Anda di halaman 1dari 37

Wajah Jerawat

Home
Jenis Jerawat
Penyebab Jerawat
Penyebab Komedo
Pencegahan
Pengobatan
Home Jenis 7 Macam-Macam Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

7 Macam-Macam Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya


Advertisement

Jerawat merupakan jenis penyakit kulit yang paling sering tumbuh di wajah dan sangat
mengganggu hingga mempengaruhi kecantikan wajah seseorang. Jenis-jenis jerawat yang ada di
dunia medis sangat banyak yang harus diperhatikan. Kesehatan kulit menjadi hal yang sangat
penting. Wajah mulus tanpa jerawat mungkin saja menjadi dambaan sebagian besar orang. Banyak
orang merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri ketika harus keluar rumah dengan kondisi
wajah berjerawat.

Tentang Jerawat

Jerawat sendiri disebabkan karena pori-pori dikulit kita yang tersumbat sehingga memicu
tumbuhnya semacam benjolan berwarna merah yang mengandung nanah. Jerawat merupakan
penyakit kulit yang hampir semua orang pernah mengalaminya. Jerawat sendiri timbul karena
perubahan hormon yang dialami penderitanya dan biasanya muncul saat penderitanya sedang
mengalami menstruasi, dalam proses kehamilan, serta mengalami stress yang berlebih.

Banyak yang menyangka bahwa jerawat hanya ada satu jenis. Namun ternyata jerawat memiliki
beberapa jenis, diantaranya yaitu:

Jerawat biasa
jerawat biasaHampir sebagian besar orang pernah menderita jerawat ini. Jerawat ini mudah
dikenali karena bentuknya yang kecil dan berwana putih kemerahan. Jerawat ini timbul
dikarenakan tersumbatnya pori-pori dan terinfeksi baktmeri propionibacterium acne. Bakteri
tersebut hidup di daerah diprosuksinya asam lemak pada kantung kelenjar yang tersembunyi
dibawah permukaan kulit atau sering juga disebut sebagai kelenjar sebaceous.Yang perlu
diwaspadai dari bakteri ini yaitu karena bisa menimbulkan iritasi pada bagian wajah disekitarnya.

Cara Mengatasi

Jika anda ingin menangani masalah jerawat dalam jangka waktu singkat karena akan menghadiri
sebuah acara penting, anda dapat menyiasatinya dengan mengoleskan pasta gigi pada jerawat yang
muncul pada wajah anda menjelang tidur. Pasta gigi mengandung fluroide yang berkhasiat untuk
mengurangi bengkak dan kemerahan yang ditimbulkan oleh jerawat. selain itu anda juga dapat
menggunakan tomat maupun lemon sebagai masker untuk menghilangkan jerawat serta
menghilangkan noda hitam bekas jerawat.

Jerawat Batu
jerawat batuJerawat batu memiliki ukuran yang lebih besar daripada jerawat biasa. Jerawat batu
berwarna lebih merah dan meradang. Jika terus dibiarkan, jerawat batu akan meninggalkan bekas
yang susah dihilangkan. Jerawat batu atau yang sering disebut juga Cystic Acne disebebkan
karena kelenjar minyak yang terlalu banyak dan pertumbuhan sel yang tidak normal. Jerawat batu
tergolong jerawat yang parah.

Saran Pengobatan

Oleh karena itu, jika anda menderita jerawat batu yang bersarang pada wajah anda, ada baiknya
anda berkonsultasi dengan dokter untuk kemudian menentukan pengobatan pada langkah
selanjutnya.

ads

Komedo
komedoKomedo disebabkan oleh sel-sel kulit matti dan sekresi kelenjar minyak yang berlebih.
Komedo terbagi menjadi dua macam yakni komedo tertutup dan komedo terbuka. Komedo
tertutup terlihat seperti tonjolan kecil berwarna putih. Sedangkan komedo terbuka terlihat seperti
pori-pori yang membesar dan menghitam.

Cara Pengobatan

Untuk menghilangkan jerawat jenis komedo ini, anda dapat menghilangkannya dengan putih telur.
Caranya yaitu dengan mencelupkan kapas pada putih telur lalu tempelkan pada wajah anda yang
berjerawat komedo. Tunggu sampai putih telur tersebut mengering, lalu angkat kapas tersebut.
Anda akan melihat banyak komedo tercabut pada kapas tersebut.

Selain jenis jerawat yang telah disebutkan diatas, ada beberapa jenis jerawat lagi yang banyak
dialami oleh penderitanya, yaitu:

Jerawat Juvenil
Jerawat JuvenilJerawat ini timbul pada masa pubertas umur 14-20 tahun. Penyebab jerawat ini
yaitu masalah hormonal yang belum stabil dalam memproduksi sebum.

Cara Mengatasi :

Untuk mengatasi jerawat ini anda bisa menggunakan sabun wajah yang memiliki PH seimbang
atau sabun bayi transculent.
Jerawat tipe juvenil merupakan perkembangan dari hormon jadi mungkin harus di atasi dengan
cara yang alami, jangan menggunakan cara berbahaya.

Jerawat Vulgaris
Jerawat vulgaris merupakan semacam kelainan kulit yang ditandai dengan erupsi komedo terbuka,
komedo tertutup maupun jerawat yang diikuti dengan kulit kemerahan serta bersisik. Jerawat ini
biasanya timbul pada masa remaja dan umunya berlanjut sampai pada masa dewasa. Jerawat ini
bisa disebabkan karena kelebihan minyak, perubahan hormonal, produk kosmetik serta kulit mati
yang tidak lepas secara semestinya.

Cara Mengatasi

Pengobatan yang tepat untuk jerawat jenis ini yaitu dengan cara menghilangkan bakteri,
mengendalikan minyak berlebih pada wajah, serta dengan meningkatkan pergantian sel kulit mati.
Jerawat ini biasanya akan membaik seiring berjalannya waktu tanpa ada intervensi apapun. Tapi
jika jerawat ini sudah semakin parah, dapat menimbulkan kerusakan dan harus mendapatkan
pegobatan dari dokter spesialis kulit. Jerawat ini tidaklah menular serta dapat disembuhkan.

Jerawat Rosacea
Jerawat RosaceaJerawat ini biasanya timbul pada wanita yang berusia 30-50 tahun. Pada mulanya,
jerawat ini akan tampak kemerahan yang dapat menimbulkan peradangan sehingga bisa
menimbulkan sisik pada lipatan hidung.

Saran Pengobatan

Jerawat ini membutuhkan perawatan dari dokter kulit, biasanya berupa penguapan , kompres air
panas atau dengan penyinaran menggunakan sinar infra merah untuk pengeringan jerawat.

Jerawat Nitrosica
Jerawat NitrosicaJerawat jenis ini harus diwaspadai karena yang jika dibiarkan akan menyebabkan
lubang pada kulit wajah.

Saran Pengobatan

Pengobatn pada jerawat ini harus dengan bantuan dokter kulit. Teknologi kecantikan seperti
mikrodermabrasi, teknologi laser, dan perawatan kecantikan lainnya dapat membantu untuk
menghilangkan jenis jerawat ini.

Cara Mengatasi Jerawat di Wajah


Ketika anda mengalami jerawat yang timbul diwajah, anda tidak perlu khawatir karena saat ini
sudah banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa bahan-bahan alami dapat digunakan
sebagai obat untuk mengatasi jerawat. Anda dapat menggunakan beberapa bahan dibawah ini
untuk mengobati jerawat anda, yaitu:

Ads

Madu asli
Madu asli sudah dikenal lama sebagai bahan yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan.
Caranya yaitu dengan mengoleskan madu pada wajah, diamkan selama kurang lebih 15 menit lalu
bilas dengan air bersih.

Mentimun
Mentimun memiliki kadar air cukup banyak yang dapat memperlancar saluran pada pori-pori
wajah. Caranya yaitu dengan mengiris beberapa potong mentimun lalu tempelkan pada wajah
anda yang berjerawat.

Jeruk Nipis
Jeruk nipis dapat mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah. Jeruk nipis dapat anda gunakan
untuk mengatasi masalah jerawat dengan mengusapkan perasan jeruk nipis pada wajah anda
sebelum anda ingin tidur.

Rutin membersihkan wajah


Selain menggunakan bahan alami, prinsip dasar yang harus anda lakukan untuk mengatasi jerawat
yakni dengan rutin membersihkan wajah. Dengan rutin membersihkan wajah akan terhindar dari
kotoran-kotoran yang menumpuk pada bagian wajah anda. Membersihkan wajah bisa dilakukan
dengan menggunakan sabun pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit wajah anda.

