Anda di halaman 1dari 20

4.

INVESTIGASI PELANGGARAN DISIPLIN PEGAWAI

4.1. Dugaan Awal Pelanggaran Disiplin Pegawai


4.1.1. Sumber Informasi Pelanggaran Disiplin Pegawai
Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang
mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang
dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format
sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik
ataupun non elektronik yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/ atau diterima
oleh Tim Investigasi dalam penanganan suatu masalah.
Sementara sumber informasi adalah segala hal yang dapat digunakan oleh
seseorang sehingga mengetahui tentang hal yang baru,dan mempunyai ciri-ciri yaitu:
1) Dapat dilihat, dibaca dan dipelajari,
2) Diteliti, dikaji dan dianalisis
3) Dimanfaatkan dan dikembangkan di dalam kegiatan-kegiatan pendidikan,
penelitian, laboratorium,
4) Ditransformasikan kepada orang lain.

Informasi yang berkualitas tergantung dari 3 hal, yaitu :


1) Akurat, yang artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus
jelas mencerminkan maksudnya.
2) Tepat pada waktunya, yang artinya informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
3) Relevan, yang artinya informasi tersebut mempunyai manfaat oleh penggunanya.

Klasifikasi sumber informasi terkait dugaan Pelanggaran Disiplin Pegawai, antara


lain :
(1) Informasi berupa pengaduan dari internal Perseroan
Merupakan informasi dalam bentuk pengaduan dari pihak internal Perseroan
(Pegawai, Atasan Langsung Pegawai, Bawahan Pegawai, dan lain-lain) baik
secara tertulis maupun lisan yang disertai dokumen pembuktian dan disampaikan
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
1
secara langsung maupun tidak langsung kepada Pimpinan Unit dan atau Pejabat
yang bertanggung jawab di bidang SDM.

(2) Informasi berupa pengaduan dari eksternal Perseroan


Merupakan informasi dalam bentuk pengaduan dari pihak eksternal Perseroan
(Pelanggan, Mitra Kerja, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan lain-lain) baik secara
tertulis maupun lisan yang disertai dokumen pembuktian dan disampaikan secara
langsung maupun tidak langsung kepada Pimpinan Unit dan atau Pejabat yang
bertanggung jawab di bidang SDM
(3) Informasi yang diperoleh dari Satuan Pemeriksa Internal (SPI)
Merupakan informasi yang mengandung dugaan pelanggaran disiplin Pegawai,
yang diperoleh dari hasil pemeriksaan Satuan Pemeriksa Internal (SPI) atas
pengelolaan keuangan, pelaksanaan peraturan atau kebijakan Perseroan,
pengambilan keputusan, dan lain-lain.
(4) Informasi dari Whistle Blowing System
Merupakan informasi yang diperoleh dari aplikasi Sistem Pelaporan Pelanggaran
(Whistle Blowing System). Setiap orang baik internal maupun eksternal dapat
melaporkan indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Pegawai PLN melalui email :
plnbersih123@gmail.com atau PO BOX 6043 GN JKS 12120.
(5) Informasi dari Putusan Pengadilan
Merupakan informasi yang merupakan putusan Pengadilan yang sudah memiliki
kekuatan hukum tetap.

Informasi dugaan adanya kasus pelanggaran disiplin pegawai yang diterima


dapat berbentuk antara lain:
1) Surat permintaan untuk dilaksanakan investigasi.
2) Surat pengaduan masyarakat.
3) Surat penerusan pengaduan masyarakat yang diterima oleh lembaga terkait.
4) Pengaduan lisan baik secara langsung maupun melalui teknologi informasi.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


2
Informasi yang diterima secara lisan selanjutnya dituangkan dalam bentuk tertulis
kemudian ditetapkan prioritas penanganan informasi untuk mempercepat proses,
menjaga efisiensi, dan efektivitas penanganan kasus.

4.1.2. Evaluasi Informasi


Namun dalam keakuratan informasi tersebut perlu dilakukan evaluasi
(penelaahan dan penelitian) apakah informasi tersebut layak untuk dijadikan acuan
untuk diproses investigasi.
Tujuan evaluasi informasi adalah meyakini layak tidaknya suatu informasi/
pengaduan yang diterima untuk ditindaklanjuti dengan investigasi.
Penelaahan dilakukan dengan menganalisia dan mengevaluasi muatan fakta dan data
yang ada di dalam informasi yang disampaikan, apakah faktafakta yang diungkapkan di
dalam pengaduan tersebut merupakan faktafakta yang aktual, logis, atau hanya
merupakan hasil imajinasi si pelapor.
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam menilai cukup tidaknya alasan
untuk dilakukan investigasi adalah kecukupan informasi untuk menjawab pertanyaan
5W (What, Who, Where, When, serta Why) dan 1H (How).

