Anda di halaman 1dari 7

PENGOBATAN TB PARU

No. Dokumen:
No. Revisi: 0
SOP Tgl. Terbit :
Halaman : 1 hal

UPT PUSKESMAS
SUPRIYADI, SKM
UTAN . NIP.19681231 198903 1 092

1. Pengertian Tata cara memberikan pengobatan penderita TB Paru sesuai tata laksana pengobatan TB
Nasional.
2. Tujuan Untuk menyembuhkan pasien, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan
rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi kuman terhadap Obat Anti Tuberkulosis
(OAT).
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Jenis Jenis Pelayanan
Yang Disediakan
4. Referensi
5. Alat dan Persiapan Alat :
Bahan Register rawat jalan
1. Register TB 05
2. Register TB 06
3. FORM TB 01
4. Form TB 02
5. Form TB 03
6. Obat OAT
Persiapan pasien : Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilaksanakan pada pasien
6. Prosedur Prosedur :
- Pasien yang telah diperiksa dahaknya dipersilahkan masuk ke ruang BP.
- Pasien diberi penjelasan sesuai dengan hasil pemeriksaan dahak di TB 05.
- Untuk pasien dengan hasil BTA positif diberikan pengobatan dengan OAT kategori I,
dan untuk pasien dengan BTA negative dan rongsent mendukung diberikan
pengobatan dengan kategori III sesuai berat badan pasien.
Dengan dosis pemberian sesuai tabel sebagai berikut :
Tabel 01. pemberian obat TB paru sesuai BB pasien

Berat Badan Tahap Insentif tiap hari Tahap Lanjutan 3 kali


selama 65 hari RHZE seminggu selama 16
(150/75/400/275) minggu RH (150 /150)
30-37 kg 2 tablet 4 KDT 2 tablet 2 KDT
38-54 kg 3 tablet 4 KDT 3 tablet 2 KDT
55-70 kg 4 tablet 4 KDT 4 tablet 2 KDT
>71 kg 5 tablet 4 KDT 5 tablet 2 KDT

Setelah pengobatan tahap intensif akhir bulan ke II, dilakukan pemeriksaan BTA, bila hasil
negative dilanjutkan tahap lanjutan, dan bila hasil pemeriksaan BTA positif diberikan sisipan
dengan dosis sesuai berat badan pasien. sesuai tabel sebagai berikut :
Tabel 02. Pemberian obat sisipan sesuai B
Berat Badan Tahap intensif (150/75/400/275)

30-37 kg 2 tablet 4 KDT


38-54 kg 3 tablet 4 KDT
55-70 kg 4 tablet 4 KDT
>71 kg 5 tablet 4 KDT

Pokja III / VII


Dan bila hasil pemeriksaan pada akhir tahap intensif negative dilanjutkan tahap lanjutan,
kemudian diperiksa dahak ulang pada akhir bulan ke V, bila hasil negative dilanjutkan
pengobatannya, dan dilakukan pemeriksaan ulang pada akhir bulan ke VI atau akhir
pengobatan. Bila hasil pemeriksaan pada bulan ke VI negative dan pada awal pengobatan
positif pasien dinyatakan sembuh. Dan bila pada akhir pengobatan hasil negative dan pada
awal pengobatan negative dengan rongsent positif pasien dikatakan pengobatan lengkap.
7. Unit Terkait UGD,ruang perawatan
8. Dokumen
terkait

Kol9:80 pendidikn
Kol100 rangkap admin
Kol11:10 tanggung jawab
Kol13:25 masa.kerja
Kol 14(jml hr kerja)=23
Kol 20(jml hr msk kerja=22
Kol 21=jml poin variabel
Kol 22=% kehadirn
Jml sel poin=3530
3.530x59308440.= spj =1.603.059, terima=1.145,731,

v.tenaga ,(kol 9+10+11+134)=105


v,kehadiran.( kol 20/14)=95,65
poin(kol 21+22)=100

jml jaspel bln 5 =55,626.000

Pokja III / VII


PENEMUAN SUSPEK TB PARU

No. Dokumen:
No. Revisi: 0
SOP Tgl. Terbit :
Halaman : 1 hal

UPT PUSKESMAS
SUPRIYADI, SKM
UTAN . NIP.19681231 198903 1 092

1. Pengertian Cara / metode menemukan secara cepat dan tepat kasus TB Paru dengan
serangkaian kegiatan terdiri dari penjaringan suspek, diagnosa, penentuan
klasifikasi penyakit dan tipe pasien.

