Anda di halaman 1dari 13

HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN KEJADIAN GASTRITIS DI

KLINIK DHANANG HUSADA SUKOHARJO

Dhanang Prasetyo1, Atiek Murharyati2, Anissa Cindy Nurul A3


Progam Studi S1-Keperawatan STIKES Kusuma Husada Surakarta

ABSTRAK

Gastritis atau dikenal dengan sakit maag adalah peradangan dari mukosa lambung
yang disebabkan faktor iritasi dan infeksi. Gejala gastritis yaitu nyeri ulu hati, rasa tidak
nyaman, nyeri pada saluran pencernaan, mual, muntah, kembung, lambung terasa penuh
dan sakit kepala. Kekambuhan penyakit gastritis atau gejala muncul berulang karena
salah satunya dipengaruhi faktor kejiwaaan atau stres. Hasil studi pendahuluan
diketahui bahwa Klinik Dhanang Husada terletak di tengah pemukiman padat penduduk
dan disekitarnya berdiri pabrik-pabrik konveksi pada bulan Juli sampai dengan Agustus
2014 terdapat 214 pasien dengan gastritis dan dari hasil wawancara dengan pasien
diketahui bahwa pasien berobat dengan gejala keluhan sakit perut bagian atas yang
disebabkan karena mengabaikan atau melupakan waktu makan karena kesibukan kerja
dan tekanan pekerjaan yang berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis
hubungan stres dengan kejadian gastritits.
Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik deskriptif dengan
desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan insidental sampling pada 70
wanita usia produktif yang datang ke Klinik Dhanang Husada Sukoharjo dengan gejala
gastritis. Penelitian dilakukan di Klinik Dhanang Husada Sukoharjo. Cara pengumpulan
data menggunakan kuesioner. Teknik analisis menggunakan chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan stres pada
tingkat sedang yaitu sebanyak 28 orang (40,0%), responden menderita gastritis
sebanyak 39 orang (44,3%) dan ada hubungan antara stres dengan kejadian gastritis ( 2
= 20,93) dan secara statistik signifikan (p = 0,000 < 0,05), dimana semakin tinggi
tingkat stres maka semakin rentan terkena gastritis.
Pasien hendaknya menekan terjadinya stres karena dapat menyebabkan terjadinya
gastritis, salah satu upaya mengurangi stres adalah dengan mengurangi jam kerja
ataupun menambah waktu istirahat

Kata Kunci : stres, gastritis, wanita usia produktif


Daftar Pusatka : 26 (2005-2014)

PENDAHULUAN sakit maag akan sangat mengganggu


Tingkat kesadaran masyarakat aktivitas sehari-hari, baik bagi remaja
Indonesia masih sangat rendah maupun orang dewasa. Gastritis atau
mengenai pentingnya menjaga dikenal dengan sakit maag merupakan
kesehatan lambung karena gastritis atau peradangan (pembengkakan) dari
mukosa lambung yang disebabkan oleh Di Indonesia angka kejadian
faktor iritasi dan infeksi. Bahaya gastritis cukup tinggi. Dari penelitian
penyakit gastritis jika dibiarkan terus yang dilakukan oleh Departemen
menerus akan merusak fungsi lambung Kesehatan RI angka kejadian gastritis
dan dapat meningkatkan risiko untuk dibeberapa kota di Indonesia ada yang
terkena kanker lambung hingga tinggi mencapai 91,6% yaitu di Kota
menyebabkan kematian. Berbagai Medan, di beberapa kota lainnya seperti
penelitian menyimpulkan bahwa Surabaya 31,2%, Denpasar 46%,
keluhan sakit pada penyakit gastritis Jakarta 50%, Bandung 32,5%,
paling banyak ditemui akibat dari Palembang 35,5%, Aceh 31,7%, dan
gastritis fungsional, yaitu mencapai 70- Pontianak 31,2% (Sulastri, dkk, 2012).
