Anda di halaman 1dari 9

IV.15.

ANALISIS SWOT KAWASAN PERENCANAAN


1. ANALISIS SWOT STRUKTUR PERUNTUKAN LAHAN
STRENGTHS : WEAKNESS :
Kegiatanekonomi utama Terdapat kawasan
kawasan adalah kumuh baik di area
perdagangan dan jasa permukiman maupun di
INTERNAL Merupakan kawasan bantaran sungai
EKTERNAL perkotaan yang tumbuh Belum adanya wadah
cepat (peruntukan lahan
Memiliki sempadan sungai khusus) untuk PKL yang
(Bengawan Solo) sebagai terpusat
pendukung RTH
OPPORTUNITIES: STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Merupakan kawasan Pengembangan Penataan bangunan
perbatasan dengan pengembangan koridor kumuh sesuai dengan
kabupaten lain Jalan Kyai Mojo sebagai standar dan
Pengembangan fasilitas peruntukan lahan komersil pembebasan lahan yang
komersial sangat terbuka Pengembagan RTH digunakan untuk
karena lokasi yang Sungai Bengawan Solo permukiman illegal/ yang
strategis untuk menampilkan image lokasinya tidak sesuai
Pengembangan fasilitas kawasan Gerbang Masuk dengan kebijakan
transportasi Kota Pengaturan terhadap
Dekat dengan kawasan Kesimanbungan arahan PKL yang memakai bahu
pusat ekonomi di peruntukan lahan dengan jalan dengan pengaturan
Semanggi pengembangan kawasan jam operasional maupun
pusat ekonomi di pemindahan lokasi
Semanggi
Pengembangan sarana
prasarana pendukung
transportasi di kawasan
komersil
THREATS: STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Kawasan perencanaan Pengembangan Pemindahan
merupakan wilayah yang sempadan Sungai permukiman kumuh yang
rawan banjir dan Bengawasan Solo masih menempati
genangan sebagai kawasan RTH bantaran sungai
sekaligus sebagai Bengawan Solo
kawasan resapan air
dengan pemilihan
vegetasi yang sesuai
Pemanfaatan jaluh hijau di
sepanjang koridor jalan
sebagai resapan air
dengan penambahan
komponen sumur resapan

2. ANALISIS SWOT RTH


STRENGTHS : WEAKNESS :
Memiliki sempadan Jenis vegetasi tutupan
sungai sebagai kawasan lahan masih kurang
RTH sesuai
INTERNAL Kawasan Sempadan Ruang terbuka privat
EKTERNAL memiliki nilai historis sangat terbatas
terkait Dermaga Jalur hijau jalan belum
Semanggi dan Kapal maksimal
Kyai Rajamala yang
pernah ada
OPPORTUNITIES STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Aktivitas budaya (Grebeg Pengembangan RTH Sosialisasi arahan
Semanggi) yang rutin sempadan sungai penyediaan RTH privat
dilakukan di kawasan Bengawasan Solo dengan baik untuk permukiman
sempadan Bengawan mengangkat nilaihistoris dan pelaku kegiatan
Solo kawasan dan disesuaikan komersil
dengan kebutuhan untuk
daya dukung lingkungan
Mengangkat kembali
eksistensi dermaga
semanggi dan kapal
Rajamala sebagai
komponen yang ada di
dalam RTH Sempadan
Sungai
THREATS STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Kepadatan volume jalan Pemilihan vegetasi Pembangunan kembai
utama Kyai Mojo tanaman yang sesuai jalur hijau yang lebih
membutuhkan sebagai penyerap air di optimal dengan vegetasi
penghijauan yang setiap RTH yang ada di tanaman yang sesuai di
memadai kawasan perencanaan sepanjang koridor Jalan
Kawasan perencanaan Kyai Mojo
berlokasi dekat dengan
sungai dan merupakan
kawasan banjir
3. ANALISIS SWOT INTENSITAS BANGUNAN
STRENGTHS : WEAKNESS :
KLB kawasan KDB kawasan
permukiman cukup terbangun cukup tinggi
INTERNAL rendah (mayoritas 1 (80-100%)
EKTERNAL lantai) Kepadatan bangunan
yang cukup tinggi
memperbesar bahaya
kebakaran
OPPORTUNITIES STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Lokasi strategis dapat Penyesuaian ketentuan Pembatasan intensitas
menarik dalam KLB dengan jenis fungsi bangunan pada titik
mengembangkan bangunan tertentu untuk
bangunan komersial di mengurangi dampak
sepanjang koridor Jalan bahaya kebakaran
Kyai Mojo
THREATS STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Intensitas bangunan di Pengaturan ketentuan Pengaturan kembali KLB,
kawasan sekitar yang intensitas bangunan KBD, GSB yang lebih
tinggi kawasan perencanaan proporsional antara
Termasuk kawsan memperhatikan kondisi kawasan perencanaan
bahaya bencana banjir yang ada dengan kawasan
permukiman sekitar
Sosialisasi rencana
kebijakan kepada pihak
terdampak
4. ANALISIS SWOT TATA MASA BANGUNAN
STRENGTHS : WEAKNESS :
Sudah memiliki regulasi Terdapat bangunan
dalam RTRW Kota yang belum sesuai
Surakarta dan RDTR regulasi seperti dalam
Kawasan I GSB dan penyediaan
INTERNAL
Memiliki langgam lahan parkir komersil
EKTERNAL
bangunan yang berbeda Adanya permukiman
dipengaruhi oleh kumuh yang padat dan
keberadaan etnis arab belum tertata dengan
dan campuran baik

