Anda di halaman 1dari 5

Alternatif Sumber-Sumber Dana

Sumber dana yang ada ada dari Proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Sumber
Kedung Kandang Desa Kademangan Kecamatan Gondang Legi Kabupaten Malang
kita ketahui dikelola dari Dinas Pengairan maka dari itu sumber pembiayaan nya
berasal dari dana pemerintah dengan nama lain melalui sumber pembiayaan
konvensional yakni APBD. Setelah kita menghitung atau menguji kelayakan proyek
dari beberapa metode pada evaluasi yang telah dilakukan diketahui hasilnya adalah
proyek ini dapat dilaksanakan, setelah kita mengetahui bahwa proyek ini layak maka
selanjutnya kita melihat apakah kedepan nya proyek ini akan dibiayai dari sumber
pembiayaan konvensional yakni APBD sepenuhnya ataukah ada alternatif sumber-
sumber dana lainya yang mungkin dapat mendukung dan memudahkan pembiayaan
dari proyek pemeliharaan jaringan irigasi ini tersebut.

Meskipun proyek ini termasuk dalam proyek infrastruktur public dimana kita
tau bahwa dengan nama lain proyek ini merupakan proyek yang dibiayai oleh
pemerintah, namun tidak selamanya sumber biaya yang digunakan berasal dari
pemerintah yakni dana APBD namun juga kita bias mencari alternatif lain yakni
dengan mengaitkan atau melibatkan pihak swasta. Upaya melibatkan pihak swasta
dalam berbagai proyek pemerintah bukan tanpa alasan kuat. Ide ini terutama dilandasi
oleh pemikiran bahwa pemenuhan infrastruktur publik memerlukan dana yang besar.
Sementara, kebutuhan infrastruktur terus meningkat baik karena pertambahan
penduduk maupun untuk penggantian infrastruktur lama yang telah usang. Jika
pembangunan hanya mengandalkan dana yang bersumber dari pemerintah, maka
usaha menyediakan infrastruktur yang layak akan sulit diwujudkan. Pada akhirnya,
negara/daerah menjadi semakin tidak kompetitif karena tidak mampu menyediakan
infrastruktur secara memadai.

Salah satu bentuk kerjasama antara pihak pemerintah dan pihak swasta adalah
KPS (Kerjasama Pemerintah Swasta) atau PPP (Public Private Patnership) Konsep
kerjasama pemerintah dan swasta memiliki dimensi yang cukup luas, sehingga
berbagai institusi mendefinisikan dengan cara yang berbeda. Meskipun demikian,
esensi Public Private Partnership terletak pada kerjasama penyediaan hingga
pengoperasian infrastruktur publik yang melibatkan pihak pemerintah dan swasta.
Sebuah kerangka kerjasama yang kuat dalam Public Private Partnership yakni
mencakup ke dalam aspek pembagian tugas, kewajiban dan resiko antara pihak
pemerintah dan swasta secara optimal. Pihak pemerintah dalam konsep PPP bisa
merupakan sebuah kementerian, departemen, kabupaten/kota atau badan usaha milik
negara.

Kerjasama pemerintah dengan pihak swasta dalam skema public private


partnership memiliki berbagai bentuk dan tidak ada satupun model yang persis sama
dengan model lainnya. Dalam prakteknya merupakan kombinasi dari fungsi-fungsi
berikut :

