Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN KASUS STROKE

A. PENDAHULUAN
Stroke merupakan penyakit terbanyak ketiga setelah penyakit
jatung dan kanker, serta merupakan penyakit penyebab kecacatan teringgi di
dunia. Menurut American heart Association (AHA),angka kematian penderita
stroke di Amerika setiap tahunnya adalah 50-100 dari 100.000 orang
penderita.
Di Negara-nega ASEAN penyakit stroke juga merupakan masalah
kesehatan utama yang menyebabkan kematian. Dari data South East Asian
Medical Information Centre (SEAMIC) diketahui bahwa angka kematian
stroke terbesar terjadi di Indonesia yang kemudian diikuti secara berurutan
oleh Filipina, Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand. Dari seluruh
penderita Stroke di Indonesia, stroke iskemik merupakan jenis yang paling
banyakdiderita yakni sebesar 52,9% diikuti secara berurutan oleh perdarahan
intraserebral, emboli dan perdarahan subarachnoid dengan angka kejadian
masing-masing sebesar 38,5%, 7,2%, dan 1,4%.
Stroke atau yang dikenal juga dengan istilahgangguan peredaran
darah otak merupakan suatu sindrom yang diakibatkan oleh adanya gangguan
aliran darah pada salah satu bagian otak yang menimbulkan gangguan
fungsional otak berupa defisilt neurologic atau kelumpuhan saraf.
Stroke disebabkan oleh keadaan iskemik atau proses hemoragik
yang seringkali diawali oleh adanya lesiatauperlukaan pada pembuluh darah
arteri. Dari seluruh kejadian stroke, dua pertiganya adalah iskemik dan
sepertiganya adalah hemorrhagic.Disebut stroke iskemik karena adanya
sumbatan pembuluh darah oleh thromboembolic yang mengakibatkan daerah
dibawah sumbatan tersebut mengalami iskemik.Hal ini sangat berbeda
dengan stroke hemorrhagic yang terjadi akibat adanya mycroaneurisma yang
pecah.

1
Factor risiko yang tidak dapat diubah yang dapat menimbulkan
stroke adalah peningkatan usia, dan jenis kelamin. Factor yang dapat diubah
antara lainhipertensi, diabetes mellitus dan dyslipidemia.

B. PENGERTIAN
Menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang
berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan
gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan
kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler.
Stroke adalah gangguan peredaran darah otang yang menyebabkan
deficit neurologis mendadak sebagai akibat iskemia atau hemoragi sirkulasi
saraf otak (Sudoyo Aru,dkk, 2009).
Stroke adalah kehilangan fungsi otak diakibatkan oleh berhentinya
suplai darah ke bagian otak, biasanya merupakan akumulasi penyakit
serebrovaskuler selama beberapa tahun (smeltzer 2001).
Stroke merupakan gangguan mendadak pada sirkulasi serebral
disatu pembuluh darah atau lebih yang mensuplai otak.Stroke
menginterupsi atau mengurangi suplai oksigen dan umumnya
menyebabkan kerusakan serius atau nekrosis di jaringan otak (Wiliams
dan wilkins,2008).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa stroke adalah
keadaan dimana terjadi penurunan suplai darah ke otak akibat
penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian
sel-sel pada sebagian area di otak.

C. ANATOMI FISIOLOGI
1. Otak
Otak manusia kira-kira merupakan 2% dari berat badan orang
dewasa atau sekitar 3 pon. Otak terdiri dari empat bagian besar yaitu
cerebrum (otak besar), cerebellum(otak kecil), brainstem (batang otak)
dan diencephalon).