Pada tahap ini, penilaian informasi tersebut berkaitan dengan cukup tidaknya
alasan untuk dilakukan investigasi. Hasil penelaahan informasi awal dituangkan dalam
bentuk Resume Penelaahan Informasi Awal sehingga dapat diketahui kemungkinan
yang terjadi yaitu:
a. Cukup alasan untuk dilakukan investigasi, atau
b. Tidak cukup alasan dilakukan investigasi.

4.1.3. Klarifikasi dan Evaluasi Pelanggaran Disiplin


Pimpinan Unit PLN dan atau Pejabat yang bertanggungjawab di bidang SDM
yang menerima laporan dugaan pelanggaran disiplin, wajib segera melakukan evaluasi
dan klarifikasi, sebagai berikut :

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


3
1) Melakukan klarifikasi atas langkah-langkah pembinaan yang dilakukan oleh Atasan
Langsung pegawai.
2) Melakukan evaluasi terhadap bukti-bukti yang diterima yang telah memenuhi
persyaratan bukti permulaan yang cukup.
3) Melakukan evaluasi atas riwayat Pelanggaran Disiplin yang dilakukan Pegawai
yang bersangkutan.

Dalam melakukan evaluasi terhadap laporan dugaan pelanggaran disiplin


pegawai, maka hal-hal yang perlu dilakukan adalah :
1) Pendataan Laporan/Pengaduan
Yang perlu dicatat pada pendataan laporan/pengaduan adalah sebagai berikut :
a. Laporan/Pengaduan
(1) Bentuk Laporan/Pengaduan (Tertulis atau Lisan)
(2) Nomor Surat Laporan/Pengaduan (bila ada)
(3) Tanggal Laporan/Pengaduan
(4) Kategori Surat Laporan/Pengaduan
(5) Perihal/Isi Surat Laporan/Pengaduan
b. Identitas Pelapor
(1) Nama
(2) Nomor Induk Pegawai (bila ada)
(3) Jabatan/Pekerjaan
(4) Unit Kerja
(5) Alamat
c. Identitas Terlapor
(1) Nama
(2) Nomor Induk Pegawai
(3) Jabatan
(4) Unit Kerja
(5) Alamat
d. Lokasi Peristiwa/Kasus

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


4
2) Penelaahan Laporan/Pengaduan
Berdasarkan Laporan/Pengaduan tersebut, maka perlu dilakukan konfirmasi dan
klarifikasi kepada Pelapor (bila memungkinkan). Dan dari hasil konfirmasi dan
klarifikasi serta barang bukti yang ada, dilakukan penelaahan terhadap kasus dan
dilakukan klasifikasi dugaan pelanggaran antara lain :
a. Klasifikasi Pelanggaran Disiplin (Ringan, Sedang atau Berat)
b. Pejabat Yang berwenang membentuk Tim Investigasi
c. Pejabat Yang Berwenang Menjatuhkan Sanksi (PYBM)

3) Penyampaian dan Tindak Lanjut Hasil Klarifikasi & Evaluasi


Bila klarifikasi dan evaluasi dilakukan oleh Tim, maka hasil klarifikasi dan evaluasi
disampaikan kepada Pimpinan Unit atau Pejabat yang bertanggungjawab di bidang
SDM. Namun bila klarifikasi dan evaluasi dilakukan langsung oleh Pimpinan Unit
atau Pejabat yang bertanggungjawab di bidang SDM, maka hasil klarifikasi dan
evaluasi langsung ditindak lanjuti.
Tindaklanjut hasil klarifikasi & evaluasi tergantung dari hasil penelaahan, yaitu :
a. Bila dugaan Pelanggaran Disiplin Ringan, maka hasil klarifikasi & evaluasi
diteruskan/dilaporkan kepada PYBM yang bersangkutan untuk dilakukan
pemeriksaan secara langsung oleh PYBM.
b. Bila dugaan Pelanggaran Disiplin Sedang atau Berat, maka hasil klarifikasi &
evaluasi ditindaklanjuti dengan membentuk Tim Investigasi untuk melakukan
pemeriksaan.
c. Bila dari hasil klarifikasi & evaluasi, diperkirakan penjatuhan sanksi disiplin
terhadap Pegawai menjadi kewenangan Unit diatasnya, maka hasil klarifikasi &
evaluasi diteruskan/ dilaporkan ke Unit diatasnya.

