Anda di halaman 1dari 5

Tugas Resume Perpajakan

PPn dan PPn BM

Agustina Eka Harjanti (03)

PASAL 1

Daerah Pabean adalah wilayah RI yang meliputi wilayah darat, perairan, dan ruang udara
di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di ZEE dan landas kontinen yang didalamnya
berlaku UU yang mengatur mengenai kepabeanan.
Barang adalah barang berwujud, yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang
bergerak atau barang yang tidak bergerak dan barang tidak berwujud.
BKP adalah barang yang dikenai pajak berdasarkan UU Perpajakan.
Penyerahan BKP adalah setiap kegiatan penyerahan BKP.
Jasa adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan
hukum yang menyebabkan suatu barang, fasilitas, kemudahan, atau hak tersedia untuk
dipakai, termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau
permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan.
JKP adalah jasa yang dikenai pajak berdasarkan UU perpajakan.
Penyerahan JKP adalah setiap kegiatan pemberian JKP.
Impor adalah setiap kegiatan memasukkan barang dari luar Daerah Pabean ke dalam
Daerah Pabean.
Ekspor BKP berwujud adalah setiap kegiatan mengeluarkan BKP berwujud dari dalam
Daerah Pabean ke luar Daerah Pabean.
Perdagangan adalah kegiatan usaha membeli dan menjual, termasuk kegiatan tukar-
menukar barang, tanpa mengubah bentuk dan atau sifatnya.
Pengusaha adalah OP atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau
pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan
usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean,
melakukan usaha jasa termasuk mengeskpor jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar
Daerah Pabean.
PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan atau penyerahan JKP yang
dikenai pajak berdasarkan UU Perpajakan.
DPP adalah jumlah harga jual, penggantian, nilai impor, nilai ekspor atau nilai lain yang
dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak terutang.
PM adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan BKP dan
atau perolehan JKP dan atau pemanfaatan BKP Tidak berwujud dari luar daerah pabean
dan atau pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean dan atau impor BKP.
PK adalah PPN terutang yang wajib dipungut oleh PKP yang melakukan penyerahan
BKP, penyerahan JKP, ekspor BKP berwujud, ekspor BKP tidak berwujud, dan atau
ekspor JKP.
Pemungut PPN adalah bendahara pemerintah, badan atau instansi pemerintah yang
ditunjuk oleh menteri keuangan untuk memungut, menyetor dan melaporkan pajak yang
terutang oleh PKP atas penyerahan BKP dan atau penyerahan JKP kepada bendahara
pemerintah, badan, atau instansi pemerintah tersebut.
PASAL 1 A

Yang termasuk dalam pengertian penyerahan BKP adalah


- Penyerahan hak atas BKP karena suatu perjanjian (meliputi jual-beli, tukar-menukar,
jual beli dengan angsuran atau perjanjian lain yang megakibatkan penyerahan hak
atas barang).
- Pengalihan BKP oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan perjanjian leasing
- Penyerahan BKP kepada pedagang perantara (yaitu OP atau badan yang dalam
kegiatan usaha atau pekerjaannya dengan nama sendiri melakukan perjanjian atau
perikatan atas dan untuk tanggungan orang lain dengan mendapat upah atau balas
jasa tertentu misal komisioner) atau melalu juru lelang ( yaitu juru lelang pemerintah
atau yang ditunjuk oleh pemerintah).
- Pemakaian sendiri (yaitu pemakaian untuk kepentingan pengusaha sendiri, pengurus,
atau karyawan, baik barang produksi sendiri maupun bukan produksi sendiri) dan
atau pemberian cuma-cuma atas BKP (yaitu pemberian yang diberikan tanpa
pembayaran baik barang produksi sendiri maupun bukan produksi sendiri, seperti
pemberian contoh barang untuk promosi kepada relasi atau pembeli).
- BKP berupa persediaan dan atau aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk
diperjualbelikan yang masih tersisa pada saat pembuburan perusahaan.
- Penyerahan BKP dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP antar
cabang.
- Penyerahan BKP secara konsinyasi.
- Penyerahan BKP oleh PKP dalam rangka perjanjian pembiayaan yang dilakukan
berdasarkan prinsip syariah, yang penyerahannya dianggap langsung dari PKP
kepada pihak yang membutuhkan BKP.
Yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP adalah
- Penyerahan BKP kepada makelar.
- Penyerahan BKP untuk jaminan utang piutang.
- Pengalihan BKP dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan,
dan pengambilalihan usaha dengan syarat pihak yang melakukan pengalihan dan
yang menerima pengalihan adalah PKP.
- BKP berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan, yang
masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan dan yang pajak masukan atas
perolehannya tidak dapat dikreditkan.

