Anda di halaman 1dari 9

ANEMIA PADA REMAJA

NAMA : SRI KAROLINA LAOWO

NIM : PO10314055

PRODI : D-IV /VI GIZI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MEDAN JURUSAN GIZI

2016/2017
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

WHO mendefinisikan remaja sebagai bagian dari siklus hidup antara usia 10-19 tahun.
Remaja berada diantara dua masa hidup, dengan beberapamasalah gizi yang sering terjadi
pada anak- anak dan dewasa (WHO,2006)

Anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau
hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal.
Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari
paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh (Rukiyah, 2010)

Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) dan anemia merupakan masalah gizi
yang besar dan saling berkaitan dibanyak negara berkembang. Anemia sering merupakan
gejala dari sebuah penyakit. Anemia disebabkan antara lain

Masalah gizi merupakan masalah dalam daur perkembangan sepanjang usia .gizi selama
masa pertumbuhan merupakan salah satu faktor penentu kecerdasan

Kurangnya perhatian pada anemia kelompok remaja cukup


memprihatinkan,mengingat bahwa remaja juga merupakan kelompok yang rentan terhadap
kekutrangan zat gizi mikro. Hal ini disebabkan buruknya intake gizi,sedangkan remaja
memerlukan asupan zat gizi yang tinggi sehubungan dengan pertumbuhan cepat pada
masa ini serta siklus menstruasi

Anemia atau kurang darah adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau
hemoglobin (sel pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel
darah merah mengandung hemoglobin yang berperan penting dalam mengangkut oksigen
dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh tubuh.

Ada lebih dari 400 jenis penyakit anemia, yang dapat dikategorikan ke dalam 3
kelompok:
1. Anemia karena kehilangan darah (pendarahan). Biasanya dialami wanita saat hamil
dan melahirkan. Juga pada wanita yang mengalami menstruasi dengan volume di
atas normal (darah menstruasi sangat banyak pada setiap siklusnya). Selain itu bisa
juga karena penyebab pendarahan lain seperti kondisi gastrointestinal: lubang pada
lambung (maag akut), gastritis (pembengkakan pada lambung), kanker, konsumsi
obat-obatan seperti aspirin dan ibuprofen yang dapat menyebabkan maag dan
gastritis.

2. Anemia karena berkurangnya atau bahkan kegagalan produksi hemoglobin karena


kurangnya konsumsi zat besi, vitamin dan mineral, kelainan sumsum tulang serta
karena keturunan (genetik). Biasanya dialami oleh bayi, anak-anak, remaja,
vegetarian dan vegan yang di dalam dietnya kurang mengkonsumsi zat besi. Juga
bisa karena kanker, atritis, penyakit lupus.
3. Anemia karena rusaknya sel darah merah, dimana sel darah merah mudah pecah
karena tidak sanggup menahan tekanan di dalam sirkulasi darah atau yang disebut
hemolytic anemia. Jenis anemia ini bisa dialami sejak lahir atau berkembang di
kemudian hari.

B. Rumusan Masalah

1 apa yang dimaksud dengan Anemia ?


2 bagaimana etiologi daripada Anemia ?
3 bagaimana Gejala daripada Anemia?
4 bagaimana dampak & pola makan ,komplikasi daripada Anemia ?
5 bagaimana upaya pencegahan daripada Anemia?

C.Tujuan

1 untuk mengetahui pengertian Anemia


2 untuk mengetahui etiologi daripada Anemia
3 untuk Gejala daripada Anemia
4 untuk mengetahui dampak & pola makan, komplikasi daripada Anemia
5 untuk mengetahui upaya pencegahan daripada Anemia
Pembahasan
a. Pengertian Anemia

Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah eritrosit ( sel darah merah) atau kadar Hb
dalam darah kurang dari normal. Penyebabnya dapat bermacam-macam, seperti
perdaharan hebat, kurangnya kadar zat besi dalam tubuh, kekurangan asam folat,
kekurangan vitamin B12, cacingan leukemia ( kanker darah putih), penyakit kronis, dan
sebagainya (Adriani, 2012).

Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKY) dan anemia merupakan masalah gizi yang
besar dan saling berkaitan dinegara berkembang.