Perawatan Wajah
Selain menggunakan bahan-bahan alami, tidak ada salahnya jika anda juga mencoba untuk
melakukan perawatan wajah pada dokter kulit maupun klinik kecantikan. Karena untuk
mendapatkan wajah yang bersih tidak hanya bisa dengan menggunakan bahan-bahan alami, tapi
terkadang juga membutuhkan alat-alat tertentu yang bisa digunakan untuk membersihakn wajah
secara optimal.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Jerawat ( Lebih dari 30 Cara, alami, obat, klinik kecantikan, dan
metode tradisional)

Tips Menghindari Jerawat


Setelah anda menjalankan pengobatan untuk mengatasi jerawat, ada baiknya juga jika anda
menghindari beberapa hal yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah anda, diantaranya yaitu :

Memilih kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit anda;


Mengurangi tidur larut malam;
Mengurangi rokok,
Hindari makanan berupa gorengan, coklat, alkohol, kopi serta kacang-kacangan;
Mengurangi kemungkinan terjadinya resiko stress karena stress akan menyebabkan penderitanya
mengkonsumis makanan yang berlemak;
Bersihkan layar ponsel anda, karena tanpa anda sadari ada banyak bakteri yang menempel pada
kulit wajah anda jika anda sering bertelponan dalam kondisi layar ponsel anda kotor.
Macam-macam jerawat yang ada memang berbeda penanganannya, namun keseluruhan jenis
jerawat lebih baik dicari tahu pencegahannya agar tidak terjadi pada anda.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

Tweet
jenis, jrwt, macam, tipe

Artikel Terkait
8 Ciri-Ciri Obat Jerawat yang Berbahaya dan Kandungannya

4 Ciri-ciri Jerawat Haid pada Wanita

Jerawat Batu : Gambar, Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Jerawat Batu : Gambar, Ciri-
Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Jenis Hormon Penyebab Jerawat dan Cara Mengatasinya Jenis Hormon Penyebab Jerawat dan
Cara Mengatasinya
Penyebab Jerawat Saat Menstruasi dan Cara Mengatasinya Penyebab Jerawat Saat Menstruasi
dan Cara Mengatasinya
Post Date: Tuesday 30th, December 2014 / 02:37 Oleh : dr yana
Kategori : Jenis
Previous Next

Artikel Terbaru
Recent
Cara Membersihkan Jerawat dengan Tomat Paling Ampuh
16 November, 2016
9 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam Paling Ampuh
16 November, 2016
8 Cara Menghilangkan Jerawat di Pipi Secara Alami
13 November, 2016
8 Cara Menghilangkan Komedo Batu Secara Alami
13 November, 2016
Manfaat Sperma untuk Jerawat Makanan Pemicu Timbulnya Jerawat
11 November, 2016
Latest From Jenis

8 Obat Jerawat Nanah di Apotik Yang Paling Ampuh


13 September, 2016
5 Akibat Jerawat Meradang Paling Berbahaya
25 August, 2016
10 Obat Penghilang Jerawat di Apotik Yang Aman dan Ampuh
25 August, 2016
10 Obat Jerawat Parah Yang Paling Ampuh
13 August, 2016
8 Ciri-Ciri Jerawat Batu Penyebab dan Cara Menghilangkannya
07 August, 2016
Tentang Kami | Hubungi Kami
2014 Copyright WajahJerawat.Com. All Right Reserve World Wide.
Ketentuan Layanan | Disclaimer | Kebijakan Privasi | Adchoices
to top

Alodokter
Login
Cari Info Tanya Dokter

HIDUP SEHAT
Dasar-Dasar Cara Merawat Kulit

Kondisi kulit merefleksikan kesehatan tubuh Anda. Untuk menjaganya tetap terlihat sehat dan
segar, pahami cara merawat kulit dengan benar.
Kulit adalah organ terluar dari tubuh dan berfungsi melindungi organ dan jaringan yang ada di
baliknya. Meski begitu, kulit juga merupakan salah satu pintu utama masuknya penyakit ke dalam
tubuh dan menjadi penanda adanya penyakit tertentu. Selain menjaga temperatur tubuh dengan
mengeluarkan keringat, saraf pada kulit juga memungkinkan Anda meraba dan merasa.

Kulit Sehat-Alodokter

Jaringan yang Kompleks


Kulit adalah salah satu organ paling besar dan kompleks. Kulit terdiri dari epidermis sebagai
lapisan terluar yang mengandung sel melanosit, yaitu sel penghasil pigmen yang menentukan
warna kulit. Lapisan ini terus beregenerasi untuk mengganti sel-sel kulit yang telah mati.
Dermis, yaitu lapisan di bawahnya, mengandung folikel, kelenjar minyak, kelenjar keringat, saraf,
dan pembuluh darah. Sementara hipodermis, yaitu bagian yang terdalam, tersusun atas lemak dan
jaringan ikat.

Dari Jerawat hingga Kanker


Kulit bisa menjadi organ yang paling rentan terkena gangguan. Dari gigitan serangga, jerawat,
hingga virus bisa mengganggu kesehatan kulit. Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang sering
terjadi kepada kulit:
Jerawat: kondisi saat minyak dan sel kulit mati menyumbat pori-pori. Kondisi umum ini pernah
dialami sekitar 85% orang pada suatu waktu.

Ruam: umumnya ruam disebabkan oleh iritasi, alergi atau efek samping dari pengobatan tertentu.

Selulitis: kulit berwarna merah, hangat, dan sering kali diiringi ruam yang terasa sakit. Kondisi ini
merupakan peradangan yang terjadi pada dermis atau jaringan di bawahnya. Umumnya
disebabkan oleh infeksi.

Dermatitis: istilah umum untuk peradangan pada kulit.

Eksim atau eksema: peradangan yang menyebabkan ruam-ruam gatal. Umumnya terjadi karena
sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif atau sensitif.

Psoriasis: gangguan kulit yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat sehingga
membuatnya menjadi tebal, berwarna putih, keperakan, atau kemerahan.

Ketombe: kulit kepala bersisik, disebabkan oleh dermatitis seboroik, eksim, atau psoriasis.

Panu (Tinea versicolor): infeksi jamur yang membuat area tertentu pada kulit menjadi lebih pucat.
Infeksi ini tidak membahayakan.

Abses/bisul: penumpukan nanah dalam salah satu bagian kulit akibat infeksi. Pada beberapa kasus,
bisul harus ditangani dokter untuk dibuka dan dikeringkan.

Kutil: kondisi disebabkan infeksi virus yang membuat pertumbuhan kulit menjadi tidak terkendali.
Umumnya kutil dapat disembuhkan dengan perawatan di rumah.

Kudis: gatal-gatal akibat tungau-tungau kecil yang menyusup ke kulit. Umumnya terjadi pada jari-
jari, pergelangan tangan, siku, dan pantat.

Kurap: kemerahan berbentuk lingkaran pada kulit karena infeksi jamur.

Melanoma: jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Dapat disebabkan oleh paparan sinar
matahari berlebihan.

Herpes: iritasi kulit pada sekitar alat kelamin atau bibir yang disebabkan virus HSV-1 dan HSV-2.

Urtikaria atau biduran: gatal-gatal dan kemerahan pada kulit yang muncul tiba-tiba karena alergi.

Viral exantham: ruam merah pada area luas kulit yang sering terjadi pada anak-anak.

Herpes zoster: ruam yang menimbulkan rasa nyeri, disebabkan oleh virus cacar.

Rosasea: ruam merah pada kulit wajah karena gangguan kronis. Sering terlihat seperti jerawat.

Karsinoma sel basal: jenis kanker kulit yang menyebar perlahan-lahan.

Keratosis seboroik: bintil-bintil atau tumor jinak pada kulit yang biasanya muncul pada bagian
kulit yang sering terpapar matahari.

Beda Jenis, Beda Perawatan


Jenis kulit umumnya dapat dibedakan menjadi: kulit normal, berminyak, kering, dan sensitif.
Sebagian orang juga memiliki kombinasi jenis kulit pada area tubuh yang berbeda. Perbedaan
jenis ini disebabkan oleh:
Kandungan minyak, berpengaruh pada kehalusan kulit.
Kandungan air yang memengaruhi elastisitas kulit.
Tingkat kepekaan kulit yang berbeda-beda.
Jenis kulit Anda dapat berubah seiring dengan pertambahan usia, perubahan lingkungan tempat
tinggal, pergantian cuaca, atau pengaruh penyakit. Perbedaan karakter ini membuat perawatan
pada tiap jenis kulit menjadi berbeda-beda.
Kulit kering:

Kulit kering relatif lebih berisiko untuk menjadi keriput dan terbakar sinar matahari. Oleskan
pelembab kulit berbahan dasar minyak yang mengandung sun protection factor (SPF) terutama
setelah mandi, setidaknya dua kali sehari.
Gunakan sabun dengan kandungan yang ringan. Produk berbahan dasar alkohol dapat
menyebabkan iritasi dan membuat kulit makin kering.
Terlalu sering mencuci kulit wajah atau tubuh dapat menyapu minyak alami yang membuat kulit
tetap sehat. Mandi dengan air dingin lebih baik dibanding dengan air hangat untuk mencegah kulit
menjadi kering.
Minum cukup air dan konsumsi buah-buahan yang mengandung air seperti pepaya dan semangka
untuk menjaga kadar air dalam tubuh.
Pembersih yang mengandung alpha hydroxy acid (AHA) dalam kadar tertentu bisa membantu
dalam pengupasan sel kulit mati.
Pilih pelembab dengan kadar moisturizer lebih tinggi dan mengandung hyaluronic acid,
dimethicone, glycerin, propylene glycol, lanolin, dan petrolatum yang dapat menjaga kelembaban
kulit.
Kulit berminyak:

Pilih produk berbahan dasar air. Hindari yang berbahan dasar minyak atau alkohol.
Setelah kulit dibersihkan, oleskan moisturizer bebas minyak pada malam hari.
Pembersih yang memiliki kandungan beta hydroxy acid (BHA) dapat membantu mencegah
penumpukan minyak pada pori-pori kulit.
Kulit normal:

Lindungi kulit dengan mengoleskan pelembab sepanjang hari. Pilih yang mengandung moisturizer
berbahan dasar air yang terasa ringan dan tidak lengket.
Kulit sensitif:

Jika kulit Anda tergolong sensitif, sebaiknya menghindari pelembab yang beraroma atau
mengandung parfum untuk mengurangi iritasi.
Pilih produk berlabel hypoallergenic dan berbahan dasar alami. Kulit sensitif bisa kurang cocok
dengan produk yang mengandung AHA dan BHA jadi sebaiknya dihindari.
Pilih produk yang mengandung kurang dari 10 bahan. Makin sedikit bahan yang digunakan,
berarti potensi kerusakan kulit berkurang.
Panduan Memilih beberapa Produk untuk Kulit
Pelembab

Beberapa orang mengira bahwa pelembab yang mahal akan memberikan manfaat lebih baik.
Padahal semua moisturizer bekerja dengan cara yang sama, baik yang mahal mau yang ekonomis.