4.2. Tim Investigasi

4.2.1. Pembentukan Tim Investigasi

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


5
Tim Investigasi Pelanggaran Disiplin Pegawai dibentuk melalui Surat Keputusan
(SK) yang ditanda tangani oleh :

a. Direktur yang membidangi Sumber Daya Manusia, untuk Pegawai di lingkungan PLN
Pusat dan yang menjadi kewenangan Direksi sebagaimana diatur dalam Ketentuan
mengenai Wewenang Kepegawaian.

b. Pimpinan Unit Induk, untuk Pegawai di lingkungan Unit Induk dan yang menjadi
kewenangan Pimpinan Unit Induk sebagaimana diatur dalam Ketentuan mengenai
Wewenang Kepegawaian.

c. Pimpinan Unit Pelaksana, untuk Pegawai di lingkungan PLN Unit Pelaksana ke


bawah, yang tidak termasuk dalam huruf a dan b.

PENANDATANGAN PEGAWAI YANG DIPERIKSA / DIDUGA


SK TIM INVESTIGASI MELAKUKAN PELANGGARAN DISIPLIN

A. Direktur SDM 1. Pegawai di lingkungan PLN Pusat


2. Manajemen Atas di PLN Unit Induk
3. Manajemen Menengah di PLN Unit Induk
4. Manajemen Dasar yang menjadi
kewenangan Direksi (Pemimpin Unit)

B. Pimpinan Unit Induk 1. Pegawai di lingkungan Unit Induk


2. Manajemen Dasar di PLN Unit Pelaksana
(DM).

1. Pegawai di lingkungan PLN Unit Pelaksana


C. Pimpinan Unit Pelaksana

Bila yang diduga melakukan pelanggaran disiplin adalah Pegawai di lingkungan


PLN Pusat, maka SK pembentukan Tim Investigasi ditandatangani oleh Direksi SDM.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
6
Demikian juga bagi Pegawai yang memiliki jabatan pada Jenjang jabatan Menajemen
Atas, Manajemen Menengah dan Manajemen Dasar pada Unit Pelaksana.

SK pembentukan Tim Investigasi ditandatangani oleh Pimpinan Unit Induk, bila


Pegawai yang akan diperiksa adalah Pegawai di lingkungan Unit Pelaksana selain
Pegawai yang menjadi kewenangan Direksi SDM. Demikian juga untuk Pegawai yang
memiliki jabatan pada jenjang jabatan Supervisori Atas pada Unit Pelaksana.

SK pembentukan Tim Investigasi ditandangani oleh Pimpinan Unit Pelaksana, bila


Pegawai yang akan diperiksa adalah Pegawai di lingkungan Unit Pelaksana ke bawah
selain Pegawai yang menjadi kewenangan Pimpinan Unit Induk.

Keanggotaan Tim Investigasi Pelanggaran Disiplin Pegawai terdiri dari unsur


Serikat Pekerja dan Perseroan yang jumlahnya seimbang. Fungsi Serikat Pekerja dalam
Tim Investigasi ini adalah sebagai advokasi Pegawai dengan cara mencarikan fakta-
fakta atau hal-hal yang meringankan terhadap Pegawai. Namun fungsi tersebut bukan
berarti Serikat Pekerja membela Pegawai yang sudah terbukti bersalah. Dalam
pelaksanaannya, Serikat Pekerja juga berperan sebagai penyeimbang ketika terjadi
kriminalisasi terhadap Pegawai.

Dalam pembentukan Tim Investigasi Pelanggaran Disiplin Pegawai, Perseroan


(Manajemen) mengajukan permintaan secara tertulis kepada Serikat Pekerja untuk
menugaskan anggotanya yang akan masuk dalam Tim Investigasi tersebut. Dalam hal
ini surat permintaan tersebut disampaikan kepada Serikat Pekerja dengan dibuktikan
tanda terima dari Pengurus Serikat Pekerja. Dan Pengurus (Ketua Dewan Pimpinan)
Serikat Pekerja memiliki kewenangan menunjuk wakilnya dalam Tim Investigasi melalui
Surat/Daftar Anggota Tim Investigasi dari unsur Serikat Pekerja. Jadi, Manajemen tidak
boleh menunjuk secara langsung anggota Tim Investigasi dari unsur Serikat Pekerja.

Dan bila dalam kurun waktu 5 (lima) hari kerja, Serikat Pekerja tidak mengirim
daftar nama wakilnya, maka Manajemen dapat membentuk Tim Investigasi yang
keanggotaannya terdiri atas :

a. Atasan Pegawai yang bersangkutan (langsung atau tidak langsung)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


7
b. Pejabat dari unsur kepegawaian

c. Unsur lain yang terkait.