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dan eritrosit lebih rendah
daripada normal. Pada pria kadar hemoglobin normal adalah 14-18 gr% dan eritrosit 4,5-5,5
jt/. Sedangkan pada wanita , hemoglobin normal adalah 12-16 gr%, dengan eritrosit 3,5-4,5
jt/.Fungsi hemoglobin dalam darah adalah mengikat oksigen di paru-paru dan
melepaskannya di seluruh jaringan tubuh yang membutuhkan, kemudian mengikat CO2 dari
jaringan tubuh dan melepaskannya di paru-paru. Disamping kekurangan zat besi, nilai
hemoglobin yang rendah dapat disebabkan oleh kekurangan protein atau vitamin B6.

Faktor utama penyebab anemia adalah asupan zat besi yang kurang. Sekitar dua per
tiga zat besi dalam tubuh terdapat dalam sel darah merah hemoglobin. Faktor lain yang
berpengaruh terhadap kejadian anemia antara lain gaya hidup seperti merokok, minum
minuman keras, kebiasaan sarapan pagi, sosial ekonomi dan demografi, pendidikan, jenis
kelamin, umur dan wilayah. Wilayah perkotaan atau pedesaan berpengaruh melalui
mekanisme yang berhubungan dengan ketersediaan sarana fasilitas kesehatan maupun
ketersediaan makanan yang pada gilirannya berpengaruh pada pelayanan kesehatan dan
asupan zat besi.

Remaja laki-laki maupun perempuan dalam masa pertumbuhan membutuhkan energi,


protein dan zat-zat gizi lainnya yang lebih banyak dibanding dengan kelompok umur lain.
Pematangan seksual pada remaja menyebabkan kebutuhan zat besi meningkat. Kebutuhan
zat besi remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki, karena dibutuhkan untuk
mengganti zat besi yang hilang pada saat menstruasi.

b. Etiologi

Pada umumnya anemia lebih sering terjadi pada wanita dan remaja putri
dibandingkan dengan pria. Remaja putri mudah terserang anemia karena :
1) Pada umumnya masyarakat Indonesia (termasuk remaja putri) lebih banyak
mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit.,
dibandingkan dengan makanan hewani, sehingga kebutuhan tubuh akan zat
besi tidak terpenuhi.
2) Remaja putri biasanya ingin tampil langsing sehingga membatasi asupan
makanan.
3) Setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang di eksresi, khususnya
melalui feses.
4) Remaja putri mengalami haid setiap bulan, dimana kehilangan zat besi 1,3
mg/ hari, sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak daripada pria.
5) Kurang nya perhatian pada anemia remaja yang rentan terhadap kekurangan
zat gizi mikro.
6) Mengetahui hubungan antara status pubertas dengan anemia remaja awal di
daerah endemik GAKY.

c. Gejala Anemia akibat Defisiensi Zat Besi


Gejala-gejala anemia tidak selalu bisa diamati. Bahkan ketika ada gejala yang terlihat,
sering gejala tersebut diabaikan. Gejala yang paling umum dari anemia adalah sebagai
berikut:

1. Kelopak Mata Pucat


2. Warna kulit pucat yang disebabkan oleh jumlah sel darah yang berkurang,
3. Kesulitan berkonsentrasi atau mengingat akibat kurangnya pasokan oksigen ke otak.
4. Denyut nadi cepat yang disebabkan jantung berdetak lebih keras untuk memompa
lebih banyak oksigen ke dalam tubuh,
5. Napas pendek ketika berjalan atau naik tangga, dan
6. Sering mengalami sakit kepala.

Anemia pada remaja dapat berdampak pada penurunannya produktivitas kerja ataupun
kemampuan akademis sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Anemia
juga dapat mengganggu pertumbuhan di mana tinggi dan berat badan menjadi tidak
sempurna. Selain itu, daya tahan tubuh akan menurun sehingga mudah terserang penyakit

d. Dampak anemia

Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja ataupun
kemampuan akademis disekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi.
Anemia juga dapat mengganggu pertumbuhan dimana tinggi dan berat badan menjadi tidak
sempurna. Selain itu, daya tahan tubuh akan menurun sehingga mudah terserang penyakit.
Anemia juga dapat menyebabkan menurunnya produksi energy dan akumulasi laktat dalam
otot (Adriani, 2012).