Berikut ini adalah beberapa panduan memilih pelembab:

Play
Pilih yang mengandung ceramides dan bahan alam yang menutrisi kulit.
Sebaiknya cari pelembab yang tidak lengket dan tidak menimbulkan iritasi serta komedo.
Hindari pelembab yang mengandung alkohol lebih dari 3%.
Pilih yang mengandung SPF minimal 30.
Lip balm
Gunakan lip balm dengan SPF minimal 15. Lip balm tanpa SPF (lip gloss) justru akan
membahayakan jika terpapar sinar matahari.

Selain itu sebaiknya hindarilah lip balm yang mengandung fenol karena justru membuat bibir
makin kering.

Tabir surya

Gunakan tabir surya dengan SPF 30 jika Anda beraktivitas di dalam ruangan atau SPF 45 jika
berkegiatan di luar ruangan. Cek apakah SPF Anda mengandung bahan-bahan berikut ini:

Niacin: memertahankan warna kulit


Micronized zinc oxide: melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB
Titanium dioxide: tidak larut dalam air/keringat dan melindungi kulit dari sinar matahari dalam
jangka panjang
Vitamin E: menjaga kesehatan kulit.
Jika sepertinya produk-produk yang dijual di pasaran tidak ada yang tepat untuk kulit Anda,
sebaiknya Anda mengonsultasikannya kepada dokter kulit. Selain jerawat, produk-produk ini
dapat menimbulkan iritasi dan peradangan.

Refleksi Gaya Hidup Sehari-hari


Kulit merefleksikan gaya hidup Anda. Cara merawat kulit dan gaya hidup seseorang akan
tercermin pada penampilan kulit. Jika kulit Anda terlihat kusam, periksa apakah Anda masih
menjalani kebiasaan buruk berikut ini.
Merokok

Merokok membuat kulit menjadi kering, kasar dan berkeriput dengan mengurangi elastisitas alami
kulit. Produksi kolagen, yaitu protein yang menjaga kekuatan kulit, akan berkurang dan rusak
akibat kandungan unsur di dalam rokok. Kondisi ini membuat kulit mengalami penuaan dini.
Selain itu merokok membuat pembuluh darah pada lapisan terluar menyempit sehingga membatasi
aliran darah. Akibatnya pasokan oksigen dan nutrisi untuk kulit berkurang.

Minuman keras

Minuman beralkohol membuat kulit mengalami dehidrasi. Kulit menjadi tampak lebih tua dan
kusam. Jagalah konsumsi minuman keras agar tidak melebihi batas yang direkomendasikan. Coba
selingi dengan minuman-minuman non-alkohol seperti jus buah atau air.

Begadang

Kurang istirahat membuat kulit tampak kusam dan lebih tua. Dengan istirahat dan tidur yang
cukup, kulit dapat beregenerasi secara normal.
Kurang berolahraga

Aktivitas-aktivitas seperti berenang, yoga, lari, dapat melepaskan stres dan memperlancar
peredaran darah, sehingga membuat kulit cerah.

Makanan Sahabat Kulit


Kulit juga bisa merefleksikan apa yang Anda konsumsi. Konsumsilah makanan dan minuman
yang sehat, segar, dan kaya dengan nutrisi dari berbagai jenis makanan.
Vitamin A untuk perbaikan kulit

Vitamin A berfungsi mengatur kerja kelenjar-kelenjar kulit, serta mengendalikan kadar minyak.
Buah-buahan berwarna kuning, sayuran hijau, wortel, minyak ikan, telur, dan hati adalah contoh
makanan yang kaya dengan vitamin A.

Vitamin C untuk pelindung dari sinar matahari

Vitamin C berfungsi memperbaiki kerusakan akibat radikal bebas penghancur serat kolagen yang
bermanfaat untuk pembentuk kelenturan kulit. Vitamin C juga bisa mencegah kerusakan
pembuluh darah yang membawa nutrisi untuk kulit. Vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan
dan sayur-sayuran seperti: kubis, pepaya, kiwi, brokoli.

CoQ10 (Coenzyme Q10)

CoQ10 adalah antioksidan alami yang bermanfaat melindungi tubuh dari radikal bebas. Namun
produksi antioksidan ini kian melemah seiring pertambahan usia. Anda dapat menambah kadar
CoQ10 dengan mengonsumsi makanan-makanan seperti daging sapi dan ikan, terutama ikan tuna
dan ikan salmon.

Antioksidan

Antioksidan berguna mencegah kulit berkeriput dengan cara menghadang kerusakan sel akibat
radikal bebas. Antioksidan banyak terkandung di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna
seperti tomat, kentang manis, bayam, bit, kacang-kacangan, jeruk.

Vitamin B kompleks

Kelompok vitamin ini membantu peredaran darah di kulit dan mengendalikan minyak yang
berlebihan. Sayuran hijau, ikan, daging, kacang-kacangan, unggas, telur, dan umbi-umbian adalah
bahan-bahan yang kaya vitamin B kompleks.

Vitamin E

Selain melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari berlebihan, vitamin E juga
mencegah peradangan. Vitamin E bisa Anda dapatkan dari bayam, asparagus, kacang-kacangan,
biji-bijian, dan avokad.

Aneka mineral:

Selenium: memperlambat proses penuaan dengan menangkal radikal bebas. Mineral ini banyak
terdapat dalam salmon, tuna, ikan kod, bawang putih, ragi, hati, telur, kembang kol, sarden,
gandum utuh, udang.
Yodium: mencegah kulit keriput dan kasar. Bisa didapatkan dari umbi-umbian dan kerang.
Sulfur: berperan dalam pernapasan jaringan kulit. Sayuran hijau, kacang-kacangan serta ikan
adalah sumber sulfur utama.
Air mineral
Air mineral bisa membantu sel-sel kulit menyerap nutrisi dan membersihkan racun. Konsumsi air
secara optimal mampu menghindarkan kulit dari dehidrasi yang menyebabkan keriput. Disarankan
untuk mengonsumsi setidaknya 2 liter air dalam sehari.

ARTIKEL TERKAIT

Mengenali Kulit Sensitif dan Cara Menanganinya dengan Tepat


Mengenali Kulit Sensitif dan Cara Menanganinya dengan Tepat
Apa Penyebab Gatal pada Selangkangan?
Apa Penyebab Gatal pada Selangkangan?
Kenapa Bisa Terjadi Gatal pada Kemaluan?
Kenapa Bisa Terjadi Gatal pada Kemaluan?
Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Ingin bertanya kepada dokter? Atau ingin berbagi pengalamanmu?

Tanya Dokter

gatal-gatal seperti bekas gigitan semut


By Andhii Baso Batara
Dijawab oleh Dokter
Dok, udah 2 hari ini kulit saya seluruh badan gatal2 mirip bekas gigitan semut (bekas nya
mengembang) dan perut sy terasa mules2, ...
1 Balasan 1 hari yang lalu
Kulit melar dan bergelambir karena diet
By Xuqonx
Dijawab oleh Dokter
Siang dok saya ingin tanya dulu beran badan saya 148 setelah diet selama +-9 bulan berat saya
saat ini 102 tetapi kulit ...
1 Balasan 1 hari yang lalu
muncul Stretch mark kehitaman saat hamil 8 bulan
By bunda dyah
Dijawab oleh Dokter
dok... sy dyah,;sy mw nanya nih :) sy kn skg lgi hamil 8 bulan keatas, kok stretch mark d perut
wrna ny ...
1 Balasan 1 hari yang lalu
Lebih Lanjut

Tentang Kami
Apakah anda seorang dokter?
Advertise with us
Syarat dan Ketentuan Privasi Kontak KamPriv

Wajah Jerawat
Home Jenis Jerawat Di Daun Telinga : Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jerawat Di Daun Telinga : Penyebab dan Cara Mengatasinya
Advertisement

Jerawat di daun telinga memang kadang muncul dengan tiba-tiba. Munculnya jerawat di daun
telinga sering kali menimbulkan rasa nyeri dan terkadang juga membuat kepala terasa pusing.
Selain karena bisa menimbulkan rasa nyeri, jerawat pada daun telinga juga sangat menanggu
ketika akan mengunakan perangkat handphone. Ditambah bagi mereka yang mengunakan alat
bantu dengar.

Jerawat Di TelingaPenyebab Timbulnya Jerawat di Telinga

Sebelum jerawat di daun telinga menyerang diri Anda, alangkah baiknya Anda mengenali
beberapa penyebab munculnya jerawat tersebut. Beberapa hal dapat memicu timbulnya jerawat
pada daun telinga dan jika kita mengenali penyebabnya maka kita bisa melakukan upaya
pencegahan sebelum jerawat menghiasi daun telinga kita. Berikut ini penulis akan membagi
informasi mengenai 10 penyebab timbulnya jerawat pada daun telinga, diantaranya:

1. Alat pembersih telinga yang tidak steril

Sering membersihkan telinga dengan alat-alat pembersih yang tidak jelas kebersihannya bisa
memicu timbulnya jerawat. Alat-alat pembersih telinga yang terbuat dari bahan logam atau bahan
lainnya yang memang harus sangat diperhatikan kebersihannya. Jika tidak, bukannya
membersihkan justru membuat daun telinga menjadi jerawatan akibat banyaknya bakteri yang
ditularkan dari alat pembersih tersebut.

2. Luka pada daun telinga

Luka pada daun telinga yang disebabkan goresan, tusukan atau lain sebagainya sebaiknya segera
diobati. Jika luka goresan atau tusukan tersebut, dibiarkan terbuka dan tidak diobati, akan
menyebabkan luka mudah dihinggapi bakteri yang kemudian menimbulkan jerawat.

