Anda di halaman 1dari 40

Universitas

Bangka Belitung

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Energi sebagai kebutuhan pokok manusia dapat diibaratkan sebagai uang, dimana
pemakaiannya haruslah bijaksana, produktif dan efisien. Kita sadari bahwa sumber energi
yang dipakai selama ini seperti minyak bumi, batubara merupakan energi konvensional dan
berfungsi sebagai sumber energi dalam melakukan aktifitas kehidupan kita, yang mana
cadangan sumber energi sangatlah terbatas. Karena sifat energi yang tidak dapat diciptakan,
maka hal inilah yang mendorong kita untuk mencari alternatif dan jalan keluar untuk
mengamankan penyediaan energi yang diperlukan.
Untuk mengamankan sumber energy dapat dilakukan dengan cara mengembangkan
sumber energi yang bisa diperbarui. Permasalahannya sekarang sumber energi pengganti
belum membuahkan hasil optimal untuk dimanfaatkan menggantikan energi komersial.
Selain hal tersebut harga untuk sumber energi cenderung semakin meningkat. Perlu
kita sadari apabila sumber energi konvensional habis, gaya hidup yang biasa kita lakukan
dapat berubah drastis jika sumber energi tidak dikelola dengan hemat dan bijaksana.
Menghemat energi adalah menghemat biaya, meningkatkan daya saing serta meningkatkan
kualitas lingkungan hidup. Upaya yang sudah banyak dilakukan selama ini dalam
menghemat energi listrik antara lain dengan menggunakan :
- Ballast elektronik (Switching system).
- Capasitor bank.
- Building Automatic System (HVAC)
Hasil dari pemasangan alat tersebut diatas masih belum maksimal, bahkan pemakai
energi harus membayar mahal untuk investasi peralatan tersebut. Upaya yang dapat
dilakukan dalam menghemat energi, salah satunya adalah dengan melakukan audit energi.
Audit energi adalah teknik yang dipakai untuk menghitung besarnya konsumsi energi pada
bangunan gedung dan mengenali cara untuk penghematannya.

1
Universitas
Bangka Belitung

1.2 Tujuan Audit Energi

Audit energi merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi jenis energi dan


mengidentifikasi besarnya energi yang digunakan pada bagian-bagian operasi suatu
industri/pabrik atau bangunan serta mencoba mengidentifikasi kemungkinan penghematan
energi.

Dengan melaksanakan audit energi diharapkan:

a. Dapat diketahui besarnya intensitas konsumsi energi (IKE) pada bangunan tersebut.
b. Identifikasi macam & biaya konsumsi energi.
c. Memahami bagaimana energi dikonsumsi & mungkin diboroskan
d. Dapat dicegah pemborosan energi tanpa harus mengurangi tingkat kenyamanan gedung
yang berarti pula penghematan biaya energi.
e. Dapat diketahui profil penggunaan energi.
f. Dapat dicari upaya yang perlu dilakukan dalam usaha meningkatkan efisiensi
penggunaan energi (misal perbaikan SOP & penggantian alat).
g. Analisis ekonomi berbagai alternatif tsb & penentuan mana yg paling baik

2
Universitas
Bangka Belitung

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Intensitas Konsumsi Energi

Intensitas Konsumi Energi (IKE), yakni pembagian antara konsumsi energi dengan
satuan luas bangunan gedung. Konservasi energi upaya mengefisienkan pemakaian energi
untuk suatu kebutuhan agar pemborosan energi dapat dihindarkan.

Pengelolaan energi segala upaya untuk mengatur dan mengelola enggunaan energi
seefisien mungkin pada bangunan gedung tanpa mengurangi tingkat kenyamanan di
lingkungan hunian ataupun produktivitas di lingkungan kerja. Audit Energi bertujuan
mengetahui "Potret Penggunaan Energi" dan mencari upaya peningkatan efisiensi
penggunaan energi. Audit energi teknik yang dipakai untuk menghitung besarnya
konsumsi energi dan mengenali cara-cara untuk penghematannya. Konservasi energi,
adalah upaya mengefisienkan pemakaian energi untuk suatu kebutuhan agar pemborosan
energi dapat dihindarkan. Pengelolaan energi, yaitu segala upaya untuk mengatur dan
mengelola penggunaan energi seefisien mungkin pada bangunan gedung tanpa
mengurangi tingkat kenyamanan di lingkungan hunian ataupun produktivitas di
lingkungan kerja.

Peluang hemat energi (PHE) (Energy conservation opportunity) merupakan cara


yang mungkin bisa diperoleh dalam usaha mengurangi pemborosan energi. Potret
penggunaan energi, adalah gambaran menyeluruh tentang pemanfaatan energi pada
bangunan gedung, meliputi: jenis, jumlah penggunaan energi, peralatan energi, intensitas
energi, profil beban penggunaan energi, kinerja peralatan energi, dan peluang hemat
energi, serta keseluruhan maupun per-area di bangunan gedung pada periode tertentu.

Pemakaian energi perencanaan, yaitu seluruh pemakaian energi tahunan yang


dihitung untuk suatu gedung yang direncanakan audit energi dapat dilakukan melalui suatu
pemeriksaan (inspeksi), pendataan (survei), dan menganalisis aliran energi pada suatu
bangunan. Audit energi awal pada prinsipnya dapat dilakukan pemilik/pengelola bangunan
gedung yang pengamatan visual.

3
Universitas
Bangka Belitung

2.2 Standar Pemasangan AC


Dalam menentukan kapasitas AC yang akan dipasang harus disesuaikan dengan
luas ruangan agar dalam pemasangan dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan sehingga
dapat dilakukan penghematan. Berikut adalah cara menghitung kapasitas AC yang
diperlukan disesuaikan dengan luas ruangan.
Rumus menghitung kebutuhan kapasitas AC ruangan:
(L x W x H x I x E) / 60 = Kebutuhan BTU
Dimana :
L = Panjang Ruang (dalam feet)
W = Lebar Ruang (dalam feet)
I = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah,
atau berhimpit dengan ruang lain).
Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
H = Tinggi Ruang (dalam feet)
E = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara;
Nilai 17 jika menghadap timur;
Nilai 18 jika menghadap selatan;
Nilai 20 jika menghadap barat.
1 Meter = 3,28 Feet
Kapasitas AC Berdasarkan PK
AC PK = 5.000 BTU/h
AC PK = 7.000 BTU/h
AC 1 PK = 9.000 BTU/h
AC 1 PK = 12.000 BTU/h
AC 2 PK = 18.000 BTU/h

