Anda di halaman 1dari 4

Analisa Internasionalisasi bahasa Indonesia

Kekuatan

Jumlah penutur bahasa Melayu-Indonesia yang cukup banyak. Penutur bahasa Melayu-
Indonesia pada tahun 2013 meliputi Indonesia (242 juta jiwa), Malaysia (29.17juta jiwa),
Brunei Darussalam ( 0,408 Juta jiwa), Singapura (5.35juta jiwa), Timor Leste (1.20juta
jiwa), dan Thailand (67.09 juta jiwa). Jadi jumlah penuturnya dapat diperkirakan sejumlah
427,4 juta jiwa atau sekitar 1/15 jumlah penduduk dunia yang berada di kisaran jumlah 6.7
milyar jiwa.

Di samping jumlah penuturnya yang cukup banyak, bahasa Indonesia juga sangat
diminati oleh berbagai bangsa di dunia sejak sebelum Indonesia merdeka. Hal itu terbukti dari
banyaknya peneliti asing, terutama peneliti Belanda, Inggris, Swiss, Prancis, dan Jerman, yang
mengkaji bahasa dan budaya Indonesia (Nusantara). (Moh Muzakka Mussaif, 2008)

Selain ditinjau dari jumlah pengguna bahasa Indonesia, bahasa Indonesia mudah
dikuasai, karena bahasa Indonesia tidak mengenal kala, konjugasi maupun jenis kelamin kata
benda. Sehingga orang asing yang akan belajar menggunakan bahasa Indonesia akan mudah
mempelajarinya.

Berdasarkan data Biro Perencanaan dan Kerja-Sama Luar Negeri (BPKLN) Depdiknas
2007, tercatat 77 negara terlibat dalam pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia melalui
program Darma Siswa RI (Indonesian Scholarship Program). Bila kita asumsikan bahwa di
dalam negara pengirim peserta Darma Siswa RI (DSRI) terdapat 3-5 lembaga, maka jumlah
lembaga seluruhnya lebih dari 300 unit.

Selain itu data lain yang memperkuat kedudukan bahasa Indonesia adalah berdirinya
berbagai fakultas studi ketimuran (faculty of oriental studies), Kajian Asia Tenggara (South-east
Asian Studies), dan pusat studi Indonesia (Indonesian Studies) di berbagai perguruan tinggi di
luar negeri.

Indonesia merupakan salah satu bangsa yang luas di belahan dunia. Indonesia memiliki
kebudayaan dan sumber daya alam yang begitu beragam, unik, dan melimpah seperti bahasa
daerah, adat istiadat, kebiasaan, suku, pariwisata, dan beberapa tempat di Indonesia yang
menjadi tempat penelitian. Semua itu membuat banyak negara tertarik dengan Indonesia

Kelemahan

Selain memiliki banyak kekuatan menuju bahasa internasional, langkah ini juga banyak
memiliki kelemahan, karena dari sumber-sumber menyatakan kesulitan atau kelemahan bahasa
Indonesia menjadi bahasa Internasional adalah pada posisi dimana bahasa Indonesia terjepit
dengan bahasa melayu, memang hampir mirip, namun seharusnya sudah bisa dibedakan antara
bahasa Indonesia dengan bahasa Malaysia. Selain itu, kurangnya perhatian pemerintah terhadap
langkah ini menjadi kelemahan yang utama.

Selain itu Kurang dipakainya EYD oleh bangsa Indonesia dan kondisi ekonomi Indonesia
yang masih berkembang.

Peluang

bahasa Indonesia digunakan dalam diplomasi, perdagangan internasional, dan juga


berperan besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan.

Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa pemersatu, dan bahasa
antara bagi relasi antar daerah

Peluang bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa Internasional sudah terlihat pada
semakin banyaknya Universitas di Luar negeri yang mengajarkan bahasa Indonesia. Hal ini akan
membuat bahasa Indonesia mudah untuk memasuki proyek internasionalisasi.

jika kita cermati maka sebuah bahasa menjadi begitu menarik adalah karena bahasa
tersebut selalu dipaketkan dengan kebudayaan negara tersebut dan dikemas secara menarik

mengembalikan kepercayaan diri dan kebanggaan akan bahasa kita sendiri. Kita tidak
bisa bermimpi dan berharap bahwa bahasa Indonesia diminati, dihargai, dan menjadi menarik
untuk dipelajari sehingga menjadi bahasa internasional jika kita saja tidak bisa menghargai
bahasa kita sendiri.
Komitmen tersebut harus diikuti visi, misi, dan tujuan internasionalisasi bahasa Indonesia
dengan jelas. Departemen Luar Negeri (Deplu) dengan seluruh kedubes, atdikbud, dan
konjennya serta Depdiknas dengan BPKLN-nya, menjadi tangan panjang pemerintah RI untuk
melakukan kerja sama dengan departemen pendidikan luar negeri, terutama dengan PTN/PTS di
negara-negara lain.

Masuknya pulau komodo menjadi new 7 wonders of nature dan salah satu makanan
Indonesia menjadi makanan terenak di dunia

Ancaman

Penggunaan bahasa ibu (bahasa daerah). Di kota-kota yang kecil dan pedesaan
penggunaan bahasa Indonesia malah relatif terpinggirkan dengan bahasa daerah atau bahasa ibu
si penutur. Hal ini disebabkan oleh pengenalan mereka akan bahasa daerah sangat kental
sehingga membuat mereka terbiasa dan nyaman denganny

Banyak masyarakat yang lebih bangga menggunakan bahasa asing atau bahasa 'campur
aduk' yang dikatakan keren. Di kota besar sebuah fenomena yang mengkuatirkan adalah
penggunaan bahasa Indonesia yang sudah hancur-hancuran. Masyarakat lebih memilih
menggunakan bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya dalam percakapan sehari-hari meski
terkadang penggunaannya masih sangat jauh dari fasih.

Banyaknya tawaran dan promosi budaya negara lain di Indonesia. Di era globalisasi ini
bangsa kita dibanjiri dengan berbagai budaya asing. Dahulu kita hanya mendapat gempuran
budaya dan bahasa produk barat, namun kini generasi muda kita juga dicekoki dengan budaya
dan bahasa lainnya, seperti Jepang, Korea, China, dan bahasa-bahasa lainnya

Menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan bahasa asing juga memicu masyarakat untuk


mempelajari bahasa asing.

Di mata dunia internasional, bahasa Indonesia belum mempunyai nama, situasi ini di
jelaskan Dr. Widiatmoko. Sekarang beredar di kalangan guru BIPA (Bahasa Indonesia bagi
Penutur Asing), banyak peserta BIPA yang digiring pergi ke Malaysia. Orang Australia
misalnya, banyak yang membelanjakan uangnya untuk belajar bahasa Indonesia di Malaysia.
Malaysia juga memberikan penghargaan bagi para pemenang lomba pidato bahasa Indonesia di
luar negeri. Sungguh tidak dibenarkan anggapan bahwa bahasa Indonesia sama dengan bahasa
Melayu. Sekadar untuk contoh, lihatlah kata seronok dalam film upin-ipin dari malaysia yang
kini disuguhkan kepada anak-anak Indonesia. Kata ini digunakan di Malaysia dengan konotasi
positif, sebaliknya di Indonesia memiliki makna konotasi negatif. Patut disayangkan kata
seronok dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI III,halaman 1051) dengan
makna positif.