2
Cerebrum terdiri dari dua hemisfer cerebri, korpus kolosum dan
korteks cerebri. Masing-masing hemisfer cerebri terdiri dari lobus
frontalis yang merupakan area motorikprimer yang bertanggung jawab
untuk geraka-gerakan volunteer, lobus parietalis yang berperan pada
kegiatan memproses dan mengintegrasi informasi sensorik yang lebih
tinggi tingkatnya, lobus temporalis yang merupakan area sensorikuntuk
impuls pendengaran dan lobus oksipitalis yang mengandung korteks
penglihatanprimer, menerima informas, penglihatan, dan menyadari
sensasi warna.
Cerebellum terletak didalam fosa kraniiposterior dan ditutupi oleh
durameter yang menyerupai atap tenda yaitu tentorium yang
memisahkannya dari bagian posterior cerebrum. Fungsi utamanya adalah
sebagai pusat reflex yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan
otot, serta mengubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk
mempertahankan keseimbangan sikap tubuh.
Bagian-bagian otak dari bawah keatas adalah medulla oblongata,
pons varolii dan mecenphalon (otak tengah).medula oblongata
merupakan pusat refleks yang penting untuk jantung, vasokonstriktor,
pernapasan, bersin, batuk, menelan, pengeluaran air liur, dan muntah.
Pons varolii merupakan mata rantai penghubung yang penting pada jaras
kortikoserebralis yang menyatukan hemisfer cerebri dan cerebellum.
Diencephalon dibagi empat wilayah yaitu thalamus, subtalamus,
epitalamus, dan hipotalamus.Thalamus merupakan stasiun penerima dan
pengintegrasi subkortikal yang penting. Subtalamus fungsinya belum
dimengerti sepenuhnya, tetapi lesi pada asubtalamus akan menimbulkan
hemibalismus yang ditandai dengan gerakan kaki atau tangan yang
terhempas kuat pada satu sisi tubuh. Epitalamus berperan pada beberapa
doronganemosi dasar seseorang.Hipotalamus berkaitan dengan
pengaturan rangsangan dari system susunan saraf otonom perifer yang
menyertai ekspresi tingkah dan emosi.

3
2. Sirkulasi darah otak
Otak merupakan sekitar 20% curah jantung dan memerlukan 20%
pemakaian oksigen tubuh dan sekitar 400 kilo kalori energy setiap
harinya. Otak diperdarahi oleh 2 pasang arteri yakni arteri karotis interna
dan arteri vertebralis.Dari dalam rongga uranium, kedua arteri ini saling
berhubungan dan membentuk system anastomosis, yakni sirkulasi wilisi.
Sirkulasi wilisi adalah area dimana percabangan arteri basilar dan
karotis internal bersatu.Sirkulasi wilisi terdiri atas 2 arteri cerebral, arteri
komunikans anterior, kedua arteri serebral posterior, dan kedua arteri
komunikans anterior. Jaringan sirkulasi ini memungkinkan darah
bersirkulasi dari satu hemisfer ke hemisfer yang lain dan dari bagian
anterior ke posterior otak. Ini merupakan system yang memungkinkan
sirkulasi kolateral jika satu pembuluha darah arteri mengalami
penyumbatan.
Darah vena dialirkan dari otak melalui dua system yakni
kelompok vena interna yang mengumpulkan darah ke vena galen dan
sinus rektus, dan kelompok vena eksterna yang terletak dipermukaan
hemisfer otak yang mencurahkan darah kesinus sagitalis superior dan
sinus-sinus basalis lateralis, dan seterusnya ke vena-vena jugularis,
dicurahkan menuju ke jantung.(Price & Wilson,2005).

D. KLASIFIKASI STROKE
Stroke dapat diklasifikasikan menurut patologi dan gejala
kliniknya, yaitu:
a) Stroke Hemoragi
Merupakan perdarahan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah
otak.Kesadaran pasien umumnya menurun. Perdarahan otak dibagi dua,
yaitu:
1. Perdarahan intraserebral
Pecahnya pembuluh darah (mikroaneurisma) terutama karena hipertensi
mengakibatkan darah masuk ke dalam jaringan otak, membentuk massa
yang menekan jaringan otak, dan menimbulkan edema otak.

4
Peningkatan TIK yang terjadi cepat, dapat mengakibatkan kematian
mendadak karena herniasi otak.Perdarahan intraserebral yang
disebabkan karena hipertensi sering dijumpai di daerah thalamus, pons
dan serebelum.

2. Perdarahan subaraknoid
Pedarahan ini berasal dari pecahnya aneurisma berry atau
AVM.Aneurisma yang pecah ini berasal dari pembuluh darah sirkulasi
willisi dan cabang-cabangnya yang terdapat diluar parenkim
otak.Pecahnya arteri dan keluarnya keruang subaraknoid menyebabkan
TIK (tekanan intracranial) meningkat mendadak, meregangnya struktur
peka nyeri, danvasospasme pembuluh darah serebral yang berakibat
disfungsi otak global (sakit kepala, penurunan kesadaran) maupun fokal
(hemiparase, gangguan hemisensorik, dll).