3. Daun telinga yang kotor

Walau diatas tadi disebutkan bahwa membersihkan telinga dengan alat pembersih telinga yang
tidak steril dapat memicu timbulnya jerawat, bukan berarti harus membiarkan telinga kita kotor.
Untuk membersihkan telinga, kita cukup membersihkannya dengan air atau cotton bud yang sudah
terbukti steril agar telinga tetap bersih dan terhindar dari jerawat.

Sponsors Link

4. Produksi minyak berlebihan

Bukan hanya pada kulit wajah, ternyata produksi minyak yang berlebih pada kulit telinga juga
dapat menimbulkan jerawat.

5. Gigitan serangga

Racun yang ditularkan dari gigitan serangga pada daun telinga, juga bisa menimbulkan benjolan
yang disebut jerawat.

6. Penumpukan sel kulit mati

Mengenai masalah sel kulit mati, ternyata pada kulit yang terdapat pada daun telinga juga bisa
mengalaminya. Begitu juga efeknya, sel kulit mati yang menumpuk pada kulit daun telinga bisa
menjadi penyebab jerawat, tidak hanya pada kulit wajah.

7. Iritasi

Iritasi pada telinga dapat terjadi karena mengunakan anting atau aksesoris lainnya, juga dapat
memicu timbulnya jerawat pada daun telinga. Berkaitan dengan hal itu, memang ada sebagian
orang yang alergi dengan logam dan bisa juga alergi dengan emas. Maka jika mengunakan
aksesoris telinga berbahan logam atau emas yang tidak cocok akan menyebabkan efek alergi, yang
menjadi penyebab jerawat bernanah dan nyeri.

8. Rambut yang kotor


Kondisi rambut yang kotor selain bisa menyebabkan wajah berjerawat, ternyata juga bisa
menyebabkan jerawat pada daun telinga. Sama halnya dengan wajah, letak telinga yang sangat
dekat dengan rambut akan dengan mudah membuatnya berinteraksi dengan telinga. Maka jika
rambut kotor akan sangat mudah menularkan bakteri jerawat pada wajah, begitupula dengan daun
telinga.

Ads

9. Alergi makanan

Alergi terhadap sesuatu, seperti makanan penyebab jerawat diseluruh bagian tubuh baik di wajah,
punggung termasuk jerawat di daun telinga.

10. Sering menyentuh telinga

Keseringan menyentuh telinga dengan tangan akan menularkan bakteri yang terdapat pada tangan
ke daun telinga. Padahal kita tahu tangan adalah organ tubuh kita yang menjadi sarang banyaknya
bakteri.

Cara Mengatasi Jerawat pada Daun Telinga

Setelah mengetahui beberapa penyebab timbulnya jerawat di daun telinga, maka pembahasan
selanjutnya kita akan membahas beberapa cara untuk mengatasi jerawat pada daun telinga. Pada
dasarnya ada 5 cara untuk mengatasi jerawat di daun telinga sebagai berikut:

Langkah 1 :
Langkah 2 :
Langkah 3 :
Langkah 4 :
Tab 5 Title
Membersihkan telinga

Menjaga kebersihan telinga bisa membuat telinga terhindar dari jerawat. Selain itu membersihkan
telinga bisa membantu menghilangkan jerawat pada daun telinga. Bersihkan daun telinga yang
jerawatan dengan menggunakan sabun cuci muka atau juga mengunakan air hangat.

Timbulnya jerawat di daun telinga sering menimbulkan rasa nyeri yang sangat mengganggu, yang
sebaiknya harus segera diatasi. Jika tidak, rasa nyeri tersebut bisa menganggu keseimbangan otak
dan menyebabkan vertigo.

ads
*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

Tweet
cara mengatasi, jenis jerawat, jerawat, penyebab, telinga

ARTIKEL TERKAIT
Post Date: Monday 09th, February 2015 / 08:05
Oleh : dr yana Kategori : Jenis

ARTIKEL TERBARU
RECENT
Cara Membersihkan Jerawat dengan Tomat Paling Ampuh
16 November, 2016
9 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam Paling Ampuh
16 November, 2016
8 Cara Menghilangkan Jerawat di Pipi Secara Alami
13 November, 2016
8 Cara Menghilangkan Komedo Batu Secara Alami
13 November, 2016
Manfaat Sperma untuk Jerawat Makanan Pemicu Timbulnya Jerawat
11 November, 2016
LATEST FROM JENIS
8 Obat Jerawat Nanah di Apotik Yang Paling Ampuh
13 September, 2016
5 Akibat Jerawat Meradang Paling Berbahaya
25 August, 2016
10 Obat Penghilang Jerawat di Apotik Yang Aman dan Ampuh
25 August, 2016
10 Obat Jerawat Parah Yang Paling Ampuh
13 August, 2016
8 Ciri-Ciri Jerawat Batu Penyebab dan Cara Menghilangkannya
07 August, 2016
Tentang Kami | Hubungi Kami
2014 Copyright WajahJerawat.Com. All Right Reserve World Wide.
Ketentuan Layanan | Disclaimer | Kebijakan Privasi | Adchoices
TO TOP
Dewa Ayu Diantari
Rabu, 11 Januari 2012
ASKEP ACNE VULGARIS

Konsep Dasar Gangguan Integumen (Akne Vulgaris)


I. Definisi/pengertian
A. Akne vulgaris ( jerawat ) penyakit kulit akibat perdangan kronik folikel pilosebasea yang
umunya terjadi pada masa remaja dengan gambaran klinis berupa komedo, papula, pustul, nodus,
dan kista pada tempat predileksinya ( Arif Mansjoer, dkk. 2000)
B. Akne vulgaris ( jerawat ) merupakan kelainan folikel umum yang mengenai pilosebasea
( polikel rambut ) yang rentan dan paling sering ditemukan di daerah muka, leher, serta bagian
atas. Akne ditandai dengan komedo tertutup ( white head ), komedo terbuka ( black head ), papula,
pustul, nodus, dan kista ( Brunner & Suddarth, 2001 )

II. Epidemiologi/ insiden kasus


Akne vulgaris biasanya terjadi pada seseorang antara usia 40 dan 60 tahun.
Akne vulgaris sering dialami oleh mereka yang berusia remaja dan dewasa muda, dan akan
dengan sendirinya pada usia sekitar 20 30 tahun. Walaupun demikian ada banyak juga orang
setengah baya yang mengalami serangan akne. Akne tidak terdapat pada laki laki yang
dikastrasi sebelum puberitas atau pada perempuan yang sudah diooforektomi.

III. Etiologi/penyebab
Akne biasanya disebabkan oleh tingginya sekresi sebum. Androgen telah diketahui sebagai
perangsang sekresi sebum, estrogen mengurangi produksi sebum.
Penyebab eksternal acne vulgaris jarang teridentifikasi.
* Beberapa kosmetik dan minyak rambut (hair pomades) dapat memperburuk akne.

* Obat-obatan pemicu timbulnya akne antara lain: steroid, lithium, beberapa antiepilepsi, dan
iodides.

* Congenital adrenal hyperplasia, polycystic ovary syndrome, dan kelainan endokrin lainnya
(dengan kadar androgen yang berlebihan) dapat memicu perkembangan acne vulgaris.

* Acne vulgaris dapat juga dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik.

IV. Faktor Predisposisi


selain faktor dari dalam ada juga faktor lain yang mempengaruhi akne yaitu faktor faktor
mekanik seperti mengusap, menggesek tekanan, dan meregangkan kulit yang kaya akan kelenjar
sebasea dapat memperburuk akne yag sudah ada. Selain itu obat obatan juga dapat
mencetuskan akne sperti kortikosteroid oral kronik yang dipakai untuk mengobati penyakit lain
( seperti lupus eritematosus sistemik atau transplantasi ginjal ), dapat menimbulkan vistula
dipermukaan kulit wajah. Dada dan punggung, kontrasepsi juga dapat memperburuk akne.
Akne pada perempuan yang berusia sekitar 20 an, 30-an dan 40-an sering kali disebabkan oleh
kosmetik dan pelembab yang dasarnya dari minyak dan menimbulkan komedo.
Patogenesis
pada anak-anak kelenjar sebasea masih kecil dan belum berfungsi
Kelenjar sebasea dibawah kendali endokrin, khusunya hormon androgen
Pubertas: androgen menstimulasi kelenjar sebasea, sebasea membesar, mensekresikan minyak
alami (sebum), merembes hingga folikel rambut dan mengalir permukaan kulit.
Remaja jerawatan: stimulasi androgen akan meningkatkan daya responsif kelenjar sebasea, akne
duktus polisebaseus tersumbat oleh tumpukan sebum, tumpukan tersebut membentuk komedo.

V. Patofisiologi

Etiologi + Faktor Predisposisi

Terbentuknya trigliserida dalam sebum


Asam lemak bebas Flora folikel

Produksi & kekentalan sebum

Keratinisasi Folikel

Sumbatan saluran pilosebasea

Reaksi radang

Papul, pustul, nodus, kista

Jaringan parut hiperpigmentasi

Black komedo White komedo


Nyeri Resti ansietas Kurang kerusakan gangguan
penyebaran pengetahuan integritas perubahan
infeksi kulit citra tubuh

VI. Klasifikasi Akne Vulgaris


Akne diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Komedonal ( komedo hitam dan komedo putih )
2. Papulopustular ( papula dan Postula )
3. Kistik

Macam macam akne:


1. Ekskoriata terjadi pada individu yang memanipulasi jerawat secara obsesif, dengan demikian
dapat menimbulkan jaringan parut yang banyak sekali.
2. Akne konglobata merupakan bentuk akne kistik yang paling berat dengan kista profunda,
komedo multiple dan jaringan parut yang nyata. Keadaan ini dapat disertai demam, dan mungkin
pasien perlu dirawat dirumah sakit.
3. Akne koloidalis memiliki jaringan parut dan keloid multiple di tempat tempat terdapat
lesi akne.

