Anda di halaman 1dari 21

1.

Pengertian Roda Gigi Kerucut

Roda gigi kerucut lurus adalah jenis roda gigi kerucut yang mudah dan sederhana
pembuatannya dan memberikan hasil yang baik dalam pemakaiannya bila dipasangkan secara
tepat dan teliti. Sama halnya dengan roda gigi lurus, roda gigi ini menjadi bising pada harga
kecepatan garis puncak yang tinggi.
Roda gigi yang termasuk dasar adalah roda gigi dengan poros sejajar, dan dari jenis
ini yang paling dasar adalah roda gigi lurus. Namun, bila diingini transmisi untuk putaran
tinggi, daya besar dan bunyi kecil antara dua poros sejajar, pada umumnya roda gigi yang
dipakai adalah roda gigi miring.
Sedangkan untuk roda gigi kerucut biasanya dipakai untuk memindahkan gerakan
antara poros yang berpotongan. Dengan sudut perpotongan antara kedua poros sebesar 90.
Namun roda gigi bisa dibuat untuk semua ukuran sudut. Giginya bisa dituang, dimilling, atau
dibentuk. Jarak kebebasan pada roda gigi kerucut adalah merata (Uniform Clearance).
Dalam hal roda gigi kerucut, bidang jarak bagi merupakan bidang kerucut yang
puncaknya terletak di titik potong sumbu poros. Roda gigi kerucut lurus dengan gigi lurus,
adalah yang paling mudah dibuat dan paling sering dipakai. Tetapi roda gigi ini sangat berisik
karena perbandingan kontaknya yang kecil. Juga kontruksinya tidak mungkin pemasangan
bantalan pada kedua ujung poros-porosnya. Khusus jenis Roda gigi kerucut hypoid, posisi
sumbunya bersilangan. Pada pemasangan Roda gigi payung umumnya salah satu dipasang
dengan kanstruksi tumpuan melayang, terutama pada Roda gigi penggerak. Dari bentuk serta
arah alur giginya, terdapat beberapa jenis Roda gigi payung, diantaranya :

a. Roda Gigi Kerucut Gigi Lurus

Untuk jenis ini mempunyai konstruksi yang sederhana dibanding jenis roda gigi
payung lainnya. Pembuatannya relatif mudah dan penggunaannya untuk konstrusi umum
yang sederhana sampai sampai sedang, baik dalam menerima beban maupun putaran.

1
b. Roda Gigi Kerucut Gigi Miring.

Disebut juga Spiral bevel gear. Perbendaan antara Bentuk gigi lurus dengan bentuk
gigi miring pada Roda Gigi payung ini, kurang lebih seperti perbedaan yang terdapat pada
Roda gigi lurus dengan Roda gigi miring (Helix Gear), dimana dengan adanya kemiringan
tersebut akan meningkan kemampuan menerima beban, mengurangi kebisingan sehingga
dapat digunakan pada putaran yang lebih tinggi dibanding dengan Roda Gigi payung gigi
lurus pada ukuran geometris yang sama.

c. Roda Gigi Kerucut Zerol.

Bentuk gigi berupa lengkung spiral dengan sudut spiral nol derajat, sehingga secara
sepintas tampak seperti Roda gigi lurus dengan gigi melengkung. Kemampuan Roda Gigi
Payung Zerol ini kurang lebih sama seperti Roda Gigi payung gigi miring (Spiral), hanya
pembuatannya lebih sulit dan bekerja lebih tenang serta tahan lama.

2
d. Roda Gigi Kerucut Hypoid.

Jenis Roda Gigi payung ini lebih populer digunakan pada, kendaraan bermotor saja,
tapi untuk konstruksi general, mekanik yang memerlukan putaran tinggi serta beban besar
yang dinamis dapat menggunakan jenis Roda gigi payung ini. Bentuk alur giginya berupa
lengkung hypoid, sehingga posisi sumbu tidak tegak lurus berpotongan, tetapi bersilangan,
sehingga akan memudahkan pemasangan tumpuan bantalan pada kedua Roda giginya.

2. Fungsi dan prinsip kerja

a. Fungsi

Gigi kerucut digunakan untuk mengubah arah rotasi poros atau sudut yang
beroperasi di mesin. Berbagai jenis roda gigi bevel juga mengubah torsi dan
kecepatan antara bagian-bagian mesin. Misalnya, umumnya roda gigi kerucut
digunakan untuk menghubungkan drive shaft ke diferensial dalam mobil.