b) Stroke Non Hemoragi (Iskemik)


Tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak
sebagianatau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke iskemik.
Stroke iskemik dibagi menjadi 3, yakni :
1. Stroke trombolitik adalah sumbatan yang disebabkan oleh bekuan darah
yang berkembang di dalam arteri otak yang yang sudah sangat sempit.
2. Stroke embolik adalah sumbatan yang disebabkan oleh thrombus,
emboli, atau pecahan lemak (emboli) yang terbentuk dibagian tubuh
lain yang terbawa oleh aliran darah ke otak.
3. Hipoperfusion sistemikadalah berkurangnya aliran darah keseluruh
bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung. (Arif Muttaqin,
2008)

E. ETIOLOGi
Fakto-faktor yang menyebabkan stroke terbagi menjadi 2 yakni :
a. Faktor yang tidak dapat dirubah, antara lain :

5
1. Usia
Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa suai semakin tua semakin
besar pula risiko terkena stroke. Hal ini berkaitan dengan proses
degenerasi (penuaan) yang terjadi secara alamiah. pada orang-orang
lanjut usia, pembuluh darah lebih kaku karena adanya plak.
2. Jenis kelamin
Laki-laki memiliki risiko lebih besar untuk terkena stroke dibanding
perempuan.Hal ini mungkin terkait bahwa laki-laki cenderung
merokok.Rokok, dapat merusak lapisan dari pembuluh darah tubuh.
3. Keturunan
Terkait dengan riwayat stroke di keluarga, orang dengan riwayat
stroke pada keluarga memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena
penyakit stroke dibanding orang yang tanpa riwayat stroke pada
keluarganya.

b. Factor yang dapat dirubah antara lain :


1. Hipertensi
Adalah gangguan pada tekanan darah yang memungkinkan daya
pompa yang dilakukan oleh jantung pada darah menjadi sangat cepat
dan berlebihan. Daya pompa inilah yang menyebabkan otak merespon
negatif dan bahkan bukan tidak mungkin pembuluh darah menuju otak
dan pembuluh darah di otak dapat pecah. Jika sudah pecah, hal ini
akan mengganggu suplai oksigen dan nutrisi pada otak sehingga
menyebabkan penurunan fungsi dan kekurangan energi pada otak.
Inilah yang menyebabkan adanya kematian pada sel saraf otak.
2. Kelainan jantung/penyakit jantung
Gangguan jantung seperti penyakit jantung coroner, denyut jantung
tidak beraturan, cacat katup jantung, atau ventrikel jantung membesar
dapat mengakibatkan terbentuknya gumpalan darah yang menyumbat
laju darah keotak dan menyebabkan terjdinya penyakit stroke. Selain
itu, kerusakan kerja jantung akan menurunkan cardiac output dan
menurunkan aliran darah ke otak.

6
3. Kolesterol tinggi
Keadaan dimana kadar kolesterol didalam darah. LDL yang berlebih
mengakibatkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang lama
kelamaan akan semakin banyak dan menumpuksehingga aliran darah
terganggu.
4. Obesitas
Obesitas merupakan salah satu factor resiko terjadinya stroke. Hal
tersebut terkait dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam
darah pada orang dengan obesitas yakni kadar LDL lebih tinggi
dibanding kadar HDL.
5. Diabetes mellitus
Pembuluh darah penderita diabetes mellitus umumnya lebih kaku
(tidak lentur). Adanya peningkatan atau penurunan kadar glukosa
darah secara tiba-tiba dapat menyebabkan kematian otak.
6. Polisitemia
Kondisi dimana produksi sel darah merah atau peningkatan abnormal
pada jumlah sel darah merah yang diproduksi oleh sum-sum tulang
belakang.Orang dengan polisitemia memiliki peningkatan hematocrit,
hemoglobin dan jumlah sel darah merah serta aliran darah menjadi
lambat sehingga perfusi otak menurun.
c. Kebiasaan hidup
1. Merokok
Dari hasil berbagai penelitian diketahui bahwa orang-orang yang
merokok ternyata memiliki kadar fibrinogen darah yang lebih tinggi
dibanding orang yang tidak merokok. Peningkatan kadar fibrinogen
ini dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah
sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku. Dengan
demikian, dapat menyebabkan gangguan aliran darah.
2. Konsumsi alcohol
Bisa meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan pendarahan di
otak
a) Obat-obatan terlarang

