Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 9

STRUKTUR BETON 2

NAMA : IRFAN SAPUTRA

NIM : 1211400035

PRODI : TEKNIK SIPIL

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA


ANALISIS LENTUR BALOK T

T beam atau dalam bahasa Indonesianya adalah balok T, adalah balok yang
pengecorannya dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran pelat lantai atau
sering disebut (monolit). Sehingga plat beton diperhitungkan sebagai sayap dari
balok, dengan lebar sayap tertentu. Secara umum balok T dibagi menjadi 2 yaitu
balok pinggir (exterior) dan balok tengah (interior)

Pada umumnya, zona tekan balok T berbentuk persegi seperti terlihat pada
gambar 4.2b (diatas). Untuk kasus seperti ini, balok T tersebut dapat
dianalisa sebagai balok persegi denganlebar b. Untk kasus dimana zona tekan
berbentuk T seperti pada gambar 4.2d (diatas) analisis dapat dilakukan
dengan memperhitungkan secara terpisah kontribusi sayap dan badan
penampang dalam menahan momen. (gambar dibawah)
1. Analisis
Penampang ber- Flens
Sistem lantai dengan plat dan balok umumnya dicor secara monolit , plat akan
berfungsi sebagai sayap atas balok ; Balok T dan Balok L terbalik (Spandrel
Beam)

Daerah momen positif dan negative pada balok T


Jika garis netral berada pada bagian sayap maka dilakukan analisis seperti pada
balok persegi. Bila garis netral berada dibawah plat sayap, pada badan
penampang, maka dilakukan analisis Balok T

Lebar efektif plat


Bagian dekat badan penampang akan mengalami tegangan yang lebih besar
dibandingkan dengan daerah yang jauh dari bagian badan.
Lebar efektif
(beff)

beff adalah lebar yang mengalami tegangan secara merata yang akan
memberikan gaya tekan yang sama dengan yang sebenarnya terjadi di zona
tekan dengan lebar b(actual)

Aturan SNI untuk Nilai beff


Berdasarkan SNI 03-2847-2002 (Pasal 10.10)

Plat balok T :

Balok L terbalik (plat hanya ada pada satu sisi)


Menurut SNI 03-2847-2002 pasal 10.10
Balok T yang terisolasi (tunggal) :

2. Beberapa Model Geometri Balok T

Single Tee :

Twin Tee :

Box :

3. Analisis Balok T
Kasus 1: Sama seperti penampang persegi Asumsi fs = fy
(tulangan baja leleh) . Cek apakah : a hf
Keseimbangan :

kasus 1: a hf

cek : s y , c

a
= 1 ,

s= ( dc
c )
cu y

Hitung Mn :

Mn = As fy (d a2 )
Kasus 2: a > hf Asumsi tulangan leleh keseimbangan :
Cf = 0.85 fc ( b bw) hf
Cw = 0.85 fc bw a
T = Asfy

Keseimbangan :

Kasus 2 : a > hf ,

cek : a > hf

C = a/1 s= ( dc
c )
cu y
Hitung Mn:

Mn = Cw ( d a/2 ) + Cf ( d hf/ 2 )

Definisi Cc dan Cf untuk balok T adalah sebagai berikut :


Cf = 0.85 fc ( b bw) hf
Cw = 0.85 fc bw a
T = Asfy

4. Batas Penulangan untuk Balok Berflens


Batas atas ( tulangan Maksimum )

Berdasarkan nilai regangan pada kondisi balanced :

Catatan:
Untuk flens yang mengalami tekan dan bila tinggi sumbu netral cbal, berada
dibawah plat sayap maka:
Cc(bal) = Cf(bal) + Cw(bal)

Batas tulangan minimum ( pasal 12.5.1 )


plat sayap tertekan

batas tulangan minimum ( Pasal 12.5.2 )


- Plat sayap tertarik
- As min tidak boleh kurang dari nilai terkecil antara :

bf adalah lebar bagian sayap penampang