Anda di halaman 1dari 8

OBAT HERBAL

Sejarah dan Definisi Obat Herbal/Obat Tradisional

(untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Obat Herbal)

Dosen Matakuliah : Rusdiaman, S.Si.,M.Si.,Apt

DISUSUN OLEH :

NAMA : NUR ALIFAH

NIM : (PO.713251141131)

KELAS/ANGKATAN : III - C / 2014

JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
2015

1. Sejarah Obat Tradisional (Region & Tradisional)


Sejarah Obat Herbal Cina
Cina merupakan sumber dari obat
herbal terbesar di dunia. Pengetahuan tentang
herbal dan bagaimana pertama kali herbal dikenal di Cina sudah
ada di sejarah tertulis dan menyebar dari mulut ke mulut
masyarakat Cina. Kembali pada abad 11 sebelum masehi, dimana
Cina masih terbagi atas beberapa dinasti, ditemukan sebuah
dokumen dari buku di zaman dinasti Zhou yang menyebutkan
adanya proses untuk mendinginkan tubuh seseorang yang hangat
dan sebaliknya. Serta catatan tentang penambahan 5 rasa pada
obat.
Dijelaskan dalam eastday.com, tanda-tanda ini juga ditemukan
pada zaman dinasti Tang di tahun 618 masehi sampai 907 masehi.
Sebuah buku berisi 850 jenis herbal lengkap dengan gambar
menjadi bukti bahwa herbal sudah dikenal baik oleh peradaban
zaman itu. Dilanjutkan oleh seorang tabib pada zaman dinasti Ming
yang mengumpulkan semua sumber dan membuat sebuah buku
berisikan 1.892 tipe herbal dan jamu dan dianggap sebagai buku
terlengkap dan terbesar dalam sejarah dokumentasi obat herbal.
Mungkin dunia harus berterima kasih kepada Cina atas
sumbangan terhadap obat herbalnya. Karena sampai zaman yang
telah berkembang seperti sekarang, telah tercatat ada 5.767 jenis
obat di kamus besar obat herbal.
Tanaman obat di Cina berlangsung sekitar 3.000 tahun yang
lalu, ketika muncul penyembuhan kerapuhan tulang oleh dukun Wu.
Pada waktu itu, penyakit ini diyakini disebabkan oleh kekuatan
jahat, sehingga menurut dukun Wu diperlukan obat dari tanaman
untuk mengusir kekuatan jahat itu. Bahkan, bahan penyembuhan
tertua dalam sejarah telah ditemukan di China, di mana makam
seorang bangsawan Han ditemukan untuk menyimpan data medis
yang ditulis pada gulungan sutra. Gulungan sutra berisi daftar 247
tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan yang digunakan dalam
menyembuhkan penyakit.

Sejarah Obat Herbal Mesir kuno

Pada zaman Mesir kuno (Tahun 2500 Sebelum Masehi), para


budak diberi ransum bawang untuk membantu menghilangkan
banyak penyakit demam dan infeksi yang umum terjadi pada masa
itu. Sejak itulah catatan pertama tentang penulisan tanaman obat
dan berbagai khasiatnya telah dikumpulkan oleh orang-orang mesir
kuno. Sejumlah besar resep penggunaan produk tanaman untuk
pengobatan berbagai penyakit, gejala-gejala penyakit dan
diagnosanya tercantum dalam (Papyrus Ehers). Pada saat itu, para
pendeta Mesir kuno telah melakukan dan mempraktikkan
pengobatan herbal.

Sejarah Obat Herbal Yunani kuno

Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan


mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (Tahun 466
Sebelum Masehi), Theophrastus (Tahun 372 Sebelum Masehi) dan
Pedanios Dioscorides (Tahun 100 Sebelum Masehi) membuat
himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam
De Materia Medica. Orang-orang Yunani kuno juga telah melakukan
pengobatan herbal. Mereka menemukan berbagai tanaman obat
baru, seperti rosemary dan lavender pada saat mengadakan
perjalanan ke berbagai daratan lain.