7
b) Aktivitas yang tidak sehat seperti kurang olahraga, dan makanan
berkolesterol

F. PATOFISIOLOGI
Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak akut
fokal maupun global akibat terhambatnya peredaran darah otak.Gangguan
peredaran darah otak berupa tersumbatnya pembuluh darah otak atau
pecahnya pembuluh darah otak.Otak yang seharusnya mendapat pasokan
oksigen dan zat makanan menjadi terganggu.Stroke bukan merupakan
penyakit tunggal tetapi merupakan kumpulan dari beberapa penyakit
diantaranya hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan peningkatan
lemak dalam darah atau dyslipidemia.Penyebab utama stroke adalah
thrombosis serebral, aterosklerosis, dan perlambatan sirkulasi serebral
merupakan penyebab utama terjadinya thrombus.Stroke hemoragikdapat
terjadidi epidural, subdural, dan intraserebral.
Peningkatan tekanan darah yang terus menerus akan meningkatkan
pecahnya pembuluh darah sehingga dapatterjadi perdarahan dalam parenkim
otakyang bisa mendorong struktur otak dan merembes kesekitarnya bahkan
dapat masuk kedalam ventrikel atau keruang intracranial. Ekstravasi darah
terjadi di daerah otak dan subaraknoid, sehingga jaringan yang ada
disekitarnya akan tergeser dan tertekan. Darah ini sangat mengiritasi jaringan
otak, sehingga dapat mengakibatkabn penekanan pada arteridisekitar
perdarahan.bekuan darah yang semula lunak akhirnya akan larut dan
mengecil karena terjadi penekanan maka daerah otak disekitar bekuan darah
dapat membengkak dan mengalami nekrosis karena kerja enzim-enzim maka
bekuan darah akan mencair sehingga terbentuk suatu rongga.
Gangguan neurologis tergantung letak dan beratnya
perdarahan.Pembuluh darah yang mengalami gangguan biasanya arteri yang
berhubungan langsung dengan otak.Timbulnya penyakit ini mendadak dan
evolusinya dapat secara cepat dan konstan, berlangsung beberapa menit
bahkan beberapa hari. Gambaran klinis yang sering muncul antara lain :
pasien mengeluh sakit kepala berat, leher bagian belakang kaku, muntah,

8
penurunan kesadaran dan kejang, 90% menunjukkan adanya darah dalam
cairan serebrospinal, dari semua pasien 70-75% akan meninggal dalam waktu
1-30 hari, biasanya kesistem venntrikel, herniasi lobus temporal , dan
penekanan mesenfalon atau mungkin disebabkan karena perembesan darah ke
pusat-pusat yang vital. Penimbunan darah yang cukup banyak dibagian
hemisfer serebri masih dapat ditolerir tanpa memperlihatkan gejala-gejala
klinis yang nyata, sedangkan adanya bekuan darah dalam batang otak
sebanyak 5ml saja sudah dapat mengakibatkan kematian (Smeltzer &
Bare,2002).

G. MANIFESTASI KLINIK
Stroke menyebabkan berbagai deficit neurologic bergantung pada
lokasi leski (pembuluh darahmana yang tersumbat), ukuran area yang
perfusinya tidak adekuat, dan jumlah aliran darah kolesterol (sekunder atau
aksesori).Fungsi otak yang rusak tidak dapat membaik sepenuhnya.
Manifestasi klinik stroke, antara lain :
1. Deficit lapang pandang
a. Tidak menyadari orang atau objek ditempat kehilanganpenglihatan
b. Kesulitan menilai jarak
c. Diplopia
2. Defisit motoric
a. Hemiparesis (kelemahan wajah, lengan dan kaki pada sisi yang sama)
b. Hemiplegi (paralisis wajah, lengan, dan kaki pada sisi yang sama)
c. Ataksia (berjalan tidak mantap dan tidak mampu menyatukan kaki)
d. Disartria kesulitan berbicara) ditunjukkan dengan bicara yang sulit
dimengerti yang disebabkan paralisis otot yang bertanggung jawab
untuk menghasilkan bicara.
e. Disfagia (kesulitan dalam menelan)
3. Deficit sensorik
e. Kebasdan kesemutan pada bagian tubuh

