Anda di halaman 1dari 3

Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negative dan umumnya ditulis sebegai

e . Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun substruktur apapun yang diketahui,

sehingga dipercayai sebagai partikel elementer. Elektron memiliki massa sekitar 1/1836 massa
proton. Ketika sebuah elektron bertmbukan dengan positron, keduanya kemungkinan dapat
saling berhambur ataupun musnah total. Elektron berpartisipasi dalam interaksi gravitasi dan
interaksi elektromagnetik.

Contoh sederhana adanya aliran elektron dalam kehidupan sehari-hari adalah adanya
pada rangkaian tertutup yang terdiri dari sebuah lampu kecil dan baterai. Pada saat saklar ditutup
arus konvensional mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Arus yang dimaksud adalah
aliran muatan positif, sementara di saat yang sama juga mengalir muatan negatife dari potensial
rendah ke potensial tinggi. Kemudian pada 1908 Robert Andrews Milikan bekerja pada
percobaan oil drop dimana Ia mengukur muatan pada satu elektron. Millikan menggunakan
percobaan oil-drop untuk mengukur muatan elektron (serta massa elektron, dan
bilangan Avogadro (N) berdasarkan persamaan Faraday dengan mengetahui sifat diskrit dari
muatan elektron. Mengingat hal tersebut merupakan asas paling fundamental dalam
mempelajari karakteristik atomik maupun kelistrikan secara mikro, maka eksperimen ini dinilai
perlu untuk dilakukan. karena hubungannya dengan muatan elektron dikenal). Dengan
menyemprotkan minyak parafin ke dalam ruang antar pelat kapasitor dan mengamati gerakan
tetes minyak dengan mikriskop.
Media yang digunakan ialah fluida udara yang salah satu sifatnya adalah memiliki
kekentalan (viskositas). Nilai koefisien kekentalan yang dimiliki setiap fluida berbeda-beda.
Nilai kekentalan gas jauh lebih kecil dari nilai kekentalan cairan. Viskositas semua fluida sangat
dipengaruhi oleh temperatur. Jika temperatur naik viskositas gas bertambah dan viskositas cairan
berkurang.
Dalam percobaan ini gaya-gaya yang mempengaruhi gerakan tetes minyak ialah gaya
gravitasi, gaya Archimedes, gaya stokes dan gaya listrik. Gaya gravitasi selalu mengarah ke
pusat bumi yang menyebabkan tetes minyak bergerak ke bawah. Gaya Archimedes yakni gaya
apung atau gaya angkat ke atas terjadi pada semua benda yang berada dalam fluida. Gaya stokes
erat kaitannya dengan viskositas fluida, dimana gerak tetes minyak akan dihambat oleh gaya
stokes yang disebabkan nilai viskositas yang dimiliki oleh fluida. Gaya gesek antar permukaan
benda yang bergerak dengan fluida akan sebanding dengan kecepatan relatif gerak benda ini
terhadap fluida. Hambatan gerak di dalam fluida disebabkan oleh gaya gesek antara bagian fluida
yang melekat pada permukaan benda dengan bagian fluida di sebelahnya. Menurut Stokes, gaya
gesek adalah

= 6 (1)
Hal terakhir yang terjadi dalam percobaan tetes milikan adalah gaya listrik, hal ini terjadi ketika
tetes minyak berada dalam medan listrik antara pelat konduktor yang diberi tegangan. Pada
dasarnya gaya elektrostatik pada sebuah muatan akan bekerja apabila suatu muatan uji
diletakkan di dekat tongkat yang bermuatan. Besar gaya listrik akan sebanding dengan kuat
medan dan muatan partikel tersebut.

= ..(2)

Dalam percobaan tetes milikan, gerakan kecepatan tetes milikan dibuat dalam dua keadaan, yaitu
gerak ke bawah karena pengaruh gaya gravitasi, serta gerak berlawanan arah gaya berat dengan
pengaruh medan listrik. Keadaan pertama tetes minyak bergerak dengan kecepatan konstan
karena gaya gesekan fluida yaitu udara dengan tetes minyak saat minyak disemprotkan ke dalam
ruang antar kedua plat kapasitor, pada awalnya tetesan minyak yang jatuh mengalami percepatan,
namun menjadi konstan karena pengaruh gaya stokes dari udara. Pada keadaan kedua tetes
minyak dapat bergerak ke atas karena pengaruh medan listrik. Hal ini dapat terjadi karena tetes
minyak berada dalam medan listrik yang terdapat diantara dua kapasitor yang diberi tegangan
dan telah terionisasi saat terjadi gesekan dengan fluida dan cahaya lampu. Sehingga tetes minyak
memiliki muatan dan akan mendapat gaya listrik berupa gaya tarik menuju pelat konduktor. Jika
tetes minyak yang dipilih bergerak ke atas dan pelat bagian atas bermuatan positif, maka terjadi
gaya tarik pada tetes minyak yang menunjukkan bahwa tetes minyak bermuatan negatif.

Kecepata gerak turun dan naiknnya tetes minyak dapat dihitung dengan persamaan :

s
= t .(3)

Dengan,

s = jarak tempuh tetes minyak


t = waktu tempuh tetes minyak

Jarijari butiran minyak dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

9
r= 2 g .(4)

Dengan,

v = kecepatan
p = selisih massa jenis minyak parafin dan udara
= viskositas minyak paraffin
g = percepatan gravitasi

Muatan tiap butiran dapat dihitung dengan persamaan :

6 V
( vg+ vm )
q= d .(5)

Dengan,

V = tegangan input
d = jarak antar kedua pelat
= viskositas minyak paraffin
vg = kecepata gerak turun
vm = kecepata gerak naik

Percobaan Milikan ini membuktikan bahwa muatan elektron bersifat distrik.