80% dari seluruh kasus. Gastritis Gastritis adalah peradangan
fungsional merupakan sakit yang bukan (pembengkakan) dari mukosa lambung,
disebabkan oleh gangguan pada organ yang disebabkan oleh faktor iritasi dan
lambung melainkan lebih sering dipicu infeksi. Gastritis bukanlah suatu
oleh pola makan yang kurang sesuai, penyakit tunggal, namun beberapa
faktor psikis dan kecemasan (Saydam, kondisi-kondisi yang berbeda yang
2011). semuanya mempunyai peradangan
Gastritis adalah penyakit yang lapisan lambung. Gastritis dikenal di
banyak ditemukan di masyarakat. masyarakat dengan istilah sakit maag
Insiden gastritis di Asia Tenggara atau sakit ulu hati, kondisi ini bisa
sekitar 583.635 dari jumlah penduduk timbul mendadak yang biasanya
setiap tahunnya. Gejala penyakit ditandai dengan rasa mual dan muntah,
gastritis diantaranya adalah nyeri pada nyeri, perdarahan, rasa lemah, nafsu
ulu hati, mual, muntah, kembung, diare makan menurun atau sakit kepala
dan pusing. Gastritis yang tidak (Gobel, 2012).
ditangani dengan benar dapat Gastritis dapat disebabkan
menimbulkan berbagai komplikasi beberapa faktor. Penyebab gastritis
diantaranya adalah peptic ulcer, antara lain oleh iritasi, infeksi, dan
gangguan absorbsi vitamin B12 dan atropi mukosa lambung. Dimana faktor-
kanker lambung (Handayani, dkk, faktornya berawal dari faktor stres,
2012). alkohol, infeksi Helicobacter pylori
dan Mycobacteria spesies, serta obat- dengan cara diet sesuai dengan
obatan seperti NSAIDs (Nonsteroidal kebutuhan nutrisi, istirahat cukup, olah
Antiinflammatory Drugs), dan lain-lain raga teratur dan relaksasi yang cukup
yang dapat mengiritasi mukosa (Saorinsong, dkk, 2014).
lambung. Gejala yang umum muncul Penyakit gastritis dapat
pada penderita gastritis yaitu nyeri ulu menyerang dari semua tingkat usia
hati, rasa tidak nyaman sampai nyeri maupun jenis kelamin. Beberapa survei
pada saluran pencernaan terutama menunjukkan bahwa gastritis paling
bagian atas, rasa mual, muntah, sering menyerang usia produktif. Pada
kembung, lambung terasa penuh, usia produktif rentan terserang gejala
disertai sakit kepala. Gejala ini bisa gastritis karena tingkat kesibukan serta
menjadi akut, berulang dan kronis. gaya hidup yang kurang memperhatikan
Kekambuhan penyakit gastritis atau kesehatan serta stres yang mudah terjadi
gejala muncul berulang karena salah akibat pengaruh faktor-faktor
satunya dipengaruhi faktor kejiwaaan lingkungan (Hartati, dkk, 2014).
atau stres (Misnadiarly, 2009). Penelitian Rahmawati (2010)
Stres memiliki efek negatif menyebutkan beberapa faktor
melalui mekanisme neuroendokrin presdiposisi dalam munculnya
terhadap saluran pencernaan sehingga kekambuhan gastritis adalah
beresiko untuk mengalami gastritis. karakteristik responden, stres
Produksi asam lambung akan meningkat psikologis, dan perilaku konsumsi.
pada keadaan stress, misalnya Berdasarkan penelitiannya mengenai
pada beban kerja berat, panik dan hubungan antara karakteristik
tergesa-gesa. Kadar asam lambung yang responden, stres psikologis, perilaku
meningkat dapat mengiritasi mukosa makan dan minum dengan kekambuhan
lambung dan jika hal ini penyakit gastritis di puskesmas
dibiarkan, lama-kelamaan dapat Lamongan tahun 2010 didapatkan hasil
menyebabkan terjadinya gastritis. Bagi adanya hubungan antara stres psikologi
sebagian orang, keadaan stress dengan kekambuhan gastritis dengan
umumnya tidak dapat dihindari. Oleh prevelensi rasio 2,19 untuk responden
karena itu, maka kuncinya adalah yang sangat rentan stres psikologis dan
mengendalikannya secara efektif prevelensi rasio 2,83 untuk responden
yang rentan stres psikologi. Penelitian Lokasi penelitian di Kinik
tersebut sebanding dengan penelitian Dhanang Husada Sukoharjo pada bulan
yang dilakukan oleh Gustin (2011) Februari 2015 sampai dengan Maret
didapatkan bahwa faktor stres 2015.
