Anda di halaman 1dari 11

TUGAS ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KORPORAT “Transaksi Enron yang Dipertanyakan”

TUGAS ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KORPORAT “Transaksi Enron yang Dipertanyakan” KELOMPOK 4 : Agustina Eka

KELOMPOK 4 :

Agustina Eka Harjanti Danu Pradipta Putra Nuraini Ramadhani Sweetillah Idlfi Enshara

(14/377036/EE/06969)

(14/377052/EE/06985)

(14/377084/EE/07017)

(14/377105/EE/07038)

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA

2015

Ringkasan Kasus : Transaksi Enron yang Dipertanyakan

Transaksi Chewco Enron mengadakan proyek dengan nama Chewco. Proyek ini tidak bisa menarik perhatian para investor luar sehingga Enron melakukan siasat dengan cara memutar dana yang ada di perusahaan dan anak perusahaannya. Enron hanya mengeluarkan modal tetapi kurang dari 3% sehingga bisa dibilang bahwa Enron tidak mengeluarkan modal untuk proyek ini. Hal ini tidak sesuai dengan pengaturan keuangan yang seharusnya menanamkan modal sebesar 3%. Pada bulan November 1997, Enron dan Kopper membuatkan Chewco struktur modal baru untuk menarik perhatian para investor luar, namun hasilnya nihil. Akhirnya, Enron tetap kembali pada sistem awal yaitu memutar dana yang ada dalam perusahaannya. Andrew Fastow mengusulkan agar dirinya diangkat sebagai pengelola sementara Chewco hingga investor luar tertarik dengan proyek ini. Namun, kuasa hukum Enron tidak menyarankan hal ini karena status pejabat senior Enron perlu diungkapkan secara terbuka. Pada akhirnya, Michael Kooper, yang bekerja di Enron untuk Fastow diangkat sebagai investor independen 3% dan berwenang mengendalikan proyek tersebut. Pada dasarnya, Enron sebagai pemilik mayoritas tidak menaruh uang tunai ke dalam SPE (Special Purpose Entites). Sebuah bank menyediakan semua uang dan ternyata apa yang disebut investor 3%, independen, mengendalikan investor sangat sedikit menginvestasikan bahkan tidak sampai mendekati angka 3% yang diperlukan. Walaupun demikian, Chewco dianggap memenuhi syarat untuk diperlukan sebagai entitas antar pihak yang bebas dengan berbagai tujuan akuntansi oleh Enron dan auditornya. Pembiayaan yang berasal dari perusahaan Dodson sebesar $11,4 juta rupanya hanya $4,8 juta yang diserahkan untuk Chewco, sementara sisanya sebesar $6,6 juta yang diminta Barclays agar dicadangkan ke Dodson ternyata berada di perusahaan Enron. Sebanyak $4,8 juta tidak memenuhi 3% untuk nonkonsolidasi dan hal ini disetujui oleh CEO Arthur Andersen yang pada saat itu hanya menerima pendapatan jasa konsultasi sebesar $80.000. Cadangan dana $6,6 juta yang dicadangkan kemudian dimasukkan sebagai bagian dari pembiayaan yang berasal dari JEDI.

Berikut gambar transaksi pembiayaan Chewco :

Berikut gambar transaksi pembiayaan Chewco : Power Report mencatat beberapa detail transaksi yang berkitan dengan Chewco

Power Report mencatat beberapa detail transaksi yang berkitan dengan Chewco, yaitu mencakup :

Biaya manajemen dan biaya lainnya yang dibayarkan kepada Kopper dengan

jumlah berlebih hanya untuk pekerjaan kecil. Biaya bagi Enron dalam jaminan pinjaman Barclays yang dikenal sebagai

asumsi resiko pasar. Kopper mencari dan menerima $2,6 juta sebagai ganti rugi dari utang pajak

untuk $10,5 juta. Penilaian yang berlebihan digunakan untuk penyelesaian lilitan masalah hingga

mentransfer $10,5 juta untuk Kopper. Enron membukukan pendapatan lebih awal dari Chewco

Pinjaman tanpa jaminan, sebesar $15 juta dibuat oleh Kopper dan tidak

dipulihkan.

