Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGALAMATAN IP ADDRESS
DHCP & Static

OLEH :

MUHAJIRIN SAAD
426 16 012

Jurusan Teknik Elektro


Program Studi D4 Teknik Multimedia dan Jaringan
Politeknik Negeri Ujung Pandang
2016-2017

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


A. DASAR TEORI
1. Pengertian IP Address
IP adalah protokol di internet / jaringan komputer yang mengurusi masalah
pengalamatan dan mengatur pengiriman paket data sehingga ia sampai ke alamat
yang benar. Setiap komputer jaringan atau terkoneksi internet harus memiliki alamat
yang unik. Satu alamat hanya boleh dimiliki satu komputer.
IP Adders adalah identitas satu komputer dalam jaring computer / internet, seperti
halnya rumah kita memupnyai nomer rumah yang tertempel pada dinding. Penulisan
IP Adders terbagi 4 kelompok 8 bit yang dituliskan dalam bilangan biner. Dimana
setiap kelompok dalam IP Adders dipisahkan oleh titik (red;Dot). Nilai terbesar dari
bilangan biner 8 bit adalah 255. Oleh karena itu jumlah IP Adders yang tersedia ialah
255.255.255.255 IP Adders yang sebanyak ini harus dibagi bagikan keseluruh
pengguna jaringan komputer / internet di seluruh dunia.IP Address memiliki 2 fungsi,
yakni:
1. Sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan. Fungsi ini
diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang
tersebut dalam jaringan komputer berlaku hal yang sama
2. Sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah
kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket
data, maka IP Address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui
agar dapat sampai ke komputer yang dituju.

2. Network ID dan Host ID


Pembagian kelas IP address didasarkan pada 2 hal, yakni Network ID dan Host
ID. Network ID adalah bagian dari IP address yangmenunjukkan lokasi jaringan
komputer tersebut berada. Sedangkan Host ID menunjukkan seluruh Host TCP/IP
yang lain dalam jaringan tersebut.
3. Format IP ADDRESS
IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit
dengan bentuk sebagai berikut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Misalnya
11000000000010100001111000000010
Agar kita mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4
segmen yang masing-masing berisii 8 bit. Kedelapan bit itu bisa disebut oktat.

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


Selanjutnya, setiap oktat diterjamahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya :
11000000 = 192
00001010 = 10
00011110 = 30
00000010 = 2
Adapun nilai dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan demikian,
jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.
Struktur IP Address terdiri atas dua bagian yaitu bagian NetworkID dan hostID.
NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan
hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, NetworkID
seperti nama jalan sedangkan HostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.

4. Pembagian Kelas IP Address


Guna memudahkan dalam pembagiannya maka IP address dibagi-bagi ke dalam
kelas-kelas yang berbeda, yaitu sebagai berikut:
1) Kelas A
IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit
digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan
dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai
dengan 127.
Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama :0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Oktat pertama : 0 - 127
Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP : 1.x.x.x - 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214
Contoh
IP address 120.31.45.18 maka :
NetworkID = 120
HostID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120.

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


2) Kelas B
IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit
digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan
dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.
Karakteristik IP Kelas B
Format :
10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Oktat pertama : 128 - 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x - 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534
Contoh
IP address 150.70.60.56 maka :
NetworkID = 150.70
HostID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70

3) Kelas C
IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit
digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan
berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area
Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.

Karakteristik IP Kelas C
Format :
110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama : 110
Network ID : 24 bit
HostID : 8 bit
Oktat pertama : 192 - 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x - 223.255.225.x

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


Jumlah IP address : 254
Contoh
IP address 192.168.1.1 maka :
Network ID = 192.168.1
Host ID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1

Tabel : Jumlah networkID dan hostID


Jumlah Host
Kelas Antara Jumlah jaringan
Jaringan
A 1 s.d. 126 126 16.777.214
B 128 s.d. 191 16.384 65.534
C 192 s.d. 223 2.097.152 254

Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas

Kelas Alamat Awal Alamat Akhir

A XXX.0.0.1 XXX.255.255.255
B XXX.XXX.0.1 XXX.XXX.255.255
C XXX.XXX.XXX.1 XXX.XXX.XXX.255

4) Kelas D
IP address kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting. 4 bit pertama
IP address kelas D di set 1110. Bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast
group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal
network bit dan host bit.
Karakteristik:
Format :
1110MMMM.MMMMMMMM.MMMMMMMM.MMMMMMMM
4 bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte insia : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast (RFC 1112)

5) Kelas E
IP address kelas E tidak digunakan untuk umum. 4 bit pertama IP address ini di

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


set 1111.
Karakteristik
Format : 1111RRRR.RRRRRRRR.RRRRRRRR.RRRRRRRR
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang di cadangkan
untuk keperluan eksperimenta
Selain network ID, istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang
menunjukkan jaringan ialah Network Prifix. Biasanya dalam menuliskan network prefix
suatu kelas IP address digunakan tanda garis miring (slash) I yang diikuti dengan
angka yang menunjukkan panjang network prefix dalam bit.

5. Subnet Mask
Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host
ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang
dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti
TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian,
diperlukan address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar
masuk jaringan tersebut.
Network ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask.
Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit
groups dari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0)
menunjukkan host ID dari porsi IP address.
Sebagai contoh, alamat kelas B: 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:
10101010 11001011 01011101 00000101
Subnet mask default untuk alamat kelas B adalah:
11111111 11111111 00000000 00000000
Bisa juga ditulis dalam notasi desimal:
255.255.0.0
Tabel : Subnet mask untuk internet address classes

Kelas Bit Subnet Subnet mask

A 11111111 00000000 00000000 00000000 225.0.0.0

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


B 11111111 11111111 00000000 00000000 225.225.0.0

C 11111111 11111111 11111111 00000000 225.225.225.0

6. Jenis IP ADDRESS
Berdasarkan jenisnya IP address dibedakan menjadi 2 macam yaitu IP Private dan
IP Public.
1) Private adalah suatu IP address yang digunakan oleh suatu organisasi yang
diperuntukkan untuk jaringan lokal. Sehingga organisasi lain dari luar organisasi
tersebut tidak dapat melakukan komunikasi dengan jaringan lokal tersebut. Contoh
pemakaiannya adalah pada jaringan intranet.
Sedangkan Range IP Private adalah sebagai berikut :
Kelas A : 10.0.0.0 10.255.255.255
Kelas B : 172.16.0.0 172.31.255.255
Kelas C : 192.168.0.0 192.168.255.255
2) IP Public adalah suatu IP address yang digunakan pada jaringan lokal oleh suatu
organisasi dan organisasi lain dari luar organisasi tersebut dapat melakukan
komunikasi langsung dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya
adalah pada jaringan internet.
Sedangkan range dari IP Public : range IP address yang tidak termasuk dalam IP
Private.

Pengalokasian IP Address
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan
host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini
tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address
seefisien mungkin.

7. Aturan Dasar Pemilihan Network ID dan Host ID


Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang
hendak digunakan. Aturan tersebut ialah :
1) Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan
untuk keperluan loopback. Loopback ialah IP address yang digunakan komputer
untuk menunjuk dirinya sendiri.
2) Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255 (seluruh bit di set 1)

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


Seluruh bit dari network ID dan host ID tidak boleh semunya di set 1. Jika hal
ini dilakukan, network ID atau host ID tersebut akan diartikan sebagai alamat
broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota
jaringan. Pengiriman paket ke alamat broadcast akan menyebabkan paket ini
didengarkan oleh seluruh anggota network tersebut.

3) Network ID dan host ID tidak boleh 0 (nol)


Network ID dan host ID tidak boleh semua bitnya 0 (nol). IP address dengan
host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network ialah alamat yang
digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjukkan suatu host.

4) Host ID harus unik dalam satu network


Dalam satu network, tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang
sama.