berhubungan dengan kejadian grastitis. Instrumen penelitian berupa
Studi pendahuluan yang dilakukan lembar kuesioner untuk pengukuran
di Klinik Dhanang Husada Sukoharjo stres dan lembar checklist untuk
pada bulan tanggal 11 Nopember 2014 mengukur gastritis. Pengukuran stres
diketahui bahwa dalam bulan Juli s/d menggunakan kuesioner Depression
Agustus 2014 terdapat 214 pasien Anxiety and Stress Scale yang terdiri
dengan kejadian gastritis. Hasil dari 14 item pernyataan menggunakan
wawancara dengan 5 pasien datang skala Likert 0 3 yaitu skor 0 tidak
untuk memeriksakan diri dengan pernah, skor 1 kadang-kadang, skor 2
keluhan sakit pada perut bagian atas, sering dan skor 3 selalu (Suerni, 2012).
dan dari pasien tersebut dilakukan Angka kejadian gastritis diukur dengan
wawancara bahwa pasien sering menjawab kuesioner yang terdiri dari 1
mengabaikan atau melupakan waktu pertanyaan apakah mengalami gastritis
makan karena kesibukan mereka yang atau tidak. Skor untuk pertanyaan
disebabkan karena tekanan pekerjaan adalah 1 jika jawaban ya, artinya sudah
yang berlebihan. dinyatakan mengalami gastritis oleh
dokter dan 0 jika jawaban tidak, artinya
METODE PENELITIAN belum atau tidak dinyatakan mengalami
Jenis penelitian adalah gastritis (Saroinsong, dkk, 2014).
observasional analitik deskriptif dengan Analisa data menggunakan
pendekatan pendekatan cross sectional. analisis univariat untuk mengetahui
Populasi penelitian adalah pasien karakteristik responden, tingkat stres
gastritis yang berobat di Klinik dan kejadian gastritis, sedangkan
Dhanang Husada Sukoharjo. Sampel analisis bivariat yang digunakan ada chi
sebanyak 70 wanita usia produktif yang square.
datang ke klinik Dhanang Husada
Sukoharjo dengan gejala gastritis
dengan teknik incidental sampling.
HASIL PENELITIAN mengetahui hubungan variabel stres
Hasil karakteristik responden dengan kejadian gastritis dapat dilihat
menunjukkan bahwa bahwa mayoritas pada tabel 3 sebagai berikut :
responden berusia antara 20 tahun
sampai 29 tahun yaitu sebanyak 54 Kejadian Gastritis
Tidak Total
orang (77,1%), dengan tingkat Stres Gastritis
gastritis
F % F % F %
pendidikan menengah atas yaitu Normal
6 8,6 21 30,0 27 38,6
SMA/SMK sebanyak 44 orang (62,9%) Ringan 10 14,3 5 7,1 15 21,4
Sedang 23 32,9 5 7,1 28 40,0
dan bekerja sebagai buruh pabrik yaitu
Total 39 55,8 31 44,2 70 100
sebanyak 31 orang (44,3%). X2 = 20,93, p value (0,00)
Hasil analisis univariat variabel Hasil uji Chi-Square diketahui
penelitian (stres dan kejadian gastritis) bahwa ada hubungan stres dengan
dapat dilihat pada tabel kejadian gastritis ( 2 = 20,93) dan
Tabel 1. Stres Responden secara statistik signifikan (p = 0,000).
