Anda di halaman 1dari 10

PENGGEMUKAN KAMBING ETAWA

Berkah Abadi

Business Plan
27 April 2017

Oleh:
WENDY IRAWAN
14501241017

Dengok Kulon RT 001/ RW 005 Bugisan Prambanan


085738763002
infokambing@kambingjantan.com
www.kambingjantan.com
DAFTAR ISI

1. Daftar Isi. 1

2. Ringkasan Eksekutif... 2

3. Deskripsi & Visi Bisnis.. 3

4. Definsi Pasar... 4

5. Deskripsi Produk dan Jasa.. 5

6. Organisasi & Manajemen... 6

7. Strategi Pemasaran dan Penjualan. 7

8. Manajemen Keuangan 8

9. Lampiran 9

1
Ringkasana Business Plan
Usaha penggemukan ternak kambing di Indonesia biasanya dilakukan Petani atau
ternak dengan cara sederhana. Pada umumnya petani-ternak dalam melakukan usaha
penggemukan dengan cara membeli cempe anakan kambing usia pasca sapih yang
berkelamin Jantan dan betina yang beratnya 9 sampai 12 kg. Kemudian dipelihara dan
dibesarkan selama 7 sampai 10 bulan dan dijual sesudah mencapai berat badan 20 hingga
30 kg.
Praktik-praktik penggemukan kambing di Indonesia memang belum merupakan
usaha yang teratur. Para petani kambing dalam melakukan penggemukan caranya masih
bervariasi. Sebagai misal kambing sejak pukul 9.00 pagi sampal pukul 16.00 sore dibiarkan
merumput dilapangan penggembalaan. Dan sore hari sepulang dan merumput diberi
makanan penguat berupa campuran bekatul dan ubi kayu yang diparut, dibuat bubur atau
direndam air mendidih.
Cara lainnya adalah kambing dikandangkan terus-menerus, diberi hijauan pakan
sebanyak-banyaknya dan diberi makanan penguat yang berkualitas. Kami akan
menfocuskan ke Kambing Jantan karena sasaran pasar kami untuk hewan Qurban dan
Aqiqah.
Dalam memulai penggemukan kambing ini memang harus di persiapkan dengan
secara keseluruhan, mulai dari pembuatan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan, dan
juga perawatan hingga panen. Pada kali ini kita fokuskan pada penggemukan kambing
untuk menciptakan kambing yang berkualitas bagus, jenis kambing yang kami pilih adalah
Kambing Peranakan Etawa atau biasa disebut PE.

Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan hasil kawin silang antara Kambing
Kacang dengan Kambing Etawa yang mempunyai sifat mendekati Kambing Etawa dan
sebagiannya mendekati sifat Kambing Kacang. Ciri khas dari Kambing Peranakan Etawa
atau PE adalah pada bentuk mukanya yang cembung, bertelinga panjang yang
mengglambir, postur tubuh tinggi. kambing PE memiliki lama kebuntingan 148,87 hari,
siklus birahi 23 hari, angka kawin per kebuntingan 1,95.

Siklus panen pada usaha ternak Kambing PE ini setiap 3 bulan sekali, berarti dalam
satu tahun kita bisa memanen hasilnya sebanyak 4 kali panen. Dan akan kami pasarkan
dengan cara tepat sasaran, misalnya bekerjasama dengan rumah sakit bersalin atau
puskesmas untuk mendapatkan data ibu hamil atau yang telah melahirkan. Selain itu
kambing ini juga biasa digunakan untuk perlombaan kambing. Jadi jenis usaha ini adalah
usaha yang menguntungkan untuk dijalankan dan ditekuni.

2
Deskripsi Bisnis & Visi

VISI
Terwujudnya Penggemukan Kambing yang Berkualitas Tinggi di Kabupaten Klaten dan
sekitarnya.
MISI
1. Bersikap disiplin dalam melakukan proses penggemukan yang dilakukan.
2. Memberikan pelayanan terbaik dan standar mutu kepada pelanggan dengan
menjalankan proses kerja terbaik dan terpercaya sehingga tercapai kepuasan pelanggan.
3. Mengutamakan kepuasan pelanggan dalam setiap melakukan proses penjualan hasil
penggemukan.
4. Membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain khususnya masyarakat di sekitar
penggemukan.
5. Menyediakan kambing-kambing yang berkualitas tinggi hasil dari usaha penggemukan
yang kami jalankan.

Tujuan dan Sasaran Bisnis


Tujuan dari usaha yang dijalankan adalah menyediakan stok kambing jantan Etawa
untuk hewan qurban dan aqiqah, mengingat bahwasannya hari Idul Adha yang
diagendakan rutin setiap setahun sekali dan juga seringnya kelahiran bayi dari keluarga
yang mengikuti ajaran islam mengenai aqiqah, selain itu tidak menutup kemungkinan
dijual untuk keperluan kuliner. Serta dapat diikutkan dalam perlombaan kambing.
Target dari usaha ini adalah konsumen dari berbagai kalangan, seperti yang telah
dijelaskan diatas adalah orang yang akan melaksanakan qurban, aqiqah, dan untuk
keperluan yang lain seperti kuliner.

