Anda di halaman 1dari 4

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PRA

MENSTRUASI SYNDROME DI SMA PLUS PGRI CIBINONG

TAHUN 2015

Nama : Gina Larasati Utami

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Menstruasi/haid merupakan kejadian alamiah yang biasa terjadi pada

perempuan ditandai dengan keluarnya darah dari kemaluan perempuan yang sehat

dan tidak hamil, setiap bulan secara teratur. Menjelang haid atau menstruasi

beberapa wanita mengalami gejala yang tidak nyaman, menyakitkan dan

terkadang mengganggu. Gejala ini sering disebut dengan Pre menstruasi Syndrom

(PMS), yaitu kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan

siklus menstruasi biasanya gejala tersebut terjadi secara regular pada dua minggu

periode sebelum menstruasi. PMS dapat sangat hebat pengaruhnya sehingga

mengharuskan mereka beristirahat dari aktivitas sehari-hari, seperti sekolah atau

bekerja. Hal ini menujukan bahwa gejala gejala tersebut harus dapa di pahami

oleh setiap remaja sehingga mereka dapat mengatasi gejala tersebut.


Pada tahun 1981 menunjukkan bahwa gejala Sindrom premenstruasi dialami

oleh 23% perempuan Indonesia, sedangkan di Jawa Timur perempuan yang


masuk ginekologi sekitar 40% perempuan yang mengeluh masalah sebelum

terjadi menstruasi. Pada tahun 2007, dari 259 subyek penelitian, terdapat 109

mahasiswi atau 42,9% yang mengalami sindrom premenstruasi. Angka ini

menunjukkan bahwa penderita Sindrom premenstruasi di Indonesia cukup banyak

sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mencegah dan

mengatasinya.

Penyebab sindrom pra menstruasi sampai saat ini belum jelas terungkap,

namun beberapa teori menyatakan antara lain disebabkan karena faktor hormonal

dimana terjadi ketidakseimbangan antara hormon, dimana estrogen lebih tinggi

dibandingkan dengan progesterone. Faktor lainnya adalah masalah kejiwaan,

yaitu masalah dalam keluarga, masalah sosial dan lain-lain juga memegang

peranan penting, yang lebih mudah menderita PMS adalah wanita yang lebih peka

terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap faktor-faktor

psikologis.

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa tertarik untuk melakukan

penelitian di SMA Plus PGRI Cibinong karena setelah melakukan survey

sebelumnya didapatkan sejumlah siswi yang tidak mengetahui tentang PMS, dari

permasalahan diatas perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut yang berkaitan

dengan pengetahuan remaja SMA tentang PMS di sekolah tersebut.


1.2 Rumusan Masalah
Angka Pre Menstruasi Syndrom (PMS) meningkat, salah satu penyebabnya

adalah faktor hormonal dimana terjadi ketidakseimbangan antara hormon, dimana

estrogen lebih tinggi dibandingkan dengan progesteron. Berbagai penelitian sudah

dilakukan untuk mengetahui penyebab dari PMS. Penelitian untuk meneliti

pengetahuan remaja terhadap Pra Menstruasi Syndrom (PMS) belum ada padahal

ini penting diketahui agar para remaja dapat menagani PMS.

1.3 Tujuan Penelitian


a. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang Pre Menstruasi

Syndrom (PMS).
b. Tujuan Khusus
Tujuan ini diharapkan agar siswi dapat mengetahui:
- Gambaran pengetahuan remaja di SMA Plus PGRI Cibinong tentang

pengertian Pre Menstruasi Syndrom (PMS).


- Gambaran pengetahuan remaja di SMA Plus PGRI Cibinong tentang

penyebab dari Pre Menstruasi Syndrom (PMS).


- Gambaran pengetahuan remaja di SMA Plus PGRI Cibinong tentang

bagaimana cara mengatasi Pre Menstruasi Syndrom (PMS).

1.4 Manfaat Penelitian


a. Manfaat teoritis
Penelitian ini memberikan pengetahuan dan wawasan keilmuan bagi

penulis dan pembaca sekalian.


b. Manfaat praktis
- Bagi Remaja
Sebagai sumber informasi dan bahan masukan bagi remaja, mengenai

faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sindrom premenstruasi


- Bagi Tempat Penelitian

Dapat dijadikan bahan bacaan di perpustakaan dan sebagai bahan

masukan bagi sekolah tersebut untuk memberikan informasi seputar masalah

Sindrom Premenstruasi.

- Bagi Peneliti

Dapat secara langsung mempraktekan apa yang sudah didapatkan

selama kuliah dan penelitian ini dapat menambah wawasan, pengetahuan

bagi peneliti, serta mengetahui bagaimana perilaku remaja putri dalam

mengatasi Sindrom Premenstruasi.

- Bagi Institusi Pendidikan

Dapat dijadikan bahan bacaan bagi yang memerlukan dan sebagai

bahan pertimbangan untuk penelitian yang akan datang.