Stres f % Pembahasan
Normal 27 38,6
Ringan 15 21,4 Usia Responden
Sedang 28 40,0 Hasil penelitian menunjukkan
Total 70 100
bahwa mayoritas responden berusia
Hasil tabel menunjukkan bahwa antara 20 tahun sampai 29 tahun yaitu
mayoritas responden memiliki tingkatan sebanyak 54 orang (77,1%). Hal
stres pada tahap sedang yaitu sebanyak tersebut menandakan bahwa pada usia
28 orang (40,0%). tersebut merupakan rentang usia yang
Tabel 2. Kejadian Gastritis Responden produktif dalam bekerja dengan tekanan
Kejadian Gastitris f % pekerjaan yang berlebihan. Robbins
Gastritis 39 55,7
(2012) menyatakan bahwa adanya tugas
Tidak Gastritis 31 44,3
Total 70 100 yang terlalu banyak. Banyaknya tugas
tidak selalu menjadi penyebab stres,
Hasil tabel menunjukkan bahwa
akan menjadi sumber stres apabila
mayoritas responden menderita gastritis
banyaknya tugas tersebut tidak
yaitu sebanyak 39 orang (55,7%).
sebanding dengan kemampuan baik
Hasil analisis bivariat
fisik maupun keahlian dan waktu yang
menggunakan uji Chi Square untuk
tersedia bagi karyawan. Jika banyaknya pendidikan seseorang makin tinggi
tugas tidak disertai dengankemampuan keberhasilannya melawan stres. Orang
dan waktu yang memadai, maka akan yang pendidikannya tinggi lebih mampu
cenderung menjadi penyebab mengatasi masalah daripada orang yang
munculnya stres kerja. pendidikannya rendah.
Usia yang rentan terserang stres Pendidikan seseorang
karena mengahadapi dinamika mempengaruhi pengetahuan atau
kehidupan yaitu pada usia produktif, penerimaan informasi terkait dengan
yaitu antara 15 sampai 45 tahun. kesehatan sehingga akan lebih
Aminullah (2008) menyatakan bahwa memperhatikan kesehatannya. Hal ini
pada usia produktif sering berhadapan sesuai dengan pernyataan dari Indriana,
dengan tantangan, dan apabila tidak dkk (2010), bahwa pendidikan
mampu mengaturnya bisa berpotensi merupakan salah satu faktor yang
stres. Selain lingkungan sosial yang mempengaruhi stres
makin kompleks, kebiasaan orang Pekerjaan responden
dalam usia produktif yang tidak selektif Hasil penelitian menunjukkan
dalam konsumsi makanan juga bahwa mayoritas responden memiliki
mempengaruhi tingkat stres. Makanan pekerjaan sebagai buruh pabrik yaitu
yang masuk kedalam tubuh dapat sebanyak 31 orang (44,3%). Hasil ini
mempengaruhi perkembangan otak, mendukung dari penelitian terdahulu
kondisi otak yang kurang baik dari Nasution dan Adi (2011) diketahui
mempengaruhi kemampuan mental bahwa stres tingkat menengah hingga
seseorang ketika menghadapi tantangan. tinggi terdapat pada 73,25% pekerja
Pendidikan responden gilir (shift), dimana stres tersebut lebih
Hasil penelitian menunjukkan banyak terjadi pada pekerja yang
bahwa mayoritas responden memiliki terpapar bising dibandingkan yang tidak
tingkat pendidikan menengah atas yaitu terpapar. Tidak pernah menggunakan
SMA/SMK sebanyak 44 orang (62,9%). ear plug merupakan salah satu faktor
Candrawinata (2015) menyatakan dominan yang berkaitan dengan stres.
bahwa tiingkat pendidikan seseorang Umumnya yang menjadi penyebab
mempengaruhi daya tahannya dalam adalah konflik dalam pekerjaan (conflict
menghadapi stres. Makin tinggi tingkat of role).
