Anda di halaman 1dari 7

VISI

Visi Puslit Karet merupakan bagian integral dari visi PT RPN tahun 2020, yang dirumuskan
sebagai berikut:
Menjadi lembaga berbasis riset dan pengembangan teknologi perkebunan karet
berkelas dunia, berdaya saing dan terus berkembang

MISI

Misi dari Puslit Karet adalah:

Memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan mensejahterakan karyawan

STRATEGI

Menghasilkan dan memasarkan teknologi perkebunan karet yang dibutuhkan oleh pengguna,
menyediakan jasa kepakaran, melaksanakan tanggungjawab sosial (CSR), dan mengembangkan
investasi produktif

SEJARAH

Pengembangan lembaga penelitian karet diawali dari pembentukan Buitenzorg Botanic Garden
di Bogor, Jawa Barat pada tahun 1890-an, yang mulai melakukan penelitian tanaman perkebunan
antara lain: teh, kopi, tembakau dan karet. Selanjutnya, sejak tahun 1900-an dibentuk lembaga-
lembaga penelitian perkebunan di berbagai daerah dengan masing-masing mandat komoditas,
antara lain: Algemeen Proefstation voor Thee di Bogor (1916), Proefstation voor Rubber di
Bogor (1915), and Besoekisch Proefstation di Jember (1912). Pada tahun 1933 berbagai
lembaga penelitian perkebunan yang ada disatukan ke dalam pusat penelitian perkebunan
Centrale Proefstation Vereniging (CPV) sebagai berikut: Proefstation der CPV Bogor,
Proefstation der CPV Malang, Proefstation der CPV Jember. Pada perkembangan
selanjutnya, ketiga lembaga penelitian tersebut digabung menjadi satu lembaga penelitian
perkebunan saja yaitu Proefstation der CPV yang berkedudukan di Bogor.

Sementara itu pemerintah Belanda pada tahun 1941 juga membentuk lembaga penelitian karet
alam yang disebut dengan Nederlands Indische Instituut voor Rubber Onderzoek stichting
(NIRO Stichting), yang kemudian pada tahun 1948, lembaga tersebut diubah menjadi
Indonesisch Instituut vor Rubbber Onderzoek stichting (INIRO Stichting).

Setelah proses pengambilalihan perusahaan-perusahaan Belanda oleh pemerintah republik


Indonesia pada tahun 1957, maka Proefstation der CPV Bogor diubah namanya menjadi Balai
Penyelidikan Perkebunan Besar berkedudukan di Bogor dengan cabangnya di Jember, dan
Indonesisch Instituut vor Rubbber Onderzoek stichting (INIRO Stichting) menjadi Balai
Penyelidikan dan Pemakaian Karet. Kedua Balai Penyelidikan tersebut selanjutnya digabung
menjadi Balai Penelitian Perkebunan Bogor pada tahun 1968.

Setelah terbentuknya Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia (AP3I),


nama Balai Penelitian Perkebunan Bogor diubah menjadi Pusat Penelitian Perkebunan Bogor
pada tahun 1989. Tugas pokok Puslitbun Bogor antara lain melakukan penelitian rintisan untuk
semua jenis komoditi perkebunan tradisional yaitu: karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, teh
dan kina.

Lembaga penelitian perkebunan lain yang melaksanakan penelitian karet pada masa lampau
adalah: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Tanjung Morawa (P4TM) di Sumut
(berdiri tahun 1968), Balai Penelitian Perkebunan Sungei Putih (berdiri tahun 1981) di Sumut,
Balai Penelitian Perkebunan Sembawa di Sumsel (1981), dan Research Centre Getas (RC) Getas
di Jawa Tengah (1968). Setelah terbentuknya Asosiasi Penelitian dan Pengembangan
Perkebunan Indonesia (AP3I) pada tahun 1987, maka sejak tahun 1989 ke empat lembaga
penelitian karet tersebut berubah nama menjadi: Pusat Penelitian Perkebunan Tanjung Morawa
(P3TM), Pusat Penelitian Perkebunan Sungei Putih, Pusat Penelitian Perkebunan Sembawa dan
Pusat Penelitian Perkebunan Getas.