Sejarah Obat Herbal Inggris

Di Inggris, penggunaan tanaman obat dikembangkan


bersamaan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri. Setiap
biara memiliki tamanan obat masing-masing yang digunakan untuk
merawat para pendeta maupun para penduduk setempat. Pada
beberapa daerah, khususnya Wales dan Skotlandia, orang-orang
Druid dan para penyembuh Celtik menggunakan obat-obatan dalam
perayaan agama dan ritual mereka. Pengetahuan tanaman obat
semakin berkembang dengan terciptanya mesin cetak pada abad ke
15, sehingga penulisan mengenai Tanaman-Tanaman Obat dapat
dilakukan.
Sekitar tahun 1630, John Parkinson dari London menulis
mengenai tanaman obat dari berbagai tanaman. Nicholas Culpepper
( 1616-1654 ) dengan karyanya yang paling terkenal yaitu The
Complete Herbal and English Physician, Enlarged, diterbitkan pada
tahun 1649. Pada tahun 1812, Henry Potter telah memulai bisnisnya
menyediakan berbagai tanaman obat dan berdagang lintah. Sejak
saat itu banyak sekali pengetahuan tradisional dan cerita rakyat
tentang tanaman obat dapat ditemukan mulai dari Inggris, Eropa,
Timur Tengah, Asia, dan Amerika, sehingga Potter terdorong untuk
menulis kembali bukunya Potters Encyclopaedia of Botanical Drug
and Preparatians, yang sampai saat inipun masih diterbitkan. Tahun
1864, National Association of Medical Herbalists didirikan dengan
tujuan mengorganisir pelatihan para praktisi pengobatan secara
tradisional, serta mempertahankan standar-standar praktik
pengobatan.

Sejarah Perkembangan Obat Herbal Indonesia

Sejak ribuan tahun lalu pengobatan tradisional asli Indonesia


telah ada dan dengan masuknya pengaruh Hindu , Budha , dari
India , China , Kristen dari negara barat Spanyol, Portugis dan Islam
yang masuk melalui pedagang dari Gujarat dan Turki semakin
memperkaya budaya pengobatan tradisional Indonesia. Bukti
sejarah dapat ditemukan melalui peninggalan berupa prasasti,
relief candi, alat-alat pembuat jamu, naskah kesusasteraan (karya
tulis) , dan lain sebagainya.
1) Bukti sejarah ini ditunjukkan dengan penemuan prasasti tujuh
Yupa pada abad 5 M di Kalimantan Timur, yang bertuliskan
huruf Palawa menggunakan bahasa Sanskerta. Diduga
masyarakat Indonesia sudah mengenal ilmu meracik dan
minum minuman jamu.
2) Bukti lain sejarah tertua dalam pemanfaatan ramuan tumbuhan
obat dapat disaksikan ukir-ukiran relief pada Candi Borobudur
yang dibangun pada tahun 772 M, Prambanan, Penataran,
Sukuh dan Tegalwangi. Diperlihatkan pada relief candi
Borobudur berbagai jenis tanaman obat endemik yang sudah
dipakai masyarakat sekitar candi pada saat itu, beserta
peracikan, minum jamu, perawatan kesehatan tubuh luar dan
dalam .
3) Kitab yang berisi tentang tata cara pengobatan dan jenis-jenis
obat tradisional
4) Pada tahun 991-1016 M, perumusan obat dan ekstraksi dari
tanaman ditulis pada daun kelapa atau lontar, misalnya seperti
Lontar Usada di Bali, dan Lontar Pabbura di Sulawesi Selatan.
Beberapa dokumen tersebut telah diterjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia maupun bahasa asing.
5) Pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia, pengetahuan
mengenai formulasi obat dari bahan alami juga telah
dibukukan, misalnya Bab kawruh jampi Jawi oleh keraton
Surakarta yang dipublikasikan pada tahun 1858 dan terdiri dari
1734 formulasi herbal
Seiring dengan perkembangan jaman, maka bentuk
pembuatan jamu sudah dikemas secara modern. Era ini dimulai
pada awal abad 20 dengan munculnya pabrik Jamu di bumi
Nusantara seperti Jamu Iboe tahun 1910 di Surabaya, Jamoe cap
Djago tahun 1918 di Semarang dan seterusnya hingga sekarang
tercatat di BPOM ada 1024 lebih perusahaan dengan berbagai skala
yang memproduksi lebih dari 10.000 macam produk, mulai dari
godogan, serbuk, pil sampai kapsul yang digunakan untuk
perawatan tubuh, pemeliharaan kesehatan, meningkatkan
kebugaran, maupun pengobatan penyakit, mulai dari produk yang
dipasarkan di sekitar lingkungan rumah sampai di eksport ke
manca negara. Saat ini, diperkirakan ada 80% penduduk Indonesia
yang pernah menggunakan produk olahan dari herbal berupa
jamu .Berdasarkan bukti-bukti sejarah di atas maka Pemerintah
dalam hal ini Departemen Kesehatan Republik Indonesia melalui UU
Nomor 23 tahun 1992 yang disempurnakan dengan UU Nomor 36
Tahun 2008 tentang Kesehatan memberikan penjelasan bagaimana
menyehatkan masyarakat berdasarkan pengobatan secara
tradisional memanfaatkan tanaman obat, mineral, sarian galenik,
dan biota asli Indonesia dan melalui Badan Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM). Sebagai badan yang mengawasi dan mengatur
semua produk obat dari bahan alam yang di konsumsi masyarakat,
BPOM telah menyusun berbagai aturan untuk diterapkan oleh para
pengusaha industri obat herbal.