Dalam pelaksanaannya, anggota Tim Investigasi pada umumnya yang ditunjuk


adalah orang yang dianggap memahami tentang kasus yang akan diperiksa.

Ketua Tim Investigasi Pelanggaran Disiplin Pegawai harus mempunyai jenjang


jabatan yang lebih tinggi daripada jenjang jabatan pegawai yang diinvestigasi.

Batas waktu pemeriksaan, ditetapkan selama-lamanya 30 (tiga puluh) hari kerja


dan apabila diperlukan dapat diperpanjang 1 (satu) kali, maksimal 30 (tiga puluh) hari
kerja. Dalam kurun waktu tersebut, Tim Investigasi harus mengeluarkan satu
rekomendasi. Dan apabila terdapat perbedaan pendapat dalam Tim Investigasi, maka
Tim Investigasi tetap wajib mengeluarkan satu rekomendasi yang disertai dengan
catatan adanya perbedaan pendapat (dissenting opinion) diantara anggotanya.

4.2.2. Hak dan Kewajiban Tim Investigasi

Dalam melaksanakan pemeriksaan Pelangaran Disiplin Pegawai, Tim Investigasi


berhak :

a. Meminta kedatangan dan atau keterangan Pegawai yang disangka melakukan


pelanggaran Disiplin Pegawai, pegawai lain, badan/lembaga atau orang lain yang
dapat menambah kejelasan perkara termasuk atasan Pegawai yang bersangkutan;

Bila dibutuhkan Tim dapat mengundang melalui surat untuk meminta keterangan
kepada rekanan, pelanggan, atau pihak-pihak yang dianggap tahu dan atau
memahami perkara .

b. Memeriksa barang-barang, surat, dokumen dan atau bukti lainnya yang berkaitan
dengan pelanggaran disiplin;

Tim dapat meminta dan memeriksa barang-barang seperti kontrak, Surat Perjanjian,
Surat Keputusan (SK), Material, dan lain-lain yang ada kaitannya dengan perkara.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


8
c. Memasuki tempat-tempat penyimpanan barang, ruangan atau tempat-tempat lainnya
dalam rangka memperlancar pemeriksaan dan pencarian bukti-bukti yang
diperlukan.

d. Melakukan tindakan-tindakan lainnya yang dianggap perlu sesuai dengan ketentuan


dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Investigasi memiliki kewajiban :

a. Memperhatikan kondisi pegawai yang diperiksa;

Hal ini sangat penting karena pegawai yang sedang sakit tidak boleh diperiksa,
apalagi bila Pegawai tersebut sedang terganggu psikologinya.

b. Merahasiakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya;

c. Mempertimbangkan berbagai hal yang dapat meringankan dan memberatkan


Pegawai pada saat dilakukan pemeriksaan pelanggaran disiplin dalam menetapkan
klasifikasi pelanggaran disiplin pegawai;

d. Membuat Berita Acara Pemeriksaan tentang pelanggaran disiplin, yang memuat :

1) Identitas Pegawai;

2) Rekaman pertanyaan Tim Investigasi dan jawaban Pegawai yang diperiksa;

e. Membuat Berita Acara Evaluasi Pemeriksaan tentang pelanggaran disiplin, yang


memuat :

1) Identitas Pegawai;

2) Diskripsi kasus;

3) Penelitian dan evaluasi.

4) Pertimbangan atas hal-hal :

a) Yang meringankan dan memberatkan bagi Pegawai;

b) Yang merugikan Perseroan;

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


9
c) Yang melatar-belakangi Pegawai dalam melakukan Pelanggaran Disiplin;

d) Yang dianggap perlu disampaikan oleh Tim Investigasi kepada PYBM.

5) Kesimpulan Berita Acara Evaluasi Pemeriksaan

6) Usulan Tim Investigasi.

f. Menyampaikan hasil pemeriksaan dan usulan jenis Sanksi Disiplin secara rahasia
kepada PYBM dengan dilengkapi, antara lain :

1) Berita Acara Pemeriksaan;

2) Bukti-bukti yang meyakinkan;

3) Pengakuan atas kesaksian (apabila ada);

4) Berita Acara Evaluasi Pemeriksaan.

4.3. Tata Cara Pemeriksaan Dan Pelaporan


4.3.1. Tata cara pemeriksaan

Tim Investigasi yang dibentuk berdasarkan Keputusan Direksi/Pemimpin


Unit/Pemimpin Unit Pelaksana akan melaksanakan tugasnya dengan jangka waktu
yang ditentukan sesuai keputusan tersebut. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan secara
tertutup, hanya dapat dihadiri dan diketahui oleh Pejabat yang berkepentingan di
lingkungan Perseroan.

