Anda di halaman 1dari 6

KELOMPOK 6 ________ TULI SENSORI

KETUA KELOMPOK : M.WAHYULIL IKHSAN

ANGGOTA KELOMPOK :

1. Ernawati
2. Inayatul Insiyah
3. Dias Praheswari
4. Yustria puji Rahayu
1. Hsh
2. JdjTULI SENSORI

DEFINISI

Kerusakan telinga bagian dalam tepatnya di koklea, saraf pendegaran atau batang
otak, sehingga bunyi tidak dapat diproses.

KLASIFIKASI DAN ETIOLOGI


TULI SENSORI

Tuli Sensori Retrokoklea


Tuli Sensori Koklea

disebabkan oleh
oleh
oleh neuroma akustik,
enital)
tumor sudut pons serebelum
h bakteri/virus),
mieloma multiple
at streptomisin, kanamisin, garamisin, neomisin, kina
cedera otak
alkohol.
perdarahan otak
i sensorineural juga dapat disebabkan oleh tuli mendadak (sudden deafness),
is,
k, dan pajanan bising.

MANIFESTASI KLINIS
tinitus (telinga berdenging)
vertigo (berputar sensasi)
Nyeri di telinga dikaitkan dengan infeksi telinga, trauma, dan obstruksi pada kanal.
rasa gatal
pendegaran berkurang
Keseimbangan tubuhi tidak stabil
PATOFISIOLOGI

Perjalanan penyakit dari tuli sensorineural disebabkan oleh beberapa hal sesuai
dengan etiologi yang sudah disebutkan diatas. Pada tuli sensorineural (perseptif) kelainan
terdapat pada koklea (telinga dalam), nervus VIII atau di pusat pendengaran. Sel rambut
dapat dirusak oleh tekanan udara akibat terpapar oleh suara yang terlalu keras untuk jangka
waktu yang lama dan iskemia. Kandungan glikogen yang tinggi membuat sel rambut dapat
bertahan terhadap iskemia melalui glikolisis anaerob.
Sel rambut juga dapat dirusak oleh obat-obatan, seperti antibiotik aminoglikosida dan
agen kemoterapeutik cisplatin, yang melalui stria vaskularis akan terakumulasi di endolimfe.
Hal ini yang menyebabkan tuli telinga dalam yang nantinya mempengaruhi konduksi udara
dan tulang. Ambang pendengaran dan perpindahan komponen aktif membran basilar akan
terpengaruh sehingga kemampuan untuk membedakan berbagai nada frekuensi yang tinggi
menjadi terganggu. Akhirnya, depolarisasi sel rambut dalam tidak adekuat dapat
menghasilkan sensasi suara yang tidak biasa dan mengganggu (tinnitus subyektif). Hal ini
bias juga disebabkan oleh eksitasi neuron yang tidak adekuat pada jaras pendengaran atau
korteks auditorik.
Kekakuan membran basilar mengganggu mikromekanik yang akan berperan dalam
ketulian pada usia lanjut. Tuli telinga dalam juga disebabkan oleh sekresi endolimfe yang
abnormal. Jadi, loop diuretics pada dosisi tinggi tidak hanya menghambat kotranspor Na+
-K+ -2Cl- ginjal, tetapi juga di pendengaran. Kelainan genetik pada kanak K+ di lumen juga
diketahui menyebabkan hal tersebut. Kanal K+ terdiri atas dua subunit (IsK/KvLQT1) yang
juga diekspresikan pada organ lain, berperan dalam proses repolarisasi. Defek KvLQT1 atau
IsK tidak hanya mengakibatkan ketulian, tetapi juga perlambatan repolarisasi miokardium.
Ganggguan penyerapan endolimfe juga dapat menyebabkan tuli di mana ruang
endolimfe menjadi menonjol keluar sehingga mengganggu hubungan antara sel rambut dan
membran tektorial (edema endolimfe). Akhirnya, peningkatan permeabilitas antara ruang
endolimfe dan perilimfe yang berperan dalam penyakit Meniere yang ditandai dengan
serangan tuli dan vertigo.
PENATALAKSANAAN