Pada proses selanjut, terjadi proses transformasi lembaga dari Asosiasi Penelitian dan
Pengembangan Perkebunan Indonesia (AP3I) menjadi Lembaga Riset Perkebunan Indonesia
(LRPI) pada tahun 1992. Sejak terbentuknya LRPI tersebut, ke empat Pusat Penelitian
Perkebunan (Puslitbun) yang mempunyai mandat penelitian komoditas karet tersebut di atas
dikoordinasikan ke dalam lembaga Pusat Penelitian Karet yang berkedudukan di Sungei Putih
(Sumut). Selain itu, bagian Pascapanen Karet di Puslitbun Bogor kemudian dipindahkan ke
Puslit Karet, sehingga struktur dan unit kerja Puslit Karet sejak 1992 adalah sebagai berikut:

Puslitbun Sungei Putih menjadi Pusat Penelitian Karet Sungei Putih, dan Puslitbun
Tanjung Morawa menjadi bagian dari kantor Puslit Karet Sungei Putih.
Puslitbun Sembawa menjadi Balai Penelitian Sembawa
Puslitbun Getas menjadi Balai Penelitian Getas
Bagian Pascapanen Karet Puslitbun Bogor menjadi Balai Penelitian Teknologi Karet
Bogor.
Sejak tahun 2003, Kantor Pusat Penelitian Karet di pindah ke Tanjung Morawa, Sumut, sehingga
Puslit Karet Sungei Putih menjadi Balai Penelitian Sungei Putih. Selanjutnya, pada bulan April
2011 Kantor Pusat Penelitian Karet di pindah ke Bogor dan diintegrasikan ke dalam Balai
Penelitian Teknologi Karet Bogor, sehingga unit kerja di bawah Puslit Karet Bogor adalah: Balai
Penelitian Sungei Putih (Sumut), Balai Penelitian Sembawa (Sumsel), dan Balai Penelitian Getas
(Jateng).

Pusat Penelitian Karet Bogor adalah salah satu unit kerja dari PT Riset Perkebunan Nusantara
(PT RPN), yang merupakan transformasi dari Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) sejak
Desember 2009. Puslit Karet Bogor mempunyai mandat utama melaksanakan penelitian dan
pengembangan komoditas karet.

Pusat Penelitian Karet mempunyai mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan yang
berkaitan dengan teknologi dalam pengembangan industri perkaretan. Untuk mencapai visi dan
menjalankan misinya, seluruh sumberdaya yang dimiliki dihimpun dan digerakkan melalui
organisasi dengan mengedepankan azas efisiensi dan efektifitas, serta bersifat dinamis dalam
menghadapi tantangan dan selalu bersifat inovatif dalam pengembangan teknologi untuk
kebutuhan stakeholders.

Pusat Penelitian Karet terdiri dari Kantor Pusat, dan tiga Balai Penelitian yaitu:

a. Kantor Pusat di Bogor

b. Balai Penelitian (Balit) Sungei Putih, Deli Serdang, Sumatera Utara

c. Balai Penelitian (Balit) Sembawa, Sumatera Selatan

d. Balai Penelitian (Balit) Getas, Jawa Tengah

Dalam mengelola organisasi, Direktur berkedudukan di Kantor Pusat dan mempunyai fungsi
penentu kebijakan, koordinasi, supervisi, dan evaluasi program penelitian dan pengembangan,
serta sentralisasi administrasi umum/SDM. Pada Kantor Pusat, Direktur dibantu oleh 3 (tiga
orang) pejabat lapis dua yang terdiri atas Kepala Bidang Penelitian Prapanen, Kepala Bidang
Penelitian Pascapanen dan Kepala Biro Umum & SDM.

Selain itu, Kepala Balai Penelitian, membantu Direktur dalam operasionalisasi program
penelitian dan pengembangan serta pengelolaan aset di lingkup Balai Penelitian yang
dikelolanya. Direktur dibantu oleh Satuan Pengendalian Interen (SPI) yang mempunyai fungsi
melakukan pengawasan/pengendalian dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur.
Struktur Organisasi Pusat Penelitian Karet

Para peneliti merupakan tenaga fungsional, berada di Balai Penelitian yang dikoordinasikan oleh
Koordinator Penelitian sesuai dengan penekanan program penelitiannya.