2.3 Standar Pencahayaan


Perencanaan penerangan suatu tempat harus mempertimbangkan beberapa faktor
antara lain intensitas penerangan saat digunakan untuk bekerja, intensitas penerangan ruang
pada umumnya, biaya instalasi, biaya pemakaian energi dan biaya pemeliharaannya. Perlu
diperhatikan, perbedaan intensitas penerangan yang terlalu besar antara bidang kerja dan
sekitarnya harus dihindari karena mata kita akan memerlukan daya yang besar untuk
beradaptasi dengan kondisi tersebut yang menyebabkan mata mudah lelah. Untuk
mendapatkan hasil penerangan / pencahayaan yang baik dan merata, kita harus

4
Universitas
Bangka Belitung

dipertimbangkan iluminasi (kuat penerangan), sudut penyinaran lampu, jenis dan jarak
penempatan lampu yang diperlukan sesuai dengan kegiatan yang ada dalam suatu ruangan
atau fungsi ruang tersebut.
Pada dasarnya dalam perhitungan jumlah titik lampu pada suatu ruang dipengaruhi
oleh banyak faktor, antara lain : dimensi ruang, kegunaan / fungsi ruang, warna dinding,
type armature yang akan digunakan, dan masih banyak lagi.
Daya Pencahayaan Maksimum Menurut SNI :
- Ruang Kantor/ Industri adalah 15 watt / m2.
- Rumah tak melebihi 10 watt / m2.
- Toko 20-40 watt / m2.
- Hotel 10-30 watt / m2.
- Sekolah 15-30 watt / m2.
- Rumah sakit 10-30 watt / m2
Terdapat dua aspek penting dari perencanaan penerangan, pertama yaitu
menentukan jumlah armature yang dibutuhkan berdasarkan nilai intensitas yang
diberikan, sedangkan yang kedua adalah rekomendasi pemasangan berdasarkan bentuk
ruangan. Untuk mendapatkan jumlah lampu pada suatu ruang dapat dihitung dengan
metode factor utilisasi ruangan, rumusnya adalah sebagai berikut :
N = ( 1.25 x E x L x W ) / ( k x LB x R )
Dimana :
N = Jumlah armature
1.25 = Faktor Perencanaan
E = Intensitas Penerangan ( Lux )
L = Panjang Ruang ( meter )
W = Lebar Ruang ( meter )
= Flux Cahaya ( Lumen )
LB = Efisiensi armature ( % )
R = Factor Utilisasi Ruangan ( % )

FLUX CAHAYA sendiri bisa diketahui melalui rumus berikut :


= W x L/w
Dimana :
= Flux Cahaya ( Lumen )
W = daya lampu ( Watt )
5
Universitas
Bangka Belitung

L/w= Luminous Efficacy Lamp ( Lumen / watt )


Beberapa data tersebut di atas dapat dilihat pada catalog ( kardus ) lampu
Faktor ruangan ( k ) dapat diketahui dari data dimensi ruangan, rumusnya sebagai
berikut :
K = ( A x B ) / ( h ( A + B ))
Dimana :
A = lebar ruangan ( meter )
B = panjang ruangan ( meter )
H = tinggi ruangan ( meter )
h = H 0.85 ( meter )

Tabel Kuat Penerangan (E)

Perkantoran = 200 - 500 Lux


Apartemen / Rumah = 100 - 250 Lux
Hotel = 200 - 400 Lux
Rumah sakit / Sekolah = 200 - 800 Lux
Basement / Toilet / Coridor / Hall / Gudang / Lobby = 100 - 200 Lux
Restaurant / Store / Toko = 200 - 500 Lux

2.4 Identifikasi Peluang Hemat Energi


Identifikasi peluang hemat energi dilakukan dengan langkahlangkah berikut (Syamsuri
Hasan,dkk) :
1. Hasil pengumpulan data, selanjutnya ditindaklanjuti dengan penghitungan besarnya
IKE, dan penyusunan profil penggunaan energi bangunan gedung.
2. Apabila besarnya IKE hasil penghitungan ternyata sama atau kurang dari IKE target,
maka kegiatan audit energi rinci dapat dihentikan atau diteruskan untuk memperoleh
IKE yang lebih rendah lagi.
3. Bila hasilnya lebih dari IKE target, berarti ada peluang untuk melanjutkan proses
audit energi rinci berikutnya guna memperoleh penghematan energi. Berdasarkan
Pedoman pelaksanaan konservasi energi dan pengawasan di lingkungan Depdiknas
(2004), diperoleh nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik, sebagai berikut:

6
Universitas
Bangka Belitung

1) 4,17 - 7,92 kWh/m/bln berkriteria sangat efisien.

3) 12,08 - 14,58 kWh/m/bln berkriteria cukup efisien.

4) 14,58 - 19,17 kWh/m/bln berkriteria agak boros.

5) 19,17 - 23,75 kWh/m/bln berkriteria boros.

6) 23,75 - 37,5 kWh/m/bln berkriteria sangat boros.

Analisis peluang hemat energi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6196-
2000.

a. Apabila peluang hemat energi telah diidentifikasi, selanjutnya perlu ditindak lanjuti
dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara membandingkan potensi
perolehan hemat energi dengan biaya yang harus dibayar untuk pelaksanaan rencana
penghematan energi yang direkomendasikan.
b. Analisis peluang hemat energi dapat juga dilakukan dengan penggunaan program
komputer yang telah direncanakan untuk kepentingan itu dan diakui oleh masyarakat
profesi.
c. Penghematan energi pada bangunan gedung harus tetap memperhatikan
kenyamanan penghuni lain

7
Universitas
Bangka Belitung

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Deskripsi Gedung


Gedung yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah Kantor PT. PLN (Persero) Area
Bangka Rayon Pangkalpinang, yang meliputi :
1. Posko Pelayanan Teknik
Merupakan gedung pelayanan laporan gangguan.

Gambar 1. Gedung Posko Pelayanan Teknik

Gedung ini berukuran 11 x 8 meter yang terdiri dari 8 ruangan, yaitu:


1. Pos satpam

Gambar 2. Ruang Pos Satpam

8
Universitas
Bangka Belitung

2. Ruang Operator

Gambar 3. Ruang Operator

3. Ruang administrasi

Gambar 4. Ruang Administrasi

4. Toilet

Gambar 5. Toilet Yantek

9
Universitas
Bangka Belitung

5. Dapur

Gambar 6. Dapur Yantek

6. Ruang material

Gambar 7. Ruang Material Yantek

7. Ruang istirahat

Gambar 8. Ruang Istirahat

10
Universitas
Bangka Belitung

2. GH Kantor
Merupakan Gardu Hubung yang berisi kubikel untuk pemutus dan penghubung
penyulang Rayon Pangkalpinang.

Gambar 9. Gardu Hubung Kantor


Gedung ini berukuran 6 x 4,5 meter, tidak ada sekat dalam ruangan.