3
b. Prinsip kerja
Tujuan dari gigi adalah untuk mengirimkan gerak dan torsi dari satu poros
ke yang lain. transmisi yang biasanya harus terjadi dengan rasio yang konstan,
gangguan terendah dan efisiensi tertinggi. profil gigi, panjang dan bentuk yang
berasal dari persyaratan.Ketika poros 1 harus mengirimkan gerak dan torsi dari satu
poros ke poros lain, namun terjadi perbedaan sudut pada 2 poros. Maka, untuk
mengirimkan gerak torsi itu dapat digunakan gigi kerucut, Prinsip dari roda gigi
kerucut sama dengan gigi biasa yaitu berdasarkan pasangan gerak. Bentuk gigi dibuat
untuk menghilangkan keadaan slip,putar dan daya dapat berlangsung baik

Selain itu dapat dicapai kecepatan keliling (vc) yang sama pada lingkaran
singgung sepasang roda gigi. Lingkaran singgung ini disebut lingkaran pitch atau
lingkaran tusuk yang merupakan lingkaran khayal pada pasangan roda gigi, tapi
berperan penting dalam perencanaan konstruksi roda gigi. Pada sepasang roda gigi
maka perlu diperhatikan, bahwa jarak lengkung antara dua gigi yang berdekatan
(disebut "pitch") pada kedua roda gigi harus sama, sehingga kaitan antara gigi dapat
berlangsung dengan baik. Bentuk lengkung pada suatu profil gigi, tidak dapat dibuat
semaunya, melainkan mengikuti kurva-kurva tertentu yang dapat menjamin terjadinya
kontak gigi dengan baik.

4
3. Gambar / Spesifikasi

a. Gambar profil roda gigi kerucut

Sepasang roda gigi kerucut yang saling berkait dapat diwakili oleh dua bidang
kerucut dengan titik puncak yang berhimpit dan saling menggelinding tanpa slip.
Kedua bidang kerucut ini disebut kerucut jarak bagi. Besarnya sudut puncak
kerucut merupakan ukuran bagi putaran masing poros-porosnya.

5
Sumbu poros pada roda gigi kerucut biasanya berpotongan dengan sudut 90. Bentuk
khusus dari roda gigi kerucut dapat berupa roda gigi miter yang mempunyai sudut kerucut
jarak bagi sebesar 90 dan roda gigi mahkota dengan sudut kerucut jarak bagi sebesar 45.

6
b. Spesifikasi roda gigi kerucut ( Produksi KHK Stock Gears)

Untuk mengetahui spesifikasi KHK Stock Gears pada bevel gear yang kta
butuhkan didasarkan pada rumus sederhana yang tercantum di bawah ini :

Spesfikasi untuk roda gigi kerucut miring

7
8
9
Komparasi performa beberapa macam gigi kerucut

4. Maintenance ( Perawatan dan Perbaikan Gigi Kerucut )

a. Preload

Setiap komponen yang menggunakan cones bearing selalu diukur pre


loadnya. Ada dua type pengukuran yaitu dengan pinion yang terpasang atau
tanpa menggunakan pinion. Bila pinion tidak terpasang maka yang diukur
adalah pre load memakai satuan kilogram (Kg). Bila pinion terpasang maka yang
diukur adalah rolating torque memakai satuan kilogram meter ( Kgm ). Untuk
pengukuran Pre Load menggunakan tool/alat namanya Push Pull Scale.

10
Urutan adjustment pre load bevel gear :

Siapkan tool, shim, torque wrench & sigmat.


Pasang shim pada kedua sisi flange dengan tebal yang sama agar bevel gear berada
tepat di tengah tengah dengan tujuan adjustment/penyetelan blacklash lebih mudah.
Kencangkan torsi baut sesuai standar ( lihat repair manual/buku petunjuk ).
Ukur pre load ( rotating torque ) nya, bila kurang dari setandar kurangi shim
sebaliknya bila lebih dari std, tambahkan shim pada kedua sisi flange dengan tebal yang
sama.
Untuk yang menggunakan type nut, tinggal mengurangi dan menambahkan putaran
nutnya pada kedua sisi flangenya.

b. Backlash
Backlash adalah hubungan ( contact ) kedua gigi, dalam hal ini adalah antara
gigi bevel gear dan gigi pinion, Setiap contact gigi mempunyai standard masing-
masing sesuai dengan specnya. Backlash tidak boleh terlalu besar dan juga tidak
boleh terlalu kecil, hal ini akan menyebabkan keausan yang tidak normal pada
gigi-giginya. Bila backlash terlau besar, maka akan terjadi ketukan yang
berlebihan sehingga menyebabkan suara ribut dan cepat ausnya gigi tersebut
apabila terjadi perpindahan speed dari maju ke mundur. Demikian juga apabila
backlash teralu kecil, beban gigi terlalu besar, hal ini akan menyebabkan
keausan yang tidak normal pada gigi tersebut. Untuk pengukuran Backlash
menggunakan Dial Indicator.