Kemitraan LJM dan Raptor: LJM1

Enron menerima usulan Fastow untuk menjadi pengelola tunggal dalam LJM1 yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dari investor luar agar dapat digunakan untuk melindungi hilangnya nilai pasar investasi Enron di Rhythms NetConnections, Inc. LJM1 menandatangani tiga transaksi dengan Enron yaitu upaya lindung nilai posisi Enron dalam

Rythms, pembelian sebagian kepemilikan Enron dalam proyek pembangkit listrik Brasil, dan pembelian sertifikat dari suatu SPE yang dikenal sebagai ‘Osprey Trust’. Transaksi lindung nilai Rhythms penting karena memperkenalkan bentuk dasar untuk transaksi lindung nilai di masa depan. LJM1 tidak mendapatkan investor dari luar sehingga Enron menginvestasikan dana sebesar $10 juta di saham Rhythms NetConnections,Inc dan dalam 2 tahun meningkat menjadi $300 juta. Enron mencatat investasi tersebut sebagai bagian dari portofolio perdagangannya, hal ini menandai posisi Rhythms dalam pasar mengalami kenaikan dan penurunan yang tercermin pada laporan laba-rugi Enron. Dan pengakuan Enron terhadap kenaikan nilai sahamnya sendiri merupakan pengakuan yang biasanya tidak diizinkan oleh GAAP.

Kemitraan LJM dan Raptor : LJM2

Pada bulan Oktober 1999, Fastow mengusulkan kemitraan LJM kedua, yaitu LJM2 Co-Investment LP (LJM2), yang akan berfungsi sebagai mitra umum melalui perantara untuk mendorong investasi luar hinga $200 juta yang dapat digunakan untuk membeli berbagai asset yang disindikasi oleh Enron. Cara ini, kata Fastow, akan memberikan Enron dana yang dibutuhkan untuk tumbuh dengan cepat dan dengan biaya yang sedikit dibandingkan dengan cara lain. Pada LJM2, masalah yang timbul apakah LJM2 memenuhi syarat untuk nonkonsolidasi. Serangkaian transaksi dilakukan untuk menciptakan keuntungan pada laporan L/R Enron yang didasarkan pada asumsi bahwa LJM2 tidak akan dikonsolidasi berdasarkan aturan 3%. Fastow bukanlah pihak ketiga yang benar-benar independen, dimana memiliki resiko dan manfaat kepemilikan.

LJM2 dan Raptor

Transaksi antara Enron dan LJM2 yang memberikan dampak terbesar pada laporan keuangan Enron melibatkan empat SPE yang dikenal sebagai Raptor. Raptor yang digunakan

oleh Enron ini tampak seperti akan berhasil, Fastow melaporkan kepada investor LJM2 bahwa Raptor mendapatkan pengembalian sebesar 193, 278, 2.500 dan 125 persen, dimana jauh melebihi 30% imbalan tahunan yang dijelaskan kepada Finance Committee. Meskipun pengaturan tidak transparan digunakan kembali, kekurangan yang ditemukan di pengaturan LJM1 akhirnya menjadi jelas dalam pengaturan LJM2, yaitu mencakup :

Enron melindungi nilai diri sendiri sehingga tidak ada lindung nilai ekonomi eksternal yang diciptakan. Harga saham Enron yang jatuh akhirnya mengikis ekuitas dasar dan kelayakan kredit yang ada, serta Enron harus menerbitkan terlebih dahulu banyak saham treasury atau opsi saham untuk membeli mereka dengan harga khusus atau menggunakannya dalam pengaturan “costless collar”, semuanya lebih bersifat delutive terhadap laba per saham Enron. Keuntungan yang tidak semestinya dicatat pada saham treasury yang digunakan atau dilindungi oleh lindung nilai yang tidak ada. Para pejabat Enron dan pembantunya mengambil manfaat bagi diri mereka sendiri. Pada bulan Agustus 2001, Enron mengalami penurunan nilai saham yang mengakibatkan penurunan kredit Raptor, yang mengharuskan adanya pengiriman saham Enron yang begitu banyak sehingga membuat dilusi laba per saham Enron disadari menjadi terlalu besar untuk dipertahankan. Transaksi Enron dan LJM2 ini memberikan dampak terbesar pada laporan keuangan Enron yang melibatkan empat SPE yang dikenal dengan Raptor. Enron ini berusaha menggunakan nilai ‘tertanam’ dari ekuitasnya untuk mengatasi penurunan nilai tertentu dalam investasi pedagangnya.