Setelah dibentuk Tim Investigasi, pemeriksaan harus segera dilaksanakan


karena berkaitan dengan waktu yang ditentukan dalam Keputusan Pembentukan Tim
Investigasi.

Berdasarkan klasifikasinya, pelanggaran disiplin dikategorikan menjadi :

a. Pelanggaran Disiplin Ringan.

b. Pelanggaran Disiplin Sedang.

c. Pelanggaran Disiplin Berat.


Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
10
4.3.1.1. Tata cara pemeriksaan Pelanggaran Disiplin Ringan

Pemeriksaan terhadap Pelanggaran Disiplin Ringan dilakukan secara langsung


oleh Atasan Langsung Pegawai, yang berlaku sebagai Pejabat Yang Berwenang
Menjatuhkan Sanksi (PYBM). Hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Berita
Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Pegawai yang diperiksa dan Atasan
Langsung Pegawai, dengan menyatakan bahwa Pegawai yang diperiksa telah dijatuhi
Sanksi Disiplin berupa Teguran Lisan Tercatat. Berita Acara tersebut dilaporkan ke
Bidang SDM untuk dicatat di Biodata Pegawai tersebut.

Pejabat tersebut dapat menyampaikan bukti dugaan Pelanggaran Disiplin


dengan klasifikasi Pelanggaran Disiplin Ringan kepada Pejabat yang membidangi SDM
untuk ditindaklanjuti. Jabatan Pejabat di Bidang SDM yang akan melakukan
pemeriksaan terhadap Pegawai yang diduga melakukan Pelanggaran Disiplin Ringan
tidak boleh lebih rendah dari pada jabatan Pegawai yang akan diperiksa tersebut.

4.3.1.2. Tata cara pemeriksaan Pelanggaran Disiplin Sedang dan Berat.

Pemeriksaan terhadap dugaan Pelanggaran Disiplin Sedang dan Berat dilakukan


oleh Tim Investigasi.

Dalam melakukan pemeriksaan, Tim Investigasi dapat mendengar atau meminta


keterangan dari Pegawai lain, Badan/Lembaga, atau orang lain, apabila dipandang
perlu.

Tanpa mengurangi hak ingkarnya, Pegawai yang diperiksa wajib menjawab


semua pertanyaan yang diajukan dan apabila tidak menjawab, maka dianggap
mengakui atau membenarkan.

Tim Investigasi melakukan pertemuan pertama kali untuk persiapan


pemeriksaan, misal : mempelajari berkas dugaan pelanggaran disiplin, menyiapkan
panggilan terhadap Pegawai yang akan diperiksa dan saksi-saksi, yang terpenting
semua anggota tim harus sepakat, satu bahasa dalam menangani kasus tersebut agar
tidak terjadi dua kesimpulan dan atau dua usulan penjatuhan Sanksi Disiplin.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
11
4.3.2. Tahapan Investigasi Pelanggaran Disiplin Pegawai

Tahapan-tahapan dalam melaksanakan Investigasi Pelanggaran Disiplin


Pegawai, antara lain :

1) Langkah Persiapan Pemeriksaan

a. Bedah Kasus.

Mengingat anggota Tim Investigasi terdiri dari dua unsur (Perseroan dan
Serikat Pekerja) dan ada kemungkinan Anggota Tim Investigasi belum
memahami kasus yang terjadi, maka perlu dilakukan pembahasan terkait
dengan kasus yang terjadi.

b. Mengidentifikasi/Mengumpulkan Bukti-Bukti Permulaan.

Bukti-bukti awal yang sudah ada perlu diidentifikasi dan dikumpulkan serta
dipilah berdasarkan tingkat keakuratannya.

c. Koordinasi dengan Tim Klarifikasi & Evaluasi Pelanggaran Disiplin

Karena sebelumnya sudah dilakukan klarifikasi dan evaluasi, maka sebaiknya


Tim Investigasi melakukan koordinasi dengan Tim yang sudah melakukan
klarifikasi dan evaluasi terkait informasi-informasi dan bukti-bukti yang sudah
diterima.

d. Membuat Jadwal Pemeriksaan

Dari hasil klarifikasi dan evaluasi laporan/pengaduan serta dari proses Bedah
Kasus, maka Tim Investigasi sudah dapat menentukan pihak-pihak yang perlu
diperiksa yang terkait dengan kasus. Dan untuk efektifitas Investigasi
mengingat masa kerja Tim yang terbatas, maka perlu dibuatkan Jadwal
Pemeriksaan.

e. Membuat Tata Tertib Pemeriksaan.