2. Tujuan Mendapatkan/menemukan kasus TB melalui serangkaian kegiatan sehingga segera dapat


dilakukan pengobatan agar sembuh dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Jenis Jenis
Pelayanan Yang Disediakan
4. Referensi
5. Alat dan Bahan Persiapan Alat :
1. Ruang Pengelola.
2. Pengelola P2 TB.
3. Meja, kursi dan kipas angin.
4. ATK dan buku register.
5. Buku penderita TB.05 dan TB.06
6. Pot dahak
Persiapan Pasien : Pasien diberi penjelasan tentang tujuan dan cara pengobatan pasien

6. Prosedur
Prosedur :
1. Penemuan pasien TB secara pasif, dengan penyuluhan aktif dengan melibatkan
semua layanan dengan maksud untuk mempercepat penemuan dan mengurangi
keterlambatan pengobatan.
2. Penemuan secara aktif dapat dilakukan terhadap :
a. Kelompok khusus tang rentan atau resiko tinggi sakit TB seperti pasien dengan
HIV AIDS.
b. Kelompok yang rentan tertular TB (rumah tahanan), daerah kumuh, keluarga atau
kontak pasien TB, terutama mereka yang dengan TB BTA positif.
c. Pemeriksaan anak < 5 tahun pada keluarga TB untuk menentukan tindak lanjut
apakah perlu pengobatan TB / pengobatan pencegahan.
d. Kontak dengan pasien TB resistan obat.
3. Tahap awal penemuan dilakukan dengan menjaring mereka yang memiliki gejala
utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih.
Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk
darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun,
malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari
satu bulan.
4. Pengelola melalukan anamese dan mencatat mengenai
Berapa lama batuk ?
Berdahak/tidak ?
Dahak bercampur darah/tidak ?

Pokja III / VII


Sesak nafas /tidak ?
Nyeri dada / tidak ?
Kurang nafsu makan/tidak ?
Berat badan menurun / tidak ?
Riwayat kontak dengan penderita TBC ?... dan
Apakah pernah minum obat paru-paru selama kurang dari 1 bulan atau lebih dari 1
bulan
5. Mengisi buku daftar suspek form. TB.06
6. Pengelola memberi penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan dahak dan
cara batuk yang benar untuk mendapatkan dahak yang kental dan purulen.
7. Memberikan pot dahak sewaktu kunjungan pertama dan pengambilan dilakukan
disamping Puskesmas.
8. Memeriksa kekentalan, warna dan volume dahak. Dahak yang baik untuk
pemeriksaan adalah berwarna kuning kehijau-hijauan (mukopurulen), kental,
dengan volume 3-5ml. Bila volumennya kurang, pengelola harus meminta agar
penderita batuk lagi sampai volumenya mencukupi. Jika tidak ada dahak keluar,
pot dahak dianggap sudah terpakai dan harus dimusnahkan untuk menghindari
kemungkinan terjadinya kontaminasi kuman TBC.
9. Memberikan label pada dinding pot yang memuat nomor identitas sediaan
dahak sesuai dengan TB.06
10. Memberikan pot dahak pagi yang sudah diberi label untuk diisi di rumah
penderita dan disuruh datang besok pagi membawa dahak paginya dan kemudian
petugas mengambil dahak sewaktu kunjungan kedua.
11. Mengisi form. TB.05, mengirim sediaan ke laboratorium.
12. Menerima jawaban dengan form TB 05, kemudian memasukkan hasil
pemeriksaan ke TB 06.
13. Bila hasil pemeriksaan BTA positif, memberikan pengobatan sesuai protap
pengobatan TB.
14. Bila hasil pemeriksaan negative, dilakukan pemeriksaan dahak ulang, bila hasilnya
tetap negative diberikan pengobatan dengan antibiotic selama dua minggu.
15. Bila masih tetap batuk dilakukan pemeriksaan rongsen thorax.
16. Bila hasil positif diobati sesuai dengan protap TB.
17. Pasien mendaftar di loket pendaftaran.
18. Buku rawat jalan pasien dibawa ke ruang BP berdasarkan nomor urut
pendaftaran.
19. Pasien disilahkan duduk sambil menunggu namanya di panggil.
20. Penderita masuk di ruang BP.
7. Unit Terkait UGD,ruang perawatan
8. Dokumen
terkait