11
Urutan adjustment backlash bevel gear :
Siapkan tool magnetic base, dial indicator.
Setelah pre load didapat , ukur backlash antara gear pinion dan gear bevel ( lihat
standard repair manual).
Apabila terlalu besar atau kecil, pindah pindahkan shim sebelah kiri atau sebelah
kanan.

PERHATIAN :
Dengan catatan jangan dikurangi atau ditambahkan shim lagi
karena akan mempengaruhi pengaturan pre load yang telah ada

c. Pemeriksaan kontak gigi


Tooth contact adalah sentuhan gigi pinion terhadap gigi bevel gear dimana
sentuhannya harus rata dan 80 % dari permukaannya karena beban yang diterima
sangat besar ( lebih besar dari 30 % ). Bila tooth contact lebih kecil, maka gigi
akan cepat aus, hal ini akan mengakibatkan unit cepat break down. Penyetelan
tooth contact hampir sama dengan penyetelan backlash yaitu dengan cara
memindahkan shim. Untuk pemeriksaan tooth contact menggunakan grease/cat.
Prosedur memeriksa tooth contact adalah sebagai berikut :
Lumasi permukaan bevel gear dengan grease atau cat.
Kemudian putar bevel gear bolak balik sehingga membekas dan
mencapai contact yang sempurna .
Lihat permukaan yang contact pada bevel gear.

12
Yang perlu diperhatikan :
Jika bevel pinion terlalu jauh dari bevel gear, maka contact yang terjadi hanya
sebagian pada permukaan bevel gear yaitu cenderung terkena di bagian sisi luar
permukaan bevel gear. Tindakannya gerakan pinion masuk dengan cara
menambah shim pada cover transmisi, kemudian pindahkan shim sebelah kanan
dari bevel gear ke sebelah kiri dengan tebal yang sama dengan tebal shim di
pinion tadi.

d. Pelumasan ( Gigi kerucut produksi Superior Gearbox, Amerika Serikat )

Periksa ketinggian pelumas sebelum dioperasikan dengan menggunakan


dipstick, jika tidak terdapat dipstick gunakan metode yang tepat untuk mengukur
ketinggian pelumas. Secara umum, tingkat minyak harus sekitar setengah
kedalaman gigi drive (pada garis perpisahan) untuk pemasangan horisontal, atau
stengah kedalaman centerlines poros, jika dipasang tidak horizontal.
Pelumas diganti ketika jam pengoperasian telah mencapai 50 [jam]. Waktu
penggantian pelumas akan bervariasi, ketika gigi kerucut dipasang pada situasi
dan lingkungan tertentu. Misal, jika komponen beroperasi di lingkungan yang
berdebu maka penggantian pelumas akan lebih sering daripada komponen yang
bergerak pada lingkungan yang normal. Spesifikasi pelumas yang dibutuhkan
untuk komponen gigi kerucut adalah :

Untuk komponen yang beroperasi dalam suhu ambien dari 15


sampai 125 F, dan suhu minyak untuk 200 F, Mobilube HD
80W-90 (atau setara).
Untuk komponen yang start operasi dalam suhu ambien di
bawah 15 F atau beroperasi terus menerus di atas 200 F,
Mobilube sintetis SHC 75W-90 (atau setara).

PERHATIAN :
Jangan mengganti atau menambah minyak pelumas ketika sedang
beroperasi, karena akan berakibat kerusakan pada komponen dan
maintenance man.

Jangan mencampur oli sintetik dengan oli non-sintetik pada


komponen gigi kerucut .

13
e. Pembongkaran Komponen

Pembongkaran komponen harus dilakukan di daerah yang bersih, kering,


dan pencahayaan yang baik. Langkah- langkah membongkar unit komponen gigi
kerucut sebagai berikut :

Buang minyak pelumas dengan cara membuka baut pembuangan


(drain plug).

Buka semua baut penutup. Untuk melepas rumah gigi (gearbox),


gunakan palu karet atau palu plastik untuk melepaskan poros stub
dari gearbox sambil memegang gearbox bagian atas.