Karena anggota Tim Investigasi terdiri dari dua unsur (Perseroan dan Serikat
Pekerja) serta karena pemahaman anggota Tim yang mungkin berbeda, maka
perlu dibuat Tata Tertib Pemeriksaan.
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
12
f. Mempersiapkan daftar pertanyaan.

Agar proses pemeriksaan lebih efektif, maka perlu disusun/dipersiapkan daftar


pertanyaan yang akan diajukan kepada Pegawai yang diperiksa. Namun,
daftar pertanyaan tidak menjadi suatu hal yang mutlak karena dapat saja
berubah sesuai dengan situasi dan kondisi pemeriksaan itu sendiri.

g. Mempersiapkan Surat-Surat yang dibutuhkan.

Untuk menjaga efektifitas pemeriksaan perlu dipersiapkan Surat-Surat yang


dibutuhkan untuk memasuki proses pemeriksaan, seperti :

Surat Undangan Pelasanaan Investigasi untuk Anggota Tim Investigasi.

Surat Panggilan untuk Pegawai yang akan diperiksa.

Dan lain-lain.

2) Langkah Pelaksanaan Pemeriksaan

a. Mempersiapkan diri (penampilan, mental, emosional, dan lain-lain).

Dalam melakukan pemeriksaan, seorang investigator harus mempersiapkan


dirinya dari segi penampilan, mental, emosional, dan lain-lain. Adakalanya
Pegawai yang diperiksa memiliki Jabatan yang lebih tinggi atau memiliki usia
yang tua dari investigator itu sendiri, maka untuk itu perlu dipersiapkan mental
dalam melakukan pemeriksaan.

b. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.

Dalam melakukan pemeriksaan, dibutuhkan beberapa peralatan seperti : ATK,


Tape Recorder, Laptop, Ruangan yang layak, dan lain-lain. Peralatan tersebut
harus dipersiapkan lebih dahulu sebelum memasuki proses pemeriksaan.

c. Memperkenalkan diri.

Tim Investigasi lebih dahulu memperkenalkan Anggotanya sehingga terbangun


komunikasi yang efektif

d. Menyampaikan maksud, tujuan dan latar belakang pemeriksaan.


Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
13
Tim Investigasi juga harus menyampaikan maksud, tujuan dan latar belakang
pemeriksaan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah dasar hukum Tim
Investigasi melakukan pemeriksaan.

e. Memperhatikan kondisi Pegawai yang diperiksa.

Tim harus memperhatikan kondisi Pegawai yang diperiksa baik secara fisik
maupun mental (psikologi). Bila Pegawai yang diperiksa dalam kondisi kurang
sehat (sakit) atau pikirannya sedang terganggu, maka sebaiknya Tim
Investigasi menunda pemeriksaan serta menyarankan Pegawai yang
bersangkutan untuk memeriksakan diri ke dokter.

f. Membangun rasa aman dan nyaman bagi yang diperiksa.

Agar informasi yang diinginkan oleh Tim Investigasi diperoleh dengan mudah,
maka perlu dibangun rasa aman dan nyaman bagi Pegawai yang akan
diperiksa.

g. Menyampaikan ketentuan pemeriksaan, hak dan kewajiban Pegawai yang


diperiksa.

Tim Investigasi harus menyampaikan ketentuan pemeriksaan, hak-hak dan


kewajiban Pegawai yang diperiksa, seperti :

Berhak didampingi oleh Tim Advokasi Serikat Pekerja bila keanggotaan


Tim Investigasi tidak ada unsur Serikat Pekerja.

Berkewajiban menjawab semua pertanyaan yang diajukan, dan bila yang


bersangkutan tidak menjawab, dianggap mengakui atau membenarkan.

h. Minta izin untuk melakukan perekaman.

Sebelum merekam semua proses pemeriksaan (baik merekam gambar


ataupun suara), maka Tim Investigasi harus minta izin atau kesediaan
Pegawai yang diperiksan untuk direkam keterangan atau kesaksiannya.

i. Melakukan cross check data-data yang diperiksa

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


14
Data-data Pegawai yang diperiksa harus dicross check terlebih dahulu dengan
Pegawai yang bersangkutan, karena ada kemungkinan data yang dimiliki oleh
Tim Investigasi tidak Up-Date.

j. Mengajukan pertanyaan pembuka dan pertanyaan penutup

Pertanyaan Pembuka :

(1) Apakah Saudara dalam keadaan Sehat ?

(2) Apakah Saudara sudah tahu maksud dan tujuan diperiksa ?

(3) Apakah Saudara bersedia memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh


Tim dengan sejujurnya ?