VII. Gejala Klinis


* Gejala lokal termasuk nyeri (pain) atau nyeri jika disentuh
(tenderness).
* Biasanya tidak ada gejala sistemik pada acne vulgaris.
* Akne yang berat (severe acne) disertai dengan tanda dan gejala
sistemik disebut sebagai acne fulminans.
* Acne dapat muncul pada pasien apapun sebagai dampak
psikologis, tanpa melihat tingkat keparahan penyakitnya.
*Erupsi kulit berupa komedo, papul, pustule,nodus atau kusta dapat disertai rasa gatal. Isi komedo
adalah sebum yang kental atau padat. Isi kkista biasanya berupa pus dan darah. Tempat predileksi
adalah muka, bahu, leher, dada, punggung bagian atas dan lengan bagian atas.

VIII. Pemeriksaan Fisik


Acne vulgaris bercirikan adanya komedo, papula, pustula, dan nodul pada distribusi sebaceous.

Komedo dapat berupa whitehead (komedo tertutup) atau blackhead (komedo terbuka) tanpa
disertai tanda-tanda klinis dari peradangan apapun.

Papula dan pustula terangkat membenjol (bumps) disertai dengan peradangan yang nyata.

Wajah dapat menjadi satu-satunya permukaan kulit yang terserang jerawat; namun dada,
punggung, dan lengan atas juga sering terkena jerawat.

* Pada akne komedo (comedonal acne), tidak ada lesi peradangan. Lesi komedo (comedonal
lesions) merupakan lesi akne yang paling awal, sedangkan komedo tertutup (closed comedones)
merupakan lesi precursor dari lesi peradangan (inflammatory lesions)

* Akne peradangan yang ringan (mild inflammatory acne) bercirikan adanya komedo dan papula
peradangan.

* Akne peradangan yang sedang (moderate inflammatory acne) memiliki komedo, papula
peradangan, dan pustula. Akne ini memiliki lebih banyak lesi dibandingkan dengan akne
peradangan yang lebih ringan.

* Acne nodulocystic bercirikan komedo, lesi-lesi peradangan, dan nodul besar yang berdiameter
lenih dari 5 mm. Seringkali tampak jaringan parut (scarring).
IX. Pemeriksaan Diagnostik
A. Pemeriksaan Laboratorium
Penegakan diagnosis acne vulgaris berdasarkan diagnosis klinis.

* Pada pasien wanita dengan nyeri haid (dysmenorrhea) atau hirsutisme, evaluasi hormonal
sebaiknya dipertimbangkan. Pasien dengan virilization haruslah diukur kadar testosteron totalnya.
Banyak ahli juga mengukur kadar free testosterone, DHEA-S, luteinizing hormone (LH), dan
kadar follicle-stimulating hormone (FSH).

* Kultur lesi kulit untuk me-rule out gram-negative folliculitis amat diperlukan ketika tidak ada
respon terhadap terapi atau saat perbaikan tidak tercapai.

B. Pemeriksaan Histopatologis
Microcomedo dicirikan oleh adanya folikel berdilatasi dengan a plug of loosely arranged keratin.
Seiring kemajuan (progression) penyakit, pembukaan folikular menjadi dilatasi dan menghasilkan
suatu komedo terbuka (open comedo). Dinding follicular tipis dan dapat robek (rupture).
Peradangan dan bakteri terlihat jelas, dengan atau tanpa follicular rupture. Follicular rupture
disertai reaksi badan asing (a foreign body reaction). Peradangan padat (dense inflammation)
menuju dan melalui dermis dapat berhubungan dengan fibrosis dan jaringan parut (scarring).

X. Prognosis

* Pada pria, akne biasanya menghilang pada usia dewasa muda. Lima persen pria masih memiliki
akne pada usia 25 tahun.

* Pada wanita, 12% masih memiliki akne di usia 25 tahun, sedangkan 5% masih memiliki akne di
usia 45 tahun.

* Rata-rata prognosis orang dengan akne adalah baik.

XI. Therapy
Pengobatan akne meliputi penghentian pemakaian semua faktor yang dapat mmperberat akne
seperti pemakaian make up dan krim pelembab yang bahan dasarnya terbuat dari minyak.
Pembersihan dan penggosokan wajah dengan sabun dapat melenyapkan minyak diperlukan kulit
dan melepaskan beberapa komedo. Dianjurkan dengan memakai sabun seperti dial, pernox,
postek, neutrogenadan desquam-X wash dan benzoil peroksida
Antibiotic topical yang dihgunakan untuk mengobati akne, papula dan pustula superpisial adalah
klindamisin dan ertromisin.

Antibiotik sistemik merupakan therapy utama untuk akne popular dan pustular ropunda. Pasien
biasanya diberi tetrasiklin, eritromisin dan minosiklin.

Farmakoterapi Jerawat
Tujuan farmakoterapi adalah untuk mengurangi morbiditas dan untuk mencegah komplikasi.
Secara umum ada dua golongan:
1. Retinoid, misalnya:
1.1. isotretinoin,
1.2. tretinoin,
1.3. adapalene,
1.4. tazarotene.
2. Antibiotik, misalnya:
2.1. minocycline,
2.2. doxycycline,
2.3. tetracycline,
2.4. trimethoprim/sulfamethoxazole.

Berikut ini sedikit uraian tentang farmakoterapi jerawat beserta nama dagangnya di Amerika:
1. Retinoid
1.1. Isotretinoin (Accutane)

Mekanisme Kerja
Pengobatan (medication) secara oral yang paling efektif mengobati berbagai kondisi dermatologis
yang serius.
Isotretinoin merupakan bentuk isomer 13-cis sintetis dari tretinoin yang terjadi secara alami (trans-
retinoic acid). Struktur kedua agen tersebut berhubungan dengan vitamin A. Menurunkan ukuran
kelenjar sebaseus dan produksi sebum. Juga menghambat diferensiasi kelenjar sebaseus dan
keratinisasi abnormal.
Pasien wanita haruslah memberikan informed consent secara tertulis (dan menandatanganinya),
yang menyatakan bahwa mereka akan menggunakan kontrasepsi selama menjalani terapi dan
untuk 30 hari paskaterapi.

Dosis
Total dosis kumulatif yang direkomendasikan sebesar 120-150 mg/kg berat badan, dosis awal
(starting dose) sebaiknya <0.5 mg/kg berat badan/hari PO, kemudian dosis dapat dinaikkan hingga
1 mg/kg berat badan/hari.

1.2. Tretinoin (Retin-A, Retin-A Micro, Avita)

Mekanisme Kerja
Menghambat pembentukan microcomedo. Menormalkan diferensiasi epidermis folikuler dan
menunjukkan (meng-exhibit) anti-inflammatory properties. Tersedia dalam krem 0.025%, 0.05%,
dan 0.1%. Juga tersedia dalam bentuk gels 0.01% dan 0.025%.

Dosis
Dimulai dengan formulasi tretinoin dosis terendah dan dapat ditingkatkan sesuai toleransi tubuh.
Berikan hs (sebelum tidur) atau qod. Turunkan dosis bila terjadi iritasi.
1.3. Adapalene (Differin)

Mekanisme Kerja
Turunan (derivative) asam naptoat (naphthoic acid) yang mampu mengikat reseptor asam retinoat
(retinoic acid). Menormalkan diferensiasi epidermis folikuler dan menunjukkan (meng-exhibit)
anti-inflammatory properties. Tersedia dalam sediaan (formulation) krem, gel, solution, dan
pledget.

Dosis
Berikan sedikit pada kulit yang berjerawat, diberikan: qd.

1.4. Tazarotene (Tazorac, AVAGE)


Mekanisme Kerja
Prodrug retinoid yang memiliki active metabolite modulates differentiation dan proliferation of
epithelial tissue; juga memiliki efek antiperadangan (anti-inflammatory) dan immunomodulatory
properties. Tersedia preparat krem dan gel 0.05% dan 0.1%.

Dosis
Berikan sedikit saja pada area yang berjerawat, diberikan: qd.

2. Antibiotik

2.1. Minocycline (Dynacin, Minocin)

Mekanisme Kerja
Mengobati infeksi yang disebabkan oleh organisme gram-negatif dan gram-positif. Juga infeksi
yang disebabkan oleh organisme klamidia (chlamydial), riketsia (rickettsial), dan mikoplasma
(mycoplasmal).

Tersedia dalam preparat 50mg, 75mg, dan 100mg.

Dosis dewasa
50-100 mg PO bid.

Dosis anak-anak
<8 tahun: tidak direkomendasikan.
>8 tahun: mula-mula 4 mg/kg berat badan PO,
diikuti dengan 2 mg/kg berat badan q12h.

2.2. Doxycycline (Bio-Tab, Doryx, Vibramycin)

Mekanisme Kerja
Agen antibakteri yang efektif melawan organisme gram-positive dan gram-negative.
Tersedia dalam preparat 20mg, 50mg, dan 100mg.

Dosis dewasa
100 mg PO bid.

Dosis anak-anak
<8 tahun: tidak direkomendasikan.
>8 tahun: 2-5 mg/kg berat badan/hari PO/IV dalam 1-2 dosis
terbagi; sebaiknya tidak melebihi 200 mg/hari.

2.3. Tetracycline (Sumycin)

Mekanisme Kerja
Agen antibakteri yang efektif melawan organisme gram-positive dan gram-negative.

Dosis dewasa
250-500 mg PO q6h
Untuk infeksi ringan sampai sedang: 500 mg PO bid atau 250 mg PO qid untuk 7-14 hari.