8. Private Address
Private address adalah kelompok IP Address yang dapat dipakai tanpa harus
melakukan pendaftaran. IP Address ini hanya dapat digunakan untuk jaringan local
(LAN) dan tidak dikenalkan dan diabaikan oleh internet. Alamat ini adalah unik bagi
jaringan global. Agar IP private ini dapat terkoneksi ke internet, diperlukan peralatan
Router dengan fasilitas Network Address Traslatiaon (NAT).
Berikut adalah Alamat yang dicadangkan untuk jaringan private:
1. Private Address Kelas A
IP Address dari 10.0.0.0 10.255.255.254, setara dengan sebuah jaringan
dengan 24 bit Host. Atau sekitar 16.777.214 Host.
2. Private Address Kelas B
172.16.0.0 172.31.255.255, setara dengan 16 jaringan yang masing-masing
jaringan memiliki host efektif sebanyak 65.534 host.
3. Private Address Kelas C
192.168.0.0 192.168.255.254, setara dengan 256 jaringan yang masing-
masing jaringan memiliki host efektif sebanyak 254 host.

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


B. LANGKAH KERJA
1. Pengalamatan IP Address di aplikasi Cisco Paket Tracer
a. DHCP
1. Buatlah sebuah simulasi jaringan seperti dibawah ini.

2. Klik 2x pada Server-PT Server 0 kemudian pilih tab DHCP, sehingga muncul
seperti di bawah ini

3. Kemudian isi form seperti di bawah ini kemudian pilih save

Pengalamatan IP DHCP telah selesai.


b. STATIC
1. Buatlah sebuah simulasi jaringan seperti dibawah ini.

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


2. Klik pada salah satu computer / laptop, kemudian pilih tab Desktop > IP
Configuration, lalu aturlah ip pada computer tersebut seperti di bawah ini

3. Aturlah IP semua computer seperti cara nomor 2 sesuai dengan ip yang valid,
selanjutnya dapat kita lihat masing-masing ujung kabel di computer dan
switch akan berwarna hijau, menandakan bahwa computer telah tersambung

Pengalamatan IP Static telah selesai.

4. Pengalamatan IP Address di Komputer / Laptop


a. DHCP
a. Buka control panel dengan cara klik start kemudian ketik control panel.
Tampilannya seperti ini

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


b. Klik Network and Internet > Network and Sharing Center. Kemudian akan
tampil adapter Ethernet yang telah aktif.

c. Klik pada tulisan Ethernet berwarna biru. sehingga muncul tampilan seperti di
bawah ini

d. Masih pada tampilan tersebut. Selanjutnya klik Properties > Internet Protocol
Version 4 (TCP/IPv4)

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


e. Untuk mengatur IP DHCP klik Obtain IP address automatically

Pengaturan IP DHCP telah selesai

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


b. Static
1. Buka control panel dengan cara klik start kemudian ketik control panel.
Tampilannya seperti ini

2. Klik Network and Internet > Network and Sharing Center. Kemudian akan
tampil adapter Ethernet yang telah aktif.

3. Klik pada tulisan Ethernet berwarna biru. sehingga muncul tampilan seperti di
bawah ini

4. Masih pada tampilan tersebut. Selanjutnya klik Properties > Internet Protocol
Version 4 (TCP/IPv4)

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


5. Kemudian akan muncul tab untuk pengaturan IP. Isi form seperti di bawah ini
kemudian klik OK.

Pengalamatan IP Static telah selesai.

3. Pengetesan pengalamatan IP address.


1. Untuk melakukan pengetesan buka aplikasi CMD dengan cara klik Start > CMD.
Tampilannya seperti di bawah ini

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


2. Untuk melakukan pengetesan kita menggunakan perintah PING dengan format
PING <ip computer> seperti pada gambar di bawah ini saya melakukan PING ke
IP 10.12.9.53

Pengetesan telah selesai.

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


C. DATA HASIL
a. Pengalamatan IP Address di aplikasi Cisco Paket Tracer
a.DHCP

Pengalamatan IP DHCP berhasil.


b. Static

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


Pengalamatan IP Static berhasil

b. Pengalamatan IP Address di Komputer / Laptop


DHCP dan Static

Pengalamatan IP berhasil

Pengetesan pengalamatan IP

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


Pengetesan pengalamatan IP berhasil.