Pertanyaan dan Jawaban :

  • 1. Segmen manakah dari usaha Enron yang mendapatkan kesulitan? Jawaban : Hampir setiap semua segmen operasi mereka tidak benar. Pertama-tama, mereka berlatih praktik yang tidak etis dan tidak jujur yang menjadi korban pekerja, konsumen, pembayar pajak dan pemegang saham. Enron menciptakan kemitraan dalam organisasi mereka sendiri yang menyebabkan mereka menciptakan instrumen keuangan baru, yang disebut SPE (entitas bertujuan khusus) yang digunakan untuk memalsukan akuntansi. Pelaporan keuangan yang tidak benar adalah untuk membuat perusahaan terlihat baik, bukan untuk meyakinkan bahwa angka-angka yang akurat dan dapat diandalkan. Departemen hukum Enron menuliskan kontrak yang tidak teratur. Eksekutif Enron yang begitu terfokus pada mengejar keuntungan, terlepas dari fundamental ekonomi. Enron memiliki kesulitan akses dan mereka juga menyebabkan firma hukum dan perusahaan akuntansi untuk terlibat dalam jaring ketidakjujuran. Enron pertama kali mendapat kesulitan ketika Michael Kopper ditunjuk untuk mengelola Chewco, meskipun ia adalah seorang karyawan Enron yang bekerja untuk

Andrew Fastow. Kopper tampaknya tidak memiliki kepentingan terbaik terlibat dalam pengangkatannya. Lebih banyak kesulitan yang muncul ketika struktur modal baru untuk Chewco diciptakan termasuk investasi lebih dari $11 juta pada ekuitas yang tidak berasal dari investor luar, tapi berasal dari Donson yang merupakan rekan/partner pinjaman Barclays Bank untuk Kopper/Dodson. Ini adalah awal dari masalah Enron. Selain ini, Enron salah melakukan pemesanan pendapatan untuk layanan yang belum selesai. Juga, saham Enron dibayar oleh promissory notes bukan uang tunai.

  • 2. Bagaimana keuntungan dibuat dalam segmen operasi (apakah model bisnis yang dipakai)? Jawaban : Besarnya jumlah hutang Enron yang cukup tinggi sampai 75% dari nilai pasar sahamnya, karyawan Enron ditekan untuk membuat ramalan arus kas masa hukum yang tinggi dan tingkat diskonto yang rendah pada hukum mereka, sehingga membuat perusahaan Enron melaporkan nilai hukum dan laba yang tinggi kepada para investor padahal perusahaan mengalami sejumlah kerugian yang sangat besar. Hal ini dilakukan untuk mengelabui investor supaya selalu menanamkan modalnya di saham perusahaan Enron. Dengan demikian, harga saham Enron akan naik dan nilai pasarnya meningkat sehingga dapat menutupi nilai-nilai hutangnya.

  • 3. Apakah para direktur Enron memahami bagaimana keuntungan dihasilkan di segmen ini? Mengapa atau mengapa tidak? Jawaban : Menurut kelompok kami, para direktur Enron memahami betul bagaimana tingakat keuntungan yang akan dihasilkan, karena para direktur membiarkan kegitan-kegitan bisnis yang mengandung unsur konflik kepentingan perusahaan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh pihak- pihak yang tekait dalam perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap.

  • 4. Para direktur Enron menyadari bahwa kebijakan konflik kepentingan Enron akan dilanggar oleh manajemen SPE yang diusulkan Fastow dan kesepakatan operasi karena mereka mengusulkan langkah-langkah pengawasan alternative. Apakah yang salah dengan pilihan mereka? Jawaban : Kesalahan para direktur Enron adalah membiarkan hal-hal di perusahaan yang bersifat manipulasi, tidak etis, dan tidak jujur serta berbagai kecurangan terjadi dengan tidak memikirkan masalah yang akan menimpa perusahaan Enron selain itu mereka juga tidak mematuhi kode etik perusahaan.