Pertanyaan Penutup :
(1) Apakah Saudara merasa dipaksa dalam memberi keterangan ?
(2) Apakah Saudara bersedia diperiksa kembali jika masih dibutuhkan
keterangannya ?
(3) Apakah ada keterangan tambahan atau hal yang perlu Saudara
sampaikan ?

k. Mengajukan pertanyaan yang memiliki hubungan dengan kasus

Tim Investigasi dalam melakukan pemeriksaan diharapkan mengajukan


pertanyaan yang memiliki hubungan dengan kasus. Pertanyaan yang diajukan
harus memiliki maksud untuk mendapatkan informasi tentang :

Peristiwa/Kejadian

Tempat Peristiwa/Kejadian

Waktu Peristiwa/Kejadian

Pihak yang terkait/terlibat pada peristiwa/kejadian

Motif yang mendorong terjadinya peristiwa/kejadian

Akibat/dampak yang timbul akibat peristiwa/kejadian

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


15
l. Mendengarkan dengan baik penjelasan yang diberikan oleh yang diperiksa.

Untuk mendapatkan informasi yang utuh dan jelas, maka Tim harus bisa
menjadi pendengar yang baik ketika Pegawai yang diperiksa menjawab atau
menjelaskan sesuatu, serta sebaiknya Tim tidak memotong penjelasan
Pegawai tersebut.

m. Tidak memaksa Terperiksa untuk mengakui suatu hal.

Tim tidak boleh memaksa Pegawai yang bersangkutan untuk mengakui suatu
hal yang mungkin diketahui atau tidak diketahuinya.

n. Menuangkan pertanyaan dan jawaban terperiksa ke dalam BAP.

Setiap pertanyaan dari Tim dan jawaban dari Pegawai diperiksa harus
dituangkan dalaam bentuk Berita Acara Pemeriksaan. Maka dalam hal ini
dibutuhkan Anggota Tim Investigasi yang dapat mengetik dengan cepat serta
bertindak sebagai notulen.

3) Langkah Pasca Pemeriksaan

a. Mendiskripsikan kasus.

Diskripsi kasus adalah uraian, gambaran atau paparan suatu peristiwa dalam
bentuk tulisan secara lengkap, terperinci, jelas dan tepat, sehingga dapat
dimengerti oleh Pejabat terkait.

b. Melakukan penelitian dan evaluasi terhadap keterangan dan bukti-bukti.

Hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diperiksa yang sudah


dituangkan dalam bentuk BAP, perlu diteliti dan dievaluasi lagi. Mungkin saja
ada keterangan saksi yang bertolak belakang atau tidak sesuai dengan barang
bukti yang ada. Dalam hal ini dibutuhkan keterampilan seorang investigator
dalam mengungkap informasi dan fakta yang sebenarnya, serta memiliki
keyakinan yang tinggi.

c. Membuat pertimbangan-pertimbangan
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
16
Berdasarkan keterangan dan bukti-bukti yang diyakini valid, maka Tim
Investigasi membuat pertimbangan-pertimbang terhadap hal yang
meringankan ataupun hal yang meringankan bagi Pegawai yang diduga
melakukan pelanggaran disiplin.

d. Membuat kesimpulan

Dari hasil pemeriksaan dan dengan berbagai pertimbangan, selanjutnya Tim


Investigasi membuat kesimpulan terhadap kasus dan merekomendasikan
sanksi yang dapat dijatuhkan kepada Pegawai tersebut.

e. Melaporkan hasil pemeriksaan

Laporan hasil pemeriksaan dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan dan Berita
Acara Evaluasi Pemeriksaan disampaikan oleh Tim Investigasi kepada
Pimpinan Unit untuk selanjutnya disampaikan kepada Pejabat Yang
Berwenang Menjatuhkan Sanksi (PYBM).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam investigasi pelanggaran disiplin Pegawai,


diantaranya :

1) Pegawai yang diperiksa tidak semata-mata sebagai objek.

2) Tidak melakukan pemaksaan terhadap Pegawai yang diperiksa untuk mengakui


Pelanggaran disiplin yang disangkakan kepadanya.

3) Tidak merendahkan martabat atau harga diri dengan cara membentak,


mengancam, memukul, meninggalkan sendirian di dalam ruang

4) Pemeriksaan atau tindakan lain yang bersifat tidak manusiawi;

5) Memberikan kesempatan kepada Pegawai yang diperiksa untuk mengemukakan


pendapat atau pernyataan lainnya sebagai bahan pembelaan diri;

6) Tidak mengajukan pertanyaan yang sifatnya menjebak;

7) Tidak memberikan nasehat atau saran yang sifatnya dapat menjerumuskan.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


17
4.3.3. Pelaporan

Waktu pelaksanaan pemeriksaan harus disesuaikan dengan waktu yang


ditentukan. Apabila Tim Investigasi belum menyampaikan laporan hasil pemeriksaan
kepada Direksi/Pemimpin Unit/Pemimpin Unit Pelaksana dan waktu yang ditentukan
dalam keputusan tim tersebut telah berakhir, maka Tim Investigasi harus segera
melaporkan hasil pemeriksaan yang telah dicapai dan meminta perpanjangan waktu
untuk pemeriksaan dengan menyampaikan alasan-alasan yang menyebabkan belum
selesainya pemeriksaan.

