Anda di halaman 1dari 6

Waldo Owen Nainggolan (14S14018)

Tugas 3 Review Presentasi Jurnal


1. Menyebutkan dan menjelaskan hal-hal yang menimbulkan rugi-rugi serta cara untuk
memperkecil/meminimalisir rugi-rugi tersebut pada sistem tenaga listrik.
Ans:
1. Terjadi rugi-rugi pada saluran (penghantar)
Hal diatas terjadi jika daya yang dihantarkan terdisipasi sebagian dikarenakan oleh
resistansi jenis kawat penghantar yang besar maupun ukuran luas penampang kawat
yang besar dapat mengakibatkan losses daya pada saat distribusi sistem tenaga listrik.
Rugi-rugi pada penghantar dapat diatasi dengan menaikkan tegangan pada sistem
distribusi hal ini dimaksudkan agar arus yang dihantarkan dapat diperkecil dan losses
daya pun dapat diminimalisir.
2. Kesalahan pada pengukuran
Hal diatas diakibatkan oleh kesalahan pada baca pembacaan KWh meter (deviasi
error) dan kesalahan pada rasio ukur (trafo ukur mengalami kerusakan, trafo ukur
tidak mengalami kalibrasi terlebih dahulu). Kesalahan pada pengukuran dapat diatasi
dengan melakukan maintenance pada alat-alat ukur yang ada pada trafo agar pihak
yang membaca alat ukur tersebut dapat meminimalkan terjadinya human error.
3. Beban tidak seimbang dan kawat netral mengalir arus
Pada kondisi beban tidak seimbang, maka arus pada netral akan nol. Sedangkan pada
kondisi ideal pada kawat netral ini seharusnya "nol". Bila ada nilai tahanan pada
kawat pentanahan netral, maka pada kawat netral akan bertegangan dan besarnya arus
yang mengalir sepanjang kawat netral akan menyebabkan rugi daya di sepanjang
kawat netral. Hal diatas dapat diatasi dengan melakukan pemeriksaan pada setiap
kawat penghantar dikarenakan kawat penghantar semakin lama akan mengalami
korosi dan hal ini dapat meningkatkan resistivitas dari kawat penghantar tersebut.
4. Kontak pada sambungan tidak baik (loss contact)
Pada kondisi kontak sambungan tidak baik, terjadi pernyambungan antar kawat
distribusi yang tidak baik maupun insulator pada tiap tiang kawat (Tower) tidak
terpasang dengan baik dan dapat menyebabkan corona dan sumber arus langsung
short terhadap grounded maupun menimbulkan medan elektromagnetik yang berlebih
dan hal ini dapat berbahaya pada lingkungan sekitar tower. Hal diatas dapat diatasi
dengan lebih memperhatikan penyambungan pada tiap kawat sistem distribusi.
5. Penggunaan tenaga listrik yang tidak terukur
Hal diatas terjadi apabila terjadi pencurian atau kebocoran pada sistem distribusi
listrik. Pencurian terjadi dikarenakan terlalu mahal nya TDL (tarif dasar listrik) dan
kurangnya pelayanan dari pihak penyedia listrik kepada konsumen. Dan dapat
diminimalisir dengan meningkatkan pelayanan dan seiring peningkatan pelayanan
tersebut maka akan tercipta perilaku konsumen yang taat hukum.
6. Variasi tegangan pelayanan
Hal diatas terjadi jika terjadi permintaan listrik yang diminta konsumen tidak sesuai
dengan yang didistribusikan oleh penyedia listrik, baik perbedaan tegangan maupun
toleransi tegangan yang diminta oleh konsumen. Dan hal tersebut dapat diatasi
dengan menyeragamkan daya yang dihasilkan oleh pembangkit. Dan konsumen
Waldo Owen Nainggolan (14S14018)

sendiri yang menambahkan alat yang dapat mengonversi daya masukan yang dari
pembangkit dan diubah sesuai dengan keinginan si konsumen.
7. Faktor daya yang terlalu rendah
Adanya faktor daya terjadi karena beban memiliki daya aktif dan daya reaktif. Faktor
daya yang terlalu rendah dapat menyebabkan losses daya. Dan hal diatas dapat diatasi
dengan menambahkan capacitor bank pada beban dan pengaturan penguatan pada
generator.