11
Universitas
Bangka Belitung

3. Posko Dispatcher.
Merupakan gedung pengatur beban listrik Area Bangka.

Gambar 10. Gardu Hubung Kantor

Gedung ini berukuran 12 x 10 meter yang terdiri dari 8 ruangan, yaitu:


1. Ruangan Dispatcher

Gambar 11. Ruang Dispatcher

12
Universitas
Bangka Belitung

2. Ruang Koordinasi

Gambar 12. Ruang Koordinasi

3. Ruang Istirahat

Gambar 13. Ruang Istirahat

13
Universitas
Bangka Belitung

4. Dapur

Gambar 14. Dapur Dispatcher

5. Toilet

Gambar 15. Toilet Dispatcher

14
Universitas
Bangka Belitung

4. Kantor Rayon Pangkalpinang


Merupakan gedung inti Kantor Rayon Pangkalpinang.

Gambar 16. Kantor Rayon Pangkalpinang

Gedung ini berukuran 14 x 11,5 meter yang terdiri dari 8 ruangan, yaitu:
1. Front Office

Gambar 17. Front Office

15
Universitas
Bangka Belitung

2. Ruang Customer Service

Gambar 18. Ruang Customer Service


3. Ruang Teknik

Gambar 19. Ruang Teknik


4. Dapur

Gambar 20. Dapur Rayon Pangkalpinang

16
Universitas
Bangka Belitung

5. Toilet

Gambar 21. Toilet Rayon Pangkalpinang

6. Gudang Material

Gambar 22. Gudang Material

7. Ruang Manajer

Gambar 23. Ruang Manajer

17
Universitas
Bangka Belitung

5. Gedung Revass Rayon Pangkalpinang


Merupakan gedung Transaksi Energi Rayon Pangkalpinang.

Gambar 24. Gedung TE Rayon Pangkalpinang

Gedung ini berukuran 8,5 x 6,5 meter yang terdiri dari 2 ruangan, yaitu:
1. Ruangan TE

Gambar 25. Gedung TE Rayon Pangkalpinang

18
Universitas
Bangka Belitung

2. Gudang material.

Gambar 26. Gudang TE Rayon Pangkalpinang

19
Universitas
Bangka Belitung

3.2 Denah Bangunan


3.2.1 Posko Pelayanan Teknik
2m 3m

RUANG
RUANG ISTIRAHAT

2m
MATERIAL

GH KANTOR

2,5m
2m
2m 4m

1,5m
RUANG ADMINISTRASI RUANG CUCI
3m

3m
POS SATPAM RUANG OPERATOR

TOILET

2m
3m 2m

Gambar 27. Denah Gedung Posko Pelayanan Teknik

3.2.2 Posko Dispatcher.


4m

MUSHOLLA
10m

RUANG DISPATCHER DAPUR RUANG RAPAT


3m
2m

TOILET

5m 3m 4m

Gambar 28. Denah Gedung Posko Dispatcher

20
Universitas
Bangka Belitung

3.2.3 Kantor Rayon Pangkalpinang


3,5m

2,5m
DAPUR
RUANG TEKNIK

3m
TOILET

3m
3m

CUSTOMER

3,5m
14m

FRONT OFFICE
SERVICE GUDANG

3m
MATERIAL

2m

4m
RUANG TEKNIK RUANG MANAJER

4m 3m 4,5m

Gambar 29. Denah Kantor Rayon Pangkalpinang

3.2.4 Ruangan Revass Rayon Pangkalpinang


2,5m
4,5m

RUANG TE
MATERIAL
GUDANG

GUDANG KWH
4m

4m

Gambar 30. Denah Gedung TE Rayon Pangkalpinang

21
Universitas
Bangka Belitung

3.3 Daftar Peralatan dan Spesifikasi


3.3.1 Posko Pelayanan Teknik
AC
RUANG MATERIAL RUANG ISTIRAHAT

GH KANTOR

AC
RUANG ADMINISTRASI
RUANG
CUCI
POS SATPAM RUANG OPERATOR
TOILET

AC

Gambar 31. Gambar Peralatan Gedung TE Rayon Pangkalpinang

3.3.2 Posko Dispatcher


AC

4m

MUSHOLLA AC
AC
10m

RUANG DISPATCHER DAPUR RUANG RAPAT


3m

AC
AC
2m
AC

5m TOILET
3m 4m

Gambar 32. Gambar Peralatan Gedung Posko Dispatcher

22
Universitas
Bangka Belitung

3.3.3 Kantor Rayon Pangkalpinang


AC 3,5m
AC

2,5m
3m
DAPUR
RUANG TEKNIK

TOILET

3m
3m

CUSTOMER

3,5m
14m

FRONT OFFICE
SERVICE GUDANG

3m
MATERIAL

2m
AC

4m
RUANG TEKNIK RUANG MANAJER

AC
4m
AC 3m
AC 4,5m

Gambar 33. Gambar Peralatan Kantor Rayon Pangkalpinang

3.3.4 Ruangan Revass Rayon Pangkalpinang


AC 2,5m
4,5m

RUANG TE
MATERIAL
GUDANG

GUDANG KWH
4m

4m

Gambar 34. Gambar Peralatan TE Rayon Pangkalpinang

23
Universitas
Bangka Belitung

3.5 Analisa Pemakaian Energi


Tabel 1. Dimensi Ruangan Gedung Pangkalpinang
PANJANG LEBAR
NO NAMA GEDUNG NAMA RUANGAN RUANGAN RUANGAN LUAS
(m) (m)
Pos Satpam 3 2 6
Ruang Operator 4 3 12
Ruang Administrasi 6 5 30
1 POSKO PELAYANAN TEKNIK Toilet 2 2 4
Dapur 2 1.5 3
Ruang Material 2 2 4
Ruang Istirahat 3 2 6
JUMLAH 22 17.5 65
2 GH KANTOR GH Kantor 6 5.5 33
JUMLAH 6 5.5 33
Ruang Dispatcher 5 5 25
Mushola 4 3 12
3 POSKO DISPATCHER Dapur 3 3 9
Toilet 3 2 6
Ruang Rapat 10 4 40
JUMLAH 25 17 92
Front Office 14 4 56
Ruang Customer Service 3.5 2 7
Ruang Teknik 4 3 12
4 KANTOR RAYON PANGKALPINANG Dapur 3 2.5 7.5
Toilet 3 3 9
Gudang Material 3 2.5 7.5
Ruang Manajer 4.5 4 18
JUMLAH 35 21 117
Ruang Transaksi Energi 4.5 4 18
5 GEDUNG TE RAYON PANGKALPINANG
Gudang Material TE 4 4 16
JUMLAH 8.5 8 34