Dosis anak-anak
<8 tahun: : tidak direkomendasikan.
>8 tahun: 25-50 mg/kg/hari (10-20 mg/lb) PO dibagi qid

2.4. Trimethoprim/sulfamethoxazole
(Bactrim, Bactrim DS, Septra, Septra DS).

Mekanisme Kerja
Antibiotik dengan aktivitas melawan banyak organisme gram-positive dan gram-negative.
Menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghambat sintesis asam dihidrofolat (dihydrofolic
acid). Tersedia dosis 80 mg trimethoprim dan 400 mg sulfamethoxazole atau 160 mg trimethoprim
dan 800 mg sulfamethoxazole (kekuatan ganda).

Dosis dewasa
160 mg TMP/800 mg SMZ PO q12h.

Dosis anak-anak
8 mg/kg berat badan/hari TMP/40 mg/kg berat badan/hari SMZ PO/IV dibagi q12h.

XII. Penatalaksanaan
Saat digunakan antibiotik sistemik atau topikal, sebaiknya digunakan bersama dengan benzoyl
peroxide untuk mengurangi risiko terjadinya resistance.

1. Topical treatments
Topical retinoids bersifat comedolytic dan anti-inflammatory.
Topical retinoids yang paling banyak diresepkan termasuk adapalene, tazarotene, dan tretinoin.

Topical retinoids menipiskan stratum corneum, dan berkaitan erat dengan sun sensitivity.
Nasihatilah pasien untuk berlindung dari sinar matahari (sun protection), misalnya dengan
memakai topi, tabir surya, dll.

Antibiotik topikal yang yang umum diresepkan termasuk erythromycin dan clindamycin dosis
tunggal atau dikombinasikan dengan benzoyl peroxide.

2. Systemic treatments

Antibiotik sistemik merupakan terapi mainstay untuk jerawat.

Antibiotik kelompok tetracycline umumnya diresepkan untuk akne. Semakin antibiotik bersifat
lebih lipofilik, seperti doxycycline dan minocycline, biasanya lebih efektif daripada tetracycline.

Antibiotik lainnya, seperti: trimethoprim, dosis tunggal atau dikombinasi dengan


sulfamethoxazole, dan azithromycin, dilaporkan bermanfaat.

XIII. Diit
Nasi

XIV. Komplikasi
* Lesi akne dapat berlanjut menjadi permanent scarring.
Asuhan Keperawatan

I. Pengkajian
A. Data Subjektif
1. Pasien mengeluh gatal pada wajah
2. Pasien mengeluh nyeri bila disentuh
3. Pasien mengeluh tentang bagian tubuhnya yang terdapat jerawat
4. Pasien mengatakan takut tentang bekas jerawatnya
5. Pasien mengatakan tidak tahu tentang cara mengatasi jerawatnya

B. Data Objektif
1. Terdapat komedo pada wajah, bahu, leher, dada, punggung bagian atas dan lengan bagian atas
2. Terdapat pus
3. Terdapat darah
4. Pasien tampak cemas
5. Pasien tampak bertanya-tanya tentang wajahnya
6. Pasien tampak sering menggaruk-garuk wajahnya

I. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko terjadi penyebaran infeksi b/d pertahanan primer tidak adekuat
2. Nyeri b/d proses peradangan
3. Gangguan perubahan citra tubuh b/d keadaan luka
4. Kurang pengetahuan b/d kurang informasi tentang penyakitnya
5. Ansientas b/d kecacatan
6. Kerusakan integritas kulit b/d kerusakan permukaan kulit
II. Rencana Keperawatan
A. Dx 1
Intervensi:
1. Observasi keadaan luka pasien
2. Gunakan tehnik septic dan aseptic selama perawatan luka
3. Tekankan tehnik cuci tangan yang baik untuk setiap individu yang kontak dengan pasien
4. Kolaborasi pemberian antibiotic
Rasional:
1. Mengetahui keadaan luka pasien
2. Mencegah terpajan organism infeksius
3. Mencegah kontaminasi silang dan menurunkan resiko penyebaran infeksi
4. Antibiotic dapat membantu mengurangi penyebaran infeksi
B. Dx 2
Intervensi
1. Observasi tingkat nyeri pasien(skala 0-10)
2. Ajarkan pasien tehnik distraksi,relaksasi
3. Beri posisi yang nyaman
4. Kolaborasi pemberian analgetik
Rasional
1. Mengetahui derajat nyeri pasien
2. Distraksi relaksasi dapat membantu meringankan nyeri
3. Memberikan kenyamanan pada pasien sehingga dapat mengurangi nyeri yang dirasakan
4. Pemberian analgetik dapat membantu meringankan derajat nyeri pasien
C. Dx 3
Intevensi
1. Observasi makna perubahan yang dialami oleh pasien
2. Libatkan keluarga atau orang terdekat dalam perawatan
3. Catat perilaku menarik diri : peningkatan ketergantungan, manipulasi atau tidak terlibat pada
perawatan
Rasional
1. Mengetahui perasaan pasien tentang keadaannya dan control emosinya
2. Dukung keluarga dan orang terdekat dapat mempercepat proses penyembuhan
3. Dugaan masalah pada penilaian yang dapat memerlukan evaluasi lanjut dan terapi lebih ketat
D. Dx 4
Intervensi
1. Diskusikan tentang perawatan kulit,contoh :penggunaan pelembab dan pelindung sinar
matahari
2. Berikan HE tentang Higiene,pencegahan dan pengobatan penyakitnya
3. Tekankan pentingnya mengevaluasi perawatan
Rasional
1. Meningkatkan perawatan diri setelah pulang dan kemandirian
2. Meningkatkan pengetahuan pasien
3. Dukungan jangka panjang continue dan perubahan terapi dibutuhkan untuk mencapai
penyembuhan optimal
E. Dx 5
Intervensi :
1. Observasi derajat ansietas pasien
2. Informasikan pasien bahwa perasaannya normal
3. Berkan kenyaman fisik, lingkungan tenag dan istirahat
Rasional:
1. Mengetahui tingkat ansietas pasien sehingga dapat memberikan HE yang tepat
2. Pemahaman bahwa perasaan normal dapat membantu pasien meningkatkan beberapa perasaan
kontrol emosi
3. Rasa nyaman dapat meningkatkan relaksasi sehingga membantu menurunkan ansietas
F. Dx 6
Intervensi :
1. Obeservasi atau catat ukuran, warnadan keadaan kulit di ara sekitar luka
2. Ubah posisi dengan sering
3. Beri perawatan kulit sering agar tidak terjadi kering atau lembab
Rasional :
1. Mengetahui perkembangan luka pasien dan kulit di sekitarnya
2. Memperbaiki sirkulasi darah
3. Terjadi kering / lembab dapat merusak kulit dan mempercepat kerusakan

III. Evaluasi
A. Dx 1
tidak terjadi penyebaran infeksi akibat luka jerawat
B. Dx 2
Nyeri pasien dapat diatasi
C. Dx 3
pasien tidak lagi mengalami gangguan perubahan citra tubuh
D. Dx 4
Pasien mengetahui tentang hygiene, pencengahan dan pengobatan bekas jerawatnya
E. Dx 5
Ansietas pasien dapat diatasi
F. Dx 6
Tidak terjadi kerusakan integritas kulit

Daftar Pustaka

Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. EGC : Jakarta.


Djuanda, A . 2000. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin . FKUI : Jakarta.
Phipet.blog.friendster.com/2008/04/pengaruh menstruasi terhadap/jerawat akne vulgaris
Http=//mariasonhaji.wordpress.com/2008/12/02/antibiotika topical/
Luknanrohimin.bog spot.com/2008/03/asuhan keperawatan aknevulgaris
Mansjoer, arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran.Edisi Ketiga. Media Aesculapius: Jakarta

Dewa Ayu Diantari di 18.23


Berbagi

1 komentar:

tiwi a nurse9 April 2012 04.01


lanjut non:D....

Balas

Muat yang lain...

Beranda
Lihat versi web
Mengenai Saya
Foto saya
Dewa Ayu Diantari
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Jun.ID
ASUHAN KEPERAWATAN AKNE VULGARIS

