Anda di halaman 1dari 3

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem imun merupakan sistem koordinasi respons biologik yang
bertujuan melindungi integritas dan identitas individu serta mencegah invasi
organisme dan zat yang berbahaya di lingkungan yang dapat merusak dirinya
(Munasir, 2001). Namun, sistem imun juga berperan dalam terjadinya reaksi
hipersensitivitas, dimana reaksi ini menimbulkan hal yang tidak menguntungkan
bagi tubuh. Menurut Baratawidjaja (2010), hipersensitivitas adalah peningkatan
reaktivitas atau sensitivitas terhadap antigen yang pernah dipajankan atau dikenal
sebelumnya.
Reaksi Alergi Tipe IV Cell-Mediated Hypersensitivities (tipe lambat)
adalah reaksi yang dapat disebabkan oleh antigen ekstrinsik dan intrinsic/internal
(self). Reaksi ini melibatkan sel-sel imunokompeten, seperti makrofag dan sel
T. Antigen ekstrinsik contohnya adalah nikel, bahan kimia, sedangkan antigen
intrinsik yaitu Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM or Type I diabetes),
Multiple sclerosis (MS), Rheumatoid arthritis, TBC (Nuzulul, 2010). Reaksi alergi
ini dapat menyebabkan terjadinya inflamasi.
Inflamasi yang dikarenakan reaksi hipersensitivitas tipe IV melibatkan
peranan sel mononuklear perifer (PBMC), yaitu sel darah yang memiliki inti bulat
seperti limfosit, monosit atau makrofag. Sel darah ini merupakan komponen
penting dalam kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan beradaptasi dengan
antigen (Pourahmad, 2015).
Sebab inflamasi akut dapat berupa benda asing yang masuk dalam tubuh,
invasi mikroorganisme, trauma, bahan kimia yang berbahaya, kontak fisik dan
alergi. Inflamasi akut berhubungan dengan produksi sitokin proinflamasi seperti
IL-1, 1L-6 dan IL-8. Utamanya IL-8, berasal dari makrofag, dan berperan dalam
menginduksi migrasi sel ke lokasi inflamasi (Baratawidjaja, 2010).
Dalam bidang kedokteran gigi, banyak digunakan bahan alloy yang
merupakan gabungan dua unsur atau lebih dimana salah satunya adalah bahan
logam. Penggabungan dua bahan atau lebih tersebut bertujuan agar logam dapat
diterima dengan baik di jaringan dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik
tanpa terpengaruh dengan kondisi lingkungan rongga mulut. Namun terkadang,
ada beberapa orang yang tidak bisa menerima keberadaan alloy di rongga
mulutnya dikarenakan reaksi hipersensitivitas terhadap logam tersebut.
Kini banyak dikembangkan obat-obatan yang memanfaatkan bahan-bahan
alami, antara lain kopi. Tanaman kopi yang telah menjadi salah satu komoditas
utama di Indonesia, terutama daerah Jember Jawa Timur ini memegang sumber
pendapatan devisa negara dan sumber penghasilan bagi jutaan petani kopi di
Indonesia. Petani kopi di daerah Jember, memegang luas lahan perkebunan kopi
yang cukup besar, dimana luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Jember kondisi
tahun 2008 seluas 5.591,99 ha dengan produksi 17.052,26 kwintal (Budihardjo,
2014).
Kopi dikenal memiliki banyak kandungan dan manfaat. Biji kopi secara
alami mempunyai kandungan seperti kafein, senyawa fenolik, trigonellin, dan
asam khlorogenik yang memiliki aktifitas sebagai anti bakteri dan anti-inflamasi
(Ermawati, 2015). Asam klorogenat memiliki efek antifungi, antioksidan,
antiinflamasi dan efek antibakteri (Amiliyah dkk., 2015). Salah satu khasiat dari
asam klorogenat yaitu sebagai antioksidan eksogen yang berperan dalam
mencegah kerusakan sel (Herawati dan Sukohar, 2013).
Reaksi hipersensitivitas terhadap logam yang dialami beberapa pasien
yang menjalani prosedur perawatan gigi, selain membuat prosedur perawatan
menjadi terganggu tentu saja juga akan membuat pasien merasa tidak nyaman.
Untuk menekan reaksi hipersensitivitas tersebut, dibuat beberapa jenis obat-
obatan yang berperan sebagai anti-alergi. Perkembangan teknologi saat ini,
dimana banyak dari bahan-bahan alami dikembangkan sebagai obat-obatan yang
berkhasiat namun tidak berefek samping. Mengetahui hal tersebut, peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian Pengaruh Ekstrak Kopi Robusta terhadap Produksi
IL-8 pada PBMC terhadap Pasien Hipersensitivitas Logam, dimana IL-8 dan sel-
sel PBMC berperan dalam terjadinya inflamasi pada pasien hipersensitivitas
logam.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kopi
Kopi (coffea spp) adalah spesies tanaman berbentuk pohon yang termasuk
dalam family Rubiaceae dan genus Coffea. Tanaman ini tumbuhnya tegak,
bercabang, dan bila dibiarkan tumbuh dapat mencapai tinggi 12 m (Najiyati dan
Danarti, 2001).

2.2 Hipersensitivitas