Tingkat Stres keluhan dari teman kerja, menurunnya
Hasil penelitian menunjukkan produktivitas kerja, membutuhkan
bahwa mayoritas responden dengan waktu lama untuk menyelesaikan
stres pada tingkat sedang yaitu pekerjaan yang sudah masuk tenggat
sebanyak 28 orang (40,0%), dimana waktu, kesulitan mengingat kembali
mayoritas responden mengalami merasa instruksi yang diberikan dan mengerti
sulit tenang setelah marah dan merasa prosedur, memikirkan hal lain saat
sensitif. Stres adalah respon tubuh tidak bekerja, mengambil waktu lebih lama
spesifik terhadap kebutuhan tubuh yang saat istirahat, dan penggunaan internet
terganggu. Stres merupakan suatu atau telepon untuk kepentingan pribadi
fenomena universal yang terjadi dalam secara berlebihan.
kehidupan sehari-hari dan tidak dapat Stres pada dasarnya tidak selalu
dihindari dan akan dialami oleh berdampak negatif, karena stres kadang
setiap orang. Stres memberikan dapat bersifat membantu dan
dampak secara total pada individu menstimulasi individu untuk bertingkah
seperti dampak fisik, sosial, laku positif. Stres yang berdampak
intelektual, psikologis, dan spiritual positif biasa disebut dengan eustres dan
(Pathmanathan dan Husada, 2013). stres yang berdampak negatif biasa
Gejalagejala stres pada tingkat disebut dengan distres. Stres bukan
sedang pada usia produktif menurut hanya sebagai stimulus atau respon,
Nasution dan Adi (2011) antaranya karena setiap individu dapat
lebih sering terlambat dan sering absen. memberikan respon yang berbeda pada
Penelitian terbaru oleh Melchior et al stimulus yang sama. Adanya perbedaan
(2009) menyebutkan bahwa frekuensi karakteristik individu menyebabkan
absen sakit pekerja dapat menilai adanya perbedaan respon yang
apakah pekerja tersebut rentan diberikan kepada stimulus yang datang
mengalami depresi di masa datang. (Gunawati, dkk, 2006).
Selain gejala tersebut, gejala lainnya Kejadian Gastritis
adalah menarik diri dari lingkungan Hasil penelitian menunjukkan
sosial di tempat kerja, bereaksi bahwa mayoritas responden menderita
berlebihan pada hal kecil, mengalami gastritis. Gastritis merupakan salah satu
kecelakaan di tempat kerja, timbul masalah kesehatan saluran pencernaan
yang paling sering terjadi. Gastritis produktif rentan terserang gejala
lambung merupakan gangguan umum gastritis karena tingkat kesibukan serta
diskontinuitas dari mukosa lambung, gaya hidup yang kurang memperhatikan
yang disebabkan oleh berbagai faktor kesehatan serta stres yang mudah terjadi
seperti alkohol, stres, obat antiinflamasi, akibat pengaruh faktor-faktor
dan lain-lain. lingkungan.
Penderita gastritis umumnya Hubungan Antara Stres dengan
mengalami gangguan pada saluran Kejadian Gastritis
pencernaan atas, berupa nafsu makan Hasil penelitian menunjukkan
menurun, perut kembung dan perasaan bahwa ada hubungan antara stres
penuh di perut, mual, muntah, dan dengan kejadian gastritis ( 2 = 20,93)
bersendawa (Saroinsong, dkk, 2014). dan secara statistik signifikan (p = 0,000
Gastritis terjadi karena ketidaksesuaian < 0,05). Dimana semakin tinggi tingkat
lambung dengan makanan yang stres maka semakin rentan terkena
dimakan seperti makanan yang pedas gastritis.
(cabai atau merica) atau makanan yang Hasil penelitian ini mendukung
memiliki kadar lemak tinggi, sehingga penelitian terdahulu dari Saroinsong,
produksi asam lambung tidak terkontrol dkk (2014), bahwa ada hubungan yang
(Yuliarti, 2009). signifikan antara stres dengan kejadian
Hartati, dkk (2014) dalam gastritis pada remaja. Atmaja (2011)
penelitiannya menunjukkan bahwa dalam penelitiannya juga menunjukkan
penyakit gastritis dapat menyerang dari bahwa ada hubungan stres terhadap
semua tingkat usia maupun jenis kekambuhan gastritis. Hal yang sama
kelamin. Beberapa survey menunjukkan juga diungkapkan oleh Rahmawati
bahwa gastritis paling sering menyerang (2011) bahwa stres memiliki hubungan
usia produktif. Hasil penelitian dengan kekambuhan gastritis.
menunjukkan bahwa mayoritas Handayani, dkk (2012) dalam
responden memiliki umur 20 29 tahun penelitiannya menyatakan bahwa
sebanyak 54 orang (77,1%). Hal ini penyakit gastritis merupakan salah satu
berarti bahwa responden berada pada penyakit psikomatik yang salah satu
rentang usia yang produktif, yaitu penyebabnya adalah stres. Stres yang
produktif di dalam bekerja. Pada usia
dialami oleh pasien gastritis dapat timbul rasa nyeri diulu hati (Ikawati,
timbul melalui lingkungan pekerjaan. 2010).