Setelah gearbox bagian atas lepas, tahan poros stub dengan satu
tangan lalu lepaskan gearbox yang berdekatan dengan untuk
memungkinkan poros stub dan gear assy lepas. Untuk melepas
poros cross tahan dengan satu tangan lalu lepas gearbox yang dekat
dengan bantalan

Jika bantalan harus diganti, lakukan dengan sangat hati-hati untuk


mencegah kerusakan pada daerah sseal poros saat menggunakan
press tool selama pelepasan dan pemasangan. Kedua daerah
bantalan dan segel harus dipoles setelah dilepas, bagaimanapun,
tidak mengurangi diameter poros oleh polishing berlebihan.

14
Jika penggantian gigi diperlukan, dan roda gigi dipasang dengan
pasak, lakukan dengan sangat hati-hati selama penghapusan dan
penggantian untuk mencegah kerusakan pada daerah seal poros.

Seal pelumas harus dibuang dan diganti setiap kali komponen unit
dibongkar, untuk mencegah kebocoran pelumas.

f. Pemasangan komponen

Daerah tempat pemasangan harus bersih, kering, pencahayaan yang baik dan
bebas dari minyak, grease, atau kontaminan lain yang bisa mencemari pelumas
komponen, bantalan atau seal. Langkah- langkah memasang unit komponen gigi
kerucut sebagai berikut :

Sebelum perakitan, semua komponen yang akan dipasang harus


bersih dan bebas dari minyak atau kontaminan lain.

Pasang dan rakit poros cross (poros, roda gigi, bantalan dan seal)
ke dalam gearbox bagian bawah. Lakukan dengan hati-hati saat
memasang segel pada poros untuk mencegah kerusakan seal.
Pastikan segel terpasang dengan benar, dengan pegas yang menuju
bantalan.

Selaraskan (align) seal dan bearing dengan prosedur yang sesuai.


Mendorong dan tekan poros perlahan dengan palu ke dudukan
(jangan tekan bantalan).

Pasang unit poros stub dengan cara yang sama, samakan gigi gigi
sebelum dipasangkan ke dudukan. Pastikan bahwa kedua poros
dapat berputar bebas. Teteskan beberapa minyak ke kedua
bantalan poros stub. Gunakan metode ini hanya pada antarmuka
cup / cone di
bagian atas setiap bearing. Persyaratan ini adalah untuk
memberikan pelumas yang cukup untuk bantalan poros stub selama
awal start-up dari gear drive.

Bersihkan semua kontaminan dari komponen yang akan dipasang


pada gearbox atas dan bawah. Lap kering dengan kain bersih.
Gunakan butiran kecil secara terus menerus dengan Loctite # 598
Surface Sealant pada permukaan yang akan dipasang yang terletak
pada gearbox bawah dari segel untuk menutup

Rakit gearbox bagian atas ke gearbox bagian bawah, lakukan


dengan hati-hati saat menyeleraskan seal sesuai dengan prosedur

15
yang ditentukan. Tekan tepi gearbox atas dengan palu untuk
permukaan yang dipasang. Pasang baut penutup. Momen
pengencangan baut 5/16-18 adalah 17-21 ft-lbs, baut 3/8 -16 adalah
35-40 ft-lbs dan baut 1/2-13 adalah 67-73 ft-lbs.

Pasang baut pembuangan pada gearbox bagian bawah . Isi pelumas


dengan jumlah yang tepat melalui lubang pengisian atas. Pasang
baut penutup pengisian. Perakitan selesai.

5. Failure of Bevel Gears ( Kerusakan Gigi Kerucut )

a) Kesalahan Kontak Gigi


Kesalahan Jarak Pemasangan

16
Ketika jarak pemasangan daripinion tidak benar, kontak akan
terjadi terlalu tinggi di sisi pada satu gigi dan terlalu rendah di sisi lain.

Kesalahan Offset
Ketika poros pinion offset, permukaan kontak dekat ujung satu
dan dekat dengan tumit yang lain.

