dari bangunan tersebut atau mengganti fungsi lama
dengan fungsi baru yang memang diperlukan.
Untuk melindungi benda-benda sejarah atau benda jaman purbakala dari
kehancuran atau kerusakan yang diakibatkan oleh faktor alam, mikro
organisme dan kimiawi.
Untuk melindungi benda-benda cagar alam yang dilakukan secara langsung
yaitu dengan cara membersihkan, memelihara dan memperbaiki baik itu
secara fisik maupun secara langsung dari pengarauh berbagai macam faktor,
misalnya seperti faktor lingkungan yang bisa merusak benda-benda tersebut.
Manfaat dari kawasan konservasi terhadap ekosistem, yang diantaranya sebagai
berikut ini:
Untuk melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara proses
proses ekologi maupun keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.
Untuk melindungi spesies flora dan fauna yang langka atau hampir
punah.
Untuk melindungi ekosistem yang indah, menarik dan juga unik.
Untuk melindungi ekosistem dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor
alam, mikro organisme dan lain-lain.
Untuk menjaga kualitas lingkungan supaya tetap terjaga, dan lain
sebagainya.

2. Konservasi Pada Hutan Produksi


Dalam PP Nomor 6 Tahun 2007 tentang tata hutan dan penyusunan
rencana pengelolaan hutan dijelaskan bahwa pemanfaatan hutan merupakan
kegiatan untuk memanfaatkan kawasan hutan, memanfaatkan jasa lingkungan,
memanfaatkan hasil hutan kayu dan bukan kayu serta memungut hasil hutan
kayu dan bukan kayu secara optimal dan adil untuk kesejahteraan masyarakat
dengan tetap menjaga kelestariannya.
Pemanfaatan hutan bertujuan untuk memperoleh manfaat hasil dan jasa
hutan secara optimal, adil, dan lestari bagi kesejahteraan masyarakat.
Pemanfaatan hutan dapat dilakukan pada seluruh kawasan hutan, yang terdiri
dari:
1. Hutan konservasi, kecuali pada cagar alam, zona rimba, dan zona inti
dalam taman nasional.
2. Hutan lindung
3. Hutan produksi

Pemanfaatan hutan yang paling menghasilkan dari segi ekonomi adalah


hutan produksi, hutan produksi sendiri merupakan kawasan hutan yang
diperuntukkan guna produksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat
pada umumnya serta pembangunan, industri, dan ekspor pada khususnya. Dalam
pengelolaannya pasti akan menimbulkan dampak negatif, pemanfaatan lahan
khususnya pada kawasan perbukitan cenderung membawa dampak pada
degradasi lingkungan, dan itu merupakan ancaman serius bagi kehidupan masa
kini dan bagi generasi mendatang. Dampak-dampak negatif tersebut dapat
diminimalisir dengan menggunakan pola konservasi dalam pengelolaan hutan
produksi tersebut.

Pola konservasi yang dapat diterapkan di HPH adalah

1. Pembentukan kawasan-kawasan perlindungan seperti Kawasan Pelestarian


Plasma Nutfah (KPPN) ini merupakan suatu tipe kawasan pelestarian di
dalam habitat aslinya (insitu) di kawasan hutan produksi untuk kepentingan
pelestarian plasma nutfah baik jenis tumbuhan maupun hewan jasad renik ini
bertujuan untuk memberi tempat agar habitat asli tetep terjaga. Selain itu
juga dibentuk kawasan sepadan sungai hal ini karena sepadan sungai
merupakan kawasan sepanjang kanan kiri sungai termasuk sungai buatan,
yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi
sungai, selanjutnya dibuat koridor satwa, koridor satwa ini sangat penting
untuk menjaga agar keanekaragaman hayati dapat terjaga, selain itu koridor
satwa juga dapat mereduksi erosi, memperbaiki kualitas air, menghasilkan
habitat lokal, dan menjaga iklim setempat.selain itu di HPH juga harus
dibuat Buffer zone, Buffer zone ini ditujukan untuk menjaga keaslian dari
wilayah tersebut, dimana lahan tersebut tidak dibangun dan dibiarkan
sebegaimana aslinya, seperti rawa, danau, tanah lapang, semak atau hutan
belukar sekalipun. Kawasan kawasan tersebut harus dikelola dengan baik
dan benar agar tujuan konservasi tersebut dapat tercapai.
2. Meminimalkan kerusakan hutan yang diakibatkan oleh kegiatan operasional
perusahaan, seperti pada kegiatan produksi berupa penebangan diusahakan
tidak merusak banyak anakan, pembuatan jalan baik jalan primer, sekunder,
ataupun jalan sarad harus mengusahakan agar tidak terlalu banyak, karena
akibat pembuatan jalan ini akan terjadi erosi yang sangat besar, selain itu
juga setelah jalan sarat tersebut tidak digunakan harus segera ditanamai
dengan jenis-jenis pioneer, biasanya yang digunakan adalah pohon sungkai.
3. Pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan, pemantauan tersebut
dapat dilakukan dengan membangun Stasiun Pengamat Arus Sungai, Stasiun
Pengamat Hujan, Plot pengukuran erosi, Membuat rip-rap tebing jalan,
Membuat saluran drainase jalan, Membuat kolam sedimen, Neraca air,
Bangunan struktural penahan erosi. Selain itu juga perlu dilakukan Analisis
dampak Fisik kimia tanah, Analisis dampak Fisik kimia air sungai,
Pemasangan papan bor/peringatan, Penyuluhan dampak lingkungan, Survei
dan patroli areal, dari hasil pemantauan dampak lingkungan tersebut dapat
diketahui tngkat kerusakan serta tindakan-tindakan yang harus dilakukan