Penyakit gastritis dapat Anna (2013) menyatakan bahwa
menyerang dari semua tingkat usia kaum wanita memang lebih gampang
maupun jenis kelamin. Hartati, dkk stres. Berbagai hal bisa menyebabkan
(2014) menunjukkan bahwa gastritis tekanan emosional pada diri mereka,
paling sering menyerang usia produktif. mulai dari pekerjaan di kantor,
Pada usia produktif rentan terserang pengasuhan anak, sampai soal
gejala gastritis karna tingkat kesibukan penampilan. Kaum wanita beresiko 40
serta gaya hidup yang kurang persen lebih besar untuk mengalami
memperhatikan kesehatan serta stres gangguan psikologi, dimana wanita
yang mudah terjadi akibat pengaruh rentan mengalami depresi, gangguan
faktor-faktor lingkungan. panik, fobia, insomnia, gangguan stres
Pada usia produktif dengan pasca trauma, serta gangguan pola
tuntutan pekerjaan yang besar membuat makan, selain itu aspek biologis,
seseorang terkadang mempunyai pola psikologis, dan lingkungan bisa
dan frekuensi makan yang tidak teratur menjelaskan mengapa stres lebih sering
sehingga hal tersebut dapat dialami wanita. Pengaruh hormon
menyebabkan terjadinya gastritis. Hasil selama kehamilan dan masa menopuase
ini sesuai dengan penelitian Angkow, juga menyebabkan wanita rentan
dkk (2014) bahwa orang yang memiliki depresi. Selain itu kaum wanita juga
pola makan tidak teratur, mudah berupaya lebih keras dalam menjaga
terserang penyakit gastritis. Pada saat hubungannya dengan pasangan. Mereka
perut harus diisi, tapi dibiarkan kosong, juga tak segan mencari pertolongan
atau ditundanya pengisian, asam profesional jika mengalami gejala
lambung akan mencerna lapisan mukosa depresi, sehingga mereka lebih sering
lambung, karena ketika kondisi didiagnosis.
lambung kosong, akan terjadi gerakan Stres memiliki efek negatif
peristaltik lambung bertambah intensif melalui mekanisme neuroendokrin
yang akan merangsang peningkatan terhadap saluran pencernaan sehingga
produksi asam lambung sehingga dapat beresiko untuk mengalami gastritis. Hal
ini diperuat dari penelitian Saroinsong,
dkk (2014) yang mengemukakan bahwa KESIMPULAN
efek stres pada saluran pencernaan Kesimpulan dari hasil penelitian
antara lain menurunkan saliva sehingga yaitu sebagian besar responden berusia
mulut menjadi kering, menyebabkan antara 20 tahun sampai 29 tahun yaitu
kontraksi yang tidak terkontrol pada sebanyak 54 orang (77,1%), dengan
otot esophagus sehingga menyebabkan tingkat pendidikan menengah atas yaitu
sulit untuk menelan, peningkatan asam SMA/SMK sebanyak 44 orang (62,9%)
lambung. dan bekerja sebagai buruh pabrik yaitu
Hasil penelitian ini sejalan dengan sebanyak 31 orang (44,3%).
Penelitian yang dilakukan oleh Rahma, Mayoritas responden dengan stres
dkk (2013) bahwa terdapat hubungan pada tingkat sedang yaitu sebanyak 28
yang bermakna antara stres dengan orang (40,0%). Mayoritas responden
kejadian gastritis, di mana bahwa satu menderita gastritis yaitu sebanyak 39
lagi penyebab maag adalah stres, orang (55,7%).