  • 5. Ken Lay duduk sebagai ketua dewan dan CEO selama waktu itu. Bagaimana hal ini mungkin memberikan kontribusi pada kurangnya tata kelola yang benar? Jawaban : Dengan merangkap 2 jabatan sekaligus, terdapat kemungkinan Ken Lay tidak dapat mengelola tugas dari masing-masing jabatan dengan baik. Ken Lay mengijinkan banyak hal terjadi secara tidak etis. Dia juga bertanggungjawab atas semua kegiatan Enron, karena Ken Lay diizinkan melakukan transaksi yang tidak etis dan tidak berpikir tentang konsekuensi yang terjadi yang dapat menyebabkan terputusnya hubungan dengan pemerintah.

6. Aspek manakah dari system tata kelola Enron yang gagal untuk bekerja dengan baik? Jelaskan?

Jawaban :

Aspek yang gagal pada perusahaan ini adalah di sistem manajemen perusahaannya dan di Dewan Direksinya. Hal ini dikarenakan kesalahan dari direktur yang gagal dalam memahami peran / jobdesk yang mencakup tantangan dan siklus kepatuhan. Transparansi dan integritas manajemen Enron juga tidak ada. Dewan direksi juga telah melakukan manipulasi dalam proses akuntansi serta adanya konflik kepentingan yang tidak pantas.

7.

Mengapa

tidak

lebih

banyak

whistle-blower

yang

berani

bersuara,

dan

mengapa tidak ada yang membuat perbedaan yang signifikan ?

Jawaban :

Karena dalam kasus ini, semua pihak internal perusahaan ikut terlibat. Pihak-

pihak yang terlibat juga dijanjikan keuntungan yang besar dari transaksi- transaksi tersebut. Selain itu, juga terdapat kemungkinan apabila karyawan Enron melakukan whistle-blower, mereka akan menerima resiko pribadi seperti dibenci kolega, dipecat, disingkirkan, ditekan oleh atasan atau bahkan dituntut balik karena pencemaran nama baik. Lebih baik bila ada perlindungan hukum bagi si whistle-blower.

8. Apakah yang harus dilakukan oleh auditor internal untuk membantu direktur?

Jawaban :

Dalam kasus Enron, baik auditor eksternal, auditor internal dan juga

konsultan perusahaan dalam bidang akuntansi adalah Arthur Andersen, hal ini menimbulkan terjadinya pengambilan keputusan secara sepihak karena seharusnya auditor internal menjalankan tugasnya sebagai fidusia professional untuk menjaga kepentingan pemegang saham dan juga Dewan direksi dalam perusahaan baru kemudian hasil pekerjaanya akan diperiksa oleh auditor eksternal. Seharusnya tanggung jawab auditor antara lain :

Mendeteksi berbagai kekeliruan yang material

Mendeteksi berbagai kecurangan

Melakukan perencanaan dan melaksanakan proses audit untuk mendeteksi berbagai kesalahan yang secra tidak disengaja telah dilakukan baik oleh manajemen ataupun karyawan Standar-standar auditing tidak pernah membuat perbedaan antara berbagai tanggung jawab auditor dalam mencari kekeliruan maupun kecurangan, baik yang ebrasal dari kecurangan dalam pelaporan keuangan atau penggelapan aktiva. Baik untuk kekeliruan maupun kecurangan, auditor harus memperoleh tingkat keyakinan yang

memadai tentang apakah laporan keuangan itu telah bebas salah saji yang material

9.

Identifikasi konflik kepentingan dalam :

  • a. Berbagai kegiatan SPE SPE memiliki salah satu tujuan penting yaitu menjual aset-aset yang bermasalah ke rekan bisnis, Enron menghilangkan aset tersebut dari neraca, mengurangi tekanan akibat hutang dan menyembunyikan kinerja buruk investasi. Hal ini dapat mendatangkan dana tambahan untuk membiayai kesempatan investasi baru. Selain itu terdapat adanya laba fiktif untuk memenuhi pesyaratan Wall Street, dan terlalu banyak campur tangan Enron didalam kegiatan SPE yang dapat diligat dari orang-orang Enron yang bekerja di SPE.