Pokja III / VII


PENYULUHAN PENYAKIT TB PARU

No. Dokumen:
No. Revisi: 0
SOP Tgl. Terbit :
Halaman : 1 hal

UPT PUSKESMAS
SUPRIYADI, SKM
UTAN . NIP.19681231 198903 1 092

9. Pengertian Menyampaikan informasi berupa pesan atau pemikiran dari pihak pemberi
pesan/sumber informasi kepada pihak lain/penerima pesan dengan cara tertentu
10. Tujuan a. Menambah wawasan/pengetahuan tentang penyakit TBC
b. Meningkatkan kesadaran, kemauan dan peran serta masyarakat dalam
penanggulangan TBC.
11. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Jenis Jenis
Pelayanan Yang Disediakan
12. Referensi
13. Alat dan Persiapan Alat :
Bahan LCD proyektor lengkap dengan layar proyektor,laptop,materi penyuluhan,
14. Prosedur
. Menyusun Satuan Acara Penyuluhan ( SAP ) sesuai dengan kemampuan dan sumber
daya yang ada, meliputi :
1). Mentujuan tujuan penyuluhan
2). Menentukan sasaran penyuluhan ( Toma, Masyarakat umum, Kader Posyandu,
Penderita, Keluatga penderita atau PMO ).
3). Menentukan tempat penyuluhan ( di Unit Pelayanan Kesehatan atau di Luar Unit
Pelayanan Kesehatan ).
4). Menentukan waktu penyuluhan yang disesuaikan dengan situasi tempat, sasaran dan
pelaksanaan penyuluhan.
5). Menentukan metode penyuluhan (ceramah, tanya jawab atau diskusi) sesuai dengan
jenis penyuluhan, apakah penyuluhan langsung perorangan, kelompok atau
mayarakat/massa.
6). Alat bantu/media yang digunakan ( media cetak seperti poster, lembar balik atau
media elektronik seperti pemutaran film ).
7). Menentukan biaya yang digunakan
8). Materi penyuluhan sesuai dengan tujuan penyuluhan dan sasaran.
b. Pelaksanaan penyuluhan :
1). Penyuluhan TBC diaksanakan di dalam gedung UPK dengan cara :
a) Penyuluhan langsung perorangan sasarannya : penderita TBC, keluarga penderita atau
PMO.
b) Penyuluhan langsung kelompok sasarannya : kelompok penderita bersama
keluarganya dan PMO
c) Penyuluhan tidak langsungseperti menepelkan poster dan broser TB.
2). Penyuluhan TBC diaksanakan di luar gedung UPK dengan cara :
a) Penyuluhan perongan dirumah penderita.
b) Penyuluhan kelompok di posyandu.
c. Mengevaluasi penyuluhan :
1). Terpaicanya tujuan yang diharapkan
2). Adanya perubahan prilaku penderita

Pokja III / VII


3). Bertambahnya wawasan/pengetahun tentang penyakit TBC.

15. Unit Terkait


16. Dokumen
terkait

PENCATATAN DAN PELAPORAN


PASIEN TB

No. Dokumen:
No. Revisi: 0
SOP Tgl. Terbit :
Halaman : 1 hal

UPT PUSKESMAS
SUPRIYADI, SKM
UTAN . NIP.19681231 198903 1 092

1. Pengertian Suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk pencatatan dan pelaporan pasien TB yang
disusun dan disajikan untuk memantau secara kohort Perkembangan Pengobatan
Pasien TB yang dilakukan pada setiap unit Pelayanan Kesehatan sampai ke Kementerian
Kesehatan.

2. Tujuan 1. Memastikan petugas melakukan pencatatan dan pelaporan Pasien TB sesuai


dengan aturan yang telah ditetapkan.
2. Memantau secara kohort Perkembangan Pengobatan Pasien TB.

3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Jenis Jenis
Pelayanan Yang Disediakan
4. Referensi
5. Alat dan Persiapan Alat :
Bahan Tb 01,Tb 02,Tb 03,Tb 05,Tb 06,Tb 07,Tb 09

6. Prosedur
- Persiapan Alat : Format LPLPO, TB 01, kartu stok, kartu stok induk, SBBK, daftar
asset, Formulir, TB 13, formulir asset.
- Persiapan pasien
- Prosedur :
1. Pencatatan dan Pelaporan pada tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.
2. Pencatatan dan pelaporan pada tingkat Dinas Kesehatan Kab/Kota.
3. Pencatatan dan pelaporan pada tingkat Dinas Kesehatan Provinsi.
4. Pencatatan dan pelaporan pada tingkat Pusat.

7. Unit Terkait
8. Dokumen
terkait

Pokja III / VII


PENGGUNAAN LOGISTIK TB
No. Dokumen:
No. Revisi: 0
SOP Tgl. Terbit :
Halaman : 1 hal

UPT PUSKESMAS
SUPRIYADI, SKM
UTAN . NIP.19681231 198903 1 092

1. Pengertian Penggunaan logistik merupakan pemanfaatan barang sesuai dengan fungsi dan
peruntukannya. Logistik program TB digunakan di semua jenjang untuk mendukung
operasional program dimulai dari Unit Pelayanan Kesehatan sampai ke Kementerian
Kesehatan.

2. Tujuan Memastikan penggunaan logistik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Jenis Jenis
Pelayanan Yang Disediakan
4. Referensi
5. Alat dan Persiapan Alat :
Bahan 1. Surat Perjanjian Pemakaian Barang
2. Surat Penyerahan barang rusak/kadaluarsa
3. Berita Acara penghapusan dan pemusnaan Barang
Persiapan Pasien

6. Prosedur Prosedur :
1. Perawat membuat surat pemakaian barang yang meliputi pemakaian dan sisa
obat yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan OAT
2. Mencatat dalam kartu stok dan kartu stok induk setiap obat yang dikeluarkan
Mencatat jumlah, tanggal kadaluwarsa dan tanggal penerimaan masing- masing
OAT kedalam kartu stok dan kartu stok induk.
7. Unit Terkait
8. Dokumen
terkait

Pokja III / VII