Sistem persyarafan dari otak itu Ada hubungan antara stres dengan
berhubungan ke lambung. Jadi, jika kejadian gastritis ( 2 = 20,93) dan
stres tanpa disadari juga memicu secara statistik signifikan (p = 0,000 <
terproduksi asam lambung secara 0,05), dimana semakin tinggi tingkat
berlebihan. Asam lambung yang stres maka semakin rentan terkena
berlebihan ini yang bisa mengakibatkan gastritis.
munculnya rasa nyeri pada lambung.
Sedangkan menurut Hidayat, (2010) SARAN
mengatakan bahwa stres yang dialami Tenaga kesehatan hendaknya
oleh seseorang dapat menimbulkan memberikan konseling kepada pasien
reaksi yang ada pada tubuh. Reaksi yang mengalami gastritis untuk dapat
pada sistem pencernaan dapat mengurangi tingkat stresnya agar tidak
mengalami gangguan seperti lambung terjadi kekambuhan gastritis.
terasa kembung, mual, pedih karena Pasien hendaknya menekan
peningkatan asam lambung (gastritis). terjadinya stres karena dapat
menyebabkan terjadinya gastritis, salah
satu upaya mengurangi stres adalah
dengan mengurangi jam kerja ataupun Penyakit Gastritis (Maag) Di
Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan
menambah waktu istirahat.
Limboto. Pharmacetical and
DAFTAR PUSTAKA Science Journal. Vol 10 No.1.
Almasitoh, UH. (2011). Stres Kerja
Gunawati, dkk. (2006). Hubungan
Ditinjau dari Konflik Peran Ganda
Antara Efektivitas Komunikasi
dan Dukungan Sosial pada Perawat.
Mahasiswa Dosen Pembimbing
Psikoislamika : Jurnal Psikologi
Utama Skripsi dengan Stres dalam
Islam. Volume 8 No.1.
Menyusun Skripsi Pada Mahasiswa
Program Studi Psikologi Fakultas
Aminullah. (2008). Usia Produktif
Kedokteran Universitas
Rentan Stres. Diakses dari
Diponegoro. Jurnal Psikologi
http://www.republika.co.id.
Universitas Diponegoro Vol.3 No.
Diakses tanggal 29 Juli 2015.
2, Desember ; 93 - 115
Anna, LK. (2013). Wanita Lebih Rentan
Gustin, RK. (2011). Faktor-Faktor yang
Stres Emosional. Diakses dari
Berhubungan Dengan Kejadian
http://health.kompas.com, tanggal
Gastritis Pada Pasien Yang
29 Juli 2015.
Berobat Jalan di Puskesmas Gulai
Bancah Kota Bukit Tinggi Tahun
Angkow, J., dkk. (2014). Faktor-Faktor
2011. Artikel Penelitian Universitas
yang Berhubungan dengan
Andalas.
Kejadian Gastrdi Wilayah Kerja
Puskesmas Bahu Kota Manado.
Handayani, SD, dkk. (2012). Hubungan
Manado : Program Studi Ilmu
Dukungan Keluarga dengan
Keperawatan Fakultas Kedokteran
Kekambuhan Pasien Gastritis di
Universitas Sam Ratulangi
Puskesmas Jatinangor. Student-
Manado.
ejournal Fakultas Ilmu
Keperawatan Universitas
Atmaja, F. (2011). Faktor-faktor yang
Padjajaran. Vol 1 No. 1.
Mempengaruhi Kekambuhan
Penyakit Gastritis di Puskesmas
Hartati, Sri, dkk, (2014). Hubungan
Kebumen II. Gombong : STIKES
Pola Makan Dengan Resiko
Muhammadiyah Gombong.
Gastritis Pada Mahasiswa Yang
Menjalani Sistem KBK. JOM
Chandrawinata, J. (2015). Tingkat
PSIK. Vol. 1 No.2.
Pendidikan Pengaruhi Daya Tahan
Stres. Diakses
Hidayah. (2012). Kesalahan-kesalahan
http://www.pelita.or.id, tanggal 29
Pola Makan Pemicu Seabrek
Juli 2015.
Penyakit Mematikan. Jogjakarta :
Buku Biru.