Pejabat fungsional peneliti mempunyai tugas menyusun rencana kerja, melaksanakan,


mengevaluasi dan melaporkan hasil penelitian. Sedangkan pelayanan administrasi kegiatan
penelitian dan pengembangan dilakukan oleh Urusan Penelitian, dalam rangka menunjang
kelancaran kegiatan penelitian

Sarana dan prasarana fisik yang dikelola Puslit Karet dalam melaksanakan misi dan
program kerjanya terdiri dari gedung perkantoran, perumahan karyawan, pabrik
percobaan/perbengkelan, kebun percobaan, laboratorium dan rumah kaca, perpustakaan,
percetakan dan sarana fisik lainnya.
Lahan yang dikelola Puslit Karet terdiri dari lahan perkantoran dan perumahan serta
kebun percobaan. Lahan untuk perkantoran berjumlah 3,95 ha, terdiri dari 0,42 ha di Kantor
Pusat Tanjung Morawa, 1,49 ha di Balit Sungei Putih, 1 ha di Balit Sembawa, 0,64 ha di Balit
Teknologi Karet Bogor, dan 0,41 ha di Balit Getas (Tabel 1).
Sarana fisik esensial bagi kelancaran kegiatan penelitian yang dikelola Puslit Karet
berupa Laboratorium, pabrik percobaan, perpustakaan dan rumah kaca. Fasilitas laboratorium
dan pabrik percobaan yang tersedia adalah :
a. Laboratorium mikroorganisme pada berbagai jaringan tanaman
b. Laboratorium analis air, tanah daun, jaringan, lateks, dan limbah
c. Laboratorium fisiologi, biologi, dan biokimia
d. Laboratorium pengujian barang jadi karet dan lateks
e. Pabrik percobaan barang jadi karet dan lateks
f. Laboratorium uji ban (tyre testing)
Laboratorium Penguji (LP) BPTK Bogor telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi
Nasional (KAN) pada 10 Juli 1998 (sertifikat nomor 29/ALP/KAN/07/98) sesuai Pedoman BSN
01-1991. Pada tahun 2001, BSN menginstruksikan kepada seluruh laboratorium penguji atau
laboratorium akreditasi agar segera merubah pedomannya dari DSN 01 ke SNI 17025 (adaptasi
dari ISO Guide 17025). LAP BPTK Bogor menyesuaikan ketentuan yang ditetapkan BSN
tersebut dan berhasil lulus assesment kedua pada tanggal 3 April 2002 (Sertifikat nomor LP-029-
IDN) dan di-reakreditasi pada tanggal 30 Desember 2002 sesuai Pedoman SNI 19-17025-2000.
Sertifikat akreditasi berlaku sampai dengan 2 April 2005 dan telah diperpanjang sampai dengan
2 April 2006. Perpanjangan status akreditasi laboratorium penguji sesuai ISO/IEC 17025 : 2005
selanjutnya diperoleh kembali untuk jangka waktu 15 Agustus 2006 - 14 Agustus 2010.
Dengan status terakreditasi yang dimiliki oleh LP BPTK Bogor maka laboratorium analisis
dan pengujian BPTK Bogor telah menerapkan sistem manajemen mutu Laboratorium yang baik
sesuai standar ISO/IEC 17025 : 2005 dan diperkenankan mencantumkan logo KAN dalam
sertifikat hasil analisis dan pengujiannya.

Tabel 1. Luas Sarana dan Prasarana Puslit Karet (dalam m2)


Tanjung Sungei Sem-
No Fasilitas Getas Bogor Total
Morawa Putih bawa
1. Kantor 1200 1842 608 150 1797 5597

2. Auditorium 180 200 150 63 383 913

3. Perpustakaan 80 333 150 416 357 983

4. Laboratorium 720 1050 372 561 928 3486

5. Rumah Kaca 160 677 168 - - 1566

6. Tan. Percontohan - - 1500 - 1605 3105

7. Pekarangan - 800 650 - - 1450

8. Bengkel 190 - - 332 320 510

9. Gudang 120 - 827 - 143 1422

10. Kamar Mesin - 179 125 155 - 304

11. Garasi 1500 1119 224 - 186 3184

12. Bangunan - - 670 887 400 1070


pelayanan
13. - 72 - - 241 1200
Fasilitas sosial
14. - 1950 650 1518 - 2600
Guest House
15. - 6664 4090 - 12272
Perumahan

Sumber: Renstra Puslit Karet 2005-2009


Sebagai sarana penelitian, unit kerja Puslit Karet yang melakukan penelitian agronomis
memiliki rumah kaca yang relatif memadai untuk pelaksanaan kegiatan penelitian. Pemanfaatan
secara umum selama ini adalah untuk kegiatan penelitian pengujian resistensi berbagai calon
unggul terhadap berbagai penyakit penting karet, adaptasi klon klon terhadap kondisi stres air
dan pengujian berbagai formula pupuk.

Dalam melaksanakan percobaan dan pengujian lapangan, Pusat Penelitian Karet


dilengkapi dengan Kebun Percobaan yang dikelola oleh Balai Penelitian Sungei Putih, Balai
Penelitian Sembawa dan Balai Penelitian Getas (Tabel 2). Kebun Percobaan tersebut telah
ditanami karet, kelapa sawit dan pembibitan. Produksi dari kebun-kebun tersebut merupakan
sumber pendapatan utama bagi Puslit Karet, ke depan usaha ini perlu terus ditingkatkan melalui
penanaman areal yang masih kosong atau peremajaan tanaman yang sudah tua.
Areal kebun percobaan tersebut utama dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan
penelitian di bidang pemuliaan tanaman (pelestarian dan pengembangan plasma nutfah,
pengujian awal calon klon-klon unggul), agronomi (yang meliputi aspek pengembangan bahan
tanam, pemupukan), proteksi tanaman dan fisiologi tanaman seperti sistim eksploitasi untuk
berbagai kelompok tipe klon.

Tabel 2. Kebun Percobaan Puslit Karet (dalam ha)


Luas (ha)
Balit Lokasi
Konsesi Kebun Target
Sungei Putih Sungei Putih (Sumut) 500 428 750
500 500 500
Sembawa Sikijang (Riau) 3350 2514 3000
143 125 143
Getas Sembawa (Sumsel) 17 8.5 17

Batumarta (Sumsel)

Getas Salatiga (Jateng)

Sumber: Renstra Puslit Karet 2005-2009


Kebun Percobaan Balai Penelitian Sembawa memiliki koleksi klon-klon yang sangat
banyak sebagai sumber plasma nutfah, dengan klon-klon utama antara lain GT 1, AVROS 2037,
PR 259, PR 303, PR 225, PR 261, RRIM 600, BPM 1, BPM 24, PB 260, RRIM 712, LCB 1320,
LCB 479, klon IRR seri 100 dan IRR seri 200. Khusus untuk di kebun entres terdapat keoleksi
klon yang berjumlah lebih dari 800 klon. Koleksi klon tersebut memiliki nilai sangat tinggi
sebagai sumber plasma nutfah untuk diseleksi sebagai calon tetua persilangan yang memiliki
karakter-karakter yang baik seperti produksi tinggi, resisten terhadap berbagai penyakit utama
tanaman karet.
Selain kebun percobaan, Balai Penelitian Sembawa juga mempunyai sebuah pabrik
pengolahan karet seluas 6.800 m2 yang menghasilkan crepe / blanket dan crumb rubber dengan
kapasitas 10 ton per hari. Pabrik tersebut dirancang untuk melakukan kegiatan penelitian di
bidang pasca panen dan pelatihan.
Perpustakaan merupakan sarana utama dalam memperoleh berbagai informasi tentang
komoditas dan industri perkaretan. Sarana perpustakan dilengkapi dengan buku literatur,
ensiklopedia, jurnal dan majalah ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit dari dalam dan luar negeri
yang dicetak terdahulu hingga edisi terbaru. Perpustakaan Puslit Karet yang dikelola oleh unit
kerjanya (Balit-Balit) tidak hanya mengkoleksi buku, majalah, jurnal, dan berbagai tulisan
lainnya yang terkait bidang pertanian saja, melainkan juga terdapat bidang-bidang yang lain,
seperti komputer, sosial, ekonomi, maupun agama. Hal itu membuat koleksi perpustakaan
menjadi lebih variatif dan cukup lengkap, sehingga penggunanya datang dari berbagai kalangan,
seperti siswa sekolah, mahasiswa, dosen, peneliti, petani karet, dan pengguna lainnya.
Pada beberapa unit kerja (Balit) sarana perpustakan juga dilengkapi dengan fasilitas
hotspot untuk internet sehingga akan lebih memudahkan pengunjung dalam mendapatkan
informasi yang lengkap dan cepat.

KANTOR PUSAT/HEAD QUARTER


Jl. Salak No.1 Bogor 16151
Jawa Barat ( West Java)
Phone : (0251) 8319817, Fax : (0251) 8324047
Email : bptk@bptkbgr.com, bptk@puslitkaret.co.id