OPPORTUNITIES STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)


Penataan kawasan Penguatan regulasi tata Sosialisasi reward/
dengan orientasi sebagai bangunan yang insentif
gerbang masuk Kota membentuk wajah Regulasi penataan
Surakarta dari arah timur kawasan dengan permukima dengan tata
keberagaman langgam masabangunan yang
sebagai ciri khas medukung wajah
kawasan kawasan
THREATS STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Keberagaman aktivitas Pengaturan degree of Penataan kawasan yang
dan banyaknya enclosure ruang jalan, berorientasi keamanan
pergerakan menuntut penataan dan desain dankenyamanan di
penataan bangunan yang street furniture yang setiap aktivitas yang
aman dan nyaman bagi mendukung tata diwadahi
penghuninya bangunan
Arahan ekspresi
arsitektur bangunan
Arahan ketinggian
bangunan yang
membentuk skyline
5. ANALISIS SWOT SIGNAGE
STRENGTHS : WEAKNESS :
Banyak bangunan Keberadaan signage
komersil yang memiliki masih belum teratur
signage dan menjadi dapat merusak wajah
INTERNAL income PAD kawasan
EKTERNAL Signage kawasan cukup
lengkap seperti penunjuk
arah, nama jalan, jalur
evakuasi, penamaan
instansi, dsb
OPPORTUNITIES STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Peluang pemberian Penataan signage yang Penataan kembali
informasi yang kreatif informatif dan menambah signage dan regulasi
dengan kemajuan keindahan penataan reklame
teknologi Memanfaatkan kerjasama pribadi/ komersil
Tawaran kerjasama mutual support untuk Penyesuaian signage
pemanfaatan signage regulasi signage pribadi/ komersil yang
untuk peningkatan PAD lebih informatif dan
memanfaatkan kemajuan
teknologi
THREATS STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Kreativitas tampilan Pengaturan desai Pengaturan kembali
signage dan representasi signage maupun street keberadaan signage
karakter kawasan furniture yang yang disesuiakan dengan
sebagai Gerbang masuk merepresentasikan wajah kawasan yang
Kota Surakarta identitas kawasan dan akan ditonjolkan
Nilai sejarah dan budaya mengandung nilai historis
Rajamala sebagai wajah
kawasan
6. ANALISIS SWOT JALAN DAN SIRKULASI
STRENGTHS : WEAKNESS :
Klasifikasi Jalan Kyai Masih kurangnya sarana
Mojo sebagai kolektor pelengkap jalan seperti
sekunder jalur hijau, pedestrian
Dilewati oleh BST koridor dan halte
15 Masih terdapat parkir on
Dekat dengan pusat Kota street dan loading dock
Surakarta dan Keraton yang memakai bahu
INTERNAL
Menjadi jalur masuk jalan
EKTERNAL
menuju kawasan Pergerakan kendaraan
Semanggi (kawasan yang tinggi dengan
Pasar Klithikan dan moda yang melewati
Rusun Semanggi) Jalan Kyai Mojo cukup
beragam
Kondisi badan jalan
yang rusak dan rawan
genangan
OPPORTUNITIES STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Kemudahan linkage Pengaturan arus Penataan pedestrian dan
dengan wilayah sekitar pergerakan pada pedestrian linkage
Adanya sub terminal di perpindahan hirarki jalan Sosialisasi pelaku usaha
kawasan Semanggi Penataan kembali alur untuk meyediakan lahan
Perlunya kenyamanan sirkulasi dan in out Jalan parkir
pergerakan dengan Kyai Mojo dengan Jalan Pemasangan signage
keberadaan penenda dan disekitarnya yang lebiha efektif dan
sarana pelengkap jalan informatif untukmengatur
yang tidak mengganggu alur, tempat
aksesibilitas pemberhentian, parkir,
dan penunjuk arah
THREATS STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Pengaturan sirkulasi Peningkatan pelayanan Pengaturan sirkulasi
kendaraan berat dan moda transportasi umum pergerakan tiapmoda
kendaraan pribadi untuk mengurangi transportasi
Keterpaduan dengan kemacetan Perbaikan jalan dan
moda transportasi umum Pembangunan kantong- rambu-rambu yang
dan kantong parkir kantor parkir di lokasi mempermudah
bersama untuk strategis pengguna jalan
mengurangi kemacetan
(mendukung
pengembangan konsep
park and ride)

