Anda di halaman 1dari 4

PENENTUAN KOMPONEN HEKSANA, TOLUENA, DAN XYLENA PADA SAMPEL

PERTAMAX DENGAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN KROMATOGRAFI GAS (GC)

Judul Praktikum : Penentuan Komponen heksana, toluena, dan xylena pada sampel pertamax
dengan menggunakan instrumen kromatografi gas (GC)

Tujuan Praktikum :
Menentukan komponen heksana, toluena, dan xylena pada sampel pertamax dengan menggunakan
instrumen kromatografi gas (GC)
Alat dan Bahan Praktikum
1. Alat
Instrumen GC 1 Set
Botol Vial 3 buah
Gelas ukur 10 mL 1 buah
Pipet volume 4 buah
Ball pipet 1 buah
2. Bahan
Standar heksana 0,3 mL
Standar toluena 0,5 mL
Standar xylena 0,7 mL
Sampel pertamax 1 mL

F. Sifat Fisik, Sifat Kimia, Bahaya, dan Penganggulangan Bahan


Bahan Sifat Fisika Sifat Kimia
C6H5CH3
- Berat jenis uap : 3,1
(Toluena) - Mudah terbakar
- Massa molar : 92,13
- Iritan
gr/mol - Bereaksi dengan
- Cairan tidak berwarna,
oksidator
berbau spesifik
- Titik leleh : -95o C
- Titik didih : 110,6o C
- Tekanan uap : 22 mmHg
(20oC)
- Larut dalam pelarut
organik (kloroform,
heksana)
Bahaya Penanggulanga
n

- Gunakan APD
- Penghirupan konsentrasi
lengkap
>200 ppm selama 8 jam
- Simpan toluena di
dapat mempengaruhi
tempat yang
sistem syaraf pusat yang
aman
berakibat pada timbulnya
rasa lelah, otak lemah,
pusing, dan muntah.

Sifat Fisika Sifat Kimia

- Berat jenis uap : 3,7 - Mudah terbakar


- Massa molar : 106,16 - Iritan
- Bereaksi dengan
gr/mol
- Cairan tidak berwarna, oksidator
berbau spesifik
- Titik leleh : 3,3oC
- Titik didih : 138oC
- Tekanan uap : 8 mmHg
C6H4(CH3)2
(25oC)
(p-xylena) Penanggulanga
Bahaya
n

- Reaktivitas : Stabil - Gunakan APD


terhadap panas, cahaya, lengkap
- Simpan xylena
udara, asam, dan basa.
- Iritasi hidung dan ditempat aman
tenggorokan, pusing, dan
mau muntah bila terhirup.
- Iritasi bila terkena mata
C6H14 Sifat Fisika Sifat Kimia
(Heksana)
- Berat jenis uap : 2,97 - Mudah terbakar
(udara =1 ) - Bereaksi dengan
- Massa molar : 86,18
oksidator
gram/mol
- Cairan tidak berwarna
- Titik leleh : -93,5oC
- Titik didih : 68,95oC
- Tekanan uap : 124 mmHg
(20oC)
- Tidak larut dalam air, tapi
larut dalam alkohol,
kloroform, dan larut dalam
hampir semua pelarut
organik.
Penanggulanga
Bahaya
n

- Reaktivitas : Stabil, tidak - Gunakan APD


terurai oleh panas lengkap
- Penyebab iritan pada - Simpan heksana
hidung, tenggorokan, dan ditempat aman.
mata bila terjadi paparan
- Dapat menyebabkan
pusing, muntah, hilang
kesadaran, atau kematian

Prosedur Kerja Praktikum


1. Pembuatan larutan standar
Larutan standard disiapkan dengan cara mencampurkan 0,3 mL hexane; 0,5 mL toluene dan 0,7
mL xilena ke dalam botol vial dengan menggunakan pipet volume dan ball pipet, kemudian
dihomogenkan dengan cara dikocok-kocok agar tercampur.
2. Persiapan sampel
Larutan sampel pertamax dipipet sebanyak 1 mL dan dimasukkan ke dalam botol vial dengan
menggunakan pipet volume dan ball pipet.
3. Persiapan larutan sampel dan standar
Larutan campuran sampel dan standar masing-masing dipipet sebanyak 0,5 mL dan dimasukkan
ke dalam botol vial dengan menggunakan pipet volume dan ball pipet.
4. Pengoperasian Instrumen GC
Simaklah operator dalam menyiapkan dan menjelaskan cara mengoperasikan instrumen GC.
Seting gas pembawa dan gas pembakar
Nyalakan instrumen GC, diikuti computer.
Mengatur parameter operasional GC
suhu injector 150C, suhu detector 250C, suhu awal kolom pada 40C kemudian diprogram
dengan kenaikan 8C permenit sampai 150C dipertahankan selama 2 menit , detector FID,
kolom DB-5, gas pembawa H2 tekanan 4-5 Bar.
5. Pengukuran dengan instrumen GC
Ukurlah larutan standar, sampel dan campuran yang sudah disiapkan dengan instrumen GC.
Ambil sebanyak 0,5 L larutan yang akan diukur dengan syringe dan injeksikan pada GC.
Simaklah operator mengukur dan mencetak hasil. Diskusikan hasil pengukuran dengan dosen
praktikum.