2. Menjelaskan ganguan-ganguan yang dapat terjadi pada sistem pengetanahan pada sistem
distribusi tenaga listrik dan metode-metode apa yang dapat dilakukan untuk
mengatasinya
Ans:
1. Melakukan system pengetanahan melalui tahanan (resistance grounding)
System ini mempunyai tegangan yang lebih transien yang disebabkan oleh pemutusan
relative rendah. Pengetanahan ini adalah untuk membatasi tahanan antara 10%
sampai dengan 25% dari arus gangguan fasa.
2. Pengetanahan melalui reactor (reactor grounding)
Cara pengetanahan ini digunakan dengan maksud bila trafo daya yang tidak
mencukupi untuk membatasi arus gangguan tanah. Dan pengetanahan ini digunakan
untuk memenuhi persyaratan dari system yang diketanahkan dengan pengetanahan
ini.
3. Pengetanahan tanpa impedansi/langsung (solid grounding)
Penerapan metode pengetanahan ini yaitu untuk mentanahkan titik netral secara
langsung dan membatasi kenaikan tegangan dari fasa yang tidak terganggu yaitu
untuk system dengan tegangan 20KV
4. Pengetanahan efektif (effective grounding)
Memiliki keuntungan yang lebih atau lebih efektif karena dengan mengetanahkan
trafo daya maka tegangan juga akan lebih transien, sehingga trafo daya menggunakan
isolasi dan tipe arrester yang lebih kecil.
5. Terjadinya Tegangan sentuh tidak langsung
Tegangan sentuh tidak langsung adalah tegangan pada bagian alat/ komponen/
rangkaian/ instalasi yang secara normal tidak dilalui arus namun akibat kegagalan
isolasi pada peralatan tersebut maka bagian bagian tersebut mempunyai tegangan
terhadap tanah. Selama alat pengaman arus lebih tidak bekerja memutuskan
rangkaian, keadaan ini akan tetap bertahan. Namun dengan adanya pentanahan secara
baik, kemungkinan tegangan sentuh selama terjadi gangguan dibatasi pada tingkat
aman. Yaitu maksimum 50 Volt (V) untuk tegangan bolak balik (AC).
6. Terjadinya Tegangan eksposur
Tegangan eksposur adalah terjadinya gangguan tanah dengan arus yang besar, akan
memungkinkan timbulnya beda potensial antara bagian bagian yang dilalui arus dan
antara bagian bagian yang tidak dilalui arus terhadapat tanah. Dengan adanya
sistem pentanahan, akan membuat potensial semua bagian struktur, peralatan dan
prmukaan tanah menjadi sam (uniform) shingga mencegah terjadinya loncatan listrik
dari bagian peralatan ke tanah.
Waldo Owen Nainggolan (14S14018)

7. Terjadinya Tegangan langkah


Tegangan langkah adalah tegangan yang terjadi akibat arus gangguan yang melewati
tanah. Arus gangguan ini relatif besar dan apabila mengalir dari tempat terjadinya
gangguan kembali ke sumber (titik netral) malalui tanah yang mempunyai tahanan
relatif besar maka tegangan di permukaan tanah akan menjadi tinggi. Besar tegangan
ini ditentukan oleh besar arus gangguan dan tahanan pentanahannya. Semakin besar
arus dan tahanan maka, akan semakin besar pula tegangan sentuhnya. Untuk
mengamakan tegangan langkah inilah pentanahan dilakukan. Tegangan langkah
dibatasi serendah mungkin dan dalam waktu yang sependek pendeknya. Besar
tegangan langkah diminimalisir dengan sistem pentanahan (grounding) sedangkan
waktu pemutusan dilakukan dengan peralatan pengaman

3. Suatu rumah di sebuah desa belum mendapatkan sambungan energi listrik dari PLN, jika
anda diberikan tugas untuk membangun pembangkit tenaga listrik tenaga surya (PLTS)
menggunakan modul photovoltaik. Jika kebutuhan energi listrik rata-rata rumah tersebut
adalah 4,5 Kwh per hari. Hitunglah berapa kapasitas PV, baterai,inverter serta luas area
yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan listrik rumah tersebut!
Ans:

Picture 1
1. Determine power consumption demands
4,5 kWh = 4500Wh
2. Total PV panel energy needed
4500 Wh + (4500 x 30%(losses in the system)) = 5850 Wh
3. Size the PV panel
Total Wp of PV panel capacity needed
Total Wp of PV panel capacity needed=5850/PGF(Panel Generation
Factor)
Panel Generation Factor in South East Asia is in average 3.4 (based on
NASA data center)
Waldo Owen Nainggolan (14S14018)

Total Wp=5850/3.4
Total Wp=1720.5Wp

4. Number of PV modules are needed


Base on picture 1 we assume that we use PV module with 180 Wp in this
project.

Number of PV panels needed = Total Wp /180


Number of PV panels needed = 1720.5/180
Number of PV panels needed = 9.5 PV modules

Actual requirement = 10 PV modules


So, this system should be powered by at least 10 modules
of 180 Wp PV module.

5. Total area of PV modules are needed


Base on picture1, 1800 Wp PV module has (1600x800x35) mm dimension.
So, the area of this PV module is 1.6m x 0.8m = 1.28 m2
Total Area = Total Modules x 1.28 m2
Total Area = 10 modules x 1.28 m2
Total Area = 12.8 m2
6. Inverter sizing
Total Watt of all appliances = 4500 Wh
For safety, the inverter should be considered 25-30% bigger size.
The inverter size should be about 6000 W or greater.
7. Battery Sizing
Battery Losses = 0.85
Depth of Discharge = 0.6
Days of autonomy = 1 day
Nominal battery voltage = 12 Volt

Battery Capacity = (4500Wh /(0.85 x 0.6 x 12 Volt)) x 1 days


Battery Capacity = 735.3 Ah
Actual requirement is 750 Ah
So, this system should be powered by 12 V 750 Ah lead acid
battery for 1 day autonomy. If 750 Ah battery isnt
available, we can use parallel method to summing total Ah
for each battery.

4. Menyebutkan beberapa sistem proteksi pada sistem tenaga listrik (minimal 6 dan harus
melingkupi bagian pembangkit, transmisi dan distribusi) dan menjelaskan bagaimana
sistem tersebut bekerja!
Ans:
A. Sistem proteksi pada gardu induk
Waldo Owen Nainggolan (14S14018)

1. Neutral Grounding Resistance (NGR) adalah komponen yang dipasang antara


titik netral trafo dengan pentanahan dan Neutral Grounding Resistance (NGR)
berfungsi untuk memperkecil arus gangguan yang terjadi.
2. Circuit Breaker (CB) adalah peralatan pemutus, yang berfungsi untuk
memutus rangkaian listrik dalam keadaan berbeban. Circuit breaker (CB)
dapat dioperasikan pada saat jaringan dalam kondisi normal maupun pada saat
terjadi gangguan. Kerena pada saat bekerja, CB mengeluarkan (menyebabkan
timbulnya) busur api, maka pada CB dilengkapi dengan pemadam busur api.
3. Lightning Arrester (LA) berfungsi untuk melindungi (pengaman) peralatan
listrik di gardu dari tegangan lebih akibat terjadinya sambaran petir (lightning
surge) pada kawat transmisi, maupun disebabkan oleh surja hubung
(switching surge). Dalam keadaan normal (tidak terjadi gangguan) LA bersifat
isolatif atau tidak bisa menyalurkan arus listrik. Dan sebaliknya apabila terjadi
gangguan LA akan bersifat konduktif atau menyalurkan arus listrik ke bumi.
4. Penggunaan pengaman pemutus daya untuk kerja otomatis perlu dilengkapi
dengan peralatan tambahan yang dapat mendeteksi perubahan keadaan yang
terjadi pada rangkaian. Peralatan tersebut berupa gulungan yang diberi daya
dari sumber DC melalui saklar yang dioperasikan dengan peralatan khusus
yang disebut relai (relay). Relay merupakan suatu peralatan yang dilengkapi
dengan kontak-kontak yang mampu mengubah rangkaian lain. Oleh karena itu
pemutus tenaga yang dilengkapi dengan relai digunakan sebagai peralatan
perlindungan suatu sistem tenaga dari kemungkinan kerusakan yang
diakibatkan oleh gangguan.
B. Sistem proteksi pada Jaringan Tegangan Menengah (JTM)
1. Lightning Arrester adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berfungsi
sebagai pengaman terhadap tegangan surja yang terjadi ketika terjadi
sambaran petir. Sambaran petir pada jaringan hantaran udara sistem tenaga
listrik merupakan suntikan muatan listrik yang menimbulkan kenaikan
tegangan sesaat yang cukup besar pada jaringan. Agar tegangan lebih tersebut
tidak merusak isolasi peralatan pada jaringan, maka dipasang pelindung yang
akan mengalirkan surja petir tersebut ke tanah.