TOTAL 341

Tabel 2. kWh Pemakaian Gedung Pangkalpinang

NO IDPEL NAMA BLTH REK TARIF DAYA PEMKWH AREA PEMKWH PROJECT
1 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Jun-16 B2 82500 0 0
2 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Mei-16 B2 82500 25792 8597
3 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Apr-16 B2 82500 25389 8463
4 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Mar-16 B2 82500 23159 7720
5 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Feb-16 B2 82500 21270 7090
6 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Jan-16 B2 82500 21960 7320
7 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Des-15 B2 82500 23850 7950
8 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Nov-15 B2 82500 26130 8710
9 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Okt-15 B2 82500 23550 7850
10 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Sep-15 B2 82500 27270 9090
11 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Agu-15 B2 82500 23377 7792
12 '161000190666 KTR PLN C AB BANGKA Jul-15 B2 82500 24837 8279
RATA-RATA 22215 7405

Created by AP2T PLN ICON+, 13/05/2016 10:00:00

24
Universitas
Bangka Belitung

Gambar 35. Grafik Pemakaian Energi Gedung Pangkalpinang

*Source : AP2T EIS

Dengan mengacu kepada IKE maka pemakaian energy dibandingkan dengan luas gedung adalah
7405 kWh / 341 = 21,715 kWh/m2/Bulan masuk dalam Kategori BOROS (antara19,17 -
23,75 kWh/m/bln).

3.6 Data Peralatan Tata Cahaya Gedung


Tabel 3. Data Peralatan Pencahayaan
NAMA GEDUNG NAMA RUANGAN LED 7 W
Pos Satpam 2
Ruang Pelayanan Gangguan 4
Ruang Administrasi 8
1 POSKO PELAYANAN TEKNIK Toilet 1
Dapur 2
Ruang Material 2
Ruang Istirahat 2
JUMLAH 21
2 GH KANTOR GH Kantor 6
6
Ruang Dispatcher 12
Ruang Koordinasi 2
Mushola 2
3 POSKO DISPATCHER
Dapur 1
Toilet 12
Ruang Rapat 29
JUMLAH 10
Front Office 2
Ruang Customer Service 4
Ruang Teknik 2
4 KANTOR RAYON PANGKALPINANG Dapur 4
Toilet 2
Gudang Material 6
Ruang Manajer 30
JUMLAH 6
Ruang Transaksi Energi 6
5 GEDUNG TE RAYON PANGKALPINANG
Gudang Material TE 12
JUMLAH 18

25
Universitas
Bangka Belitung

Tabel 4. Standart Pencahayaan Ruangan


Lux Keterangan
Jenis Pekerjaan
20 Iluminasi minimum
Pencahayaan pada
daerah yang jarang 50 Parkir dan daerah sirkulasi di dalam ruangan
dipergunakan
100 Kamar hotel/kamar mandi

Membaca dan menulis yang jarang dilakukan,


200
dapur, restoran
Pencahayaan di dalam
ruang umum Pencahayaan umum untuk perkantoran,
350
pertokoan, membaca dan menulis

400 Ruang gambar


750 Pembacaan untuk koreksi tulisan

Pencahayaan untuk 1000 Gambar yang sangat sulit


pekerjaan yang teliti
2000 Pekerjaan secara rinci dan presisi

Sumber : Departemen Pekerjaan Umum, Standar Tata Cahaya Perencanaan Teknis


Konservasi Energi Pada Bangunan Gedung, 1993.

Rumus Mencari Iluminasi Ruangan:


N = ( 1.25 x E x L x W ) / ( k x LB x R )
= W x L/w
K = ( A x B ) / ( h ( A + B ))

26
Universitas
Bangka Belitung

Tabel 5. Perhitungan Pencahayaan Gedung Pangkalpinang

Faktor
JUMLAH PANJANG LEBAR TINGGI DAYA FLUX Efisiensi
Utilitas
NO NAMA GEDUNG NAMA RUANGAN ARMATUR RUANGAN RUANGAN RUANGAN h (H-0,85) K LAMPU CAHAYA Armature E (lux) KETERANGAN
Ruangan
(N) (m) (m) (m) (watt) (Lumen) (%)
(%)
Pos Satpam 2 3 2 4 3.15 0.38095238 7 600 40 0.91 2218.67 OVER LUX
Ruang Operator 4 4 3 4 3.15 0.54421769 7 600 40 0.91 3169.52 OVER LUX
Ruang Administrasi 8 6 5 4 3.15 0.86580087 7 600 40 0.91 4033.94 OVER LUX
1 POSKO PELAYANAN TEKNIK Toilet 1 2 2 4 3.15 0.31746032 7 600 40 0.91 1386.67 NORMAL
Dapur 2 2 1.5 4 3.15 0.27210884 7 600 40 0.91 3169.52 OVER LUX
Ruang Material 2 2 2 4 3.15 0.31746032 7 600 40 0.91 2773.33 OVER LUX
Ruang Istirahat 2 3 2 4 3.15 0.38095238 7 600 40 0.91 2218.67 OVER LUX
JUMLAH 21 22 17.5 28 22.05 0.4398504 49 4200 280 6.37 18970.32
2 GH KANTOR GH Kantor 6 6 5.5 4 3.15 0.91097308 7 600 40 0.91 2893.91 OVER LUX
JUMLAH 6 6 5.5 4 3.15 0.91097308 7 600 40 0.91 2893.913
Ruang Dispatcher 12 5 5 4 3.15 0.79365079 7 600 40 0.91 6656.00 OVER LUX
Mushola 2 4 3 4 3.15 0.54421769 7 600 40 0.91 1584.76 OVER LUX
3 POSKO DISPATCHER Dapur 2 3 3 4 3.15 0.47619048 7 600 40 0.91 1848.89 OVER LUX
Toilet 1 3 2 4 3.15 0.38095238 7 600 40 0.91 1109.33 NORMAL
Ruang Rapat 12 10 4 4 3.15 0.90702948 7 600 40 0.91 4754.29 OVER LUX
JUMLAH 29 25 17 20 15.75 3.10204082 35 3000 200 4.55 15953.27
Front Office 10 14 4 4 3.15 0.98765432 7 600 40 0.91 3081.48 OVER LUX
Ruang Customer Service 2 3.5 2 4 3.15 0.4040404 7 600 40 0.91 2016.97 OVER LUX
Ruang Teknik 4 4 3 4 3.15 0.54421769 7 600 40 0.91 3169.52 OVER LUX
4 KANTOR RAYON PANGKALPINANG Dapur 2 3 2.5 4 3.15 0.43290043 7 600 40 0.91 2016.97 OVER LUX
Toilet 4 3 3 4 3.15 0.47619048 7 600 40 0.91 3697.78 OVER LUX
Gudang Material 2 3 2.5 4 3.15 0.43290043 7 600 40 0.91 2016.97 OVER LUX
Ruang Manajer 6 4.5 4 4 3.15 0.67226891 7 600 40 0.91 3915.29 OVER LUX
JUMLAH 30 35 21 28 22.05 3.95017266 49 4200 280 6.37 19914.99
Ruang Transaksi Energi 6 4.5 4 4 3.15 0.67226891 7 600 40 0.91 3915.29 OVER LUX
5 GEDUNG TE RAYON PANGKALPINANG
Gudang Material TE 6 4 4 4 3.15 0.63492063 7 600 40 0.91 4160.00 OVER LUX
JUMLAH 12 8.5 8 8 6.3 1.30718954 14 1200 80 1.82 8075.294

27
Universitas
Bangka Belitung

3.7 Data Peralatan Pendinginan Gedung

Dari hasil perhitungan penggunaan AC berdasarkan luas ruangan dan data hasil observasi
untuk penggunaan AC didapat perbandingan data sebagai berikut.

