Anda di halaman 1dari 3

25. Mengapa oma dodo sangat cemas dan kebingungan mengenai penyakit yang dialami dodo ?

Didalam skenario dikatakan bahwa dodo mengalami gizi buruk, dimana gizi buruk akan
mengakibatkan :

1. Terganggunya fungsi pertumbuhan

2. Tenaga berkurang

3. Daya tahan tubuh menurun

4. Struktur otak tidak berkembang dan terganggunya fungsi otak

5. Perubahan perilaku

Selain gizi buruk dodo juga mengalami masalah kesehatan lainnya. Yang juga akan
berdampak buruk. Karena masala masalah kesehatan yang dialami dodo sangat
kompleks membuat nenek dodo sangat khawatir terhadap kondisi yang di alami dodo
sekarang.

26. Bagaimana menjelaskan apa yang terjadi pada dodo ?

HIV (Human Immunodeficiecy Virus). Pada dasarnya HIV adalah sejenis parasit obligat yaitu virus
yang hanya dapat hidup dalam sel atau media hidup. Virus ini biasanya menyukai hidup dan
berkembang biak pada sel darah putih manusia. HIV akan ada pada cairan tubuh yang
mengandung sel darah putih, seperti darah, cairan plasenta, air mani atau cairan sperma, cairan
sumsum tulang, cairan vaginaa, air susu ibu dan cairan otak.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh
manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. HIV menyerang salah satu jenis dari sel sel darah
putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut termasuk limfosit yang disebut
sel T-4 atau disebut juga sel CD-4.

Stadium akhir dari infeksi HIV adalah AIDS. AIDS adalah suatu keadaan dimana penurunan
system kekebalan tubuh yang didapat menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh terhadap
penyakit sehingga terjadi infeksi, beberapa jenis kanker dan kemunduran system saraf. Infeksi
HIV yang berakhir menjadi AIDS, telah menjadi penyebab utama kematian pada anak anak.

Penularan dari ibu ke anak (mother to child transmission) berperan utama dalam penyebaran HIV
pada anak. Bila seorang wanita yang telah terinfeksi HIV dan mengandung, maka kemungkinan
bayinya akan terinfeksi selama kehamilan atau saat proses melahirkan per vaginam (secara
normal). Selain itu, HIV juga bisa ditularkan melalui ASI.

Selain dari penularan ibu ke anak, beberapa anak dapat terkena HIV di dalam rumah sakit atau
situasi medis lain; misalnya melalui jarum suntik yang belum steril atau melalui transfusi darah
yang telah terinfeksi HIV. Di negara-negara yang lebih maju, masalah-masalah ini telah diatasi,
tapi di lingkup yang lebih miskin sumber daya hal tersebut masih merupakan isu penting. Pada
anak yang lebih tua, aktivitas seksual dan penggunaan narkoba juga merupakan risiko untuk
terinfeksi HIV.
Gejala anak yang terinfeksi HIV

Kebanyakan anak dengan HIV tidak bertambah berat badannya tetapi dapat juga tumbuh dengan
normal. Kemampuan motorik dan perkembangan mental mereka sering kali tertinggal dibanding
anak normal seperti merangkak, berjalan dan berbicara. Seiring dengan perkembangan
penyakitnya, banyak anak mengalami masalah sistem saraf seperti sulit berjalan, performa
sekolah yang buruk, kejang, dan gejala ensefalopati HIV (kelainan pada otak). Seperti juga orang
dewasa yang telah terinfeksi HIV, anak-anak dengan HIV juga dapat terkena infeksi oleh kuman
lain yang mengancam jiwa, meskipun angka kejadiannya berbeda dengan orang dewasa. Di
antaranya:

1. Toksoplasmosis (penyakit akibat parasit), lebih sering terjadi pada anak daripada orang dewasa.
2. Pneumocystis carinii pneumonia (PCP), yang merupakan penyebab utama kematian pada anak
yang terinfeksi HIV atau AIDS
3. Penyakit paru yang disebut lymphocytic interstitial pneumonitis (LIP). Jarang pada orang dewasa,
lebih sering pada anak. Penyakit ini dapat menyebabkan sulit bernapas secara progresif seperti
PCP dan biasanya harus dirawat.
4. Kandidiasis berat (infeksi jamur) yang dapat menyebabkan diaper rash (ruam popok) dan infeksi
pada mulut dan tenggorokan yang menyebabkan kesulitan makan
5. Bila sudah bertambah parah, anak yang terinfeksi HIV dapat mengalami diare kronik karena infeksi
oportunistik/kuman lain.

Anak-anak dengan HIV menderita penyakit infeksi yang umum terjadi pada anak lebih sering dan
lebih parah dibanding anak yang tidak terinfeksi. Infeksi tersebut dapat menyebabkan kejang,
pneumonia, pilek berulang, diare, dehidrasi dan masalah-masalah lain yang dapat menyebabkan
anak harus dirawat di rumah sakit lebih lama dan adanya masalah nutrisi.

PENGGUNAAN
PARACETAMOL &
AMOKSISILIN BEBAS

MTBS BALITA SERING SAKIT


SUSAH MAKAN

KURUS BERESIKO HIV DAN


HEPATITIS B

HANYA BISA DUDUK TUMBUH KEMBANG


GIZI BURUK MUDAH INFEKSI
DAN MENAGIS TERGANGGU

INFEKSI OPORTUNISTIK

MARASMUS MARASMUS-
KUARSIKOR DIARE
TB DIARE KRONIK

KEJANG KETIKA
KUARSIKOR
DEMAM
LO :

1. Mahasiswa mampu menjelaskan kejang demam pada anak

2. Mahasiswa mampu menjelaskan diare pada anak

3. Mahasiswa mampu menjelaskan gangguan pertumbuhan pada anak & remaja

4. Mahasiswa mampu menjelaskan tuberkulosis pada anak

5. Mahasiswa mampu menjelaskan HIV/AIDS pada anak

6. Mahasiswa mampu menjelaskan imunisasi pada anak

7. Mahasiswa mampu menjelaskan MTBS

8. Mahasiswa mampu menjelaskan hepatitis B pada anak

9. Mahasiswa mampu menjelaskan suplementasi pada anak