Kerja Sama
1. Rumah sakit bersalin/ puskesmas di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.
2. Dokter hewan
3. Jasa pemotongan aqiqah
4. Warung makan atau restoran.
5. Pengurus Masjid.

3
Definisi Pasar

Mengingat stok Kambing di pasaran masih kurang, apalagi untuk pemesanan sistem
online belum ada. Maka kami berinovasi untuk mewujudkan sistem aplikasi mengenai
pemesanan Kambing Qurban dan Aqiqah untuk memudahkan dalam pemilihan hewan
yang berkualitas dan dengan harga yang terjangkau.
Kami memiliki target dalam 3 bulan sekali setelah panen kambing yang telah siap
jual sudah ada pelanggan yang memboking untuk membeli. Targetan kami antara lain
adalah, orang-orang yang akan melaksanakan aqiqoh, qurban, tempat kuliner, serta orang-
orang yang biasa mengikuti perlombaan dalam kejuaraan kambing , dalam kejuaraan ini
yang dijual ialah bentuk kambing yang unik serta postur yang gagah.

4
Deskripsi Produk dan Layanan
Produk dari kami adalah Kambing jantan Etawa yang layak untuk hewan qurban
dan aqiqah serta memiliki beragam keunikan untuk diikutkan dalam perlombaan. Disini
sudah jelas bahwa produk yang akan kami jual sangat bagus, karena memang persyaratan
dari kambing untuk aqiqah dan qurban adalah tidak, tidak buta, tidak pincang, gemuk,
bentuk fisik sempurna, pastinya ialah tidak cacat, sehat dan berdaging banyak atau gemuk.
Maka akan kami pastikan produk kami berkualitas.
Dan untuk pelayanannya sendiri ialah kita menggunakan sistem online untuk
memudahkan para konsumen, tpi juga tidak menutup kemungkinan kita juga akan
menawarkan langsung kepada konsumen, dengan sistem online tadi konsumen hanya
tinggal duduk manis saja dirumah tanpa harus menuju ke tempat kami, dengan cara
memilih kriteria kambing dan harga yang telah kami tampilkan pada web ataupun media
sosial, setelah konsumen memilih dan menyelesaikan administrasi maka kami akan segera
mengantarkan produk kami kepada konsumen. Dengtan layanan seperti ini akan
memudahkan konsumen dan pastinya akan memberikan kenyamanan.

Pelaksanaan Produksi
Pelaksanaan produksi pada usaha ini mulai dari perencaan sampai dengan penjualan
memiliki siklus waktu enam bulan, dengan memperhatikan produk atau kambing, berikut
ini merupakan tahapan produksi:
Bulan 1 = Perencanaan segala sarana dan prasarana dan produk
Bulan 2 = Pembuatan kandang, pembelian kambing dengan kriteria memiliki
usia ideal sekitar 7-9 bulan, dan membeli peralatan pendukung
lainnya.
Bulan 3-5 = Proses penggemukan kambing dengan memberikan makanan
berupa rumput dan polar sehari masing-masing satu kali pada pagi
dan sore hari serta suplemen Vittoterna untuk menjaga kondisi
kambing agar tetap sehat.
Bulan 6 = Penjualan kambing kepada konsumen.

5
Organisasi & Manajemen

Tugas Pokok dan Fungsi dari Ketua dan masing-masing divisi adalah sebagai berikut :
1. Ketua :
a. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan di masing-masing divisi.
b. Memimpin seluruh divisi yang ada.
c. Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam dunia luar.
d. Menjalankan pengontrolan pada semua divisi.
2. Sekretaris :
a. Bertanggung jawab terhadap ketua.
b. Memanajemen keseluruhan untuk surat menyurat
c. Membuat laporan kinerja
d. Menjadi penjembatan antara divisi yang yang lain dengan ketua.
3. Bendahara :
a. Bertanggung jawab terhadap ketua.
b. Memanajemen dan mengontrol seluruh keuangan.
c. Membuat pembukuan keuangan.
d. Membuat laporan keuangan.
4. Divisi HRD :
a. Bertanggung jawab terhadap ketua
b. Memanajemen seluruh kegiatan yang berhubungan dengan tenaga kerja
c. Mengasah skill tenaga kerja.
d. Mengontrol pegawai.
e. Membuat laporan hasil kinerja dari tenaga kerja.
5. Divisi Pemasaran :
a. Bertanggung jawab terhadap ketua.
b. Memanajemen dan membuat strategi pemasaran
c. Memonitoring dan mengarahkan pemasaran
d. Mencari sebanyak-banyaknya konsumen
e. Menetapkan harga kambing
f. Membuat laporan hasil pemasaran