9
4. Deficit verbal
a. Afasia ekspresif (tidak mampu membentuk kata yang dapat dipahami)
b. Afasia reseptif (tidak mampu memahami kata yang dibicarakan)
c. Afasia global (kombinasi baik afasia reseptif dan ekspresif).
5. Deficit kognitif
a. Kehilangan memori jangka pendek dan panjang
b. Penurunan lapang perhatian
c. Kerusakan kemampuan untuk berkonsentrasi
d. Perubahan penilaian
6. Deficit emosional
a. Kehilangan control diri
b. Labilitas emosional
c. Penurunan toleransi pada situasi yang menimbulkan stress.
d. Depresi
e. Rasa takut, bermusuhan dan marah
f. Menarik diri
g. Perasaan isolasi (Smeltzer & bare,2002)

H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Angiografi serebral
Menentukan penyebab stroke scr spesifik seperti perdarahan atau obstruksi
arteri.
2. Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT)
Untuk mendeteksi luas dan daerah abnormal dari otak, yang juga
mendeteksi, melokalisasi, dan mengukur stroke (sebelum nampak oleh
pemindaian CT).
a. CT scan
Memperlihatkan secara spesifik letak edema, posisi hematoma, adanya
jaringan otak yang infark atau iskemia dan posisinya secara pasti.

10
b. MRI (Magnetic Imaging Resonance)
Menggunakan gelombang megnetik untuk menentukan posisi dan bsar
terjadinya perdarahan otak.Hasil yang didapatkan area yang
mengalami lesi dan infark akibat dari hemoragik.
c. EEG
Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat masalah yang timbul dan
dampak dari jaringan yang infark sehingga menurunya impuls listrik
dalam jaringan otak.
d. Pemeriksaan laboratorium
1) Lumbang fungsi
pemeriksaan likuor merah biasanya dijumpai pada perdarahan yang
masif, sedangkan pendarahan yang kecil biasanya warna likuor
masih normal (xantokhrom) sewaktu hari-hari pertama.
2) Pemeriksaan darah rutin (glukosa, elektrolit, ureum, kreatinin)
3) Pemeriksaan kimia darah
pada strok akut dapat terjadi hiperglikemia.
4) Gula darah dapat mencapai 250 mg di dalam serum dan kemudian
berangsur-rangsur turun kembali.
5) Pemeriksaan darah lengkap yakni untuk mencari kelainan pada
darah itu sendiri.

I. PENATALAKSANAAN
1. Secara umum, penatalaksanaan pada pasien stroke antara lain :
a. Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat, posisi miring jika muntah
dan boleh dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil
b. Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat, bila perlu
diberikan oksigen sesuai kebutuhan
c. Tanda-tanda vital diusahakan stabil
d. Bed rest
e. Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia
f. Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit

11
g. Kandung kemih yang penuh dikosongkan, bila perlu lakukan
kateterisasi
h. Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari
penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik.
i. Hindari kenaikan suhu, batuk, konstipasi, atau suction berlebih yang
dapat meningkatkan TIK
j. Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. Jika
kesadaran menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang
NGT
2. Penatalaksanaan spesifik berupa :
a. Stroke non hemoragik: asetosal, neuroprotektor, trombolisis,
antikoagulan, obat hemoragik.
b. Stroke hemoragik: mengobati penyebabnya, neuroprotektor,
menurunkan TIK yang tinggi , tindakan pembedahan yang bertujuan
utama adalah memperbaiki aliran darah serebri dengan :
1) Endosterektomi karotis membentuk kembali arteri karotis, yaitu
dengan membuka arteri karotis di leher;
2) Revaskularisasi terutama merupakan tindakan pembedahan dan
manfaatnya paling dirasakan oleh klien TIA;
3) Evaluasi bekuan darah dilakukan pada stroke akut;
4) Ligasi arteri karotis komunis di leher khususnya pada aneurisma.
3. Penatalaksaan medis meliputi :
a. Diuretik untuk menurunkan edema serebral yang mencapai tingkat
maksimum 3 sampai 5 hari setelah infark serebral.
b. Antikoagulan untuk mencegah terjadinya thrombosis atau embolisasi
dari tempat lain dalam sistem kardiovaskuler.
c. Antitrombosit karena trombosit memainkan peran sangat penting dalam
pembentukan thrombus dan embolisasi. (Smeltzer & Bare, 2002)