7. ANALISIS SWOT CITRA KAWASAN


STRENGTHS : WEAKNESS :
Sudah memiliki embrio Image kawasan belum
citra kawasan ditampilkan secara jelas
berdasarkan budaya sebagai identitas
setempat kawasan seperti
Merupakan kawasan landmark kawasan
INTERNAL
sempadan Sungai Landmark kawasan
EKTERNAL
Bengawan Solo (memiliki belum terlihat
karakter waterfront) Nilai historis kawasan
Adanya event tahunan belum diangkat sebagai
Grebeg Semanggi yang citra kawasan
berlangsung si bawah
Jembatan Mojo
OPPORTUNITIES STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Sejarah keberadaan Penguatan citra kawsan Penambahan landmark
Dermaga Semanggi dan dengan tampilan jalan sebagai ekspresi citra
kapal Kyai Rajamala yang Kyai Mojo yang kawasan (Dermaga
dulunya berlokasi di dekat mendukung ekspresi Semanggi dan Kapal
gapura batas kota gerbang masuk Surakarta Kyai Rajamala)
Peluang menampilkan Pelestarian Gapura Batas
ekspresi citra kawasan Kota sebagai aset citra
sebagai gerbang masuk kawasan
Kota Surakarta Penataan sempadan di
bawah Jembatan Mojo
dengan menanpilkan
kembali minatur dermaga
Semanggi dan Kapal
Rajamala
THREATS STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Penataan kawasan Penataan fasad dan tata Pelibatan masyarakat
sempadan sungai yang bagunan sepanjang Jalan dalam mengekspresikan
rawan banjir sebagai RTH Kyai Mojo yang budaya khas kawasan
dan kawasan historis bernafaskan historis
Tampilan fasad kawasan maupun urban
sepanjang koridor Jalan culture
Kyai Mojo yang sesuai
dengan citra dan historis
kawasan

8. ANALISIS SWOT TATA KUALITAS LINGKUNGAN


STRENGTHS : WEAKNESS :
Dukungan pemerintah Kawasanyang rawan
dalam penataan terhadap banjir dan
lingkungan genangan
Kondisi drainase yang
belum baik
Keberadaan
INTERNAL
permukiman kumuh
EKTERNAL
Merupakan kawasan
sempadan sungai
Pencemaran Sungai
Jenes oleh limbah Batik
Kurangnya kesadaran
masyarakat dalam
menjaga lingkungan
OPPORTUNITIES STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Nilai gotong royong Penguatan regulasi Sosialisasi dan pelibatan
masyarakat pembangunan masyarakat dalam
Kerjasama dalam berkelanjutan penataan lingkungan
pengelolaan limbah batik Perbaikan jaringan
dan limbah badan usaha drainase dan
Keberadaan IPAL pembangunan baru
Semanggi jaringan drinase dengan
kapasitas yang lebih
besar
Sosialisasi peyediaan
IPAL industri oleh pelaku
usaha
Pengoptimalan
keberadaan IPAL
Semanggi
THREATS STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Degradasi kualitas Penguatan regulasi Penerapan pro lingkugan
lingkungan penataan dan di setiappembangunan
peningkatan kalitas fisik kawasan seperti
lingkungan sumur resapan dan
penghijauan

9. ANALISIS SWOT UTILITAS KAWASAN


STRENGTHS : WEAKNESS :
Sudah memiliki Pemeliharan jaringan
infrastruktur utilitas utilitas lingkungan
kawsan kurang terintegrasi
Terdapat regulasi terkait Kendala distribusi sistem
INTERNAL
pengembangan utilitas yang kurang
EKTERNAL
infrastruktur kawsan merata
Kesadaran masyarakat
terhadap kualitas utilitas
lingkungan belum
merata
OPPORTUNITIES STRATEGI (SO) STRATEGI (WO)
Peluang kerjasama Penguatan regulasi dan Sosialisasi kualitas
investasi jaringan pengewasan lingkungan dan dampak
infrastruktur implementasi di lapangan lingkungan kepada
Kemudahan perijinan masyarakat
investasi pengembangan Penerapan Sanksi untuk
infrastruktur utilitas perusak prasarana
lingkungan utilitas lingkungan
THREATS STRATEGI (ST) STRATEGI (TW)
Kepadatan bangunan Integrasi sistem utilitas Sosialisasi metode
tinggi dan kondisi jalan lingkungan dengan pemeliharaan jaringan
sempit daerah lain utilitas lingkungan
Mengikut sertakan
masyarakat dalam
pemeliharaan jaringan
utilitas lingkungan