Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KHUSUS PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI PT.

TOBA PULP
LESTARI, Tbk-PORSEA

Perhitungan Neraca Bahan Pada Proses Pemekatan Black Liquor Dari


Setiap Effect Evaporator

A. BLACK LIQUOR
1. Defenisi
Black liquor (lindi hitam) adalah cairan sisa atau hasil buangan setelah terjadi
proses pemasakan serpihan kayu (chips). Larutan pemasakan mempunyai kandungan
NaOH,Na2S,Na2CO3. Ketika mengolah keping-keping kayu menjadi pulp di pabrik
pemasak,bahan-bahan organik seperti lignin,hemicellulosa dan sebagian kecil
selulosa larut dalam cairan pemasak. Lindi hitam dipisahkan dari pulp selama
pencucian pulp sebagai suatu larutan encer dengan kandungan zat padat 13-18%.
2. Sifat-sifat Lindi Hitam
a. Komposisi Zat Padat Kering
Lindi hitam mengandung air dan zat padat kering. Komponen utama dari zat
padat kering adalah sebagai berikut :
- Zat organik yang terlarut dari kayu selama pemasakan
- Lignin
- Hemicellulosa
- Zat organik
- Senyawa sodium
- Senyawa sulfur

b. Sifat-sifat Fisika Lindi Hitam


Adapun sifat-sifat fisika dari lindi hitam adalah sebagai berikut :
Viskositas
Viskositas lindi hitam adalah fungsi dari konsentrasi dan temperatur yang
bersifat spesifik untuk cairan. Ini tergantung pada spesies kayu,metode
pemasakan,dan pengolahan panas lebih lanjut. Viskositas bisa sangat berbeda-
beda antara pabrik yang satu dengan pabrik yang lainnya. Viskositas
meningkat dengan meningkatnya kandungan zat padat kering.
Kenaikan Titik Didih (Boiling Point Rise)
Campuran cair yang mengandung zat-zat organik yang larut,zat-zat
anorganik atau keduanya,akan mendidih pada temperatur yang lebih tinggi dari
titik didih air pada tekanan yang sama. Selisih temperatur inilah yang
merupakan kenaikan titik didih.
Kepadatan
Kepadatan lindi hitam meningkat dengan meningkatkan konsentrasi
padatan kering. Cairan dengan kadar 16% zat kering akan mempunyai
kepadatan 1,05 ton/m3. Pada konsentrasi 70% zat padat kering,kepadatannya
1,43 ton/m3. Kedua nilai ini berlaku untuk temperatur 90oC. Kepadatan juga
bergantung pada temperatur cairan.
Panas Jenis
Panas jenis menurun dengan meningkatnya kadar lindi hitam,maka panas
jenis lindi hitam menurut persamaan Masse et adalah :
Cp =4,216 (1-X) + {1,675 + (3,31T) / 1000} X + 4,87 20T / 1000) (1-X) X3
Dimana : X = Konsentrasi solid (% Kg solid/Kg)
T = Temperatur lindi hitam (oC)
Cp = Panas spesifik (Kj/KgoC)

B. EVAPORASI

Evaporasi adalah proses penguapan pada titik didihnya dimana terjadi


peralihan suatu zat dari fase cair ke fase uap (gas). Dalam peristiwa ini molekul-
molekul zat berpindah dari fase cair ke fase uap. Pada titik didih tekanan uap jenuh
cairan sama dengan tekanan dimana zat cair berbeda.

Dalam kebanyakan proses evaporasi,zat pelarutnya adalah air. Evaporasi


dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat
cair pekat yang kadarnya lebih tingi. Dalam evaporasi,zat cair pekat itulah yang
merupakan produk yang diinginkan dan uapnya biasanya dikondensasikan lalu dibuang.

Evaporator terdiri dari suatu bidang pemanas dan peralatan lainnya yang
mendukung terjadinya penguapan. Bidang pemanas tersebut terdiri dari sejumlah pipa
(tube) yang terbuat dari logam. Umumnya proses evaporasi menggunakan steam (uap
air) sebagai media pemanas. Steam dialirkan melewati sisa-sisa luar pemanas,dan bahan
yang dipanasi adalah berupa cairan. Cairan tersebut meluber di sisi bagian dalam pipa
membentuk lapisan tipis (film).

Perpindahan panas secara konveksi terjadi antara film di dalam pipa dengan
permukaan sebelah dalam pipa,yang selanjutnya panas menjalar secarakonduksi melalui
dinding logam pipa,dan di luar pipa terjadi lagi perpindahan panas secara
konveksi,dengan demikian terjadi perpindahan panas antar fluida (film dengan steam)
sehingga film mengalami penguapan. Cairan akan mendidih dan naik kemudian turun
kembali melalui rongga penurunan yang lebar sehingga terjadi daur ulang pendidihan
secara otomatis dan menghasilkan kondensat. Uap (vapor) yang terjadi selama proses
penguapan keluar pada bagian atas evaporator.