PASAL 2

Harga jual atau penggantian dipengaruhi oleh hubungan istimewa, maka harga jual atau
penggantian dihitung atas dasar harga pasar wajar pada saat penyerahan BKP atau JKP
itu dilakukan.
Hubungan istimewa antara PKP dengan pihak yang menerima penyerahan BKPdan atau
JKP dapat terjadi karena ketergantungan atau keterkaitan satu dengan yang lain yang
disebabkan karena faktur kepemilikan atau penyertaan dan adanya penguasaan melalui
manajemen atau penggunaan teknologi.
Hubungan di antara OP dapat pula terjadi karena adanya hubungan darah atau karena
perkawinan.
Hubungan istimewa dianggap ada apabila terdapat hubungan kepemilikan yang berupa
penyertaan modal sebesar 25% atau lebih, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Hubungan antara pengusaha dapat juga terjadi karena penguasaan melalui manajemen
atau penggunaan teknologi, kendatipun tidak terdapat hubungan kepemilikan.
Hubungan istimewa dianggap ada apabila terdapat hubungan keluarga baik saudara
maupun semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat dan atau kesamping satu
derajat.

PASAL 3A

Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan/atau penyerahan JKP di dalam Daerah
Pabean dan atau melakukan ekspor BKP berwujud, ekspor JKP dan atau ekspor BKP
Tidak berwujud diwajibkan melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP,
memungut pajak yang terutang, menyetorkan PPN yang masih harus dibayar dalam hal
PK lebih besar dari PM yang dapat dikreditkan serta menyetorkan Pajak Penjualan Atas
Barang Mewah yang terutang dan melaporkan penghitungan pajak.
Pengusaha kecil dapat memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP

PASAL 4

PPN dikenakan atas :


- Penyerahan BKP di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha
(penyerahan barang yang dikenakan pajak harus memenuhi syarat-syarat : barang
bewujud yang diserahkan merupakan BKP, barang tidak berwujud yang diserahkan
merupakan BKP tidak berwujud, penyerahan dilakukan di dalam Daerah Pabean, dan
penyerahan dilakukan dalam rangka kegiatan usaha atau pekerjaannya).
- Impor BKP.
- Penyerahan JKP di dalam Daerah Pabean yang dilakukan pengusaha (penyerahan
jasa yang terutang pajak harus memenuhi syarat-syarat jasa yang diserahkan
merupakan JKP, penyerahan dilakukan di dalam Daerah Pabean, penyerahan
dilakukan dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.
- Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.
- Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.
- Ekspor BKP berwujud oleh PKP.
- Ekspor BKP tidak berwujud oleh PKP.
- Ekspor JKP oleh PKP.
Jenis barang yang tidak dikenai PPN :
- Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari
sumbernya (misal : minyak mentah, gas bumi, panas bumi, batubara, biji besi).
- Barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak (misal : beras,
gabah, jagung, sagu, kedelai, garam).
- Makanan dan minuman yang disajkan di hotel, restoran, rumah makan, warung,
meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak,
termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering.
- Uang, emas batangan dan surat berharga.
Jasa yang tidak dikenai PPN :
- Jasa pelayanan kesehatan medis (meliputi : jasa dokter umum, jasa dokter hewan,
jasa kebidanan, jasa psikolog), jasa pelayanan sosial (meliputi : jasa pelayanan panti
asuhan dan panti jompo, jasa pemadam kebakaran).
- Jasa pengiriman surat dengan perangko.
- Jasa keuangan, jasa asuransi, jasa keagamaan, jasa pendidikan, jasa kesenian dan
hiburan, jasa tenaga kerja, jasa perhotelan, jasa penyediaan tempat parkir, jasa boga
atau katering.