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


D. PENUTUP
A. Analisa
Berdasarkan dengan praktikum yang telah dilakukan, maka saya dapat menganalisa
bahwa
1. Dalam melakukan pengalamatan IP DHCP kita perlu memperhatikan bagian-
bagian pada pengaturan di server seperti Start IP Adreess, pada bagian ini kita
harus memasukkan IP yang tidak boleh sama dengan IP dari server itu sendiri,
misal IP dari server yaitu 192.168.1.254 maka kita tidak boleh memasukkan ip
192.168.1.254 tersebut sebagai Start IP Address, karena IP tersebut telah dimilik
oleh server, sehingaa ip yang valid lah yang bisa kita masukkan. Misal
192.168.1.1 192.168.253
2. Dalam melakukan pengalamatan IP Static kita perlu memperhatikan IP yang
dimasukkan, IP yang dimasukkan harus sesuai dengan kelasnya. Jangan pernah
memasukkan IP di computer dengan kelas yang berbeda dalam satu jaringan.
Karena apabila hal ini terjadi maka computer tidak akan dikenal sehingga tidak
tersambung dalam satu jaringan.
3. Dalam melakukan pengetesan dengan perintah PING kita perlu memperhatikan
ip dari computer yang akan diping. Ip yang akan di ping haruslah ip dari
computer lain. Dalam melakukan ping biasanya muncul pesan error seperti
berikut.

a.Request Time Out (RTO)

RTO adalah ketika komputer server tidak merespon permintaan koneksi dari
client setelah beberapa lama (jangka waktu timeout bervariasi). Biasanya
terjadi karena adanya firewall, koneksi rendah dan koneksi terputus atau tidak
terkoneksi.Cara mengatasi cek kembali penulisan IP, cek kembali pemasangan
kabel, matikan firewall, dan cek koneksi jaringan komputer.

b.Destination Host Unreachable

Terjadi jika host, jaringan, port atau protocol tertentu tidak dapat dijangkau
atau masih mencari. Jika menemui pesan destination host unreachable maka
ada beberapa masalah yang harus diperbaiki seperti kabel jaringan LAN Card
atau Wireless USB kemungkinan tidak terhubung atau rusak ; HUB/Switch
tidak terhubung atau rusak ; status LAN masih Disable.

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER


B. Kesimpulan
Berdasarkan dengan praktikum yang telah dilakukan , maka dapat disimpulkan
bahwa
1. Agar masing-masing computer dapat saling berkomunikasi dibutuhkan IP
Address, di mana tiap computer dapat di hubungkan melalui media transmisi
pengkabelan seperti UTP, STP, Coaxial, atau Fiber Optic.IP Address adalah
alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan
protocol TCP/IP. IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan
sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.1.
IP Address terdiri dari 2 bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network
ID menentukan alamat dari jaringan dan host ID menentukan dari peralatan
jaringan. Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host
ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang
dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal.
2. Klasifikasi jaringan internet di kelompokkan menjadi dua yaitu klasifikasi
berdasarkan kelasnya dan klasifikasi berdasarkan pada ukuran jaringan.
Berdasarkan kelasnya IP address dibagi ke dalam lima kelas yaitu kelas A, B, C,
D, E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Perangkat lunak
Internet protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa
bit pertama dari IP address. Berdasarkan pada ukuran jaringan Internet dibagi
dalam empat bagian, yaitu a) LAN, b) MAN, c) WAN, dan d) Internet
3. Selain address yang digunakan untuk pengenal host ada beberapa address yang
digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal
host, yaitu:
a) Network Address
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan internet.
b) Broadcast Address
Address ini digunakan untuk mengirim dan menerima informasi yang harus
diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network.
c) Multicast Address
Kelas address A, B dan C adalah address yang digunakan untuk komunikasi
antar host yang menggunakan datagram unicast.

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER