Anda di halaman 1dari 2

Nama : Annisa Fitri Febrianti

NIM : 145040207111039
Kelas : A Metode Ilmiah

Usaha budidaya tomat di Indonesia mengalami banyak permasalahan, baik


itu disebabkan faktor biotik maupun abiotik. Permasalahan yang disebabkan
faktor biotik diantaranya yaitu gangguan hama dan penyakit. Selain itu,
permasalahan pada komoditas tomat yang sering ditemui pada petani yaitu pada
budidaya tomat. Kebanyakan para petani Indonesia memiliki pengetahuan yang
terbatas sehingga pengetahuan akan teknologi budidaya pada tomat juga terbatas,
sehingga dapat menyebabkan produktivitas tanaman tomat menurun. Pada
umumnya permasalahan yang sering dihadapi petani tomat di Indonesia adalah
teknologi budidaya, mulai dari pemilihan benih, penanaman, pemupukan,
pengendalian hama dan penyakit sampai penanganan pasca panen. Sebagian besar
petani di Indonesia masih menggunakan cara bercocok tanam yang sangat
sederhana dan hanya dilakukan asal-asalan terutama pada penggunaan pupuk yang
hanya menggunakan pupuk NPK saja. (Nonnecke, 1989). Dalam budidaya tomat
terdapat masalah yang harus diatasi oleh petani antara lain infeksi mikroba
patogen penyebab penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen
seperti busuk daun (Phytophtora infestans), becak coklat (Altenaria solani),
kapang daun (Fulvia fulva), layu bakteri (Pseudomonas solanacearum), layu
fusarium (Fusarium oxysporum), mosaik tembakau (virus Tobacco mosaic), busuk
buah (Sclerotium rolfsii), kapang kelabu (Cercospora sp.), busuk lunak (Erwinia
carotovora), becak bakteri (Xanthomonas campestris) (Semangun 2000).

Nonnecke, L. L. 1989. Vegetable Production. Van Nostrand Reinhold, New York.

Semangun, H., 2000. Penyakit Penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia.


Gadjah Mada University -Press, Yogyakarta, hal 11-30.