Tabel 6. Perhitungan Pendinginan Gedung Pangkalpinang

PANJANG LEBAR TINGGI AC TERPASANG PERHITUNGAN


NO NAMA GEDUNG RUANGAN RUANGAN RUANGAN KETERANGAN
(m) (m) (m) JUMLAH DAYA (PK) TOTAL BTU/h JUMLAH DAYA (PK)

1 POSKO PELAYANAN TEKNIK 22 17,5 3,5 3 0,5 1,5 11786,13 3 0,5 SESUAI

2 POSKO DISPATCHER 29 25 4 6 0,5 3 25365,33 5 0,5 BOROS

3 KANTOR RAYON PANGKALPINANG 30 35 4 6 1 6 36736 4 1 BOROS

4 GEDUNG TE RAYON PANGKALPINANG 6 4,5 4 1 0,5 0,5 944,64 1 0,5 SESUAI

3.8 Peluang Penghematan

Berdasarkan hasil perhitungan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) penggunaan


energy di kantor PLN Rayon Pangkalpinang berada pada criteria BOROS, sehingga
harus dilakukan penghematan agar bisa masuk ke dalam criteria sangat efisien. Beberapa
cara yang dapat dilakukan untuk menghemat pemakaian energy listrik adalah sebagai
berikut:
1. Pemasangan alat penerangan (lampu) sesuai dengan hasil konservasi.
2. Pemasangan alat pendinginan (AC) sesuai dengan hasil konservasi.

28
Universitas
Bangka Belitung

3.8.1 Penghematan Pencahayaan

Tabel 7. Penghematan dari Konversi Pencahayaan

JUMLAH ARMATUR (N) E (lux) PENERANGAN KWH PEMAKAIAN SEBULAN


NO NAMA GEDUNG NAMA RUANGAN
SEBELUM SESUDAH SEBELUM SESUDAH SEBELUM SESUDAH SEBELUM SESUDAH PENGHEMATAN
Pos Satpam 2 1 2218.67 1109.33 OVER LUX NORMAL 5.04 2.52 2.52
Ruang Operator 4 2 3169.52 1584.76 OVER LUX NORMAL 20.16 10.08 10.08
Ruang Administrasi 8 3 4033.94 1512.73 OVER LUX NORMAL 30.24 11.34 18.9
1 POSKO PELAYANAN TEKNIK Toilet 1 1 1386.67 1386.67 NORMAL NORMAL 2.52 2.52 0
Dapur 2 1 3169.52 1584.76 OVER LUX NORMAL 5.04 2.52 2.52
Ruang Material 2 1 2773.33 1386.67 OVER LUX NORMAL 5.04 2.52 2.52
Ruang Istirahat 2 1 2218.67 1109.33 OVER LUX NORMAL 5.04 2.52 2.52
JUMLAH 21 10 18970.3 9674.3
2 GH KANTOR GH Kantor 6 5 2893.91 2411.59 OVER LUX NORMAL 15.12 12.6 2.52
JUMLAH 6 5 2893.9 2411.6
Ruang Dispatcher 12 10 6656.00 5546.67 OVER LUX NORMAL 60.48 50.4 10.08
Mushola 2 2 1584.76 1584.76 NORMAL NORMAL 5.04 5.04 0
3 POSKO DISPATCHER Dapur 2 2 1848.89 1848.89 NORMAL NORMAL 5.04 5.04 0
Toilet 1 1 1109.33 1109.33 NORMAL NORMAL 2.52 2.52 0
Ruang Rapat 12 9 4754.29 3565.71 OVER LUX NORMAL 45.36 34.02 11.34
JUMLAH 29 24 15953.3 13655.4
Front Office 10 8 3081.48 2465.19 OVER LUX NORMAL 21 16.8 4.2
Ruang Customer Service 2 2 2016.97 2016.97 NORMAL NORMAL 4.2 4.2 0
Ruang Teknik 4 3 3169.52 2377.14 OVER LUX NORMAL 13.44 10.08 3.36
4 KANTOR RAYON PANGKALPINANG Dapur 2 1 2016.97 1008.48 OVER LUX NORMAL 4.2 2.1 2.1
Toilet 4 2 3697.78 1848.89 OVER LUX NORMAL 8.4 4.2 4.2
Gudang Material 2 2 2016.97 2016.97 NORMAL NORMAL 4.2 4.2 0
Ruang Manajer 6 3 3915.29 1957.65 OVER LUX NORMAL 15.12 7.56 7.56
JUMLAH 30 21 19915.0 13691.3
Ruang Transaksi Energi 6 3 3915.29 1957.65 OVER LUX NORMAL 15.12 7.56 7.56
5 GEDUNG TE RAYON PANGKALPINANG
Gudang Material TE 6 3 4160.00 2080.00 OVER LUX NORMAL 15.12 7.56 7.56
JUMLAH 12 6 8075.3 4037.6 30.24 15.12 15.12

TOTAL 98 66 65807.8 43470.1 332.64 220.5 112.14

29
Universitas
Bangka Belitung

3.8.2 Penghematan Pendinginan


Tabel 8. Penghematan dari Konversi Pendinginan

JUMLAH AC DAYA (PK) BTU/h KETERANGAN KWH TERPAKAI PER BULAN (kWh)
NO NAMA GEDUNG
SEBELUM SETELAH SEBELUM SETELAH KEBUTUHAN SEBELUM SETELAH SEBELUM SESUDAH SEBELUM SESUDAH PENGHEMATAN

1 POSKO PELAYANAN TEKNIK 3 3 0.5 0.5 11,786 15,000 15,000 SESUAI SESUAI 432 432 0

2 POSKO DISPATCHER 6 5 0.5 0.5 25,365 30,000 25,000 BOROS SESUAI 864 720 144

3 KANTOR RAYON PANGKALPINANG 6 4 1 1 36,736 54,000 36,000 BOROS SESUAI 1814.4 1209.6 604.8

4 GEDUNG TE RAYON PANGKALPINANG 1 1 0.5 0.5 945 5,000 5,000 SESUAI SESUAI 144 144 0

TOTAL 3254.4 2505.6 748.8

3.8.3 Nilai IKE


Tabel 9. Nilai IKE Sebelum dan Sesudah Konversi Energi

LUAS GEDUNG KWH PEMAKAIAN (kWh) NILAI IKE


NILAI RUPIAH KETERANGAN
(m^2) (kWh/m^2/bln)
per bulan per hari

SEBELUM 341 7405.00 246.83 Rp 10,011,560 21.72 BOROS


SESUDAH 341 6544.06 218.14 Rp 8,847,569 19.19 AGAK BOROS
PENGHEMATAN 860.94 28.70 Rp 1,163,991 2.52

Hasil konservasi energi terdapat penghematan energi sebesar 860,94 kWh per bulan. Jumlah ini merupakan nilai yang sangat besar
jika dirupiahkan sebesar Rp.1.163.991 per tahun. Kategori yang didapatkan setelah konservasi turun dari Boros menjadi Agak Boros
dan tidak bisa diminimalisir lagi karena kebutuhan penerangan dan pendinginan yang tinggi.

