Anda di halaman 1dari 6

1.

Diare
Diare adalah berak cair yang melebihi dari kebiasaan sehari hari. Diare sangat
bebahaya karena terjadi kehilangan cairan. Keadaan ini diumpamakan seperti tanaman
yang kekurangan cairan, sehingga lama - kelamaan akan layu dan mati. Begitu juga
dengan manusia, bila terjadi diare maka tubuh akan kehilangan cairan dan apabila
keadaan ini tidak ditangani maka dapat menyebabkan kematian.

Diare adalah buang air besar encer atau cair yang lebih dari tiga kali sehari
(WHO, 1992).
b. Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang
air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air
berlebihan.
c. Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari
biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau
setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi BAB yang meningkat.

Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena
frekuensi buang air besar satu kali atau lebih dengan bentuk tinja yang encer atau
cair. Disebut juga dengan mencret.
Diare adalah penyakit berak-berak dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari.
Bahaya dari diare adalah kehilangan cairan tubuh yang terlalu banyak sehingga
penderita menjadi lemas, bila tidak segera ditolong dapat mengakibatkan pingsan.
Diare pada anak-anak dapat membahayakan jiwanya, disamping mencret dapat pula
timbul demam dan berak penderita bercampur dengan darah

Diare adalah suatu keadaan dimana frekuensi buang air besar lebih dari 4 x pada
bayi dan
lebih dari 3 x pada anak-anak dengan konsistensi encer, dapat berwarana hijau atau
bercampur lendir dan darah atau lendir saja

menjelaskan kondisi dimana buang air besar (tinja) yang longgar dan berair. Hal ini
sangat umum dan biasanya tidak serius. Banyak orang akan menderita penyakit diare
sekali atau dua kali setiap tahun. Ini biasanya berlangsung dua sampai tiga hari
dan dapat diobati dengan obat. Diare adalah penyakit yang dapat terjadi akibat
kebersihan lingkungan yang kurang. Diare dapat menyebabkan sindrom iritasi usus
atau penyakit kronis lainnya dari usus besar.

Pengertian Diare yaitu penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang
air besar dari biasanya, yang disertai perubahan bentuk konsistensi tinja dari
penderita. Dokter menggolongkan diare sebagai osmotik, sekretori, atau
eksudatif.

Diare Osmotik berarti bahwa sesuatu di usus mengambil air dari tubuh untuk
dimasukkan ke usus. Diare Sekretori terjadi ketika tubuh melepaskan air ke dalam
usus ketika itu tidak seharusnya terjadi. Banyak infeksi, obat-obatan, dan kondisi
lain yang menyebabkan diare sekresi. Sedangkan diare Exudative mengacu pada
keberadaan darah dan nanah dalam tinja. Hal ini terjadi dengan penyakit usus
inflamasi, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif, dan beberapa infeksi.

Penyakit diare dapat menyerang siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa.
Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar
yang terus-menerus dan tinja atau feses memiliki kandungan air yang berlebihan.

2. PENYEBAB DIARE
Diare disebabkan oleh masuknya kuman kedalam tubuh melaui perantara hewan, kuman
yang berada dalam makanan, air, melalui tubuh (tidak mencuci tangan waktu makan).
Penyebab lainnya dalah :
a. Kondisi psikologis yang tidak stabil
b. Makanan yang merangsang peristaltic usus
c. Makanan pedas, dll.

Penyebab Diare
a. Infeksi
1). Infeksi enteral
Adalah infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab diare.
a). Infeksi bakteri: vibrio, E. coli, Salmonella, Sigela, Campylobakteri, Yersenia,
Aerromonas.
b). Infeksi virus : Entro virus, adenovirus, Rotavirus, Astovirus dll.
c). Infeksi parasit : Cacing protozoa dan jamur.
2). Infeksi Parentral
Adalah infeksi diluar alat pencernaan makan seperti otitis media akut (OMA)
tonsillitis/ Tonsiloparingitis, bronkhopnemonia , encepalitis dsb. Keadaan ini
terutama tedapat pada anak kurang dari 2 tahun.
Keterangan :
Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus.
Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar. Makanan yang
tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. Di lain
pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air
tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada
diare.

b. Faktor Malabsorsi
1). Malabsorbsi karbohidrat
2). Malabsorbsi lemak
3). Malabsorbsi Protein
c. Faktor makanan: Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
d. Psikologis : rasa takut dan cemas
Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare:
a. Tidak memadainya penyediaan air bersih
b. Air tercemar oleh tinja
c. Pembuangan tinja yang tidak hygienis
d. Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek
e. Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya
f. Penghentian ASI yang terlalu dini