Dewi, MP. (2009). Studi Meta Analisis
: Musik Untuk Menurunkan Stres.
Hidayat. AA. (2007). Metode Penelitian
Jurnal Psikologi. Vol 3 No. 2.
Keperawatan dan Tekhnik Analisa
Data. Jakarta: Salemba Medika
Gobel, SA. (2012). Gambaran Tingkat
Pengetahuan Masyarakat Tentang
__________. (2010). Metode Penelitian Kesehatan Masyarakat Universitas
Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Hasanuddin Makassar
Surabaya : Health Books
Publishing. Rahma, N., dkk (2013). Hubungan
Antara Pola Makan Dan Stres
Indriana, Y, dkk (2010). Tingkat Stres Dengan Kejadian Penyakit Gastritis
Lansia Di Panti Wredha Pucang Di Rumah Sakit Umum
Gading Semarang. Jurnal Massenrempulu Enrekang. Jurnal
Psikologi Undip Vol. 8, No. 2. STIKES Nani Hasanudin. Vol 1
No. 6
Misnadiarly. (2009). Mengenal
Penyakit Organ Cerna : Gastritis Rahmawati. (2011). Hubungan antara
(Dyspepsia atau Maag). Jakarta : Karakteristik Responden, Stres
Pustaka Populer OBDA. Psikologis, Perilaku Makan dan
Minum dengan Kekambuhan
Nasution, K dan Adi. NP. (2011). Stres Penyakit Gastritis di Puskesmas
Okupasi, Masalah Kesehatan Kecamatan Lamongan Tahun 2010.
Pekerja yang Terabaikan. Journal Surabaya : Fakultas Kesehatan
Indonesian Medicine Association, Masyarakat Universitas Airlangga.
Vol 61 No. 12
Saroinsong, M, dkk (2014). Hubungan
Notoatmodjo, S. (2010), Metodologi Stres Dengan Kejadian Gastritis
Penelitian Kesehatan. Jakarta : Pada Remaja Kelas XI IPA DI
Rineka Cipta. SMA Negeri 9 Manado. Jurnal
Keperawatan. Vol 2 No. 2.
Nursalam. (2013). Metodologi
Penelitian Ilmu Keperawatan: Saydam. (2011). Memahami Berbagai
Pendekatan Praktis : Jakarta : Penyakit (Penyakit Pernapasan
Salemba Medika. dan Gangguan Pencernaan).
Bandung : Alfabeta.
Pathmanathan, VV dan Husada, MS.
(2013). Gambaran Tingkat Stres Sinaga, D. (2013). Pengaruh Stress
Pada Mahasiswa Fakultas Psikologis Terhadap Pasien
Kedokteran Universitas Sumatera Psoriasis. Jurnal Ilmiah Widya.
Utara Semester Ganjil Tahun Volume 1 Nomor 2
Akedemik 2012/2013. e-journal
FK USU Vol. 1 No.1, 2013. Suerni, T. (2012). Analisa Faktor-faktor
yang Berhubungan dengan Tingkat
Prince, SA. (2005). Patofisiologi Stres Perawat ICU di RSU di Jawa
Konsep Klinis Proses-Proses Tengah. Tesis. Depok : Fakultas
Penyakit. Jakarta : EGC. Ilmu Keperawatan Program Studi
Magister Keperawatan Peminatan
Rahma, M, dkk. (2013). Faktor Risiko Keperawatan Jiwa Universitas
Kejadian Gastritis Di Wilayah Indonesia.
Kerja Puskesmas Kampili
Kabupaten Gowa. Makasar : Sugiyono. (2010). Statistika Untuk
Bagian Epidemiologi Fakultas Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Sulastri, S, dkk. (2012). Gambaran
Pola Makan Penderita Gastritis Di
Wilayah Kerja Puskesmas Kampar
Kiri Hulu Kecamatan Kampar Kiri
Hulu Kabupaten Kampar Riau
Tahun 2012. Medan : Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas
Sumatera Utara

Yuliarti. (2009). Maag: Kenali, Hindari


dan Obati. Yogyakarta: C.V ANDI