12
ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN

Pengkajian merupakan langkah awal yang sangat menentukan


keberhasilan dari proses keperawatan tersebut. Pegkajian harus dilakukan
secara teliti sehingga didapatkan informasi yang tepat. Adapun hal-hal yang
dikaji dalam kasus ini antara lain :
a. Identitas
Meliputi nama , umur, jenis kelamin, agama, pendidikan,
pekerjaan, status perkawinan, alamat, suku bangsa, nomor rekam medik,
tanggal masuk rumah sakit, penanggung jawab dan diagnosa medis.
b. Keadaan umum
a. Kesadaran : umumnya mengalami penurunan kesadaran
b. Tanda-tanda vital : Tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu.
c. Suara bicara kadang-kadang tidak bisa bicara dan sukar dimengerti.
c. Riwayat kesehatan
1. Keluhan utama
Biasanya didapatkan kelemahan anggota gerak, sebelah dibagian badan
, bicara pelo dan tidak dapat berkomunikasi.
2. Riwayat penyakit sekarang
Serangan stroke seringkali berlangsung sangat mendadak, pada saat
klien melakukan aktivitas. Biasanya terjadi nyeri kepala, mual muntah,
bahkan kejang sampai tidak sadar, disamping gejala kelumpuhan
separuh badan atau gannguan fungsi otak lain.
3. Riwayat kesehatan masa lalu.
Adanya riwayat hipertensi , diabetes melitus, penyakit jantung, anemia,
riwayat trauma kepala, kontrasepsi oral yang lama, penggunaan obat-
obat antikoagualan, aspirin, vasodilator, obat-obat adiktif dan
kegemukan.
4. Riwayat penyakit keluarga
Biasanya ada riwayat keluarga yang menderita hipertensi ataupun
diabetes melitus.

13
5. Pola-pola fungsi kesehatan
1. Aktivitas dan latihan
Klien akan mengalami kesulitan aktivitas akibat kelemahan,
hilangnya rasa paralisis, hemiplegi, mudah lelah.
2. Sirkulasi
Adanya riwayat penyakit jantung, katub jantung, distritmia, CHF,
polisitemia, dan hipertensi arterial.
3. Integritas ego
Emosi labil, respon yang tidak tepat, mudah marah, kesulitan untuk
mengekspresikan diri.
4. Pola nutrisi dan metabolisme
Kesulitan menelan, nafsu makan menurun, mual muntah pada fase
akut.
5. Pola eliminasi
Biasanya terjadi inkontinensia urin, konstipasi akibat penurunan
peristaltik usus.
6. Pola tidur dan istirahat
Biasanya klien mengalami kesukaran untuk istirahat karena nyeri
otot.
7. Pola hubungan dan peran
Klien mengalami kesukaran untuk berkomunikasi akibat gangguan
berbicara.
8. Pola sensori dan kognitif
Klien mengalami gangguan penglihatan/ kekaburan pandangan,
sensasi sentuhan akan menurun pada muka dan ekstremitas yang
sakit. Pada pola kognitif biasanya terjadi penurunan memori dan
proses berfikir.
9. Pola reproduksi seksual
Biasanya terjadi penurunan gairah seksual akibat dari beberapa
pengobatan stroke seperti obat anti kejang, anti hipertensi,
antagonis histamin.

14
10. Pola penanggualangan stress
Klien biasanya mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah
karena gangguan proses berpikir dan kesulitan berkomunikasi.

f. Pemeriksaan fisik

1. Pemeriksaan kepala dan leher

a) Kepala : bentuk normocephalitik

b) Muka : umumnya tidak simetris , yaitu mencong kesalah satu sisi.

c) Leher : jarang terjadi kaku kuduk.

2. Pemeriksaan dada

Pada pernapasan kadang didapatkan sura napas ronchi, wheezing,


pernapasan tidak teratur, akibat penurunan refleks batuk dan menelan.

3. Pemeriksaan abdomen

Didapatkan penurunan peristaltik akibat bed rest yang lama dan


kadang terdapat kembung.

4. Pemeriksaan integumen

Pucat, turgor kulit jelek, kadang terjadi dekubitus terutama pada


daerah yang menonjol, kaji tanda sianosis dan clubing finger.

5. Pemeriksaan urinaria

Biasanya terdapat inkontinensia urin dan retensi urin

6. Pemeriksaan ekstremitas

Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, maupun keduanya.