3. Klasifikasi Diare
a. Menurut perjalanan penyakit :
1) Akut : jika kurang dari 1 minggu
Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-
berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam.
2) Berkepanjangan : jika antara 1 minggu sampai 14 hari
3) Kronis : jika > 14 hari dan disebabkan oleh non infeksi
4) Persisten : Jika >14 hari dan disebabkan oleh infeksi
b. Menurut patofisiologi :
1). Gangguan absorbsi
2). Gangguan sekresi
3). Gangguan osmotik

c. Menurut penyebab
1). Infeksi : Virus, bakteri, parasit,jamur
2). Konstitusi
3). Malabsorbsi
d. klasifikasi berdasasarkan gangguan faal:
1). Dorongan didalam usus normal yang terlalu cepat , yang dapat disebabkan oleh:
a). Rangsangan syaraf yang abnormal terdapat pada : psycogenic diarrhea atau
keracunan mecholyl.
b). Pengaruh zat kimia terhadap motilitas yang abnormal, misalnya pada: sindroma
karsinoid, penyakit addisons, thirotoksikosis.
c). Iritasi pada intestine misalnya pada: pemakaian oleum recine, colitis
ulserative, perikolil abses.
d).Hilangnya simpanan di kolon misalnya pada: destruksi sphincter ani, ileostomi
dll.
2). Gangguan pencernaan makanan karena :
a). Hilangnya fungsi reservoit dari lambung, misalnya pada postgastrektom timbul
sindroma dumping.
b). Penyakit pancreas.
c). Insufisiensi sepanjang intestine.
d). Kemungkinan adanya sekresi abnormal dari HCL, misalnya pada sindroma zollinger
Ellison.
3). Absorbsi abnormal pada pencernaan makanan, misalnya penyakit hati, penyakit
pada intestine, obstruksi mesenteric ( karsinomatosis atau pada TBC).
4. Pathogenesis
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah:
a. Gangguan osmotic
Akibat terdapat makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan
osmotic dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit
kedalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk
mengeluarkanya sehingga timbul diare.
b. Gangguan sekresi
Akibat rangsang tertentu ( Misalnya toksin pada dinding usus akan terjadi
peningkatan sekresi, air dan elektrolit kedalam rongga usus selanjutnya timbul
diare karena terdapat peningkatan isi rongga usus
c. Gangguan motilitas usus
Hiperpristaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus menyerap makan
seingga timbul diare. Sebaliknya bila pristaltik menurun akan mengakibatkan bakteri
tumbuh berlebihan yang menyebabkan diare.
PENYEBAB DIARE
1. Virus
2. Kuman/bakteri
3. Parasit
4. Susu yang tidak cocok (biasanya pada bayi)

Penyebab penyakit diare


Penyebab paling umum dari diare adalah virus yang menginfeksi usus. Infeksi
biasanya berlangsung selama dua hari dan kadang-kadang disebut flu usus atau flu
perut. Diare juga bisa disebabkan oleh:

Infeksi oleh bakteri (penyebab sebagian besar jenis keracunan makanan)


Infeksi oleh organisme lain
Makan makanan yang mengganggu sistem pencernaan
Alergi terhadap makanan tertentu
Obat-obatan
Terapi radiasi
Penyakit usus (penyakit Crohn, kolitis ulserativa)
Malabsorpsi (dimana tubuh tidak dapat cukup menyerap nutrisi tertentu dari diet)
Hipertiroidisme
Beberapa kanker
penyalahgunaan Laksatif
Penyalahgunaan alkohol
Operasi saluran pencernaan
Diabetes
Penyakit diare juga dapat mengikuti sembelit, terutama bagi orang-orang yang
mengalami sindrom iritasi usus besar. Diare harus dibedakan dari empat kondisi
lain. Meskipun kondisi ini dapat menyertai diare, mereka sering memiliki penyebab
yang berbeda dan perlakuan yang berbeda dari penyakit diare. Kondisi lain adalah:

inkontinensia feses, yang merupakan ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air


besar sampai waktu yang tepat.
urgensi dubur, yang merupakan dorongan mendadak untuk buang air besar yang begitu
kuat
evakuasi tidak lengkap, merupakan sensasi lain buang air besar
buang air besar segera setelah makan makan

8 Jenis-Jenis Makanan Yang Dapat Menjadi Pemicu Dan Penyebab Diare

No Comments. May, 24, 2013 Maria berita kesehatan


Penyakit Diare, Makanan Penyebab Diare, Penyebab Penyakit DiareSetiap orang pasti
pernah merasakan dan mengalami penyakit diare selama hidupnya. Mungkin penyebab
penyakit diare yang dialami adalah karena masuk angin, oleh bakteri, atau makanan.
Beberapa makanan seperti makanan pedas atau mengandung kopi dan membuat seseorang
menderita diare.

Kabar dalam penelitian makanan atau minuman dapat secara efektif menjadi pencahar
penyakit diare ini, sehingga saat bakteri diare ada dalam tubuh, justru makanan ini
menjadi penyebab penyakit diare dan malah menguras isi perut Anda. Ketahui ada
jenis makanan penyebab diare berikut ini.