2. Isolator mempunyai peranan penting untuk mencegah terjadinya aliran arus


dari konduktor phasa ke bumi melalui menara pendukung (tiang). Dengan
demikian, isolator merupakan proteksi dalam sistem transmisi energi listrik.

C. Sistem proteksi pada Jaringan Tegangan Rendah (JTR)


1. Fuse Cut Out (FCO), Fuse Cut out biasanya digunakan pada jaringan
distribusi 20 kV untuk proteksi trafo distribusi dari arus lebih akibat hubung
singkat, dan juga diletakkan pada percabangan untuk proteksi jaringan. Prinsip
kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan
putus, seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari pegangan
atas, dan menggantung di udara, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke
trafo.
2. Sekring Gardu / Pelebur TR biasanya digunakan pada jaringan distribusi 20
kV untuk proteksi jaringan tegangan rendah (JTR) dari arus lebih akibat
Waldo Owen Nainggolan (14S14018)

hubung singkat. Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka
fuse pada sekring akan putus, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke
jaringan tegangan rendah (JTR).
D. Sistem proteksi pada Saluran Rumah
1. Miniature Circuit Breaker (MCB)
Miniature circuit breaker atau MCB merupakan komponen listrik yang bekerja
dengan sistem thermal atau panas. Didalamnya terdapat bimetal, dimana bila
arus listrik yang mengalir melebihi ukuran tertentu (karena kelebihan beban
atau terjadi hubung singkat) dari MCB ini, maka bimetal ini secara mekanis
akan memutus aliran listrik dan menggerakkan tuas ke posisi OFF. Secara
umum fungsi MCB antara lain:
1. Membatasi Penggunaan daya Listrik.
2. Mematikan listrik secara otomatis apabila terjadi hubungan singkat.
3. Membagi daya pada instalasi rumah menjadi beberapa bagian, sehingga
lebih mudah untuk mendeteksi kerusakan instalasi listrik.

5. Menjelaskan konsep microgrid, menyebutkan beberapa keuntungan dan kekurangan jika


microgrid terhubung ke jaringan PLN!

Ans:
Microgrid adalah sistem pembangkit terdistribusi menggunakan beberapa sumber energi
sebagai sumber energi listrik antara lain dari sumber energi terbarukan dan dapat bekerja
secara mandiri/terpisah dari jaringan listrik tradisional (PLN) dan ramah lingkungan.
Microgrid memiliki konsep yaitu mandiri/terpisah dalam pembangkitan maupun
penyimpanan energi yang dihasilkan dari berbagai pembangkit yang kemudian dihubung-
pararelkan pada control room, dimana pada control room daya dapat diatur apakah
disalurkan ke pelanggan atau daya disimpan pada capacitor bank. Pembangkit yang
berada pada ruang lingkup microgrid menghasilkan daya yang tidak terlalu tinggi, karena
itulah microgrid memiliki jaringan distribusi yang sederhana dan saluran distribusinya
hanya pada area microgrid tersebut. Dan microgrid dapat dikombinasikan dengan
pembangkit listrik seperti PLN memiliki keuntungan yaitu, minim terjadi pemadaman
listrik, energy yang disalurkan dapat diandalkan kualitasnya, memiliki system proteksi
yang canggih pada control room dan losses daya pada distribusi yang minim. Dan
memiliki kerugian yaitu jika terjadi kesalahan pada saat mengontrolan microgid yang
sudah terhubung pada PLN akan menyebabkan kesalahan yang fatal yaitu akan terjadinya
short circuit pada jaringan distribusi dan dapat menyebabkan terjadinya korona dan
korsleting pada jaringan.