Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR TATALAKSANA PASIEN TB

YANG BEROBAT TIDAK TERATUR


No Dokumen : 434/UKM/DW.II/2016
No Revisi : 00
SOP Tgl Terbit : 2 Mei 2016
Halaman : 1/3
UPT.PUSKESMAS dr.Hinarti Utami
DAWAN II NIP 19581230 199010 2 001
1.Pengertian Prosedur tatalaksana pasien TB yang berobat tidak teratur adalah kegiatan
melacak dan menindak lanjuti pasien TB yang berobat tidak teratur

2.Tujuan Sebagai acuan dalam menentukan langkah langkah untuk terapi serta
tindakan selanjutnya terhadp pasien TB yang berobat tidak teratur

3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas No . 30 /SK/ADMEN/DW.II /2016 tentang


Penetapan Jenis Jenis Pelayanan Kesehatan yang disediakan berdasarkan
Prioritas di UPT Puskesmas Dawan II

4. Refrensi Kepmenkes RI No 364/Menkes/SK/V/2009


Pedoman Nasional Pengendalian TB 2014

5. Alat/Bahan Alat yang diperlukan


a. ATK dan Buku Register
b. Buku TB 01,TB 02,TB 05, TB 06,TB 04
c. OAT
d. Inform Consent
e. Pot Dahak
6. Langkah-langkah 1. Petugas mengetahui berobat tidak teratur
2. Petugas mengetahui yang putus berobat selama kurang 1 bulan
a. Lacak pasien
b. Diskusikan dengan pasien untuk mencari factor penyebab
c. Lanjutkan pengobatan dosis yang tersisa sampai seluruh dosis
pengobatan terpenuhi
3. Petugas menentukan klasifikasi putus berobat 1-2 bulan
a. Lacak pasien,
b. Diskusikan dengan pasien untuk mencari factor penyebab putus
berobat
c. Periksa dahak SPS dan melanjutkan pengobatan sementara
menunggu hasilnya
Bila hasil BTA negative atau pada awal pengobatan pasien
TB ekstra paru maka lanjutkan pengobatan dosis tersisa
sampai seluruh dosis pengobatan terpenuhi
Bila salah satu atau lebih hasilnya BTA positif
- Total dosis sebelumnya 5 bulan maka lanjutkan
pengobatan dosis sisa sampai seluruh dosis pengobatan
terpenuhi
- Total dosis sebelumnya 5 bulan maka
Jika pasien kategori 1 sebelumnya, lakukan
pemeriksaan tes cepat dan berikan kategori 2 mulai dari
awal sementara menunggu hasil pemeriksaan tes cepat
Jika pasien kategori 2 sebelumnya,lakukan pemeriksaan
tes cepat atau rujuk ke RS Pusat rujukan TB MDR
sementara menunggu hasil pasien tidak diberikan
panduan OAT

4. Petugas mengklasifikasikan yang putus berobat 2 bulan atau lebih


(loss to follow-up)
a. Lacak pasien
b. Diskusikan dengan pasien untuk mencari factor penyebab putus
berobat
c. Periksa dahak SPS dan atau tes cepat
d. Hentikan pengobatan semntara menunggu hasil
a. Bila hasil BTA negative atau pada awal pengobatan adalah TB
ekstra paru maka keputusan pengobatan selanjutnya ditetapkan
oleh dokter tergantung kondisi klinis pasien apabila
Apabila ada perbaikan nyata hentikan pengobatan dan
pasien tetsp diobservasi,bila terjadi perburukan
kondisi,pasien diminta periksa kembali
Belum ada perbaikan nyata,maka lanjutkan pengobatan
dosis yang tersisa sampai seluruh dosis pengobatan
terpenuhi dan perika ulang dahak setelah
menyelesaikan dosis pada bulan ke 5 dan akhir
pengobatan

b. Bila salah satu atau lebih hasil BTA positif dan tidak ada bukti
resistensi
Bila sebelumnya pasien Kategori 1
Dosis pengobatan sebelumnya < 1 bulan maka berikan
pengobatan kategori 1 mulai awal
Dosis pengobatan sebelumnya > 1 bulan maka berikan
pengobatan kategori 2 mulai dari awal
Bila sebelumnya pasien Katagori 2
Dosis pengobatan sebelumnya < 1 bulan maka berikan
pengobatan kategori 2 mulai awal
Dosis pengobatan sebelumnya > 1 bulan maka rujuk ke
layanan spesialistik untuk pemeriksaan lebih lanjut

c. Bila salah satu atau lebih hasilnya BTA positif dan ada bukti
resistensi
Pada katagori 1/Kategori 2 sebelumnya maka dirujuk ke RS
pusat rujukan TB MDR
7.Bagan Alir

Pasien diketahui
putus berobat

Diskusi dg Lanjutkan
Putus berobat pengobatan
Lacak pasien faktor
< 1 bulan smp tuntas
penyebab

Putus berobat Diskusi dg pasien faktor penyebab


Lacak
1- 2 bulan

Cek Dahak S P S
Putus berobat (lanjutkan pengobatan
2 bulan
Lacak sementara tunggu hasil )

BTA salah satu/> (+) BTA (-)/TB EP


Diskusi dg pasien
faktor penyebab

Total dosis Lanjut pengobatan


Hentikan pengobatan sblm 5 bln pengobatan smp
Sambil tunggu hasil
tuntas

Cek Dahak S P S
Total dosis
sblm 5 bln - kat 1 lak tes cepat
& kat 1 dr awal
BTA (-)/TB EP - Kat 2 lak tes
Keputusan dokter
cepat/rujuk ke RS
tergantung kondisi
rujukan TB MDR

Ada perbaikan nyata

Hentikan pengobatan

BTA salah satu/> (+) &


Kondisi
memburuk observasi
tidak ada bukti resistensi
Periksa ulang

- Kategori 1 : dosis < 1 bulan beri kat 1 dari awal,


dosis > 1 bulan beri kat 2 dari awal
- Kategori 2 : dosis < 1 bulan beri kat 2 dari awal,
dosis > 1 bulan rujuk ke layanan spesialistik

BTA salah satu/> (+) &


ada bukti resistensi Kategori 1/ kategori 2

rujuk ke RS pusat rujukan


TB MDR

8.Hal hal yang perlu Setelah dilacak dan didiskusikan dan pasien tetap bersikeras tidak bersedia
diperhatikan melanjutkan pengobatan maka bisan dibuatkan surat penolakan tindakan
pengobatan

9.Unit Terkait Laboratorium,poliklinik Pengobatan ,Puskesmas pembantu

10.Dokumen Terkait Rekam medis,Catatan keperawatan, Form Rujukan

11.Rekaman
Historis perubahan No Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
.