Tuli sensorineural tidak dapat diperbaiki dengan terapi medis atau bedah tetapi dapat
distabilkan. Tuli sensorineural umumnya diperlakukan dengan menyediakan alat bantu
dengar (amplifikasi) khusus. Volume suara akan ditingkatkan melalui amplifikasi, tetapi suara
akan tetap teredam. Saat ini, alat bantu digital yang di program sudah tersedia, dimana dapat
diatur untuk menghadapi keadaan yang sulit untuk mendengarkan.
Alat bantu dengar :
1. CROS (contralateral routing of signals)
Alat ini digunakan oleh penderita yang hanya mengalami gangguan fungsi pendengaran
pada salah satu telinganya.Mikrofon dipasang pada telinga yang tidak berfungsi dan
suaranya diarahkan kepada telinga yang berfungsi melalui sebuah kabel atau sebuah
transmiter radio berukuran mini.Dengan alat ini, penderita dapat mendengarkan suara
dari sisi telinga yang tidak berfungsi.
2. BICROS (bilateral CROS)
Jika telinga yang masih berfungsi juga mengalami penuruna fungsi pendengaran yang
ringan,maka suara dari kedua telinga bisa diperkeras dengan alat ini.
3. Alat Bantu Dengar Hantaran Udara
Alat ini paling banyak digunakan, biasanya dipasang di dalam saluran telinga dengan
sebuah penutup kedap udara atau sebuah selang kecil yang terbuka.
Tuli sensorineural yang disebabkan oleh penyakit metabolik tertentu (diabetes,
hipotiroidisme, hiperlipidemia, dan gagal ginjal) atau gangguan autoimun (poliartritis dan
lupus eritematosus) dapat diberikan pengobatan medis sesuai penyakit yang mendasarinya.
Beberapa individu dengan tuli sensorineural yang berat, dapat dipertimbangkan untuk
melakukan implantasi bedah perangkat elektronik di belakang telinga yang disebut implan
koklea yang secara langsung merangsang saraf pendengaran.

ASUHAN KEPERAWATAN TULI SENSORI

PENGKAJIAN

Perawat perlu melakukan anamnesa dari keluhan klien seperti :


- Nyeri saat pinna dan tragus bergerak
- Nyeri pada liang telinga
- Telinga terasa tersumbat
- Perubahan pendengaran
- Keluar cairan dari telinga yang berwarna kehijauan
Riwayat kesehatan yang perlu ditanyakan kepada klien diantaranya adalah:
- keluhan utamanya biasanya pasien pendengarannya berkurang total
- Apakah klien dalam waktu dekat lalu berenang di laut, kolam renang ataukah
didanau?
- Apakah klien sering mengorek-ngorek telinga sehingga mengakibatkan nyeri
setelah dibersihkan?
- Apakah klien pernah mengalami trauma terbuka pada liang telinga akibat terkena
benturan sebelumnya?
- Apakah klien seorang petinju atau pegulat yang sering mengalami trauma pada
telinganya?

Pemeriksaan fisik
- B1(breathing) : infeksi saluran pernafasan atas yang berulang
- B2(blood) : tidak ada kelainan pada sistem kardiovaskuler
- B3(brain) : pusing, vertigo,nyeri, rasa penuh pada telingga
- B4(bladder) : tidak ada kelainan
- B5(bowel) : tidak ada kelainan
- B6(bone&muskuluskeletal) : malaise, aktivitas terbatas, suhu meningkat

DIAGNOSA KEPEREWATAN YANG MUNCUL

1. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan fungsi tubuh


2. Gangguan sensori / presepsi berhubungan dengan kerusakan pada telinga dalam
3. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan nyeri
4. Nyeri berhubungan dengan proses peradangan
.
DIAGNOSA PRIORITAS
Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan fungsi tubuh

ANALISA DATA
Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan fungsi tubuh
Definsi : Konfusi dalam gambaran mental tentang diri fisik individu
Batasan karateristik :
Gangguan pandagan tentang tubuh seseorang (penampilan, struktur, fugsi)
Gangguan fugsi tubuh
Trauma terhadap bagian tubuh yang tidak berfungsi
Faktor yang berhubungan
Perubahan fungsi tubuh (karena anomali, penyakit, medikasi, kehamilan, radiasi,
pembedahan, trauma, dll)
Data Subjektif
Bisanya pasien mengatakan sulit melakukan interaksi secara cepat
Biasanya pasien mengatakan pendegaran berkuarang
Data Objektif
hasil tes rinne negatif
hasil tes weber ada lateralisasi ke arah telinga kontralateral (telinga sehat)

NOC (KRITERIA HASIL )


citra tubuh (presepsi terhadap penampilan dan fugsi tubuh )
kepuasan dengan fugsi tubuh
penyesuaian terhadap perubahan fugsi tubuh

NIC (INTERVENSI )
1. Dorong klien mengungkapkan perasaannya
Rasional : mengetahui keluhan yang dirasakan
2. Berikan stimulasi positif mengenai penerimaan klien terhadap dirinya
Rasional : Dukungan yang besar kepada klien dapat membantu klien perlahan-lahan
menerima keadaannya
3. Ajak keluarga dalam berpartisipasi memberikan dukungan kepada klien
Rasional : Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu
proses rehabilitasi yang bertahap pada klien
4. Kolaborasi dengan dokter dengan tindakan pembedahan
Rasional : tindakan pembedahan dapat membatu klien memperoleh pendengaran yang
baik
5. Menggunakan alat bantu pendengaran, seperti koklear implant.
Rasional : dengan menggunakan alat bantu pendengaran meningkatkan respon
pendengaran klien, sehingga klien dapat mendengar suara dengan normal, sehingga
komunikasi klien dengan orang lain tetap lancar.