I Putu Juniartha Semara Putra


4 tahun yang lalu
Juniartha Semara Putra
ASUHAN KEPERAWATAN AKNE VULGARIS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Kulit merupakan bagian terluar yang melindungi bagian tubuh yang didalam. Perawatan diri
terutama kulit sangat diperlukan agar kulit tetap utuh, jika perawatan kulit tidak teratur dapat
menyebabkan berbagai kelainan kulit diantaranya akne vulgaris. Akne vulgaris merupakan
peradangan menahun folikel polisebasea yang umumnya terjadi pada remaja dan dapat sembuh
sendiri. Umumnya insiden terjadi pada usia 14 17 tahun pada wanita dan 16 19 tahun pada
pria. Penyebab dari akne vulgaris ini ada bermacam- macam diantaranya stress, ras , hormonal
cuaca dan lain lain.
Sebagai seorang perawat profesional peran perawat yang paling inti dalam memberikan asuhan
keperawatan adalah sebagai pengajar kesehatan dan konseling, dimana harus memberikan
pendidikan kesehatan dan support emosional serta conseling pada pasien dengan akne vulgaris.
Asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien dengan akne vulgaris meliuti pengkajian ,
diagnosa, perencanaan , implementasi dan evaluasi serta memberikan pendidikan kesehatan.
B. Tujuan.
1. Tujuan umum
Setelah mengikuti presentasi diharapkan agar dapat memahami tentang asuhan keperawatan akne
vulggaris.
2. Tujuan khusus
Diharapkan mahasiswa/I dapat :
v Menjelaskan pengertian akne vulgaris
v Menjelaskan etiologo akne vulgaris
v Menjelaskan patofisiologi akne vulgris
v Menjelaskan epidemiologi dan manifestasi klinik akne vulgaris
v Menjelaskan gradasi dan diagnosis akne vulgaris
v Menjelaskan manajemen medik dan opencegahan akne vulgaris
v Menjelaskan asukan keperawatan akne vulgaris
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian.
Akne adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel polisebaseus yang
ditandai dengan adannya komedo, papul, pustule, nodus dan kista pada tempat predileksinya.
Akne sering dikenal dalam masyarakat dengan istilah jerawat.
Akne vulgaris adalah peradangan kronik folikel pilosebaseus (Harahap Marwali ,2000)
Akne Vulgaris merupakan penyakit peradangan menahun folikel poisebaseus yang umumnya
terjadi pada remaja dan dapat sembuh sendiri. Akne vulgaris rentan dan paling sering ditemukan
pada daerah wajah, leher dan badan bagian atas.( Suddart and Brunner 2000).
B. Epidemiologi.
Karena hampir setiap orang pernah mengalami penyakit ini ,maka sering dianggap sebagai
penyakit kulit yang timbul secara fisiologi, umumnya insiden terjadi pada umur 14-17 tahun pada
wanita dan 16-19 tahun pada pria dan pada masa itu lesi yang predominan adalah komedo dan
papul dan jarang terlihat lesi beradang.
Pada seorang gadis akne dapat terjadi premenarkhi.setelah masa remaja kelainan ini berangsur
berkurang. Namun kadang pada wanita akne ini tetap menetap sampai dekade umur tiga puluhan
atau lebih. Meskipun pada pria kane vulgaris lebih cepat berkembang, namun dalam penelitian
diketahui bahwa justru gejala akne vulgrais yang berat terjadi pada pria.
Diketahui juga bahwa ras oriental (jepang, cina, korea) lebih jarang menderita akne vulgaris
dibanding dangan ras kaukasia (Eropa , amerika)dan lebih sering terjadi nodulo kistik pada orang
kulit putih daripada orang negro.
C. Etiologi
Penyebab yang pasti dari akne vulgaris ini belum diketahui dengan jelas tetapi banyak factor yang
berpengaruh yaitu ;
1. Sebun merupakan factor utama penyebab timbulnya akne .Akne yang keras selalu
disertai pengeluaran sebore yang banyak .
2. Bakteri
Mikroba yang terlibat pada terbentuknya akne adalah Corynebacterium acnes,staphylococcus
epidermis,
3. Herediter
Berpengaruh pada besar dan aktivitas kelenjar palit ( kelenjar sebasea)
Bila orang tua mempunyai parut bekas acne kemungkinan besar anaknya akan menderita acne.
4. Hormon
Hormon androgen memegang peranan yang penting karena kelenjar palit sangat sensitive terhadap
hormon ini .Hormon androgen berasal dari kelenjar adrenalin yang menyebabkan kelenjar palit
bertambah besar dan produksi sebum meningkat.
5. Iklim
Akne bertambah hebat pada musim dingin sebaliknya kebanyakanmembaik pada musim panas.
6. Psikis
Pada beberapa penderita ,stress dan gangguan emosi dapat menyebabkan eksaserbasi acne.
7. Kosmetika
Pemakaian bahan kosmetika tertentu ,secara terus menerus dapat menyebabkan acne ringan
D. PATOFISIOLOGI
1. Perubahan pola keratinisasi dalam folikel, keratinisasi dalam folikel yang biasanya
berlangsung longgar berubah menjadi padat sehingga sukar untuk lepas dari saluran folikel
tersebut.
2. Produksi sebum meningkat oleh kelenjar sebasea yang menyebabkan meningkatnya unsur
komedogenik dan inflamatogenik penyebab meningkatnya lesi akne.
3. Terbentuknya fraksi asam lemak bebas penyebab terjadinya proses inflamasi folikel dalam
sebum dan kekentalan sebum yang penting pada proses patogenesis penyakit.
4. Peningkatan jumlah flora folikel yang berperan dalam proses kemotaktik inflamasi serta
pembentukan ensim lipolitik pengubah fraksi lipit sebum.
5. Terjadi respon hospes berupa pembentukan circulating antibodies yang memperberat akne
6. Peningkatan hormon androgen ,anabolic, kortiikosteroid, serta ACTH yang mungkin
menjadi faktor penting pada peningkatan kelenjar sebasea.
7. Terjadi stres yang dapat memicu peningkatan kelenjar sebasea baik secara langsung atau
melalui ranggsangan terhadap kelenjar hipofisis.
8. Faktor lain : usia, ras, cuaca/iklim, familial, makanan yang secara tidak langsung dapat
memicu peningkatan proses patogenesis tersebut.
Selama usia kanak-kanak,kelenjar sebasea berukuran kecil dan pada dasarnya tidak berfungsi.
Kelenjar ini berada dibawah kendali endokrin khususnya hormon-hormon androgen. Dalam usia
pubertas hormon androgen menstimulasi kelenjar sebasea dan menyebabkan kelenjar tersebut
membesar serta mensekresi suatu minyak alami yaitu sebum yang merembes naik hingga puncak
filokel rambut dan mengalir keluar dari permukaan kulit. Pada remaja yang berjerawat, stimulasi
androgenic akan meningkatkan daya responsive kelenjar sebasea hingga akne terjadi ketika duktus
polisebasea tersumbat oleh tumpukan sebum. Bahan yang terbentuk ini akan membentuk komedo.
E. Manifestasi Klinik.
Manifestasi klinik dari akne fulgaris ditandai dengan empat tipe dasar lesi : Komedo terbuka dan
tertutup, papula, pustule dan lesi nodulo kistik. Tempat predileksi akne vulgaris yaitu pada muka,
bahu, dada bagian atas, punggung bagian atas, leher, lengan atas dan glutea, kadang terkena erupsi
kulit polimorfi.akne vulgaris dapat disertai gatal dan nyeri.
Komedo merupakan gejala patognomonik bagi akne berupa papul miliar yang ditengahnya
mengandung sumbatan sebum, bila berwarna hitam mengandung unsur melanin sehingga disebut
komedo hitam,sedang bila berwarna putih karena letaknya lebih dalam sehingga tidak mengadung
unsur melanin disebut sebagai komedo putih atau komedo tertutup.
F. Gradasi.
Gradasi yang menunjukkan berat ringannya penyakit diperlukan bagi pilihan pengobatan. Adanya
pola pembagaian gradasi akne vulgaris yang dikemukakan :
1. Pillsburi (1963) membuat gradasi sebagai berikut
v Komedo dimuka
v Komedo, papul, pustule dan peradanggan lebih dalam dimuka
v Komedo , papul, pustule dan peradangan lebih dalam dimuka, dada dan punggung
v Akne konglobata
2. Frank (1970)
v Akne komedonal non infalmatori
v Akne komedonal inflamattori
v Akne papular
v Akne papulo pustular
v Akne agak berat
v Akne berat
v Akne nodulo kistik konglobata
3. burke dan cunliffe (1984)
v Akne minor yang terdiri atas gradasi , , .
v Akne mayor yang terdiri atas gradasi 1,1 , , 1 ,2, 2 , 3,4, 5, 6, 7.
4. Plewig dan kligman (1975)
v Komedo yang terdiri atas gradasi
1. bila ada kurang dari 10 komedo dari satu sisi muka
2. bila ada 10-24 komedo
3. Bila ada 25-50 komedo
4. Bila ada lebih dari 50 komedo
v Papulo pustule yang terdiri dari empat gradasi
1. Bila ada kurang dari 10 papulo pustule dari satu sisi muka
2. bila ada 10-20 lesi papulo pustule
3. Bila ada 21-30 papulo pustule
4. Bila ada lebih dari 30 lesi papulo pustule
v Konglobata
5. Bagian ilmu penyakit kulit dan kelamin FKUI/RSUPNDr cipto mangunkusumo
membuat gradasi sebagai berikut :
v Ringan bila: beberapa lesi tak beradang pada satu predileksi, sedikit lesi tak beradang pad
tempat predileksi , sedikit lesi beradang pada tempat predileksis
v Sedang bila: banyak lesi tak beradang pada 1 predileksi, beberapa lesi tak beradang pada lebih
dari satu predileksi, beberapa lesi beradang pada 1 predileksi, sedikit lesi beradang pada satu
predileksi.
v Berat bila : banyak lesi tak beradang pada lebih dari 1 predileksi, banyak lesi beradang pada 1
atau lebih predileksi
v Catatan : sedikit <5, beberapa 5-10, banyak > 10 lesi. Tak beradang : komedo hitam dan putih,
papul. Beradang : papul, nodus, kista.
G. Diagnosis.
Diagnosis akne vulgaris ditegakan atas dasar kinik dan pemeriksaan ekskholesi sebum, yaitu
pengeluaran sumbatan sebum dengan komedo ekstraktor. Pemeriksaan histopatologi
memperlihatkan gambaran yang tidak spesifik berupa serbukan sel radang kronik disekitar folikel
poli sebasea dengan masa sebum didalam folikel.
Pemeriksaan mikrobiologi terhadap jasad renik yang mempunyai peran pada etiologi dan