30
Universitas
Bangka Belitung

3.9 Penambahan Panel Surya


3.9.1 Penentuan Beban Harian Sistem Fotovoltaik Terhubung Jaringan
Pada penelitian ini, perancangan akan dilakukan dalam 2 skema, yaitu skema A
dan skema B. Dimana perbedaan kedua skema ini terletak pada penggunaan media
penyimpanan baterai. Pada skema A, sistem fotovoltaik tidak menggunakan baterai,
sedangkan pada skema B sistem fotovoltaik menggunakan baterai.
Jumlah kebutuhan beban pada masing-masing daya terpasang merupakan
penjumlahan pemakaian pada siang hari dan malam hari. Dimana pada perencanaan
kali ini, komposisi antara beban siang dan malam hari adalah 65% dan 35% dari total
konsumsi listrik harian.

1
Jumlah kebutuhan beban = kebutuhan siang hari + 3 x kebutuhan malam hari
1
= (65 % + (3 x 35%)) x 218,14 kWh

= 167,24 kWh =167240 Wh

3.9.2 Data Intensitas Matahari

Data radiasi matahari (solar insolation) sangat penting dalam mendesain PLTS
dimana ketersediaan energi matahari di lokasi akan menentukan perhitungan prediksi
produksi energi listrik dalam periode tertentu. Data intensitas matahari diperoleh dari
Software Homer. Data intensitas matahari untuk Kota Pangkalpinang ditunjukkan pada
Gambar 36 berikut:

Gambar 36. Data Homer untuk Intensitas Matahari di Pangkalpinang.


Source : Software Homer

31
Universitas
Bangka Belitung

Dari Software Homer kita bisa mendapatkan nilai intensitas cahaya matahari per
bulan dalam satu tahun untuk daerah Pangkalpinang yang ditunjukkan pada Tabel.8

Tabel 10. Rata-Rata Intensitas Matahari di Pangkalpinang

Bulan Asumsi Intensitas (W/m2)


Januari 356.67
Februari 399.17
Maret 390.00
April 383.33
Mei 369.17
Juni 368.33
Juli 374.17
Agustus 407.50
September 413.33
Oktober 388.33
November 354.17
Desember 332.50
Rata-rata 378.06

3.9.3 Perancangan Sistem Fotovoltaik Terhubung Jaringan


Perancangan sistem fotovoltaik pada penelitian ini menggunakan data-data
sebagai berikut:
1. Modul Surya Monokristalin dengan spesifikasi:
- Daya Puncak = 50 Wp
- Nominal Voltage = 12 V
- V max = 2.94 A
- Dimensi = 94,2 x 50,2 x 5,0 cm.
2. Intensitas matahari harian rata-rata
Nilai intensitas matahari di Pangkalpinang per hari ada sekitar 378,06 W/m2 .
Energi matahari harian = 378,06 W/m2 x 12 jam
= 4536,72 Wh/m2/day
= 4,54 Wh/m2/day
Angka ini hampir sama jika dibandingkan dengan energi matahari harian rata-rata
di Indonesia yaitu sebesaar 4,5 kWh/m2 (Djojodiharjo, 2001). Dari nilai tersebut
dapat dilihat bahwa Pulau Bangka khusunya di Kota Pangkalpinang memiliki
potensi yang besar untuk dikembangkannya PLTS ini.
3. Faktor kerugian (losses) yang terjadi pada modul akibat pengaruh temperature dan
kondisi permukaan = 0,8 (80%) (Djojodiharjo,2001).

32
Universitas
Bangka Belitung

4. Efisiensi baterai = 80% - 95% (Buresch, 1983). Diasumsikan nilainya = 90%.


5. Efisiensi inverter = 80% - 95% (Buresch, 1983). Diasumsikan nilainya = 90%.
6. Efisiensi BCR = 80% - 90% (Buresch, 1983). Diasumsikan nilainya = 85%,
Sehingga,
- Efisiensi sistem untuk skema A = factor losses modul x inv
= 80% x 90%
= 72% = 0,72
- Efisiensi sistem untuk skema B = factor losses modul x inv x batt x BCR
= 80% x 90% x 90% x 85%
= 55,08% = 0,5508
7. DOD baterai = 75%
8. Tegangan sistem = 12 V
9. Autonomous days = 3 hari

Pengelompokan sistem berdasarkan jumlah beban ditunjukkan pada Gambar 9.


Pada gambar dapat dilihat bahwa untuk beban 1 kWh dan 3 kWh merupakan batas
penentuan sistem.

Tabel 11. Kelompok Sistem Berdasarkan Jumlah Beban

Gunakan sistem 12 V Gunakan sistem 24 V Gunakan sistem 48 V


1 kWh 3 kWh

Berdasarkan beban tegangan sistem pada gambar, tiap panel dirancang


untuk dapat memenuhi beban dengan besar mendekati 1 kWh karena tegangan
sistem bernilai 12 Volt dan modul disusun secara paralel agar sistem dapat bekerja
pada tegangan yang sama (12 Volt).

1. Sistem Fotovoltaik Skema A


Sistem fotovoltaik skema A tidak menggunakan media penyimpanan
(baterai) sehingga energi listrik yang dihasilkan hanya dapat memenuhi kebutuhan
listrik pada siang hari. Apabila energi listrik melebihi kebutuhan beban, maka
kelebihan tersebut akan langsung dialihkan ke jaringan (grid) untuk dijual ke PLN.
Jumlah beban = 167,24 kWh = 167240 Wh

33
Universitas
Bangka Belitung

Jumlah panel yang dibutuhkan adalah sejumlah 7 panel, sehingga setiap panel harus
menyediakan energi listrik sebesar 23.891 Wh.
1. Perhitungan jumlah modul untuk tiap panel.
Jumlah Modul =

=

1000 2

23891
= 4,54
50 0,72 12
1000 2

= 12,18 12 modul
Jadi jumlah modul yang dibutuhkan untuk perencanaan PLTS untuk
adalah sebanyak 12 modul per panel.
2. Penentuan kapasitas inverter
Waktu pemenuhan beban oleh sistem fotovoltaik skema A adalah selama 12
jam (selama siang hari).