PASAL 5

Dikenakan juga Pajak Penjualan Atas Barang Mewah terhadap :


- Penyerahan BKP yang tergolong mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang
menghasilkan BKP yang tergolong Mewah tersebut di dalam Daerah Pabean dalam
kegiatan usaha atau pekerjaannya.
- Impor BKP yang tergolong mewah.
Yang dimaksud dengan BKP yang tergolong mewah adalah bahwa barang tersebut
bukan merupakan barang kebutuhan pokok, barang yang dikonsumsi oleh masyarakat
tertentu, barang yang pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi
dan atau barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status.
PPN BM dikenai hanya 1 kali pada waktu penyerahan BKP yang tergolong mewah oleh
pengusaha yang menghasilkan atau pada waktu impor BKP yang tergolong mewah.

PASAL 7

Tarif PPN adalah 10%.


Tarif PPN sebesar 0% diterapkan atas : ekspor BKP berwujud, ekspor BKP tidak
berwujud dan ekspor JKP.
Tarif pajak dapat diubah menjadi paling rendah 5% dan paling tinggi 15% yang
perubahan tarifnya diatur dengan Peraturan Pemerintah.

PASAL 8

Tarif PPN BM adalah paling rendah 10% dan paling tinggi 200%.
Ekspor BKP yang tergolong mewah dikenai pajak dengan tarif 0%.

PASAL 8A

PPN terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan DPP yang meliputi Harga
Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor.

PASAL 9

PM dalam suatu Masa Pajak dikreditkan dengan PK untuk Masa Pajak yang sama.
Bagi PKP yang belum berproduksi sehingga belum melakukan penyerahan yang terutang
pajak, PM atas perolehan dan atau impor barang modal dapat dikreditkan.
PM yang dikreditkan harus menggunakan Faktur Pajak.
Dalam suatu Masa Pajak, PK lebih besar daripada PM, maka selisihnya merupakan PPN
yang harus dibayar oleh PKP.
Apabila dalam suatu Masa Pajak, PM yang dapat dikreditkan lebih besar daripada PK,
maka selisihnya merupakan kelebihan pajak yang dapat dimintakan kembali atau
dikopensasikan ke Masa Pajak berikutnya.
Atas kelebihan PM dapat diajukan permohonan pengembalian pada setiap Masa Pajak
oleh : PKP yang melakukan ekspor BKP berwujud, PKP yang melakukan penyerahan
BKP dan atau penyerahan JKP kepada pemungut PPN, PKP yang melakukan penyerahan
BKP dan atau penyerahan JKP yang PPNnya tidak dipungut, PKP yang melakukan
ekspor ekspor BKP tidak berwujud, PKP yang melakukan ekspor JKP, dan PKP dalam
tahap belum berproduksi.
Pengkreditan PM tidak dapat diberlakukan bagi pengeluaran untuk :
- Perolehan BKP atau JKP sebelum Pengusaha dikukuhkan sebagai PKP
- Perolehan BKP atau JKP yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan
usaha.
- Perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedam dan station wagon
kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan.
- Pemanfaatan BKP tidak berwujud atau pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean
sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP
- Perolehan BKP atau JKP yang Faktur Pajaknya tidak memenuhi ketentuan atau tidak
mencantumkan nama, alamat, dan NPWP pembeli BKP atau penerima JKP.
- Pemanfaatan BKP yang tidak berwujud atau pemanfaatan JKP dari luar Daerah
Pabean yang Faktur Pajaknya tidak memenuhi ketentuan.
- Perolehan BKP atau JKP yang Pmnya ditagih dengan penerbitan ketetapan pajak
- Perolehan BKP atau JKP yang Pmnya tidak dilaporkan dalam Surat Pembertahuan
Masa Pajak Pertambahan Nilai, yang diketemukan pada waktu dilakukan
pemeriksaan.
- Perolehan BKP selain barang modal atau JKP sebelum PKP berproduksi.