Berdasarkan keterangan diatas ada 4 model dari KPS atau PPP ini tersebut dan
untuk Proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Sumber Kedung Kandang Desa
Kademangan Kecamatan Gondang Legi Kabupaten Malang model atau metode yang
bias digunakan untuk alternative sumber-sumber dana adalah model DBFO (Design-
Build-Finance and-Operate) dimana DBFO ini sektor public yakni pemerintah dan
dalam proyek ini yakni bisa dari Dinas Pengairan maupun dinas terkait seperti Dinas
PU yang akan melakukan kontrak kerjasama dengan pihak swasta bisa dari
perusahaan konsultan atau kontraktor tertentu untuk mulai dari merancang
bagaimana system irigasi tersebut akan dibuat dan membangun jaringan irigasi ini
dengan mengedepankan kualitas dari material ini lalu membiayai mulai dari biaya
materil awal sampai biaya operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi ini serta
mengoperasikan proyek tersebut. Keterlibatan pihak swasta ini untuk penyediaan
infrastruktur publik dalam hal ini adalah jaringan irigasi dapat dibiayai dari
penghimpunan dana swasta seperti perbankan dan pasar modal. Penyedia akan
membangun, memelihara dan mengoperasikan infrastruktur ini untuk memenuhi
kebutuhan dari pihak pemerintah yang ditujukan untuk fasilitas kepada masyarakat.

Penyedia atau perusahaan konsultan ini akan dibayar sesuai dengan layanan
yang diberikan untuk suatu standar kinerja tertentu yang sudah disepakati dalam
kontrak awal. Dapat disimpulkan bahwa model pembiayaan dari DBFO (Design-
Build-Finance and-Operate) ini awalnya melalui kontrak atau perjanjian dimana
selama masa kontrak kerja dengan pemerintah ini biaya perancangan, pembangunan,
pengoperasian dan pemeliharaan dibiayai oleh pihak swasta atau perusahaan
konsultan tersebut kemudian pihak swasta ini akan memberikan laporan atau hasil
dari kerja mereka kepada pihak pemerintah terkait seperti Dinas Pengairan ataupun
Dinas PU yang nantinya pihak swasta ini akan dibayar oleh pihak pemerintah atas
kerja yang mereka hasilkan sesuai dengan kontrak yang telah ditentukan.

Pemilihan model DBFO (Design-Build-Finance and-Operate) dipilih karena pertama


model ini biasanya digunakan untuk proyek dengan jangka panjang, seperti yang
diketahui bahwa Proyek Pemeliharaan Jaringan Irigasi Sumber Kedung Kandang
Desa Kademangan Kecamatan Gondang Legi Kabupaten Malang ini mulai dari tahun
1997 dimana untuk evaluasi pembiayaan nya dilakukan selama 10 tahun dan jika kita
bandingkan untuk kondisi sekarang pemeliharaan ini jika akan berjalan hampir 20
tahun yang termasuk dalam jangka panjang. Kemudian juga dengan adanya model ini
dimana pihak swasta merupakan pihak yang mengelola pembangunan hingga
pemeliharaan proyek ini sehingga tentunya tenaga atau pekerja nya sudah ahli dalam
bidangnya selain itu juga mereka lebih besar kemungkinan untuk selalu memelihara
dan mengevaluasi jaringan irigasi tersebut karena pihak swasta ini sudah terikat
dengan kontrak awal dengan pemerintah, sehingga mereka mempunyai atau
mengemban tanggung jawab dari kontrak tersebut. Selain itu mereka juga digaji oleh
pemerintah sesuai dengan hasil kinerja yang mereka lakukan. Hal tersebut tentunya
akan lebih baik dibandingkan dengan pemerintah yang mengelola karena biasanya
masalah muncul dari dana, terkadang dana seperti APBD yang membutuhkan waktu
untuk keluar dan juga terkadang macet membuat Dinas terkait tidak bisa untuk
memelihara karena tersendat oleh dana yang belum keluar. Selain itu ada beberapa
keuntungan atau benefit yang dirasakan pada saat masuknya pihak swasta melalui
pola kemitraan dengan pemerintah memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah

1.Tersedianya alternatif berbagai sumber pembiayaan;


2.Pelaksanaan penyediaan infrastruktur lebih cepat;
3.Berkurangnya beban (APBN/APBD) dan risiko pemerintah;
4.Infrastruktur yang dapat disediakan semakin banyak;
5.Kinerja layanan masyarakat semakin baik;
6.Akuntabilitas dapat lebih ditingkatkan;
7.Swasta menyumbangkan modal, teknologi, dan kemampuan manajerial.