7. Pemeriksaan neurologi

1) Nervus cranialis

Umumnya terdapat gangguan nervus cranialis VII dan XII central

2) Pemeriksaan motorik

Kelumpuhan atau kelemahan

15
3) Pemeriksaan sensorik

Dapat terjadi hemihiperestesi

4) Pemeriksaan reflex

Pada fase akut refleks fisiologis sisi yang lumpuh akan menghilang.
Setelah beberapa hari refleks fisiologis kan muncul kembali
didahului dengan refleks patologis.

8. Pemeriksaan diagnostik

1) Pemeriksaan radiologi

CT-scan

MRI

Menunjukkan area yang mengalami hemoragik

Angiografi cerebral

Mencari sumber perdarahan seperti malformasi vaskuler

Pemeriksaan foto toraks

Dapat memperlihatkan keadaan jantung, seperti ppembesaran


ventrikel kiri yang merupakan salah satu tanda hipertensi kronis
pada penderita stroke.

2) Pemeriksaan laboratorium

Fungsi lumbal

Biasanya dijumpai perdarahan yang masif

Pemeriksaan darah lengkap

Untuk melihat kelainan pada darah seperti polisitemia

16
B. ANALISA DATA

Data Etiologi Masalah


Ds: Raktor pencetus / etiologi Resiko
1. Biasanya klien ketidakefektifan
mengatakan kadang- Penimbunan lemak / perfusi jaringan
kadang pusing dan kolesterol meningkat otak
sakit kepala dalam darah
2. Klien mengatakan
lengan dan tungkainya Lemak yang sudah
tidak dapat digerakkan nekrotik dan
Do: berdegenerasi
1. Biasanya dijumpai
penurunan kesadaran Aterosklerosis
(GCS 3-5)
2. Klien mengalami Thrombus / emboli di
hemiparase cerebral
3. Kekuatan otot menurun
4. Penurunan dalam rasa Suplai darah dan O2 ke
dan refleks otak menurun
5. Hasil CT-scan terdapat
thrombosis pada Resiko ketidakefektifan
hemisfer kanan. perfusi jaringan otak

Ds: Penimbunan lemak / Nyeri akut


1. Klien mengeluh nyeri kolesterol meningkat
kepala dan nyeri dalam darah
ekstremitas
Do : Lemak yang sudah
1. Klien nampak meringis nekrotik dan
berdegenerasi

Thrombus

17
Penyempitan pembuluh
darah

Aliran darah terhambat

Eritrosit menggumpal,
endotel rusak

Cairan plasma hilang

Edema cerebral

PTIK

Nyeri akut
Ds : PTIK Ketidakseimban
1. Klien mengatakan sulit gan nutrisi
menelan Arteri vertebta basilaris kurang dari
Do : kebutuhan
1. Nafsu makan menurun Penurunan fungsi nerfus tubuh
2. Mual muntah vagus dan
3. Peristaltik usus glosopharingeus
menurun
4. Perut kembung Proses menelan tidak
5. Turgor kulit jelek efektif

Disfagia

Anoreksia

Ketidakseimbangan

18
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
Ds : PTIK Hambatan
1. Keluarga pasien mobilitas fisik
mengatakan pasien Arteri cerebri media
tidak dapat bangun,
duduk apalagi berdiri. Disfungdi nervus
2. Klien mengatakan assesorius
lengan dan tungkainya
lemah saat digerakkan Penurunan fungsi
Do : motorik dan
1. Kekuatan otot menurun muskuloskeletal
2. Aktivitas klien dibantu
3. Sensasi dan refleks Kelemahan pada anggota
menurun gerak
4. Kerusakan
neurovaskuler sekunder Hemiparase / plegi kanan
terhadap hemiparase kiri

Hambatan mobilitas fisik


Ds : PTIK Resiko jatuh
1. Klien mengatakan
ekstremitasnya sulit Arteri carotis interna
digerakkan
2. Klien mengatakan Disfungsi nervus opticus
aktivitasnya dibantu
Do : Kemampuan retina untuk
1. Motorik dan refleks menangkap bayangan
menurun
2. Klien nampak lemah Kebutaan
3. Aktivitas klien terbatas
4. Aktivitas klien nampak Resiko jatuh

19
dibantu

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak berhubungan dengan aliran


darah ke otak terhambat.

2. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan intracranial.

3. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot.

4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan


dengan ketidakmampuan untuk menelan atau mencerna makanan.

5. Resiko jatuh berhubungan dengan penurunan ketajaman penglihatan.

20