6
Strategi Pemasaran & Penjualan
Rencana pemasaran dan penjualan yang akan saya lakukan untuk menjadikan usaha
penggemukan kambing ini menjadi lebih berkembang antara lain adalah membuat web
sendiri agar dalam publikasi dapat menjangkau wilayah yang lebih luas lagi, sehingga bisa
mendapatkan konsumen yang lebih banyak. Selain itu seiring berjalannya usaha kita dapat
menambah jumlah ternak, agar semakin lambat laun usaha yang ada dapat menjadi usaha
yang lebih besar dan dapat merambah pasar Nasional maupun Internasional. Dan dalam
pemasaran konsumennya dapat diperluas lagi, tidak hanya pada kebutuhan hewan qurban
dan aqiqah saja, tetapai dapat memenuhi kebutuhan daging kambing pada bagian kuliner.
Serta memperluas kerjasama seperti dengan rumah sakit agar mengetahui data ibu yang
akan melahirkan atau bahkan yang sudah baru saja melahirkan agar lebih jelas konsumen
yang akan kita tembak. Berikut merupakan sedikit rancangan yang ada pada bidang
pemasaran dan kerja sama.
A. Pemasaran
1. Membuat web sendiri.
2. Iklan penjualan ke daerah Jogja dan sekitarnya.
3. Penyebaran leaflet ke berbagai tempat khususnya rumah sakit dan masjid.
4. Iklan pada aplikasi dan media sosial.
5. Mengembangkan aplikasi penjualan sistem online (www.kambingjantan.com).

Pelaksanaan Pemasaran :

1. Bibit kambing atau bakalan kambing berumur 7 sd 9 bulan (Usia ideal sudah tidak
disusui lagi oleh induknya) dengan harga beli berkisar Rp. 1.000.000,- dengan
bobot awal rata-rata 15-20 kg
2. Penambahan bobot badan dengan suplemen Vittoterna mencapai 10 sd 15 kg/ekor
per periode penggemukan
3. Harga kambing dewasa per ekor berkisar Rp. 100.000/kg
4. Asumsi tingkat kematian <5%. Sehingga jumlah panen penjualan diasumsikan 19
ekor dari 20 ekor yang dipelihara.
Tambahan info dari pedagang kambing :
20-22 kg -> Rp. 1.500.000,-
23-25 kg -> Rp. 2.000.000,-
26-28 kg -> Rp. 2.500.000,-
29-31 kg -> Rp. 3.000.000,-
32-34 kg -> Rp. 3.500.000,-
35-37 kg -> Rp. 4.000.000,-
B. Kerja Sama
1. Rumah sakit bersalin/ puskesmas di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.
2. Dokter hewan
3. Jasa pemotongan hewan untuk aqiqah
4. Warung makan atau restoran.
5. Pengurus Masjid.

7
Manajemen Keuangan
Modal awal yang disediakan kurang lebih adalah lima belas juta untuk memulai
usaha ini, berikut merupakan gambaran rinciannya:
Pembuatan Kandang Rp. 3.000.000,00
Pembelian bibit Rp. 1.000.000,00/ekor x 10 ekor = Rp. 10.000.000,00
Pakan Konsentrat Rp. 1.000.000,00/ 3 bulan.

Serta keuntungan/ laba yang diperoleh setiap tiga bulannya kurang lebih adalah
sebagai berikut:
Laba kotor
Jumlah kambing siap jual x harga/kg x bobot rata-rata kambing
10 ekor x Rp. 100.000,00 x 25kg = Rp. 25.000.000
Laba bersih Keuntungan awal
Laba kotor biaya produksi : Rp. 25.000.000,00 Rp. 14.000.000,00
= Rp. 11.00.000,00/3 bulan

Namun terkadang ada beberapa hambatan yang menjadikan keuntungan tidak bisa
maksimal. Seperti pada saat saya observasi keadaan kambing yang seharusnya berjumlah
sepuluh hanya dapat bertahan sembilan kambing saja pada saat akan panen, dikarenakan
dipertengahan penggemukan satu kambing mati karena menderita penyakit kembung.

8
Lampiran
Logo Gambaran Kambing Etawa

Gambaran Kandang 1 Gambaran Kandang 2

Gambaran Kandang 3 Gambaran Kandang 4

Gambaran Kandang 5 Ukuran Kandang


Panjang 15 Meter x Lebar 1 Meter
Luas 15 Meter
Dibagi Menajdi 10 (Untuk 10 Kambing)
Sehingga satu kambing kandangnya
berukuran 1,5 Meter.
Alat dan Bahan
Alat : Palu, gergaji, paku, meteran, tali,
multimeter, tang
Bahan : Bambu, esbes, lampu, kabel