Laporan hasil pemeriksaan disampaikan kepada Direksi/Pemimpin


Unit/Pemimpin Unit Pelaksana, selaku pemberi perintah pemeriksaan, dengan
dilengkapi :

a. Berita Acara Pemeriksaan, yang memuat :

1. Identitas Pegawai yang diperiksa,

2. Rekaman pertanyaan Tim Investigasi,

3. Jawaban Pegawai yang diperiksa.

b. Berita Acara Evaluasi Pemeriksaan, yang memuat :

1. Identitas Pegawai yang diperiksa,

2. Diskripsi kasus,

3. Penelitian dan evaluasi yang berisi kegiatan mengolah data secara sistimatis,
praktis, dan obyektif, berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan dan bukti-bukti
yang didapat,

4. Pertimbangan atas hal-hal :

- Yang meringankan Pegawai,

- Yang memberatkan Pegawai,

- Yang merugikan Perseroan akibat pelanggaran yang dilakukan oleh


Pegawai,

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


18
- Yang melatar-belakangi Pegawai dalam melakukan Pelanggaran Disiplin,

- Yang dianggap perlu disampaikan oleh Tim Investigasi pada saat pelaporan.

5. Kesimpulan Tim Investigasi, berupa :

- Pegawai yang diperiksa tidak terbukti melakukan pelanggaran disiplin,


disertai alasan-alasan berdasarkan pasal-pasal yang dirujuk,

- Pegawai yang diperiksa terbukti melakukan Pelanggaran Disiplin, disertai


bukti-bukti yang meyakinkan dan berdasarkan pasal-pasal yang dirujuk.

6. Usulan Tim Investigasi, berupa jenis Sanksi Disiplin yang dapat digunakan
oleh PYBM untuk menjatuhkan Sanksi Disiplin.

- Bukti-bukti yang meyakinkan,

- Pengakuan atas kesaksian.

Pemeriksaan oleh Tim Investigasi dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih
dari setengah jumlah anggota Tim Investigasi. Apabila jumlah anggota Tim
Investigasi yang hadir tidak lebih dari setengah jumlah anggota Tim Investigasi,
maka pelaksanaan pemeriksaan ditunda untuk paling lama 7 (tujuh) hari kerja.
Pelaksanaan pemeriksaan berikutnya tetap dilaksanakan meskipun tidak
memenuhi jumlah anggota yang ditentukan.

Hasil pemeriksaan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan


ditandatangani oleh Pegawai yang diperiksa dan anggota Tim Investigasi yang
hadir dalam pemeriksaan tersebut. Apabila Pegawai yang diperiksa tidak
bersedia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan tersebut, tidak menghalangi
proses pemeriksaan secara keseluruhan dan penjatuhan Sanksi Disiplin.

Apabila dalam pemeriksaan oleh Tim Investigasi diindikasikan adanya


kerugian Perseroan yang memerlukan pembuktian lebih lanjut, maka Tim
Investigasi wajib segera melaporkan kepada Direksi/Pemimpin Unit/Pemimpin
Unit Pelaksana, selaku pemberi perintah, untuk penyelesaian Tuntutan Ganti
Rugi dan atau Tagihan Susulan.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


19
Dalam hal pemeriksaan dilakukan oleh Tim Investigasi yang dibentuk
dengan keanggotaan tanpa unsur Serikat Pekerja karena Serikat Pekerja
tidak/terlambat mengirim wakilnya, maka Pegawai yang diperiksa dapat
didampingi oleh Tim Advokasi Serikat Pekerja.

PYBM berkewajiban meneliti dan mengevaluasi berkas laporan dari Tim


Investigasi sebelum menetapkan keputusan Sanksi Disiplin.

Dalam hal terjadi Pelanggaran Disiplin di lingkungan PLN Unit yang


penjatuhan Sanksi Disiplinnya menjadi kewenangan PLN Pusat, maka Pemimpin
Unit wajib melaporkan Pelanggaran Disiplin tersebut kepada Direksi PLN untuk
ditindaklanjuti.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal


20