Daya Beban =
167240 Wh
= 12

= 13936,67 W
Daya inverter harus lebih besar dari daya beban sehingga diperlukan
inverter dengan daya 15 kW, 12 V (1 buah).

34
Universitas
Bangka Belitung

2. Sistem Fotovoltaik Skema B


Sistem Fotovoltaik skema B menggunakan media penyimpanan berupa
baterai. Berikut adalah perhitungan-perhitungan dalam perancangan sistem
fotovoltaik untuk:
Jumlah beban = 167,24 kWh = 167240 Wh
Jumlah panel yang dibutuhkan adalah sejumlah 7 panel, sehingga setiap panel harus
menyediakan energi listrik sebesar 23891,43 Wh.
1. Perhitungan jumlah modul untuk tiap panel.
Jumlah Modul =

=

1000 2

23891,43
= 4,54
50 0,5508 12
1000 2

= 15,9 16 modul
Jadi jumlah modul yang dibutuhkan untuk perencanaan PLTS untuk
adalah sebanyak 16 modul per panel .

2. Penentuan kapasitas inverter


Waktu pemenuhan beban oleh sistem fotovoltaik skema B adalah selama 16
1
jam (selama siang hari ditambah 4 jam malam (3 ).

Daya Beban =
167240 Wh
= 12

= 13936,67 W

Daya inverter harus lebih besar dari daya beban sehingga diperlukan
inverter dengan daya 15 kW, 12 V (1 buah).

3. Penentuan kapasitas baterai.



Kapasitas baterai = jumlah beban harian x

3
= 167240 Wh x
0,75 12

= 55746,67 Ah
35
Universitas
Bangka Belitung


Kapasitas baterai tiap panel =

55746,67
=
7

= 7963,8 Ah.
Sehingga dibutuhkan baterai dengan kapasitas 1000 Ah sebanyak 8 buah
untuk masing- masing panel.

4. Penentuan kapasitas BCR tiap panel.


Kapasitas BCR = jumlah modul x I max
= 16 modul x 2,94 A
= 47,04 A per panel.

Jadi dibutuhkan BCR dengan arus input / output > 30 A, 12 V (sebanyak 7


buah).

36
Universitas
Bangka Belitung

3.9.4 Rencana Anggaran Biaya


3.9.4.1 Investasi Awal
Besarnya investasi awal secara rinci dapat dijelaskan sesuai tabel XX dibawah
ini.
Tabel.12. Rencana Anggaran Biaya Perencanaan PLTS

No SKEMA KOMPONEN JUMLAH HARGA TOTAL

Modul Mpnokristalin 50 Wp 12 Rp 2.400.000 Rp 28.800.000


1 A Inverter 15 Kw 1 Rp 9.427.200 Rp 9.427.200

TOTAL Rp 38.227.200

Modul Mpnokristalin 50 Wp 16 Rp 2.400.000 Rp 38.400.000


Inverter 15 Kw 1 Rp 9.427.200 Rp 9.427.200
Baterai Aki Liquid 200 Ah 8 Rp 6.750.000 Rp 54.000.000
2 B
BCR 30 A / 12 V 7 Rp 1.000.000 Rp 7.000.000
Distribution Controller 1 Rp 310.000 Rp 310.000
TOTAL Rp 109.137.200

3.9.4.2 Payback Period


1. SKEMA A

Diketahui:

- Investasi = Rp 38.227.200

- Annual Benefit = Rp 6.783.254 / tahun

- Suku Bunga (i) = 12 % / tahun (Suku Bunga Investasi Bank Mandiri)

Formula perhitungan Metode Discounted Payback Period adalah:

= =0 () 0

Dimana

k = periode pengembalian

= cash flow periode ke t

= Faktor Bunga Present

Ab =Rp 6.783.254 / tahun

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

i = 13,5%

I = Rp. 38.227.200

Gambar 37. Skema Discounted Payback Period Uprating


37
Universitas
Bangka Belitung

PERHITUNGAN INVESTASI PEMBANGUNAN PLTS SKEMA A


Nilai Investasi (ribu Rp): 38.227
Pekerjaan:
PEMBANGUNAN PLTS GEDUNG PANGKALPINANG

Asumsi:
- Trafo terpasang: 197 kVA - Est. Daya tersambung per pelanggan: I3 197000 VA
- Bunga Acuan (i): 12 % - Jumlah pelanggan tersambung: 1 plg
- Masa manfaat (n): 10 tahun - Jam Nyala rata-rata perbulan tarif I3-197000 VA: 24 jam
- Harga Jual rata-rata tarif I3-197000 VA: 1.125 Rp/kWh

Pengeluaran Penerimaan
Faktor Nilai Akumulasi
Biaya Penyambungan Pendapatan Net Income
Tahun Initial Cost kWh Jual Diskonto Sekarang Nilai
ke- O/M Pelanggan Penjualan
( ribu Rp ) ( ribu Rp ) % pelanggan ( MWh ) ( ribu Rp ) ( ribu Rp ) 1/(1+i)^n ( ribu Rp ) ( ribu Rp )
0 38.227 (38.227) 1,000 (38.227)
1 100,0 1 57 63.828 63.828 0,893 56.989 18.762
2 100,0 1 57 63.828 63.828 0,797 50.883 69.646
3 100,0 1 57 63.828 63.828 0,712 45.432 115.077
4 100,0 1 57 63.828 63.828 0,636 40.564 155.641
5 100,0 1 57 63.828 63.828 0,567 36.218 191.859
6 100,0 1 57 63.828 63.828 0,507 32.337 224.196
7 100,0 1 57 63.828 63.828 0,452 28.873 253.068
8 100,0 1 57 63.828 63.828 0,404 25.779 278.848
9 100,0 1 57 63.828 63.828 0,361 23.017 301.865
10 100,0 1 57 63.828 63.828 0,322 20.551 322.415
11 100,0 1 57 63.828 63.828 0,287 18.349 340.764
12 100,0 1 57 63.828 63.828 0,257 16.383 357.148
13 100,0 1 57 63.828 63.828 0,229 14.628 371.775
14 100,0 1 57 63.828 63.828 0,205 13.060 384.836
15 100,0 1 57 63.828 63.828 0,183 11.661 396.497
16 100,0 1 57 63.828 63.828 0,163 10.412 406.909
17 100,0 1 57 63.828 63.828 0,146 9.296 416.205
18 100,0 1 57 63.828 63.828 0,130 8.300 424.505
19 100,0 1 57 63.828 63.828 0,116 7.411 431.916
20 100,0 1 57 63.828 63.828 0,104 6.617 438.533
21 100,0 1 57 63.828 63.828 0,093 5.908 444.441
22 100,0 1 57 63.828 63.828 0,083 5.275 449.715
23 100,0 1 57 63.828 63.828 0,074 4.710 454.425
24 100,0 1 57 63.828 63.828 0,066 4.205 458.630
25 100,0 1 57 63.828 63.828 0,059 3.755 462.385
26 100,0 1 57 63.828 63.828 0,053 3.352 465.737
27 100,0 1 57 63.828 63.828 0,047 2.993 468.730
28 100,0 1 57 63.828 63.828 0,042 2.672 471.403
29 100,0 1 57 63.828 63.828 0,037 2.386 473.789
30 100,0 1 57 63.828 63.828 0,033 2.130 475.919
31 100,0 1 57 63.828 63.828 0,030 1.902 477.821
32 100,0 1 57 63.828 63.828 0,027 1.698 479.520
33 100,0 1 57 63.828 63.828 0,024 1.516 481.036
34 100,0 1 57 63.828 63.828 0,021 1.354 482.390
35 100,0 1 57 63.828 63.828 0,019 1.209 483.599
36 100,0 1 57 63.828 63.828 0,017 1.079 484.678
37 100,0 1 57 63.828 63.828 0,015 964 485.642
total penerimaan: 523.869