2. Definisi dari OT/OH berdasarkan pembagian nya (jamu, OHT,


Fitofarmaka)
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang
berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan
sarian ( galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara
turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan
pengalaman. Obat bahan alam yang ada diIndonesia saat dapat
dikategorikan menjadi 3, yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan
fitofarmaka.

1. Jamu (Empirical based herbal medicine)

Jamu adalah obat tradisional yang disediakan


secara tradisional, yang berisi seluruh bahan
tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut, higienis (bebas
cemaran) sertadigunakan secara tradisional. Jamu telah digunakan
secara turun-temurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan
mungkin ratusan tahun, Pada umumnya, jenis inidibuat dengan
mengacu pada resep peninggalan leluhur . Bentuk jamu tidak
memerlukan pembuktian ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup
dengan bukti empiris turun temurun.

2. Obat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine)

Adalah obat tradisional yang disajikan


dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang
dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Untuk
melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih
kompleks dan berharga mahal, ditambah dengan tenaga kerja yang
mendukung dengan pengetahuan maupun ketrampilan pembuatan
ekstrak. Selain proses produksi dengan teknologi maju, jenis ini
telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-
penelitian pre-klinik (uji pada hewan) dengan mengikuti standar
kandungan bahan berkhasiat, standar pembuatan ekstrak tanaman
obat,standar pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji
toksisitas akut maupun kronis.

3.Fitofarmaka (Clinical basedherbal medicine)

Fitofarmaka adalah obat tradisional dari bahan


alam yang dapat disetarakan dengan obat
modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar,
ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada
manusia dengan kriteria memenuhi syaratilmiah, protokol uji yang
telah disetujui, pelaksana yang kompeten, memenuhi prinsip etika,
tempat pelaksanaan uji memenuhi syarat. Dengan uji klinik akan
lebih meyakinkan para profesi medis untuk menggunakan obat
herbal di saranapelayanan kesehatan. Masyarakat juga bisa
didorong untuk menggunakan obatherbal karena manfaatnya jelas
dengan pembuktian secara ilimiah.

Dan adapun masyarakat menggunakan bahan alam yang ada di


sekitar lingkungan tempat tinggalnya menggunkan sebagai obat
trdasional maka dari itu isi makalah ini membahas