Kesalahan Sudut Poros

17
Ketika ada kesalahan sudut poros, gigi akan kontak pada jari-
jari kaki atau tumit tergantung pada apakah sudut lebih besar atau
kurang dari 90 .

b) Jenis Kerusakan pada Gigi Kerucut ( Menurut JGMA 7001-01 [1990] )


Ada berbagai jenis kerusakan dan kerusakan yang dapat terjadi pada gigi
kerucut, bagian ini memperkenalkan beberapa dari kerusakan seperti yang
didefinisikan oleh JGMA 7001-01 (1990) dan standar industri yang ditetapkan
oleh Asosiasi Pembuat Roda Gigi Jepang :

Kerusakan permukaan gigi


o Keausan Abrasi
Terkelupasnya permukaan gigi secara bertahap dari
berbagai penyebab.

o Keausan Normal

Tidak benar-benar diidentifikasi sebagai kerusakan. Setelah


pengunaan awal, penyimpangan dari permukaan gigi dijaga
dalam keseimbangan yang baik.
o Keausan Medium
Keausan pada permukaan gigi dapat diidentifikasi dengan
memeriksa kontak gigi.
o Polishing

Kondisi permukaan gigi menjadi halus seperti cermin


dengan kekasaran permukaan dihilangkan secara bertahap.

18
o Keausan Abrasif
Goresan linear berjalan tak beraturan pada permukaan
gigi dalam arah putaran roda gigi

o Keausan berlebihan
Pemakaian berlebihan melebihi umur produk yang telah
ditentukan.

o Keausan Gabungan
Keausan dari akar gigi, terjadi interferensi antara sudut
gigi dan akar gigi dari gigi yang dipasangkan.

Korosi
o Korosi Kimia
Karat merah kecoklatan atau korosi sumuran terjadi pada
permukaan.

Panas Berlebih
Suhu panas yang berlebihan pada permukaan gigi. Warna merah
pada permukaan gigi akan muncul.

Kelelahan Permukaan Gigi ( Fatigue )


Kerusakan pada gigi, yang melibatkan pelepasan permukaan.
Diantaranya :

o Pitting
Lubang terjadi pada permukaan gigi. Pitting sering terjadi di
garis pitch atau di bagian bawah.

Deformasi Permanen

o Indentasi
Lekukan di gigi terjadi dengan melibatkan obyek
terjerat pada gigi saat beroperasi.

o Deformasi Plastis

19
Sebuah kondisi khas deformasi permanen. Deformasi
tidak pulih setelah beban dilepas.

o Bergelombang
Gelombang secara periodik terjadi pada permukaan gigi
dalam arah bergulir dan arah normal.

Retakan
Ada dua jenis retak, satu terjadi dalam proses produksi, dan
lainnya terjadi pada saat operasi.
o Retak Quenching
Retak terjadi dengan pendinginan.
Patah

o Patah karena Overload


Kerusakan terjadi pada gigi ketika beban berat tak
terduga yang diberikan pada gigi.
o Pemotongan Gigi
Kondisi gigi dipotong dari roda gigi, terjadi oleh beban
yang berlebihan pada satu waktu.

c) Panas Berlebihan
Terjadi karena :
Putaran dan beban berlebihan
Pelumas yang terkontaminasi
Kesalahan pengukuran ketinggian pelumas
Kerusakan bantalan

Dapat diperbaiki dengan cara :


Untuk putaran dan beban berlebihan, ganti pelumas sintetik
Untuk pelumas yang terkontaminasi, ganti pelumas baru
Untuk kesalahan pengukuran ketinggian pelumas, cek
ketinggian oli dengan benar.
Untuk kerusakan bantalan, ganti bantalan baru

DAFTAR PUSTAKA

1. http://khkgears.net/gear-knowledge/gear-technical-reference/damage-to-gears/
2. https://ntrs.nasa.gov/archive/nasa/casi.ntrs.nasa.gov/20020082937.pdf
3. http://www.hubcityinc.com/media/bevelmaintins.pdf
4. http://www.superiorgearbox.com/bevelgearmanual.pdf
5. http://smarthost.maedler.de/katalog_de/files/KU_english.pdf
6. http://www.diamond-gear.com/wp-content/uploads/2016DGC-Bevel-GEAR-
IMO-Installation-Maintenance-Manual.pdf

20
7. http://qtcgears.com/tools/catalogs/PDF_Q420/Section%207.pdf
8. http://khkgears.net/catalog/
9. http://falbi.blogspot.co.id/2011/06/materi-pembelajaran-roda-gigi-payung.html
10. http://www.geartechnology.com/subjects/Principles_of_Straight_Bevel_Gears
11. http://www.gleason.com/training/2/bevel-gear-training
12. http://www.technologystudent.com/gears1/bevel1.htm
13. http://science.howstuffworks.com/transport/engines-equipment/gear4.htm
14. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2213290212000077
15. http://machinedesign.com/mechanical-drives/how-analyze-gear-failures
16. https://translate.google.com/#en/id/The%20state%20of%20teeth%20sheared
%20from%20the%20body%2C%20occurred%20by%20a%20one%20time
%20excessive%20load.

21