Hasil Status
IRR: 167,0% Layak, masih diatas bunga acuan
BEP: 0 tahun 9 bulan Layak, masih masuk dlm masa manfaat
NPV: 485.642 Layak, bernilai positif

38
Universitas
Bangka Belitung

PERHITUNGAN INVESTASI PEMBANGUNAN PLTS SKEMA B


Nilai Investasi (ribu Rp): 109.137
Pekerjaan:
PEMBANGUNAN PLTS GEDUNG PANGKALPINANG

Asumsi:
- Trafo terpasang: 197 kVA - Est. Daya tersambung per pelanggan: I3 197000 VA
- Bunga Acuan (i): 12 % - Jumlah pelanggan tersambung: 1 plg
- Masa manfaat (n): 10 tahun - Jam Nyala rata-rata perbulan tarif I3-197000 VA: 24 jam
- Harga Jual rata-rata tarif I3-197000 VA: 1.125 Rp/kWh

Pengeluaran Penerimaan
Faktor Nilai Akumulasi
Biaya Penyambungan Pendapatan Net Income
Tahun Initial Cost kWh Jual Diskonto Sekarang Nilai
ke- O/M Pelanggan Penjualan
( ribu Rp ) ( ribu Rp ) % pelanggan ( MWh ) ( ribu Rp ) ( ribu Rp ) 1/(1+i)^n ( ribu Rp ) ( ribu Rp )
0 109.137 (109.137) 1,000 (109.137)
1 100,0 1 57 63.828 63.828 0,893 56.989 (52.148)
2 100,0 1 57 63.828 63.828 0,797 50.883 (1.264)
3 100,0 1 57 63.828 63.828 0,712 45.432 44.167
4 100,0 1 57 63.828 63.828 0,636 40.564 84.731
5 100,0 1 57 63.828 63.828 0,567 36.218 120.949
6 100,0 1 57 63.828 63.828 0,507 32.337 153.286
7 100,0 1 57 63.828 63.828 0,452 28.873 182.158
8 100,0 1 57 63.828 63.828 0,404 25.779 207.938
9 100,0 1 57 63.828 63.828 0,361 23.017 230.955
10 100,0 1 57 63.828 63.828 0,322 20.551 251.505
11 100,0 1 57 63.828 63.828 0,287 18.349 269.854
12 100,0 1 57 63.828 63.828 0,257 16.383 286.238
13 100,0 1 57 63.828 63.828 0,229 14.628 300.865
14 100,0 1 57 63.828 63.828 0,205 13.060 313.926
15 100,0 1 57 63.828 63.828 0,183 11.661 325.587
16 100,0 1 57 63.828 63.828 0,163 10.412 335.999
17 100,0 1 57 63.828 63.828 0,146 9.296 345.295
18 100,0 1 57 63.828 63.828 0,130 8.300 353.595
19 100,0 1 57 63.828 63.828 0,116 7.411 361.006
20 100,0 1 57 63.828 63.828 0,104 6.617 367.623
21 100,0 1 57 63.828 63.828 0,093 5.908 373.531
22 100,0 1 57 63.828 63.828 0,083 5.275 378.805
23 100,0 1 57 63.828 63.828 0,074 4.710 383.515
24 100,0 1 57 63.828 63.828 0,066 4.205 387.720
25 100,0 1 57 63.828 63.828 0,059 3.755 391.475
26 100,0 1 57 63.828 63.828 0,053 3.352 394.827
27 100,0 1 57 63.828 63.828 0,047 2.993 397.820
28 100,0 1 57 63.828 63.828 0,042 2.672 400.493
29 100,0 1 57 63.828 63.828 0,037 2.386 402.879
30 100,0 1 57 63.828 63.828 0,033 2.130 405.009
31 100,0 1 57 63.828 63.828 0,030 1.902 406.911
32 100,0 1 57 63.828 63.828 0,027 1.698 408.610
33 100,0 1 57 63.828 63.828 0,024 1.516 410.126
34 100,0 1 57 63.828 63.828 0,021 1.354 411.480
35 100,0 1 57 63.828 63.828 0,019 1.209 412.689
36 100,0 1 57 63.828 63.828 0,017 1.079 413.768
37 100,0 1 57 63.828 63.828 0,015 964 414.732
total penerimaan: 523.869

Hasil Status
IRR: 58,5% Layak, masih diatas bunga acuan
BEP: 2 tahun 1 bulan Layak, masih masuk dlm masa manfaat
NPV: 414.732 Layak, bernilai positif

39
Universitas
Bangka Belitung

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan audit energi kantor PLN Gedung Rayon
Pangkalpinang dapat dismpulkan sebagai berikut.

a) Lokasi yang menjadi objek pelaksanaan konservasi energi adalah Gedung Rayon
Pangkalpinang.
b) Hasil konservasi energi terdapat penghematan energi sebesar 860,94 kWh per bulan.
Kategori yang didapatkan setelah konservasi turun dari Boros menjadi Agak Boros
dan tidak bisa diminimalisir lagi karena kebutuhan penerangan dan pendinginan yang
tinggi.
c) Investasi untuk pembangunan PLTS Skema A dibutuhkan biaya sebesar Rp. 38.227.000
dan akan kembali modal setelah 9 bulan.
d) Investasi untuk pembangunan PLTS Skema B dibutuhkan biaya sebesar Rp. 109.137.000
dan akan kembali modal setelah 2 tahun 1 bulan.

40