patoisiologi akne vulgaris dapat dilakukan dilaboratorium yang lengkap . pemeriksaan susunan
dan kadar lipit permukaan kulit, dapat pula dilakukan untuk tujuan penelitian.
H. Manajemen Medik.
Pengobatan akne vulgaris dapat dilakukan dengan cara memberikan obat topical . sistemik, dan
pembedahan.
1) Pengobatan topical
Untuk mencegah pembentukan komedo, menekan peradangan dan mempercepat penyembuhan
lesi yang terdiri atas
v Bahan iritan yang dapat mengelupas, misalnya sulfur, peroksida bensoil, asam salisilat, asam
vitamin A, asam aseleat , asam alfa hidroksi (AHA), misalnya asam glikolat.
v Antibiotika topical yang dapat mengurangi mikroba dalam folikel yang berperan dalam
etiopatogenesis akne vulgaris misalnya, tetrasiklin , eritromisin dan lain-lain.
v Anti peradangan topical, salap atau krim kortokosteroid kekuatan ringan atau sedang atau
suntikan intra lasi kortikosteroid kuat pada lesi nodulokistik.
2) Pengobatan sistemik
Pengobatan sistemik ditujukan terutama untuk menekan aktifitas jasad renik disamping juga
mengurangi reksi radang , menekan produksi sebun dan keseimbangan hormonal.
v Anti bakteri sistemik, tetrasiklin , eritromisi, doksiklin dan trimetropin.
v Estrogen antiandrogen sipriteron asetat.
v Vitamin A dan retinoid oral
3) Bedah kulit
Tindakan bedah kulit kadang diperlukan terutama untuk memperbaiki jaringan parut akibat akne
vulgaris yang berat. Tindakan ini dilakukan setelah akne vulgarisnya sembuh.
v Bedah skapel dilakukan untuk meratakan sisi jaringan parut yang menonjol
v Bedah listrik dilakukan pada komedo tertutup untuk mempermudah pengeluaran sebum.
v Bedah kimia dengan asan triklor asetat untuk meratakan jaringan parut yang berbenjol.
v Dermabrasi untuk meratakan jaringan parit yang hipo dan hipertrofi pasca akne yang lias.
I. Pencegahan.
Akne dapat dikendalikan dan sikatrik dapat dicegah, dengan terapi bijaksana yang diteruskan
sampai proses penyakit menghilang spontan, Ditujukan untuk mencegah pembentukan
mikrokomedo, melalui pengurangan hyperkeratosis folikel, produksi sebum, populasi.
Pengendalian awal memerlukan waktu paling sedikit 4-8 minggu juga penting untuk
memperhatikan pengaruh emosional berat pada akne.
v Diit rendah lemak dan Karbohidrat.
v Melakukan perawatan kulit untuk membersihkan permukaan kulit dari kotoran dan jasad renik.
v Hidup sehat dan teratur
v Cukup istirahat
v Olahraga sesuai kondisi tubu
v Penggunaan kosmetik secukupnya
v Hindari polusi debu
v Hindari pemencetan
v Memberikan informasi secukupnya pada penderita mengenai penyebab, perjalanan penyakit
dan lamanya pengobatan.
J. Komplikasi.
Komplikasi potensial yang dapat terjadi pada akne vulgaris meliputi :
v Pembentukan sikatrik.
v Infeksi.
ASUHAN KEPERAWATAN AKNE VULGARIS
1. Pengkajian.
v Kulit : dengan mengamati dan mendengarkan ,perawat dapat mengetahui bagaimana persepsi
klien tentang kulitnya
v Kaji persepsi pasien tentang penyakitnya, orang muda yang satu mungkin menganggap lesi
yang kecil sebagai cacat yng tidak bisa dioleransi sementara remaja yang lain memandang
kelainan yang lebih luas sebagai hal yang normal. Pada remaja dalam tahun tahun formatif
perkembangan merupakan orang yang rentan dan perlu didekati serta perhatian ketika mereka
berupaya untuk mengatasi akne.
v Kaji kegiatan seksual dan metode kontrasepsi yang digunakan pada wanita usia produktif
khususnya jika pengobatan akne tersebut meliputi pemakaian isotretinoin yang diketahui memiliki
sifat-sifat teratogenik.
v Kaji persepsi pasien tentang fektor-faktor yang memicu peningkatan intensitas akne atau yang
membuat lesi semakin parah, seperti makanan dan minuman, gesekan dan tekanan dari pakaian ,
trauma akibat upaya untuk memijat keluar komedo dengan tangan.
v Inspeksi komedo : komedo yang tertutup tampak seperti papula kecil yang agak menonjol,
sedangkan komedo yang terbuka akan terlihat agak menonjol dengan pemadatan bagian tengah
folikel.
v Palpasi : nyeri tekan pada daerah akne yang meradang.
v Catat ciri-ciri lesi inflamatori seperti Papula, pustule, nodus dan kista.
2. Diagnosa Keperawatan.
v Gangguan body image b.d rasa malu dan frustrasi terhadap tampilan diri.
v Gangguan rasa nyaman nyeri b.d proses peradangan.
v Kurang pengetahuan tentang proses penyakit b.d kurang terpapar terhadap informasi.
3. Perencanaan.
Diagnosa I
Goal : Klien akan mempertahankan konsep diri yang positif selama dalam perawatan
Objektif : Dalam jangka waktu 2x 24 jam pasien tidak merasa malu dengan tampilan diri, dapat
berinteraksi yang normal dengan orang lain
Intervensi dan rasional :
v Kaji persepsi pasien dan pandangannya terhadap akne
R/ Pasien yang memandang akne sebagai cacat kulit biasanya tidak toleransi terhadap
tampilan diri, sedangkan pasien yang memandang akne sebagai penyakit yang normal dan
fisiologis dapat menerima konsep diri dan tidak beresiko terganggu konsep diri
v Perhatikan perilaku menarik diri, membicarakan diri tertang hal negatif
R/ Mengidentifikasi kebutuhan untuk interfensi
v Tanyakan nama panggilan pasien
R/ Menunjukan penghargaan dan pengakuan personal
v Dorong pengungkapan perasaan, merima apa yang dikatakan
R/ Orang terdekat memulai penerimaan perubahan dan mengurangi ansietas mengenai
perubahan citra diri
Evaluasi : Mengembangkan peningkatan pemahaman terhadap masalah kulit, tidak malu dan
dapat berinteraksi dengan orang lain.
Diagnosa II.
Goal : Pasien akan mempertahankan rasa nyaman selam dalam perawatan
Objektif : Klien bebas nyeri , skala nyeri 0 , tidak ada tanda-tanda peradangan
Interfensi dan rasional :
v Kaji tipe ,lokasi nyeri perhatikan intensitas pada akala 0-10
R/ Berguna dalam intervensi selanjutnya
v Berikan waktu untuk ekspresi perasaan dalam tingkat kemampuan berkomunikasi
R/ Ekspresi masalah atau rasa takut menurunkan ansietas atau siklus nyeri
v Dorong menggunakan teknik manajemen stress misalnya napan dalam
R/ Meningkatkan relaksasi, memfokuskan kembali perhatian dan dapat meningkatakan
kembali kemampuan koping menghilangkan nyeri
Evaluasi : Mematuhi terapi yang diresepkan, mengembangkan kemampuan untuk menerima
keadaan diri, bebas nyeri, tidak ada tanda peradangan
Diagnosa III.
Goal : Klien akan meningkatkan pengetahuan selam dalam perawatan.
Objektif : Klien tahu tentang penyebab, perjalanan penyakit, pengobatan dan lamanya
pengobatan serta pencegahan akne vulgaris
Intervensi dan rasional :
v Menjelaskan pada pasien tentang penyebab, perlawanan penyakit , pengobatan dan lamanya
pengobatan serta pencegahan akne vulgaris
R/ Meningkatkan pengetahuan pasien
Evaluasi : Pasien mengerti tentang penyakitnya / pemahamannya bertambah.
4. Implemeentasi.
Implementasi disesuaikan dengan intervensi.
5. Pendidikan Pasien.
1) Menganjurkan pasien menghindari makanan yang dapat meningkatkan akne
2) Melakukan perawatan diri secara teratur khususnya perawatan muka
3) Menganjurkan pasien menghindari kosmetik yang berlebihan.
4) Menganjurkan pasien untuk membasuh wajah menggunakan sabun ringan dan air
dua kali sehari
5) Konsulkan tentang perlunya konsisten terhadap pengobatan dan penggunaan produk
produk pembersih yang dianjurkan.
6) Ajarkan pasien tentang proses penyakit
7) Memberitahukan pasien bahwa pengobatan dapat membutuhkan waktu 4-6 minggu
atau lebih untuk memberikan hasil.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Akne vulgaris merupakan peradangan menahun folikel polisebasea yang umumnya terjadi pada
remaja, yang sering ditemukan pada daerah muka, leher serta badan bagian atas. Hampir semua
orang pernah mengalami penyakit ini sehingga akne vulgaris ini disebut sebagai penyakit kulit
yang timbul secara fisiologis. Orang dengan akne vulgaris tidak perlu dirawat dirumah sakit,
namun ada beberapa macam terapi yang diberikan pada pasien akne vulgaris yakni : pengobatan
sistemik, pengobatan topical dan pembedahan. Sedangkan untuk mencegah timbulnya akne
dianjurkan beberapa hal yaitu : diet, perawatan kulit dan memberikan informasi yang cukup
kepada pasien mengenai penyebab penyakit serta pencegahannya.
B. Saran.
Dari hasil pembahasan diatas, maka disarankan agar dalam memberikan asuhan keperawatan pada
pasien dengan akne vulgaris harus diperhatikan pendidikan kesehatan yang penting yakni: diet,
perawatan diri dan menghindari kosmetik berlebihan.
RUJUKAN
1. Nelson, 2000, Ilmu Kesehatan Anak, volume 3, penerbit buku kedokteran, EGC, jakarta.
2. Suszamne C. Smelyzer, Brenda G. Bare,1997, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Volume 3, EGC, Jakarta.
3. Prof. dr.Djuanda, Adhi,1999, Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin, fakultas kedokteran
unifersitas Indonesia, Jakarta.
4. Doenges M. E. morhouse, M. F, 1993, Rencana Asuhan Keparawatan, Edisi 3, EGC,
Jakarta.
5. Mansjoer, Arif , Dkk, 2001, Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3, media aesculapius
fakulatas kedokteran unifersitas Indonesia, Jakarta.
6 . Harahap Marwali ,Prof Dr ,2000, Ilmu Penyakit Kulit Hipokrates ,Jakarta.
Anak Menanga
I Putu Juniartha Semara Putra
Tentang iklan-iklan ini
Kategori: I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA POLTEKKES DENPASAR JURUSAN
KEPERAWATAN
Tinggalkan sebuah Komentar
Jun.ID

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.coole