1. Jeruk nipis

Jeruk nipis memiliki kandungan serat yang dapat menambah gas di dalam perut.
Kandungan tersebut dapat menajdikan lancarnya proses pencernaan dan buang air
besar. Namun, jika anda sedang diare, ada baiknya jangan mengonsumsi jeruk nipis
karena akan membuat Anda semakin sering buang air besar.

2. Kubis

Kubis memiliki zat sulfur dan serat, yang dapat menambah gas jika terdapat di dalam
pencernaan sehingga akan membuat penyakit ini semakin berat.

3. Bawang putih

Bawang putih adalah jenis umbi yang dapat menambah gas di dalam perut. Gas ini akan
mempersulit penyakit ini sembuh dari tubuh anda.

4. Kacang-kacangan

Jika pencernaan sulit, kacangan sangat baik untuk dikomsumsi. Namun jika anda
sedang mengalami diare, jauhkan jangkauan anda dari makanan ini.

5. Makanan pedas

Makanan yang pedas dan berminyak tidak cocok untuk proses pencernaan cepat dalam
tubuh. Di dalam perut, makanan ini akan membuat masalah pada pencernaan dan
memproduksi gas. Tak heran apabila setiap makan pedas Anda segera ingin buang air
besar.

6. Susu

Lebih baik jauhkan minuman ini apalagi dengan kondisi penyakit ini dan alergi
laktosa. Karena akan memperparah keadaan pencernaan.
7. Kopi

Kopi adalah pelancar pencernaan dan dapat menjadikan Anda rutin buang air besar.
Namun, jangan meminumnya saat saat sedang dilanda penyakit diare.

8. Buah leci

Buah yang hampir sama dengan rambutan ini dapat membuat sakit perut dan diare. Dan
menjadi penyebab penyakit diare. Untuk mencegah dan menghentikan diare, sangat
disarankan untuk konsumsi larutan oralit dari campuran air hangat, gula dan garam
untuk pertolongan pertama dan jauhkan makanan penyebab diare. Jika sakit tidak
berkurang, sebaiknya segera ke dokter.

Penyebab Diare

Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada yang menjadi
pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu:

Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.


Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak,
Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
Pemanis buatan
rotavirusBerdasar metaanalisis di seluruh dunia, setiap anak minimal mengalami
diare satu kali setiap tahun. Dari setiap lima pasien anak yang datang karena
diare, satu di antaranya akibat rotavirus. Kemudian, dari 60 anak yang dirawat di
rumah sakit akibat diare satu di antaranya juga karena rotavirus.

Di Indonesia, sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi
rotavirus. Bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan diare. Organisme-organisme
ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak
dicerna kemudian segera masuk ke usus besar.

Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding
usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat
sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan
tinja berair pada diare.

Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga
elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat
menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.

Selain karena rotavirus, diare juga bisa terjadi akibat kurang gizi, alergi, tidak
tahan terhadap laktosa, dan sebagainya. Bayi dan balita banyak yang memiliki
intoleransi terhadap laktosa dikarenakan tubuh tidak punya atau hanya sedikit
memiliki enzim laktose yang berfungsi mencerna laktosa yang terkandung susu sapi.

Tidak demikian dengan bayi yang menyusu ASI. Bayi tersebut tidak akan mengalami
intoleransi laktosa karena di dalam ASI terkandung enzim laktose. Disamping itu,
ASI terjamin kebersihannya karena langsung diminum tanpa wadah seperti saat minum
susu formula dengan botol dan dot.

Diare dapat merupakan efek sampingan banyak obat terutama antibiotik. Selain itu,
bahan-bahan pemanis buatan sorbitol dan manitol yang ada dalam permen karet serta
produk-produk bebas gula lainnya menimbulkan diare.

Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi
hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang
jelas dari rapuhnya tulang.

Orang tua berperan besar dalam menentukan penyebab anak diare. Bayi dan balita yang
masih menyusui dengan ASI eksklusif umumnya jarang diare karena tidak
terkontaminasi dari luar. Namun, susu formula dan makanan pendamping ASI dapat
terkontaminasi bakteri dan virus.

bukan faktor infeksi :


alergi makanan seperti susu dan protein dan makanan yang lainnnya. gangguan
metabolik dan malabsorbsi.. iritasi langsung yyangmungkin terjadi pada saluran
pencernaaan oleh makanan . obat-obatan seperti antibiotik atau obat yang lainnya
penyakit usus seperticolitis ulserative, crhon disease dan enterocolitis
ffaktor psikologis rasa takut dancemas yang anda rasakan juga dapat menjadi salah
satu penyebab dari penyakit ini
obsturi usus

HAL YANG DAPAT MENIMBULKAN DIARE


Makan tanpa cuci tangan yang bersih
Minum air mentah
Makan makanan yang dihinggapi lalat
Buang air besar di sembarang tempat
Lingkungan rumah yang kumuh dan kotor
Pemberian makanan tambahan ASI yang terlalu dini pada bayi