  • b. Berbagai kegiatan Arthur Andersen Arthur Andersen sebagai auditor dari Enron dapat dipastikan tidak memiliki sikap integritas maupun independensi di dalam profesinya, hal ini dapat dibuktikan dengan AA yang merangkap profesi sebagai auditor internal dan eksternal, selain itu juga sebagai konsultan laporan keuangan. Selain itu juga selama proses kerja audit terdapat banyak pelanggaran standar akuntansi yang dilakukan, membantu menaikkan laba perusahaan salah satunya dan melakukan audit terhadap laporan keuangan yang dibuat sendiri. Di samping itu, Arthur Andersen juga mengalami konflik kepentingan akibat pembayaran yang begitu besar dari Enron. Hal yang sangat jelas dapat dilihat adalah bahwa Arthur Andersen tidak dapat mejunjung tinggi sikap professional dan etika profesi yang seharusnya dimiliki oleh para professional.

  • c. Berbagai kegiatan eksekutif Kennet Lay yang duduk sebagai ketua dewan dan juga CEO dalam waktu yang bersamaan dapat dilihat sebagai salah satu bentuk indikasi yang dapat menimbulkan kecurangan dari tata kelola perusahaan itu sendiri, dengan kondisi seperti itu sangat member peluang bagi Ken

Lay untuk mengambil keputusan sepihak berdasarkan kepentingan sendiri. Selain itu, direktur sengaja mengizinkan Enron untuk terlibat dalam praktik akuntansi beresiko tinggi. Dewan direksi mengizinkan Eron untuk menyetujui pengaturan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang memungkinkan CFO Enron menyiapkan dan mengoperasikan LJM yang melakukan transaksi bisnis dengan Enron dan memperoleh keuntungan dengan biaya Enron. Dewan direksi juga menyetujui kompensasi berlebihan bagi para eksekutif perusahaan.

10.Berapa banyak waktu yang seharusnya dihabiskan oleh seorang direktur

Enron untuk urusan Enron setiap bulannya ? Berapa banyak dewan direksi perusahaan besar yang seharusnya dilayani oleh seorang direktur ?

Jawaban :

Waktu yang harus dihabiskan oleh seorang direktur di perusahaan enron adalah minimal melakukan rapat direksi sebulan sekali agar dapat mengawasi kinerja dewan direksi dan manajemen secara maksimal.

Setidaknya ada 5 dewan direksi yang harus dilayani oleh seorang direktur, yaitu:

  • - CFO (Chief Financial Officer)

  • - COO (Chief Operating Oficer)

  • - CEO (Chief Executive Officer)

  • - CRO (Chief Risk Officer)

  • - CAO (Chief Administrative Officer)

11. Bagaimanakah

anda

akan

menggolongkan

budaya

perusahaan

Enron

?

bagaimana budaya itu berkontribusi terhadap bencana yang terjadi ?

Jawaban :

Enron dalam menjalankan perusahaannya sama sekali tidak menerapkan budaya yang baik sebagaimana seharusnya budaya dan etika diterapkan dalam sebuah perusahaan. Enron tidak memiliki integritas, sama sekali tidak menerapkan prinsip kejujuran dan keadilan serta tidak memiliki tanggug jawab dan juga memegang kepercayaan bagi para pemangku kepentingan seperti investor. Karena dalam menjalankan perusahaannya,

Enron hanya berusaha menjalankan dengan memenuhi secara hukum tapi tidak memenuhi secara etika dan budaya yang baik. Dampak yang ditimbulkan dari budaya perusahaan yang buruk ini adalah sebuah kehancuran yang tentu saja ikut membawa penderitaan bagi banyak pihak, Enron harus mendaftarkan kebangkrutan perusahaan ke pengadilan dan memecat 5000 pegawai, incestor diperkirakan telah kehilangan sekitar $20 miliar setelah pemulihan dalam kebangkrutan Enron sendiri, sedangkan total biaya kajian dan kerja audit awal diperkirakan sebesar $5 miliar dengan biaya audit yang bersifat kontinu dan diperkirakan akan terus meningkat sebesar 3%. Selain itu juga, tidak dapat dipungkiri kasus Enron ini telah menjadi sejarah besar yang sangat kelam bagi tata kelola perusahaan dan juga sistem akuntabilitas di seluruh dunia, karena sampai kapanpun kasus Enron akan selalu diingat sebagai contoh yang buruk bagi sistem akuntabilitas bagi seluruh dunia.