Mencegah anemia bagi remaja putri menjadi sangat penting, karena nantinya wanita
yang menderita anemia dan hamil akan menghadapi banyak risiko, yaitu:
a. Abortus
b. Melahirkan bayi dengan berat lahir rendah
c. Mengalami penyulit lahirnya bayi karena rahim tidak mampu berkontraksi dengan
baik ataupun karena tidak mampu meneran.
d. Perdarahan setelah persalinan yang sering berakibat kematian.
e. Pola Makan

Banyak remaja putri yang tidak suka mengonsumsi makanan, salah satunya sumber
makanan zat besi termasuk sayur-sayuran dan buah-buahan. Remaja putri yang membatasi
makanan atau mempunyai kebiasaan diet yang tidak terkontrol dengan tujuan untuk
mendapat bentuk badan yang sempurna (langsing). Akibat dari perilaku yang kurang tepat
ini mengakibatkan kurang gizi pada remaja seperti terlalu kurus, kadar Hb rendah/anemia,
kekurangan kalsium atau defisiensi mikronutrien yang lain (Yulita, 2012).

f. Komplikasi

Komplikasi dari anemiapun beraneka ragam, misalnya;gagal jantung kongesif


(karena otot jantung yang kekurangan oksigen tidak dapat menyesuaikan diri dengan
beban kerja jantung meningkat), parestasia, konfusi kanker, penyakit ginjal, gondok,
gangguan pembentukan heme (pigmen pembentuk warna merah pada darah yang
mengandung zat besi), penyakit infeksi kuman, thalasemia (kurang cepatnya pembuatan
satu rantai/unsure pembentuk hemoglobin), kelainan jantung, rematoid, kecelakaan
hebat, meningitis, gangguan system imun.

g. Upaya pencegahan

Makan-makanan yang banyak mengandung zat besi dari bahan hewani (daging,
ikan, ayam, hati dan telur); dan dari bahan nabati (sayuran yang berwarna hijau
tua, kacang-kacangan, dan tempe).
Banyak makan makanan sumber vitamin C yang bermanfaat untuk
meningkatkan penyerapan zat besi, misalnya; jambu, jeruk, tomat, dan nanas.
Minum 1 tablet penambah darah setiap hari, khususnya saat mengalami haid.
Hindari makan apel dan belimbing
Tidak usah tidur terlalu malam karena kurang tidur akan menyebabkan
menurunnya nafsu makan dan akhirnya kurang asupan makanan terutama zat
besi.
Rubah kebiasaan hidup menjadi pola hidup teratur, makan teratur dan gizi
seimbang terutama mengandung zat besi untuk mengatasi anemia.
Berusaha sebisa mungkin untuk tidak stress, apapun masalah yang dihadapi
kalau bisa selesaikan sendiri kalau tidak konsultasi sama orang tua atau guru,
kalau tidak akan berhubungan juga dengan menurunnya selera makan.
Tidak usah ingin diet andaikan mengalami kelebihan berat badan biarkan saja
apa adanya yang penting sehat . Kalau memaksakan diet akan menghambat
masuknya nutrisi yang diperlukan termasuk juga zat besi.
h. Kuesioner
Apakah sering mengalami anemia(kekurangan zat besi)
a. Ya b. Tidak
Apakah yang menyebabkan anemia pada remaja?
a Menstruasi b. Pola makan yang berlebihan
Apakah GAKY dan anemia saling berkaitan dengan anemia?
a Ya b. tidak

KESIMPULAN

Faktor utama penyebab anemia adalah asupan zat besi yang kurang. Sekitar dua per
tiga zat besi dalam tubuh terdapat dalam sel darah merah hemoglobin dan Gangguan akibat
kekurangan iodium (GAKY) dan anemia merupakan masalah gizi yang besar dan saling
berkaitan. Kebutuhan zat besi remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki,
karena dibutuhkan untuk mengganti zat besi yang hilang pada saat menstruasi.

SARAN
Penelitian ini harus dilakukan untuk mengetahui subjek pada pada remaja anemia
yang tinggal di daerah endemik GAKY. Sebagai tahap perkembangan remaja anemia yang
sehat dan terbebas dari penyakit anemia.

Daftar pustaka

http://www.mitrakesmas.com/2016/02/anemia-pada-remaja-dan-cara-
mengatasinya.html

http://www.ANEMIA PADA REMAJA.com


Leny Latifah,Yusi Dwi Nurcahyani,Dan Asih Setyani,2010,STATUS PUBERTAS DAN
ANEMIA PADA REMAJA AWAL LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI DAERAH ENDEMIK
GAKY

http://www.trendilmu.com/2015/09/penyebab.terjadinya.anemia.seo.html#

Anda mungkin juga menyukai