Anda di halaman 1dari 52

UNSUR-UNSUR DERET LANTANIDA

UNSUR KIMIA

disusun oleh kelompok 6

Supriatu Khodijatul Qubro 151810301022


Sovia Masfuri W.S 151810301044
Dwi Faradina 151810301059
Landep Ayuningtias 151810301065

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
JEMBER
2017
UNSUR TRANSISI DERET AKTINIDA

Laktinida dan aktinida merupakan unsur transisi blok f yang sifatnya sangat
berbeda dengan unsur transisi blok d. Unsur ini biasanya diletakkan terpisah dalam tabel
periodik unsur, ini dikarenakan keperiodikan strukrur elektronik yang sangat berbeda
dengan yang lain. Laktanida sering disebut sebagai tanah jarang. Walaupun laktanida
sering disebut sebagai tanah jarang namun, kelimpahan unsur ini sangat banyak di kerak
bumi. Laktanida ini biasanya menggunakan simbol Ln. Karena lantanida memiliki sifat
yang sangat mirip dan sukar dipisahkan satu sama lain, di waktu yang lalu unsur-unsur ini
belum banyak dimanfaatkan dalam riset dasar dan terapan, jadi nama tanah jarang berasal
dari fakta ini. Karena adanya metoda ekstraksi pelarut cair-cair dengan menggunakan
tributilfosfin oksida sejak tahun 1960-an, unsur-unsur lantanoid menjadi mudah didapat
dan mulai banyak dimanfaatkan tidak hanya untuk riset dasar tetapi juga dalam material
seperti dalam paduan logam, katalis, laser dan tabung sinar katode.
Simbol umum untuk unsur aktinida adalah An. Semua unsur aktinida bersifat
radioaktif dan sangat beracun. Di alam aktinoid yang ada dalam jumlah yang cukup adalah
torium(Th), protaktinium(Pa) dan uranium(U). Unsur-unsur ini diisolasi dari bijihnya dan
digunakan dalam berbagai aplikasi. Logam plutonium(Pu) diproduksi dalam jumlah besar
untuk bahan pembuatan nuklir. Unsur-unsur aktinida memiliki sifat yang mirip dengan
laktanida. Namun pada unsur aktinida ini memiliki isotop utama untuk mencapai
kestabilannya sehingga dapat dimanfaatkan untuk kimia nuklir.
Aktinida adalah kelompok unsur kimia yang mencakup 15 unsur antara
aktinium dan lawresium pada tabel periodik, dengan nomor atom antara 89 sampai dengan
103. Seri ini dinamakan menurut unsur aktinium. emua aktinida, kecuali lawrensium
merupakan unsur blok-f. Unsur-unsur kelompok aktinida adalah radioaktif, dengan hanya
aktinium Thorium, dan uranium yang secara alami ditemukan di kulit bumi.
Kelompok unsur Aktinida yang dapat disebut juga dengan Aktinoida atau Aktinon
ini terdiri dari lima belas unsur. Spektra atom unsur-unsur berat ini sangat rumit, dan sukar
untuk mencirikan tingkat-tingkat dalam bilangan kuantum serta konfigurasinya.
Penggunaan akhiran -ida dipilih untuk menunjuk pada anion (misalnya ion-ion halida, dan
oksida), akhiran -on dipilih untuk menunjuk pada nonmetal (seperti kelompok gas mulia).
Kelompok unsur tersebut bersifat metalik, maka sekarang direkomendasikan pemakaian
akhiran oida. Kelompok unsur aktinoida terdapat pada deret terakhir di bawah badan
tabel periodik yang diusulkan pertama kali oleh Glenn Seaborg (1944). Pengisian elektron
5f aktinoida mirip dengan lantanoida, sifat kimianya tidak seragam serta masing-masing
unsur memiliki sifat yang unik. Seluruh logam aktinoida bersifat radioaktif, sangat
beracun, dan memiliki waktu paruh yang menyusut secara dramatik seiring dengan
naiknya nomor atom. Keistimewaan utama unsur-unsur aktinoida adalah seluruhnya
merupakan logam elektropositif.Logam aktinoida ini memiliki densitas yang cukup tinggi
(15-20 g cm1), titik leleh tinggi (~1000 0C) dan titik didih sangat tinggi (~3000 0C).
Selain itu logam aktinoida tidak sereaktif logam lantanoida.

A. Trend Deret Aktinida


a. Konfigurasi Elektron
Unsur unsur deret aktinida memiliki nomor atom 89 hingga 103, dan sebagian
besar electron valensi dari unsur-unsurnya menempati orbital f sehingga deret aktinida
bersama dengan lantanida digolongkan dalam unsur blok f. adapun konfigurasi dari
unsur-unsur deret aktinida ditunjukkan dalam table berikut :
Unsur Aktinida Konfigurasi Elektron

Ac [Rn]6d17s2
Th [Rn]6d27s2
Pa [Rn]5f26d17s2 or [Rn]5f16d27s2
U [Rn]5f36d17s2
Np [Rn]5f46d17s2 or [Rn]5f57s2
Pu [Rn]5f67s2
Am [Rn]5f77s2
Cm [Rn]5f76d17s2
Bk [Rn]5f97s2 or [Rn]5f86d17s2
Cf [Rn]5f107s2
Dalam
Es [Rn]5f117s2
tabel Fm [Rn]5f127s2 tersebut
13 2
terdapat Md [Rn]5f 7s
No [Rn]5f147s2
Lr [Rn]5f147s27p1
ketidakteraturan dalam urutan pengisian electron dalam orbital d dan f, hal ini dikarenakan
kesetangkupan atau kemiripan tingkat energy yang dimiliki oleh keduanya, sehingga
menyebabkan electron akan mengisi energy yang lebih rendah dari kedua orbital tersebut.
b. Jari-jari Ionik
Jari-jari logam merupakan jarak inti ke electron terluar ynag diukur saat suatu
unsur membentuk struktur logam. Pada unsur-unsur deret aktinida memiliki tren jari-jari
yang menurun dari unsur Actinium hingga Neptunium, dan mengalami kenaikan untuk
unsur setelahnya. Tren tersebut disebabkan oleh bentuk kristal dari masing-masing unsur
logam yang akan berpengaruh terhadap jarak antara inti dengan inti terluarnya.
Jari-jari ion merupakan jarak inti ke electron terluar ynag diukur saat suatu unsur
membentuk ion, baikdalam hal melepas atau menerima electron. Pada unsur-unsur deret
aktinida memiliki tren jari-jari ion yang semakin menurun dari kiri ke kana dalam satu
deret aktinida, hal ini dikarenakan semakin bertambahnya muatan inti sehingga tarikan inti
terhadap electron valensi menjadi semakin kuat. Selain itu penyebab mengecilnya jari-jari
ialah adanya kontraksi aktinida atau yang lebih dikenal dengan istilah pengkerutan kulit
dari unsur-unsur deret aktinida sehingga menyebabkan jarak inti dengan electron valensi
bertambah dekat. Berikut adalah grafik tren jari-jari deret aktinida :

c. Keadaan Oksidasi
Pada deret aktinida terdapat keadaan oksidasi yang lebih besar daripada deret
lantanida. Ini berarti bahwa tingkat energi 5f, 6d, dan 7s mempunyai energi yang
berimbang. Keadaan oksidasi unsur-unsur deret aktinida dapat dilihat dalam tabel berikut :
No Atom Nama Unsur Keadaan Oksidasi

89 Actinium (Ac) III

90 Thorium (Th) III , IV

91 Protaktinium (Pa) III , IV , V

92 Uranium (U) III , IV , V , VI


93 Neptunium (Np) III , IV , V , VI , VII

94 Plutonium (Pu) III , IV , V , VI , VII

95 Americium (Am) II , III , IV , V , VI

96 Curium (Cm) III , IV , V , VI

97 Berkelium (Bk) II , III

98 Californium (Cf) II , III

99 Einstenium (Es) II , III

100 Fermium (Fm) II , III

101 Mendelevium (Md) II, III

102 Nobelium (No) II , III

103 Lawrencium (Lr) III

B. Anggota Deret Aktinida


1 Aktinium 9 Berkelium
2 Thorium 10 Californium
3 Protaktinium 11 Einstenium
4 Uranium 12 Fermium
5 Neptunium 13 Mendelevium
6 Plutonium 14 Nobelium
7 Amerisium 15 Lawrensium
8 Curium
C. Karakteristik masing-masing Unsur Deret Aktinida
1. Actinium (Ac)
a) Definisi
Kata actinium berasal dari Yunani, akti, aktinos, yang berarti sinar.Karena Ac
adalah unsur radioaktif yang dapat bercahaya dalam ruangan gelap, Aktinium disimbolkan
dengan Ac dalam sistem periodik modern, nomor atom 89.
b) Sejarah
Aktinium (Yunani, aktis, aktinos, sinar atau pancaran sinar). Ditemukan oleh Andre
Debierne di tahun 1899 dan juga oleh F. Giesel di tahun 1902. Unsur ini terdapat secara
alami dan bersenyawa dengan mineral-mineral uranium(reduksi uranium dari pitchblende).
Aktinium-227 merupakan produk hasil radiasi uranium-235 dengan memancar sinar beta
dan memiliki waktu paruh selama 21.6 tahun.
c) Sumber
Actinium ditemukan dalam jumlah sedikit dalam bijih uranium tetapi lebih banyak
dibuat dalam satuan mg dengan cara penyinaran netron terhadap 226Ra dalam reactor
nuklir. Logam actinium dibuat dengan cara reduksi actinium florida dengan uap lithium
pada suhu 1100-1300C.
AcF3 + 3Li(g) Ac(s) + 3LiF
d) Sifat Fisik
Fase : Padat
Massa jenis : 10 g/cm3 (sekitar suhu kamar)
Titik lebur : 1050 C (1323 K; 1922F)

Titik didih : 3471 K (3198C;5788F)


Kalor lebur : 14 kJ/mol
Kalor Uap : 400 kJ/mol
Kapasitas kalor : (25 C) 27.2 J/(molK)
Struktur kristal : Kubus
Bilangan oksidasi : +3
Elektronegativitas : 1.1 (Skala Pauling)
Energi ionisasi : 499 kJ/mol (Pertama); 1170 kJ/mol (Kedua)
Jari-jari atom : 195 pm
Konduktivitas termal : (300 K) 12 W/(mK)
e) Sifat Kimia
Aktinium yang telah dimurnikan mencapai kesetimbangan dengan produk-produk
hasil radiasinya 185 hari setelah masa peluruhan, hingga 21.6 tahun.Unsur ini 150 kali
lebih aktif ketimbang radium.
f) Persenyawaan
Hidrida Iodida
Aktinium dihidrida AcH 2 Aktinium triiodida : AcI 3

Fluorida Oksida
Aktinium trifluorida ACF 3 Diactinium trioksida : Ac 2 O 3

Klorida Sulfida
Aktinium triklorida AcCl 3 Diactinium trisulphide : Ac 2 S 3

Kompleks
Ion heksaaquaaktinium(III)[Ac(H2O)6]3+
Bersifat paramagnetic karena terdapat electron tidak berpasangan di orbital f.
Berwarna putih.
g) StrukturKristal

Ccp (center close packed)


h) Isotop

isotop NA half-life DM DE DP
225
Ac syn 10 d (MeV)
5.935 221
Fr
226
Ac syn 29.37 h 1.117 226
Th
226
0.640 Ra
222
5.536 Fr
227
Ac 100% 21.773 y 0.045 227
Th
223
5.042 Fr

i) Kegunaan
Sifat keradioaktifan dari Ac 150 kali lebih besar dari Radium, sehingga
memungkinkan untuk menggunakan Ac sebagai sumber netron.Sebaliknya Ac jarang
digunakan dalam bidang Industri. Ac-225 digunakan dalam pengobatan, yaitu digunakan
dalam suatu generator untuk memproduksi Bi-213. Ac-225 juga dapat digunakan sebagai
agen untuk penyembuhan secara radio-immunoterapi
2. Thorium (Th)
a) Definisi
Thorium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Th
dan nomor atom 90.Ditemukan oleh Berzellius pada tahun 1828.Nama Thorium berasal
dari kata Thor dalam mitologi yang berarti Dewa perang Skandinavia.
b) Sejarah
Thorium ditemukan oleh Jons Berzelius dalam sebuah mineral yang diberikan oleh
seorang pendeta has Morten tharane Esmark pada tahun 1829 di Swedia. Thorium sendiri
merupakan sumber tenaga nuklir.Ada mungkin lebih banyak energy yang belum
dimanfaatkan tersedia untuk digunakan dari thorium dalam mineral kerak bumi dari
uranium gabungan dari sumber bahan bakar fosil.
c) Sifat Umum
Ketika murni, thorium merupakan logam berwarna putih keperakan yang bersifat
stabil dan tetap berkilau selama beberapa bulan. Bila terkontaminasi dengan oksida,
thorium perlahan ternishes di udara, menjadiabu- abu dan akhirnya hitam.thorium oksida
memiliki titik leleh 3300C yang tertinggi dari semua oksida. Hanya beberapa elemen
seperti tungsten, dan beberapa senyawa seperti tantalum karbbida memiliki titik lebur yang
lebih tinggi.

Jari jari atom 179 pm


Energi Ionisasi ke -1 587 kJ/mol
Energi Ionisasi ke -2 1110 kJ/mol
Energi Ionisasi ke - 3 1930 kJ/mol
Keelektronegatifan 1.3 skala pauling
densitas 11.7 gram
Titik didih 5061 K
Titik Leleh 2115

d) Isolasi
Untuk mendapatkan thorium maka harus dilakukan pengekstraksian pasir monazite
dengan proses yang bertingkat dan kompleks. Terlebih dahulu monazite dilarutkan dalam
asam sulfat panas (H2SO4) 98%. Thorium akan terekstraksi sebagai residu yang tak
terlarutkan dalam fase organik yang berisi amina. Kemudian langkah berikutnya dilakukan
pemisahan dengan menggunakan ion seperti nitrat, klorida, hidroksida, atau karbonat.
Proses pemisahan ini akan menghasilkan thorium dalam bentuk cair. Proses selanjutnya
adalah presipitasi atau penguapan thorium cair agar bisa menjadi serbuk.
e) Persenyawaan
hidrida : Toriumdihidrida:ThH2
fluoride : Toriumtrifluorida: ThF3
Toriumtetrafluorida: ThF4
klorida : Toriumtetraklorida: ThCl4
iodide : Toriumdiiodide: ThI2
Toriumtriiodida: ThI3
Toriumtetraiodida: ThI4
oksida : Thoriumdioksida: ThO2
sulfida : Toriumsulfida:THS
Toriumdisulfida: ThS2
Dithoriumtrisulphide: Th2S3
Selenida : Toriumdiselenide: ThSe2
senyawa kompleks : [Th(H2O)6]4+ = ion heksaakuathorium (IV) , bersifat
paramagnetik, berwarna putih.
f) Struktur Kristal

Body Centeres Cubic


g) Isotop
Diketahui ada 25 isotop thorium dengan massa atom berkisar antara 212-236.
Semuanya tidak stabil.232Th terdapat di alam dengan masa paruh 1.4 x 1010 tahun, dan
merupakan pemancar partikel alfa. 232Th melewati tahap peluruhan enam partikel alfa dan
empat partikel beta sebelum menjadi isotop yang stabil, yakni 208Pb. 232Th bersifat
radioaktif.
Reaksi Peluruhan Thorium
228 Th 224 Ra+
228 224
Th meluruh menjadi Ra dan memancarkan partikel sinar yang mekanismenya
dapat dilihat pada reaksi diatas
229
Th 225 Ra+
228 225
Th meluruh menjadi Ra dan memancarkan partikel sinar yang mekanismenya
dapat dilihat pada reaksi diatas
230
Th 226 Ra+
230 226
Th meluruh menjadi Ra dan memancarkan partikel sinar yang mekanismenya
dapat dilihat pada reaksi diatas
231 Th 231 Pa+
231 231
Th meluruh menjadi Pa dan memancarkan partikel sinar yang mekanismenya
dapat dilihat pada reaksi diatas
232
Th 228 Ra+
232 228
Th meluruh menjadi Ra dan memancarkan partikel sinar yang mekanismenya
dapat dilihat pada reaksi diatas
233
Th 234 Pa+
233 234
Th meluruh menjadi Pa dan memancarkan partikel sinar yang mekanismenya
dapat dilihat pada reaksi diatas
h) Kegunaan
Untuk melapisi kawat wolfram yang digunakan dalam peralatan elektronik.
Oksida thorium juga digunakan untuk mengontrol ukuran satuan wolfram yang
digunakan dalam bola lampu listrik.
Digunakan untuk cawan laboratorium yang tahan suhu tinggi.
Logam thorium adalah sumber energi nuklir.
3. Protaktinium (Pa)
a) Sejarah
Protaktinium pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913 oleh Fajanas dan Gohring
yang menemukan isotop 234mP yang berumur pendek dengan waktu paruh hanya 1,17
menit ketika mempelajari pemutusan rantai 238U yang kemudian diberi nama brevium
yang berarti pendek. Brevium kemudian diubah namanya menjadi Protaktinium pada tahun
1918 oleh Otto Hahn, Lise Meitner, Frederick Soddy, John Cranston di Jerman yang
mempelajari secara spesifik 231Pa. Nama Protaktium berasal dari kata Yunani Protos
yang berarti pertama.

Protaktinium secara luas ditemukan di sejumlah kecil di kulit luar


bumi.Protactinium merupakan salah satu unsure paling mahal dan paling jarang terjadi
secara alami.Protactinium terdapat di bijih uranium pada konsentrasi 1-3 ppm.Protactinium
mempunyai kilat metalik terang yang tahan beberapa waktu di udara. Protactinium
merupakan unsure superconduktiv sekitar 1.4 K. Protaktium terdapat di minyak
merupakan material beracun berbahaya dan memerlukan tindakan penanganan yang serupa
digunakan ketika menangani plutonium. Protaktinium secara umum memberikan resiko
terhadap kesehatan jika masuk kedalam badan, walaupun ada resiko eksternal kecil
berhubungan dengan sinar gamma yang dipancarkan oleh protactinium-231 dan sejumlah
hasil luruhan yang berumur pendek dari actinium-227.

b) Sifat umum
Fase : solid
Massa atom :231.03588(2) g/mol
Massa jenis :15.37 g/cm
Titik lebur : 1841 K(1568C, 2854F)
Titik didih :4300 K(4027 C)
Kalor peleburan : 12.34 kJ/mol
Kalor penguapan : 481 kJ/mol
Bilangan oksidasi :2, 3, 4, 5
Elektronegativitas :1.5 (skala Pauling)
Energi ionisasi : 568 kJ/mol
Jari-jari atom :180 pm
c) Isolasi

Logam protaktinium diisolasi pada tahun 1934 oleh Aristid Grosse dengan
mengembangkan dua metode.Metode pertama dengan reduksi Pentosida Pa2O5 dengan
aliran electron di ruang hampa menjadi iodide dan metode kedua dengan memanaskan
iodide PaI5 di ruang hampa dengan reaksi 2PaI5 2Pa + 5I2.
d) Persenyawaan
Reaksi dengan Fluorida
Protaktinium tetrafluorida :PaF4
Protaktinium pentafluorida :PaF5
Reaksi dengan Klorida
Protaktinium tetraklorida :PaCl4
Protaktinium pentaklorida :PaCl5
Reaksi dengan Bromida
Protaktinium pentabromida:PaBr5
Reaksi dengan Iodida
Protaktinium tetraiodida :PaI4
Reaksi dengan oksida
Protaktinium oksida :PaO
Senyawa kompleks :[Pa(H2O)6]3+= ion heksaakuaprotaktinium III , bersifat paramagnetik,
berwarna biru tua.
e) Struktur Kristal

Tetragonal
f) Isotop
Dua puluh sembilan radioisotop protactinium telah ditemukan, dengan yang paling
stabil yang-Pa-233 dengan paruh 27,0 hari, dan Pa-230 dengan waktu paruh sebesar 17,4
hari . Semua isotop radioaktif yang tersisa memiliki paruh yang kurang dari 1,60 hari, dan
sebagian besar ini memiliki paruh yang kurang dari 1,8 detik.
g) Kegunaan
Protaktinium keberadaannya sangat langkah dan harga dari protaktinium sendiri
tergolong sangat mahal serta ia mempunyai tingkat toksisitas yang tinggi, maka dari itu
sejauh ini protaktinium tidak digunakan untuk kepentingan komersil atau inndustri
melainkan hanya digunakan untuk keperluan penelitian saja.
4. Uranium (U)
a) Sejarah
Uranium ditemukan dekat Naples di Italia, Klaproth mengenal sebuah unsur tak
dikenal dalam bijih-bijih uranium dan mencoba untuk mengisolasi logam tersebut pada
tahun 1789.Ia menamakan unsur itu mirip dengan nama planet uranus yang baru saja
ditemukan. Bagaimanapun, Logam Uranium itu sendiri pertama terisolasi pada tahun 1841
oleh Eugene-Melchoir Peligot. Sifat kereaktifan alami logam uranium sendiri baru
diketahui setelah 50 tahun ditemukannya logam tersebut, yakni oleh Henri Becquerel pada
tahun 1896.
b) Informasi umum
Nama, Lambang, nomor atom : Uranium, U, 92
Deret kimia : Aktinida
Golongan, periode, blok : blok f
Berat atom : 238,028 g.mol-1
Konfigurasi electron : [Rn] 5f3 6d1 7s2
Elektron dalam kulit : 2,8,18,32,21,9,2
c) Sifat Fisik
Fase : Padat
Massa jenis : 19,1 g/cm3 (sekitar suhu kamar)
Titik lebur : 1132,2 C
Titik didih : 4131 K
Kalor lebur : 9,14 kJ/mol
Struktur kristal : Orthorombik
Kemagnetan : Paramagnetik
Bilangan oksidasi : +6
Elektronegativitas : 1.38 (Skala Pauling)
Energi ionisasi : 597,6 kJ/mol (Pertama) ; 1420 kJ/mol (Kedua)
Jari-jari atom : 156 pm
Konduktivitas termal : (300 K) 27.5 Wm1K1
d) Sifat Kimia
Uranium bersifat piroforik (dapat meledak diudara).Uranium lebih lunak daripada
baja, dan dalam kondisi yang sangat halus, uranium mudah terlarut dalam air dingin.
Mudah ditempa dan sedikit paramagnetik.Di udara, uranium terlapisi dengan oksidanya.
Asam juga dapat melarutkan logamnya,.
e) Sumber
Cake .Dalam bentuk inilah Uranium diperjual-belikan.Bijih uranium dapat
ditambang melalui metode terowongan atau metode tambang terbuka, tergantung dari
kedalamannya.Setelah ditambang, bijih dihancurkan dan diolah dengan asam untuk
melarutkan uranium, yang kemudian uranium dipungut dari larutan.
Uranium juga dapat ditambang dengan metode pemisahan dari batuan langsung di tempat
(in situ leaching / ISL), dimana Uranium dilarutkandari batuan berpori bijih bawah tanah
dan dipompa ke permukaan.Produk akhir dari penambangan dan pengolahan bijih, atau
ISL, adalah konsentrat uranium oksida (U3O8) yang dikenal dengan istilah Yellow
f) Isolasi
Salah satu bijihnya adalah uranit (salah satu bentuknya adalah pitchblende) suatu
oksida UO2.Unsur uranium diperoleh kembali dari larutan dengan cara :
Ekstraksi uranit nitrat ke dalam dietil eter atau isobutimetiketon dengan menambahkan
garam (dapat NH4+, Ca2+, atau Al3+ nitrat) sebagai salting out untuk menaikkan angka
banding ekstraksi. Tetapi untuk ekstraksi dengan menggunakan tributilfosfat dalam
kerosen tidak diperlukan salting out.
Pencucian dengan asam nitrat encer
Pengendapan dengan ammonia diperoleh U3O8 atau UO3.
g) Alotrop
Uranium memiliki 3 alotrop, yaitu :
alfa (688 C) = kristal berbentuk ortorombik, beta (720 oC) = kristal berbentuk tetragonal,
gamma (>720oC) = kristal berbentuk kubus
h) Bilangan Oksidasi
Bilangan oksidasi yang paling umum dari uranium adalah 6.Ion yang
menghadirkan bilangan oksidasi yang berbeda dari uranium dapat larut dan oleh karena itu
dapat dipelajari di larutan mengandung air. Mereka adalah : U3+ (merah), U4+ (hijau), UO2+
(stabil), dan UO22+ (kuning).
Beberapa senyawa yang semi logam dan padat seperti UO dan US merupakan
uranium dengan bilangan oksidasi 2. Ion U3+ membebaskan hydrogen dari air dan
kemudian dianggap sebagai senyawa yang sangat tidak stabil. Ion UO 22+ merupakan
uranium dengan bilangan oksidasi VI dan dikenal membentuk campuran seperti karbonat,
klorida dan sulfat.
i) Persenyawaan
Oxides : uranium dioxide (UO2) ,uranium trioxide (UO3), uranium monoxide (UO),
diuranium pentoxide (U2O5), uranium peroxide (UO42H2O), triuranium octaoxide
(U3O8)
Hydrides : Uranium metal heated to 250 to 300 C reacts with hydrogen to form
uranium hydride.
Carbides :Carbides of uranium uranium monocarbide (UC), uranium dicarbide (UC 2),
and diuranium tricarbide (U2C3). Stable below 1800 C
Nitrides : Uranium nitrides uranium mononitride (UN), uranium dinitride (UN 2), and
diuranium trinitride (U2N3).[
Halides
Fluorides : UF3, UF4, (UF6) , U2F9, U4F17, and UF5.
Chlorides : UCl4. UCl3
Bromides and iodides of uranium Known examples include: UBr3, UBr4, UI3, and UI4.
Kompleks :
(NH4)4UF10 , UO2F2 = biloks 6
UO2+ , Na3UF8 = biloks 5
[U(CO3)5]6- = biloks 4
(NH4)U(SO4)2(H2O)4 = biloks 3
Sifat kemagnetannya ialah para magnetic karena terdapat beberapa electron yang tidak
berpasangan.
j) Struktur Kristal

Ortorombik (688 oC)


k) Isotop
U-235 merupakan isotop uranium yang penting, sebab dalam kondisi tertentu inti
ini dapat dibelah yang diikuti dengan pelepasan energi dalam jumlah besar (sekitar 200
MeV per-pembelahan). Reaksi pembelahan inti atom dikenal dengan fisi nuklir, dan
isotop U-235 disebut sebagai bahan fisil. Isotop uranium U-238 dan U-235 adalah
pemancar radiasi alpha dengan energi cukup rendah dan dapat ditahan oleh selembar
kertas. Bahaya radiasi akan muncul apabila isotop uranium masuk ke dalam tubuh karena
akan merusak jaringan dan dapat menimbulkan penyakit kanker.
l) Reaksi Inti
Uranium mengalami reaksi fisi, yakni reaksi pembentukan dua inti lain melalui
penembakan neutron. Inti atom dari U-235 terdiri dari 92 proton dan 143 neutron
(92+143=235). Saat sebuah inti atom U-235 menangkap neutron, ia akan membelah
menjadi dua inti atom baru dan melepaskan sejumlah energi dalam bentuk panas, disertai
pelepasan 2 atau 3 neutron baru.

m) Kegunaan
Proses membelah atau membakar uranium secara berantai dan terkendali adalah
sebagaimana yang terjadi di dalam reaktor nuklir. Panas yang dihasilkan digunakan untuk
membangkitkan uap air, dan selanjutnya uap air digunakan untuk memutar turbin dan
akhirnya menghasilkan listrik.
5. Neptunium (Np)
a) Sejarah
Neptunium merupakan unsur transuranium buatan yang pertama dalam deret
aktinida. Neptunium ditemukan oleh Edwin M McMillan dan Abelson di Bekerly,
California, Amerika Serikat pada tahun 1940. McMillan dan Abelson menumbukkan
uranium dengan netron yang diproduksi dari suatu alat pemecah atom dan menghasilkan
Neptunium. Nama asli Neptunium diambil dari nama planet Neptunus.
b) Informasi Umum
Nama : Neptunium
Simbol : Np
Nomor Atom : 93
Massa Atom : [ 237 ]
Deret : Actinoid
Periode dalam sistem periodik : 7 (actinoid)
Blok dalam sistem periodik : f-block
c) Sifat Fisik
Titik leleh : 910 [or 637 C (1179 F)] K
Titik didih : 4300 [or ca. 4000 C (7232 F)] K
Konduktivitas termal : 6 W m-1 K-1
Enthalpy fusi : 10 kJ mol-1
Entalpi penguapan : 335 kJ mol-1
Kemagnetan : Paramagnetik
Bilangan oksidasi : +5
d) Sumber
Neptunium dapat ditemukan dalam bijih uranium dalam jumlah yang sangat
sedikit.Neptunium biasanya merupakan hasil dari penangkapan neutron oleh isotop
237
uranium dalam suatu reaktor nuklir.Isotop Np merupakan produk sampingan dari
aktivitas produksi plutonium dan dapat diperoleh dalam jumlah gram. Neptunium dapat
ditemukan dalam limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dari pengolahan bahan
bakar nuklir bekas, dan limbah radioaktif yang berhubungan dengan pengoperasian reaktor
dan bahan bakar pengolahan tanaman.
e) Alotrop
Neptunium memiliki tiga allotrop yaitu :
Alfa-neptunium, ortorombik dengan kerapatan 20.25 g/cm3
Beta-neptunium (di atas 280oC), tetragonal, kerapatan (313oC) 19.36 g/cm3
Gamma-neptunium ( di atas 577oC), kubus, kerapatan (600oC) 18.0 g/cm3
f) Isolasi
Neptunium ditemukan secara alami sebagai produk dari reaksi transmutasi dalam
bijih Uranium. Np buatan dihasilkan melalui reduksi 237NPF3 dengan gas barium atau gas
litium pada suhu 12000C
2NpF3 + 3Ba 2Np +3BaF2
g) Persenyawaan
Fluor Khlor
Neptunium triflurida : NpF3 Neptunium triklorida : NpCl3
Neptunium heksafluorida : NpF6 Neptunium tetraklorida : NpCl4
Neptunium tetrafluorida : NpF4
Iod
Neptunium pentafluorida : NpF5
Neptunium triiodida : NpI3
Brom
Neptunium tetrabromide : NpBr4

Senyawa kompleks : NpO2+ = Biloks 5 berwarna hijau , bersifat paramagnetik


h) Struktur Kristal

Ortorombik
i) Isotop

Isoto Massa Atom Waktu Paruh Spin Energi


p Nuklir Peluruhan(MeV)
234
Np 234,04289 4,4 hari 0 -
235
Np 235,04406 1,058 tahun 5/2 5.192
236
Np 236,04657 155000 tahun 6 0.124
237
Np 237,0481678 2,14 106 5/2 0.940
238
Np 238,05094 2 0.940
239
Np 239,05293 tahun 5/2 5.020
2,117 hari 4.959
2,355 hari
j) Kegunaan
Np-237 dapat digunakan sebagai komponen dalam instrument deteksi neutron dan
juga dapat digunakan untuk membuat Pu-238 (dengan penyerapan neutron).Oak Ridge
National Laboratory telah menyediakan isotop Np-237 untuk diekspor. Neptunium
dianggap bisa digunakan dalam senjata nuklir, walaupun sampai saat ini tidak ada negara
yang menggunakannya.Peran biologis neptunium sampai saat ini belum ditemukan karena
neptunium memiliki tingkat radioaktivitas yang tinggi, sehingga bersifat racun.
6. Plutonium (Pu)
a) Sejarah
Pada tahun 1934, Enrico Fermi dan sekelompok ilmuwan Universitas Roma La
Sapienza melaporkan bahwa mereka telah menemukan unsur 94.Fermi menyebut unsur ini
sebagai hesperium.Namun, sampel yang diduga sebagai unsur 94 ini sebenarnya hanyalah
campuran barium, kripton, dan unsur-unsur lainnya.Tetapi hal ini tidak diketahui pada saat
itu karena fisi nuklir masih belum ditemukan.Glenn T. Seaborg dan kelompok ilmuwan
Berkeley adalah yang pertama memproduksi plutonium. Plutonium (Pu-238) pertama kali
diproduksi dan diisolasi pada tanggal 14 Desember 1940 oleh Dr. Glenn T. Seaborg, Edwin
M. McMillan, J. W. Kennedy, Z. M. Tatom, dan A. C. Wahl dengan menembakkan
uranium dengan deuteron. Unsur ini kemudian berhasil diidentifikasi secara kimiawi pada
23 Februari 1941. Pada percobaan tahun 1940, neptunium-238 berhasil dihasilkan secara
langsung dengan penghantaman, tetapi ia kemudian meluruh dengan mamancarkan emisi
beta dua yang sebelumnya telah menamai unsur transuranium pertama dengan nama
neptunium (berasal dari nama planet Neptunus) mengajukan bahwa unsur 94, sebagai
unsur transuranium kedua, dinamakan dari planet Pluto. Seaborg pada awalnya
mempertimbangkan nama "plutium", namun kemudian merasa bahwa nama tersebut tidak
sebagus "plutonium". Pemilihan simbol "Pu" oleh Seaborg pada awalnya hanyalah sebagai
lelucon, namun ternyata simbol tersebut kemudian tanpa disadari telah terdaftar ke dalam
tabel periodik. Nama-nama alternatif lainnya yang pernah Seaborg dan ilmuwan lainnya
pertimbangkan adalah "ultimum" ataupun "extremium" karena terdapat kepercayaan
bahwa mereka telah menemukan unsur terakhir pada tabel periodik.
b) Sifat Fisik
Simbol : Pu
Nomor massa : 244 g/mol
Golongan :3
Periode :7
Konf elektron : [Rn] 5f6 7s2
Elektron per kulit : 2, 8, 18, 32, 24, 8, 2
Fase : Padat
Massa jenis (suhu kamar) : 19,816 g/cm3
Titik lebur : 639,4 C
Titik didih : 3228C
Kalor lebur : 2,28 kj/mol
Kalor uap : 333,5 kj/mol
Kapasitas kalor (25C) : 35,5 J/(mol.K)
Struktur kristal : monoklin
Kemagnetan : paramagnetik
Bilangan Oksidasi : +6, +5, +4, +3
Elektronegatifitas : 1.28 (skala pauling)
Energi ionisasi (pertama) : 584,7 kj/mol
Jari-jari atom : 175 pm
Konduktifitas termal (300K): 6,74 W/(m.K)
c) Sifat Kimia
Selain mempunyai sifat fisik, plutonium juga mempunyai sifat kimia. Sifat
kimia plutonium dapat dijabarkan yaitu pada suhu kamar, plutonium murni berwarna perak
dan ia akan mengusam ketika teroksidasi. Unsur ini menunjukkan empat keadaan oksidasi
ionik dalam larutan:
Pu(III), as Pu3+ (biru lavender)
Pu(IV), as Pu4+ (kuning coklat)
Pu(V), as PuO2+ (merah jambu)
Pu(VI), as PuO22+ (merah mudah oranye)
Pu(VII), as PuO53 (hijau)
Warna larutan yang ditampilkan oleh larutan plutonium bergantung pada keadaan
oksidasi dan sifat-sifat anion asam. Anion asam akan memengaruhi derajat kompleksasi
plutonium. Logam plutonium dihasilkan dengan mereaksikan plutonium(IV) fluorida
dengan barium, kalsium ataupun litium pada suhu 1200 C. Ia akan diserang oleh asam,
oksigen, dan uap, namun tidak oleh alkali dan akan larut dengan mudahnya ke dalam asam
klorida, asam iodat, dan asam perklorat pekat.Lelehan logam plutonium harus disimpan
dalam keadaan vakum ataupun pada atmosfer inert untuk menghindari terjadinya reaksi
dengan udara. Pada suhu 135 C, logam plutonium akan menyala dan meledak jika
diletakkan dalam karbon tetraklorida.

Plutonium merupakan logam yang reaktif. Pada kelembaban udara ataupun argon,
logam ini akan teroksidasi dengan cepat, menghasilkan campuran oksida dan hidrida. Jika
logam tersebut terpapar cukup lama dengan sejumlah uap air, permukaan berbentuk bubuk
PuO2 yang membungkus logam akan terbentuk. Selain itu, juga terbentuk plutonium
hidrida. Apabila terpapar dengan uap air yang berlebihan, hanya akan terbentuk PuO 2.
Dengan adanya pembungkusan hidrida ini, logam plutonium bersifat piroforik, yang
berarti ia akan menyala secara spontan. Oleh karena itu, logam plutonium biasanya
ditangani dalam atmosfer yang inert dan kering (misalnya argon dan nitrogen). Oksigen
akan memperlambat efek-efek yang disebabkan oleh kelembaban dan berperan sebagai
agen pemasifan.

d) Sumber
Sejumlah kecil isotop plutonium (Pu-239 dan Pu-244) dapat ditemukan di alam.
Pu-244 dapat ditemukan dalam jumlah kecil karena ia merupakan produk minor peluruhan
pada bijih uranium dan mempunyai umur paruh sekitar 80 juta tahun yang cukup panjang.
Pu-239 dapat ditemukan dalam jumlah yang lebih kecil lagi (dalam satuan bagian per
triliun) dan produk peluruhannya dapat secara alami ditemukan pada beberapa bijih
uranium.Sejumlah kecil plutonium juga dapat ditemukan pada tubuh manusia oleh karena
uji nuklir di atas daratan dan beberapa kecelakaan nuklir besar yang pernah
terjadi.Kebanyakan uji nuklir atsmosferik telah dihentikan sejak tahun 1963, namun
Perancis masih terus melakukannya sampai dengan tahun 1980-an. Selain itu, beberapa
negara juga masih terus melakukan uji nuklir tersebut setelah tahun 1963. Oleh karena Pu-
239 merupakan hasil peluruhan radioaktif bijih uranium serta isotop plutonium yang paling
banyak dibuat, ia merupakan isotop yang paling melimpah.
e) Alotrop
Plutonium memiliki enam alotrop pada tekanan biasa: alfa (), beta (), gamma (),
delta (), delta prime (), &epsilon (). Pada temperatur yang tinggi dan jangka tekanan
tertentu, alotrop ketujuh (zeta, ) dapat terbentuk. Alotrop-alotrop ini memiliki tingkat
energi yang hampir sama, namun densitas dan struktur kristal yang sangat berbeda. Hal ini
membuat plutonium sangat sensitif terhadap perubahan temperatur, tekanan, dan
lingkungan kimiawi.Selain itu, perubahan volume yang dramatis selama transisi fase dari
satu alotrop ke alotrop lainnya juga memungkinkan.Tidak seperti bahan-bahan lainnya,
densitas plutonium akan meningkat ketika ia meleleh (sebesar 2,5%). Namun cairan logam
plutonium itu sendiri menunjukkan penurunan secara linear pada densitasnya seiring
dengan meningkatnya temperatur. Densitas berbagai alotrop plutonium berkisar dari
16,00 g/cm3 sampai dengan 19,86 g/cm3.
f) Persenyawaan
Fluor Hidrogen

- Plutonium trifluorida : PuF3 - Plutonium dihidrida : PuH2


- Plutonium heksafluorida : Selenium
PuF6
- Plutonium Selenida: PuSe
Khlor
Sulfur
- Plutonium triklorida : PuCl3
- Plutonium sulfida : PuS
Brom
- Plutonium disulfida : PuS2
- Plutonium tribromide : - Diplutonium trisulphide : Pu2S3
PuBr3 Oksigen
Iod
- Plutonium oksida : PuO
- Plutonium triiodida : Pui3 - Plutonium dioksida : PuO2
- Diplutonium trioksida : Pu2O3
g) Struktur Kristal
Monoklin
h) Isotop

238
Plutonium mempunyai beberapa isotop, diantaranya yaitu Pu ,239Pu,240Pu, 241
Pu ,
242 244 238
Pu , Pu. Isotop Pu dihasilkan pada tahun 1940 oleh Seaborg, McMillan, Kennedy
dan Wahl dengan menembakkan uranium dengan deutron ddalam siklotron 60 inchi di
Berkeley, Kalifornia. Plutonium juga terdapat secara alamiah dalam jumlah yang sangat
sedikit dalam bijih uranium. Terbentuk dengan kejadian yang sama seperti neptunium:
dengan iradiasi uranium alamiah dengan neutron yang ada.

239
Isotop yang paling penting adalah isotop Pu, dengan masa paruh waktu 24100
tahun, dihasilkan dalam jumlah besar dalam reaktor nuklir dari uranium alam:

Pu-244 dapat ditemukan dalam jumlah kecil karena ia merupakan produk minor peluruhan
pada bijih uranium dan mempunyai umur paruh sekitar 80 juta tahun yang cukup panjang.
i) Reaksi Inti
Plutonium merupakan logam aktinida radioaktif.Isotop plutonium-239 (Pu-239)
merupakan salah satu dari tiga isotop fisil utama (sisanya adalah uranium-233 dan
uranium-235). Agar dapat dianggap sebagai fisil, inti atom sebuah isotop haruslah dapat
memecah (fisi) ketika ditembakkan dengan neutron dan melepaskan sejumlah neutron
tambahan yang cukup untuk mempertahankan reaksi berantai nuklir dengan memecahkan
inti selanjutnya.

Pu-239 memiliki faktor penggandaan (k) yang positif. Hal ini berarti bahwa jika
logam tersebut tersedia dalam jumlah massa yang mencukupi dan dalam bentuk geometri
yang tepat, ia dapat membentuk massa kritis. Selama fisi, sebagian energi ikat yang
mengikat inti agar tetap bersama dilepaskan sebagai energi panas, energi kinetik, dan
energi elektromagnetik dalam jumlah yang besar.Satu kilogram Pu-239 dapat
menghasilkan ledakan yang setara dengan 20,000 ton TNT.Jumlah energi yang sangat
besar ini membuat Pu-239 sangat berguna pada reaktor dan senjata nuklir.

Keberadaan isotop plutonium-240 (Pu-240) pada suatu sampel akan membatasi


potensial bom nuklir plutonium. Hal ini dikarenakan Pu-240 memiliki laju fisi spontan
yang tinggi (~440 fisi per detik per gram setiap 1.000 neutron per detik per gram),
sehingga meningkatkan tingkat neutron latar, yang pada akhirnya akan meningkatkan
risiko pradetonasi. Plutonium dapat dikategorikan ke dalam berbagai tingkatan, yaitu
tingkat senjata, tingkat bahan bakar, dan tingkat reaktor, bergantung pada persentase Pu-
240 pada suatu sampel. Plutonium tingkat senjata memiliki kadar Pu-240 kurang dari 7%,
plutonium tingkat bahan bakar mengandung 7% - 19% Pu-240, dan plutonium tingkat
reaktor mengandung lebih dari 19% Pu-240.[17] Isotop plutonium-238 (Pu-238) tidak dapat
menjalani fisi nuklir dengan mudah, walaupun ia dapat mengalami peluruhan alfa.
j) Kegunaan
Bahan Peledak
Bom atom yang dijatuhkan ke Nagasaki, Jepang pada tahun 1945 mempunyai inti
plutonium.Oleh karena kemudahan isotop Pu-239 menjalani fisi dan ketersediaannya, ia
merupakan komponen fisil utama dalam pembuatan senjata nuklir. Dengan membungkus
bola plutonium padat dengan pemadat (lapisan tambahan yang dibuat dari bahan-bahan
padat) akan menurunkan jumlah plutonium yang diperlukan untuk mencapai massa kritis
dengan memantulkan kembali neutron yang lolos kembali ke inti plutonium. Hal ini akan
menurunkan jumlah plutonium yang diperlukan dari 16 kg menjadi 10 kg, berupa bola
berdiameter 10 cm. Massa kritis ini adalah sekitar sepertiga daripada massa kritis U-235.

Sumber tenaga dan panas

238
Pelet PuO2 yang berpijar. Isotop plutonium-238 (Pu-238) memiliki umur paruh
87,5 tahun. Ia memancarkan sejumlah besar energi termal dengan tingkat pancaran sinar
gama dan partikel neutron spontan yang rendah. Sebagai pemancar partikel alfa, ia
memancarkan radiasi berenergi tinggi dengan tingkat penetrasi yang rendah, sehingga
hanya diperlukan pemerisaian yang minimal. Selembar kertas dapat digunakan untuk
memerisai partikel alfa yang dipancarkan oleh Pu-238 manakala satu kilogram isotop ini
dapat menghasilkan 22 juta kilowat jam energi panas.
7. Americium (Am)
a) Sejarah

Amerisium adalah unsur transuranium yang ditemukan ke-empat yang bernomor


atom 95. Isotop 241Am diidentifikasi oleh Seaborg, James, Morgan, dan Ghiorso pada akhir
tahun 1944 ketika masa perang laboratorium metalurgi di Universitas Chicago sebagai
hasil reaksi penangkapan neutron yang sukses oleh isotop plutonium dalam reaktor nuklir.

b) Karakteristik

Amerisium yang baru dibuat berkilau putih dan dan lebih keperak-perakan
daripada plutonium atau neptunium yang dibuat dengan cara yang sama. Lebih mudah
ditempa daripada uranium, uranium dan mengusam perlahan-lahan pada udara kering pada
suhu kamar.

a. Simbol : Am
b. Radius Atom : 1.84
c. Volume Atom : 20.8 cm3/mol
d. Massa Atom : -243
e. Titik Didih : 2880 K
f. Struktur Kristal : Heksagonal
g. Massa Jenis : 13.7 g/cm3
h. Konduktivitas Listrik : 0.7 x 106 ohm-1cm-1
i. Elektronegativitas : 1.3
j. Konfigurasi Elektron : [Rn]5f7 7s2
k. Konduktivitas Panas : 10 Wm-1K-1
l. Potensial Ionisasi :6V
m. Titik Lebur : 1449 K
n. Bilangan Oksidasi : 6,5,4,3
o. Kemagnetan : paramagnetik
p. Senyawa kompleks yang dibentuk yaitu [Am(H 2O)6]4+ (Ion
heksaaquaamerisium (IV), dengan biloks 4 dan warna kompkeksnya merah.
c) Persenyawaan
Bromida Oksida
- Americium tribromide : - Americium oxide : AmO
AmBr3 - Americium dioxide : AmO2
Klorida Iodida
- Americium dichloride : - Americium diiodide : AmI2
AmCl2 - Americium triiodide : AmI3
- Americium trichloride:
AmCl3
Florida
- Americium trifluoride :
AmF3
Senyawa Kompleks :[Am(H2O)6]4+= ion heksaakuaamericium (IV) berwarna
merah, bersifat paramagnetik.
d) Struktur Kristal

e) Isotop
243
Dari beberapa isotop amerisium yang telah diidentifikasi, Am mempunyai waktu
241
paruh 7.370 tahun, dan Am dengan waktu paruh 432,2 tahun. Semua isotop radioaktif
yang tersisa memiliki paruh yang kurang dari 51 jam, dan sebagian besar memiliki paruh
yang kurang dari 100 menit.242Am adalah yang paling stabil .
f) Isolasi
Amerisium diproduksi dalam reaktor nuklir, sebagai hasil reaksi penangkapan
neutron yang sukses oleh isotop plutonium dalam reaktor nuklir.

g) Kegunaan
241
Am telah digunakan sebagai sumber radiografi sinar gamma yang bisa dibawa ke
mana-mana. Juga telah digunakan sebagai alat pengukur ketebalan kaca yang radioaktif
untuk industri kaca datar dan sebagai sumber ionisasi detektor asap.
8. Curium (Cm)
a) Sejarah
Kurium diidentifikasi oleh Glenn T. Seaborg, Ralph A. James dan Albert Ghiorso
242
pada tahun 1944 di Universitas Chicago dalam siklotron 60 inch. Cm sebanyak 30 mg
dalam bentuk hidroksida dan diisolasi pertama kali oleh Werner dan Perlman di
Universitas Kalifornia pada tahun 1947.Pada tahun 1950, Crane, Wallmann dan
Cunningham menemukan kerentanan terhadap magnet pada sejumlah miligram CmF3. Hal
ini adalah sekaligus sebagai bukti eksperimen yang menunjukkan konfigurasi elektron
Cm+3. Tahun 1951, para ahli kimia yang sama membuat Kurium dalam bentuk unsur untuk
pertama kalinya. Sekarang telah dikenali 14 isotop Kurium. Isotop yang paling stabil
247
adalah Cm dengan masa paruh 16 juta tahun, masih jauh lebih pendek dari pada usia
bumi sehingga jejak Kurium terdahulu sudah tidak tampak lagi di alam.
b) Keterangan Umum
Nama :Kurium
Wujud :Seperti perak
Simbol :Cm
Nomor atom :96
Nomor massa :247 g.mol-1
Golongan :3
Periode :7
Konfigurasi elektron :[Rn] 5f7 6d1 7s2
S Elektron per kulit :2, 8, 18, 32, 25, 9, 2
c) Sifat Fisik
Bilangan oksidasi : +3
Elektronegativitas : 1.3 (Skala Pauling)
Energi ionisasi : 581 kJ/mol (Pertama)
Jari jari atom : 174 pm
Fase : Padat
Massa jenis : 13,51 g/cm3 (sekitar suhu kamar)
Titik lebur : 1613 K [atau 1340 C (2444 F)]
Titik didih : 3383 K [atau 3110 C (5630 F)]
Kalor lebur : 15 kJ/mol
d) Sifat Kimia
Sejumlah Kurium dalam intensitas menit kemungkinan terdapat di dalam mineral
uranium, sebagai hasil dari penangkapan neutron dan peluruhan partikel beta secara terus
menerus oleh aliran neutron yang terdapat pada bijih uranium.Keberadaan Kurium alamiah
pernah dideteksi.242Cm dan 244Cm tersedia dalam jumlah bervariasi.248Cm dihasilkan dalam
jumlah miligram. Kelangkaan Kurium menyerupai gadolinium, dengan struktur kristal
yang lebih rumit. Kurium adalah logam tanah yang langka dan radioaktif.Isotop yang
247
paling stabil adalah Cm yang memiliki paruh 16 juta tahun.Kurium mungkin hadir
dalam bijih uranium.
e) Persenyawaan
Persenyawaan dari unsur kurium adalah :
Fluor :
Curium trifluorida : CmF3
Curium tetrafluorida : CmF4
Klor :
Curium trikhlorida : CmCl3
Iod :
Curium triiodida : CmI3
Oksigen :
Curium oksida : CmO
Curium dioksida : CmO2
Dicurium trioksida : Cm2O3
Senyawa kompleks :
[Cm(H2O)6]3+
Biloks : +3
Bilangan koordinasi :6
Warna :Tidak berwarna
f) Struktur Kristal

g) Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
242
Cm syn 160 days SF - -
238
6.1 Pu
243 239
Cm syn 29.1 y 6.169 Pu
243
0.009 Am

SF - -
244
Cm syn 18.1 y SF - -
240
5.902 Pu
245
Cm syn 8500 y SF - -
241
5.623 Pu
246 242
Cm syn 4730 y 5.475 Pu

SF - -
247 243
Cm syn 1.56107 y 5.353 Pu
248 244
Cm syn 3.40105 y 5.162 Pu

SF - -
250
Cm syn 9000 y SF - -
246
5.169 Pu

- 0.037 250
Bk

h) Isolasi
Unsur ini tidak terdapat di alam dan harus dibuat dalam reaktor nuklir dengan
reaksi penangkapan neutron dari isotop plutonium dan amerisium.Curium memudar
perlahan di udara kering pada suhu kamar. Curium pertama kali diproduksi pada tahun
1944 di University of California, Berkeley di Amerika Serikat dalam cyclotron dengan
membombardir plutonium-239 (239Pu) dengan -partikel. Diisolasi dalam jumlah yang
nyata sebagai hidroksida, Cm (OH) 3, pada tahun 1947.
i) Kegunaan
Isotop 244Cm dan 242Cm adalah pemancar alpha kuat dengan half life dalam rentang
bulan sampai tahun berguna untuk aplikasi sebagai sumber partikel alpha dan sebagai
pembangkit panas pada generator termoelektrik radioisotop (RTG).Selain itu Sumber
244
Curium digunakan untuk spektrometer partikel Alpha X-ray pada ruang dewan beberapa
misi Amerika dan Eropa.
j) Bahaya
Sebagian besar senyawa Cm (III) berwarna sedikit kuning. Jika Kurium masuk
dalam tubuh, akan terakumulasi dalam tulang dan karena itu sangat beracun karena
radiasinya yang dapat menghancurkan sel darah merah yang membentuk mekanisme
244
pembentukan sel darah merah. Kandungan Cm yang masih diizinkan terdapat dalam
tubuh manusia adalah maksimal 0.3 mikrocurie.
9. Berkelium (Bk)
a) Sejarah
Berkelium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang
Bk dan nomor atom 97. Unsur sintetik logam radioaktif anggota deret kimia aktinida ini
pertama kali disintesis dengan menembakkan amerisium dengan partikel alfa (ion helium)
dan diberi nama dari nama Berkeley, California dan Universitas California, Berkeley.
Berkelium merupakan unsur transuranium kelima yang berhasil disintesis.
Berkelium ditemukan pada bulan Desember 1949 di Berkeley, California, Amerika
Serikat, oleh Glenn T.Seaborg, Stanley G. Thompson, dan Albert Ghiorso.Berkelium
klorida mulai diproduksi pada tahun 1962.Berkelium merupakan unsur sintesis
241
transuranium yang kelima.Dihasilkan dengan penembakan sejumlah miligram Am
dengan ion Helium dalam siklotron.Isotop pertama yang dihasilkan memiliki masa 243
dan meluruh dengan waktu paruh 4.5 jam.Sepuluh isotop lainnya sekarang telah diketahui
249
dan telah disintesis. Bukti adanya Bk dengan masa paruh waktu 314 hari, membuatnya
sangat memungkinkan untuk mengisolasi Berkelium dalam jumlah yang bisa diamati,
sehingga sifat sifatnya bisa diselidiki secara makroskopik. Senyawa berkelium, yakni
Berkelium klorida, bisa diproduksi pada tahun 1962 dengan berat satu permilyar gram.
b) Keterangan Umum
Nama : Berkelium
Simbol : Bk
Nomor atom : 97
Nama grup : Aktinida
Golongan :3
Periode :7
Blok :f
Warna : putih keperakan
Jumlah elektron tiap kulit :2, 8, 18, 32, 27, 8, 2
Konfigurasi elektron :[Rn] 5f9 7s2
c) Sifat fisik
Bilangan oksidasi : +3, +4
Elektronegativitas :1.3 (skala Pauling)
Energi ionisasi : 601 kJ/mol
Massa atom : (247) g/mol
Fase : padat
Massa jenis : 14.78 g/cm
Titik lebur : 1323K (1050C, 1922F)
Titik didih : tidak diketahui

d) Sifat kimia
Diduga berwarna keperakan putih atau abu-abu metalik.
Berkelium adalah radioaktif, hanya terdapat dalam jumlah yang sangat kecil,
penggunaannya seakan tidak ada
e) Persenyawaan
Persenyewaan dari unsur berkelium adalah :
Fluorida :
Berkelium trifluorida (BKF3)
Berkelium tetrafluorida (BKF 4 )
Klorida :
Berkelium triklorida (BkCl 3 )
Iodida :
Berkelium triiodida (BKI 3)
Oksida :
Berkelium oksida (BKO)
Berkelium dioksida (BKO2)
Diberkelium trioksida (Bk2O3)

Senyawa kompleks :
[Bk(H2O)6]3+
Biloks : +3
Bilangan koordinasi :6
Warna : Kuning kehijauan
Bersifat : paramagnetik
f) Struktur Kristal

g) Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP

245 245
Bk syn 4.94 d 0.810 Cm
241
6.455 Am

246 242
Bk syn 1.8 d 6.070 Am
246
1.350 Cm

247 243
Bk syn 1380 y 5.889 Am
248 244
Bk syn >9 y 5.803 Am
249 245
Bk syn 330 d 5.526 Am

SF - -

- 0.125 249
Cf

h) Isolasi
241
Sebuah siklotron digunakan untuk menembaksebuah Am dengan partikel alpha
243
(inti helium) untuk menghasilkan Bk ( paruh 4,5 jam) dan neutron. Salah satu waktu
paruh terpanjang dari elemen isotop, yaitu249Bk ( paruh 330 hari).
i) Kegunaan
Berkelium merupakan unsur yang radioaktif, hanya terdapat dalam jumlah yang
sangat kecil.Karena unsur ini langka, saat ini berkelium belum digunakan secara komersial
maupun untuk teknologi.Namun saat ini masih digunakan untuk penelitian.
10. Californium (Cf)
a) Sejarah
Kalifornium, adalah unsur transuranium yang ditemukan ke enam. Dihasilkan oleh
Thompson, Street, Ghioirso dan Seaborg pada tahun 1950 di USA, dengan menembak
242
sejumlah microgram Cm dengan ion helium berkekuatan 35 MeV dalam siklotron 60
inch Berkeley. Penamaannya diambil dari nama unversitas di USA.
Kalifornium memiliki lambang Cf dengan nomer atom yaitu 98.Warna dari
kalifornium yaitu logam putih keperakan dengan klasifikasi metalik.Kalifornium (III)
adalah satu-satunya ion stabil dalam larutan, sehingga semua usaha untuk mereduksi
kalifornium (III) telah gagal.
b) Sifat fisik dan kimia
Nama : Californium
Lambang : Cf
Nomor atom : 98
Massa atom : 252 g/mol
Warna : Perak putih (abu-abu)
Keadaan standar : Padatan pada suhu 298 K
Konfigurasi elektron : [Rn] 5f96d07s2
Struktur kulit : 2,8,18,32,28,82
Term simbol : 5I8
Periode : 7 (aktinida)
Blok :f
Massa jenis : 15.100 kg/m3
Titik didih : 1743 K
Titik leleh : 1173 K [900 C (1652 F)]
Konduktivitas termal : 10 W/mK
Volume molar : 16,50 cm3/mol
Energi ionisasi 1 : 608 kJ/mol
Bilangan oksidasi : 2,3,4
Elektronegatifitas : 1,3 (skala Pauling)
c) Persenyawaan
Fluorida Californium trifluorida : CfF 3
Californium tetrafluorida : CfF 4
Klorida Californium diklorida : CfCl 2
Californium triklorida : CfCl 3
Bromida Californium tribromide : CfBr 3
Iodida Californium diiodide : CfI 2
Californium triiodida : CfI 3
Oksida Californium dioksida : CfO 2

d) Struktur Kristal

e) Isotop
Isotop Waktu DM DE(Me V) DP
paruh

248Cf 333.5 d SF - -

6.361 244Cm

249Cf 351 y SF - -

6.295 245Cm

250Cf 13.08 y 6.128 246Cm

SF - -

251Cf 898 y 6.176 247Cm


252Cf 2.645 y 6.217 248Cm

SF - -

253Cf 17.81 d - 0.285 253Es

6.124 249Cm

254Cf 60.5 d SF - -

f) Isolasi
Californium diisolasi dalam jumlah makro untuk pertama kalinya oleh Burris
Cunningham dan Stanley Thompson pada tahun 1958 di Bahan Pengujian Reaktor di Arco,
Idaho oleh radiasi berkepanjangan (lima tahun) neutron dari plutonium-239. Sekitar 1,2
mikrogram kalifornium dan 0,6 mikrogram berkelium disintesis.
Kalifornium -250 dibuat dengan membombardir berkelium 249 (24997 Bk) dengan
neutron, membentuk berkelium-250 (25097 Bk) melalui penangkapan neutron (n, ) yang
pada gilirannya cepat meluruhkan ( -). Untuk kalifornium-250 (25098 Bk) dalam reaksi
berikut:
249 ,97 Bk (n, ) 250 ,97 Bk 250 98 Cf +
Pembombardir californium-250 dengan neutron menghasilkan californium-251 dan
californium-252.
g) Kegunaan
Penggunaan kalifornium hanya untuk keperluan tertentu.Bahan bakar dari Cf-252
digunakan sebagai fragmen sumber fisi untuk tujuan penelitian.Kalifornium merupakan
sumber netron yang baik, digunakan untuk deteksi emas dan perak
11. Einstenium (Es)
a) Sejarah
Einsteinium merupakan unsur transuranium seri aktinida yang ditemukan ketujuh,
ditemukan oleh Ghiorso dan asisten di Berkeley pada bulan Desember 1952 dari
Universitas Kalivornia. Unsur ini diketemukan pada saat studi pertukaran ion terhadap
batu karang dari atol Eniwetok setelah peledakan bom hydrogen dari reruntuhan ledakan
termonuklir besar yang pertama kali terjadi pada bulan November 1952 di Pasifik. Saat itu
253
dihasilkan Es, isotop 253Es dibuat dengan penembakan 15 neutron pada 238U.pada
tahun 1961. Eineteinium disintesis untuk menghasilkan jumlah mikroskopik 253U.berat
sampel kira-kira 0,01 mg dan digunakan untuk membuat mendelevium. Lebih jauh
einsteinium dihasilkan oleh Oak Ridge National Laboratorys High Flux Isotop Reactor,
Tennesse dengan menembakan neutron pada 239Pu. Selama 4 tahun dihasilkan kira-kira 3
mg. 19 isotop dari einsteinium telah dihasilkan. Bentuk paling stabil 252Es dengan waktu
paruh 471,7 hari. Einsteinium memiliki lambang Es dengan nomer atom 99 dan termasuk
klasifikasi logam.

b) Sifat fisika dan kimia


Nama : Einsteinium
Simbol : Es
Nomor atom : 99
Konfigurasi elektron : [Rn] 5f116d07s2
Massa atom : 254 g/mol
Warna : Putih keperakan
Keadaan standar : Padatan pada suhu 298 K
Struktur kulit : 2,8,18,32,29,8,2
Term simbol : 5I15/2
Periode : 7 (aktinida)
Blok :f
Massa jenis : 8,84 g/cm3
Titik didih : 1269 K
Titik leleh : 1133 K [860 C (1580 F)]
Konduktivitas termal : 10 W/mK
Volume molar : 28,5 cm3/mol
Energi ionisasi 1 : 619 kJ/mol
Elektronegatifitas : 1,3 (skala Pauling)
Struktur kristal : kubik berpusat muka
c) Persenyawaan
Persenyawaan kalifornium dengan fluorida, klorida, bromida, iodida, dan
oksida yaitu:
Fluorida
Einsteinium triflourida : ESF3
Klorida
Einsteinium diklorida : EsCl2
Einsteinium triklorida : EsCl3
Bromida
Einsteinium tribromide : EsBr3
Iodida
Einsteinium diiodide : ESI2
Einsteinium triiodide : ESI33
Oksida
Dieinsteinium trioksida : Es2O3
Senyawa Kompleks :Kompleks [Es(H2O)6]3+ adalah contoh senyawa yang
dibentuk oleh unsur Es sebagai atom pusat dan unsur H2O sebagai ligannya. Kompleks
[Es(H2O)6]3+ atau ion heksafloroskandium(III) memiliki bilangan koordinasi 6. Bilangan
koordinasi yaitu banyaknya jumlah ligan yang terikat pada atom pusat.Sedangkan bentuk
geometrinya adalah oktahedral. Hal ini ditinjau dari teori VSEPR (Valence shell electron
pair repulsion) yang menentukan bentuk geomeri senyawa berdasarkan jumlah ligan.
Komplek [Es(H2O)6]3+ memiliki warna yaitu berwarna pink.
d) Struktur Kristal

e) Isotop
ISOTOP NA WAKTU DM DE (MeV) DP
PARUH

252 Es syn 471.7 d 6.760 248

Bk

1.260 252 Cf
- 0.480 252

Fm

253 Es syn 20.47 d SF - -

6.739 249

Bk

254 Es syn 275.7 d 0.654 254 Cf

- 1.090 254

Fm

6.628 250

Bk

255 Es syn 39.8 d - 0.288 255

Fm

6.436 251

Bk

f) Isolasi
Einsteinium sangat reaktif sehingga diperlukan agen pereduksi kuat untuk
mendapatkan logam murni dari senyawanya. Hal ini dapat dicapai dengan pengurangan
einsteinium(III) fluoride dengan logam lithium:
EsF3 + 3 Li Es + 3 LiF
Sekitar 3 mg einsteinium telah diproduksi dilaboratorium Oak Ridge milik Amerika
Serikat dengan cara:
239
Memancarkan sejumlah kilogram Pu dalam reaktor selama beberapa
tahun untuk menghasilkan 242Pu.
Membentuk 242Pu menjadi pellet dari oksida plutonium dan serbuk
aluminum.
g) Kegunaan
Hampir tidak ada untuk setiap isotop einsteinium yang digunakan diluar penelitian
ilmiah dasar yang bertujuan untuk produksi elemen transuranic dan transactinides yang
lebih tinggi. Einsteinium-254 digunakan sebagai penanda kalibrasi dalam spektrometer
analisis kimia. Pada tahun 1955 einsteinium-253 digunakan untuk membuat mendelevium
untuk pertama kalinya.Kurang dari satu pikogram einsteinium-253 dibombardir dengan
partikel alpha 150 sentimeter dalam siklotron, di Berkeley.
12. Fermium (Fm)
a) Sejarah
Pada tahun 1952, fermium dengan nomor massa 255 dengan
waktu paruh selama 20,07 jam untuk pertama kali diidentifikasi dari
bekas puing-puing ledakan nuklir dari uji coba Ive Mike (1 November
1952). Fermium berhasil diidentifikasi oleh para ilmuwan dari tiga
laboratorium yaitu dari Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley,
Laboratorium Nasional Argonne dan Laboratorium Los Alamos yang
dipimpin oleh Albert Ghiorso.
b) Sifat fisik
Fase Padat

Muatan inti 1,65

Jari-jari atom 194 pm

Entalpi Atomisasi 141 kJ per mol

Energi Ionisasi 627 kJ per mol


pertama

Keelektronegatifan 1,3 (Skala Pauling)

Bilangan Oksidasi 2 atau 3

Densitas 8,84 gram per mL

Titik Lebur 1800K atau 1527


o
C

c) Sifat kimia
Dalam kondisi normal, diketahui bahwa fermium dalam
larutannya akan membentuk ion tripositif atau Fm 3+ dengan konstanta
-4
disosiasi asam sebesar 1,6 10 (pKa = 3.8). Untuk reaksi-reaksi pada
Fermium sampai sekarang masih belum ada yang terdaftar tetapi
diprediksi akan memiliki sifat kimia dalam reaksi-reaksi kimianya mirip
dengan unsur Erbium yaitu salah satu unsur lantanida tepat di atasnya
jika kita lihat dalam tabel periodik. Hal ini dikarenakan dari sintesis
Fermium hanya sedikit atau sekitar nanogram yang dapat dihasilkan.
d) Persenyawaan
Karena hanya sedikit fermium yang pernah dibuat, reaktivitas dengan udara, air,
halogen dan asam tidak diketahui.Diprediksi perilakunya mirip dengan erbium.
e) Isotop
Ada 19 isotop fermium yg telah diidentifikasi dan terdaftar yaitu
fermium dengan massa atom dari242 sampai 260 gram per mol. Berikut
empat diantaranya yang paling stabil
Isot Kelimpah Waktu Modus Energi Hasil
op an Paruh Peluruh Peluruha Peluruh
an n (MeV) an
252
F Sintesis 25,39 SF - -
m Jam 7,153 Cf
253
F Sintesis 3Hari 0,333 Es
m 7,197 Cf
255
F Sintesis 20,07 SF - -
m Jam 7,241 Cf
257
F Sintesis 100,5 SF - -
m Hari 6,864 Cf

Dari Tabel di atas kita bisa simpulkan bahwa Fermium yang


merupakan unsur sintesis ini juga merupakan unsur radioaktif ini
memiliki waktu paruh yang pendek. Dan dari 19 isotop fermium yang
257
ada, Fm-lah yang memiliki waktu paruh paling lama yaitu sekitar
100,5 hari. Reaksi inti dari Fermium antara lain dikompres dalam tabel
252
isotop tersebut. Untuk Fm, reaksi peluruhannya dengan modus
adalah

98 Cf 2
Fm 248
252 4
1 100

253
Untuk reaksi peluruhan Fm dengan modus yang berarti menangkap

elektron atau
0
1 adalah
2
253
100 Fm 253
0
1 99 Es

Sedangkan untuk reaksi peluruhan dengan modus SF atau reaksi Fisi


spontan (Spontanous Fission) yang merupakan reaksi pembelahan inti
menjadi dua nuklida yang lebih kecil dan bersifat radioaktif, tidak dapat
diidentifikasi secara tepat unsur apa yang akan terbentuk, karena
beberapa unsur bisa saja menjadi hasil peluruhannya.
f) Isolasi
Fermium dapat dibuat dengan cara membombandir unsur aktinida
1
yang lebih ringan dengan penembakan neutron ( 0 n ) dalam sebuah
reaktor nuklir. Fermium yang pernah dihasilkan dengan cara ini, dibuat
dengan membombandir beberapa gram kurium (Cm) dengan
penembakan neutron dan menghasilkan sekitar beberapa decigram
kalifornium (Cf), beberapa miligram Berkelium (Bk) dan Einsteinium (Es)
serta beberapa pikogram Fermium (Fm). Dalam proses ini, Fermium
dihasilkan lebih sedikitkarena dibutuhkan lebih banyak neutron untuk
menghasilkan Fermium dibandingkan dengan Cf, Bk maupun Es.
Laboratorium Nasional Bukit Oak, Tennesse, Amerika Serikat
didedikasikan untuk memproduksi unsur transcurium atau unsur
dengan nomor atom diatas nomor atom kurium (Z<96). Dan Fermium
adalah salah satu unsur yang pernah dihasilkan dari laboratorium ini.
Setelah diproduksi, Fermium yang dihasilkan dapat dipisahkan
dari unsur Aktinida lain yang juga terbentuk dan dari unsur
Lantanida (yang kemungkinan terbentuk sebagai produk reaksi fisi atau
pembelahan inti). Salah satu teknik yang sering digunakan adalah
dengan menggunakan metode kromatografi penukar ion, dengan
proses standar menggunakan resin penukar kation seperti Dowex 50
atau TEVA. Dalam hal ini larutan elusinya menggunakan buffer
amonium -hydroksiisobutirat atau garam ammonium lainnya.
g) Kegunaan
Hanya digunakan dalam tujuan penelitian dan saat ini belum ada produksi fermium
yang ditujukan untuk tujuan komersial.
13. Mendelevium (Md)
a) Sejarah
Mendelevium adalah salah satu unsur dalam tabel periodik yang
berada pada periode 7 dan blok f tepatnya pada deret aktinida.
Mendelevium memiliki nomor atom 101 dan massa atom standar 258
gram per mol dengan simbol Md (sebelumnya Mv). Nama Mendelevium
berasal dari nama salah satu ilmuwan pengembang tabel periodik yaitu
Dmitri Ivanovich Mendeleev. Pada tahun 1955, Mendelevium dengan
nomor massa 256 untuk pertama kali berhasil diidentifikasi oleh para
ilmuwan yang terdiri dari Albert Ghiorso, Bernard Harvey, Gregory
Choppin, Stanley Thompson dan Glenn Seaborg di Laboratorium
Nasional Lawrence Berkeley, Kalifornia, Amerika Serikat.
b) Sifat fisik
Fase Padat

Jari-jari atom 287 pm

Entalpi Atomisasi 116 kJ per mol

Energi Ionisasi 637 kJ per mol


pertama

Keelektronegatifan 1,3 (Skala Pauling)

Bilangan Oksidasi 2 atau 3

Titik Lebur 1100K atau 827 oC

c) Sifat kimia
Dalam kondisi normal, diketahui bahwa Mendelevium dalam
larutannya akan membentuk ion tripositif atau Md 3+. Untuk reaksi-reaksi
pada Mendelevium sampai sekarang masih belum ada yang terdaftar
tetapi diprediksi akan memiliki sifat kimia dalam reaksi-reaksi kimianya
mirip dengan unsur Thulium yaitu salah satu unsur lantanida tepat di
atasnya jika kita lihat dalam tabel periodik. Hal ini dikarenakan dari
sintesis Mendelevium hanya sedikit yang dapat dihasilkan.
d) Senyawa Kompleks
Salah satunya senyawa kompleks Mendelevium yang dapat
terbentuk adalah [Md(H2O)6]3+ dengan nama ion
heksaaquamendelevium(III). Senyawa kompleks ini, memiliki bilangan
koordinasi 6, karena Md mengikat 6 H2O dan Md dalam senyawa
kompleks ini memiliki bilangan oksidasi +3.
e) Isolasi
Mendelevium dapat dihasilkan dari penembakkan Es-254 dengan
sinar dalam reaktor nuklir. Berikut persamaan reaksi intinya
254
99 Es 24He 258
Md
101

Laboratorium Nasional Bukit Oak, tennesse, Amerika Serikat


didedikasikan untuk memproduksi unsur transcurium atau unsur
dengan nomor atom diatas nomor atom kurium (Z<96). Dan
Mendelivium juga merupakan salah satu unsur yang pernah dihasilkan
dari laboratorium ini.
Setelah diproduksi, Mendelivium yang dihasilkan dapat dipisahkan
dari unsur Aktinida lain yang juga terbentuk dan dari unsur
Lantanida (yang kemungkinan terbentuk sebagai produk reaksi fisi atau
pembelahan inti). Salah satu teknik yang sering digunakan adalah
dengan menggunakan metode kromatografi penukar ion, dengan
proses standar menggunakan resin penukar kation seperti Dowex 50
atau TEVA. Dalam hal ini larutan elusinya menggunakan garam
ammonium.
f) Isotop
Ada 16 isotop Mendelevium yg telah diidentifikasi dan terdaftar
yaitu Mendelevium dengan massa atom dari245 sampai 260 gram per
mol. Berikut tiga diantaranya yang paling stabil
Isotop Kelimpaha Waktu Modus Energi Hasil
n Paruh Peluruha Peluruha Peluruha
n n (MeV) n
257 257
Md Sintesis 5,52 0,406 Fm
Jam 7,558 253
Es

SF - -
258 258
Md Sintesis 51,5 1,230 Fm
hari
260
Md Sintesis 31,8 SF - -
hari 7,000 256
Es

- -
260
1,000 No

Dari Tabel di atas kita bisa simpulkan bahwa Mendelevium yang


merupakan unsur sintesis ini juga merupakan unsur radioaktif ini
memiliki waktu paruh yang pendek. Dan dari 16 isotop Mendelevium
258
yang ada, Md-lah yang memiliki waktu paruh paling lama yaitu sekitar
51,5 hari. Reaksi inti dari Mendelevium antara lain dikompres dalam
257
tabel isotop tersebut. Untuk Md, reaksi peluruhannya dengan modus
adalah
257
101 Md 100
253
Es 24
257
Untuk reaksi peluruhan Md dengan modus yang berarti menangkap

elektron atau
0
1 adalah
257
101 Md 100
0
1
257
Fm

Sedangkan untuk reaksi peluruhan dengan modus SF atau reaksi Fisi


spontan (Spontanous Fission) yang merupakan reaksi pembelahan inti
menjadi dua nuklida yang lebih kecil dan bersifat radioaktif, tidak dapat
diidentifikasi secara tepat unsur apa yang akan terbentuk, karena
beberapa unsur bisa saja menjadi hasil peluruhannya.
g) Kegunaan
Karena unsur ini adalah unsur sistetik dan radioaktif yang waktu peruluhannya
sangat cepat maka masih belum diketahui kegunaannya, hanya untuk penelitian saja
14. Nobelium (Nb)
a) Sejarah
Nobelium ditemukan oleh Albert Ghiorso, T. Seaborg, Johan R. Watson dan
Torborn di Berkeley, California, Amerika Serikat pada 1958 di Swedia, Amerika Serikat.
Nama unsur ini di ambil dari Alfert Nobel, ahli kimia Swedia yang menemukan dinamit
dan mendirikan penghargaan nobel.
b) Sifat fisika dan kimia
Nama : Nobelium
Wujud : Putih keperak-perakan
Simbol : No
Nomor atom : 102
Nomor massa : 259 g.mol-1
Golongan :3
Periode :7
Konfigurasi elektron : [Rn] 5f14 7s2
Elektron per kulit : 2, 8, 18, 32, 32, 8, 2
Fase : Padat
Bilangan oksida : +2
Elektronegativitas : 1.3 (Skala Pauling)
Energi ionisasi : 641,6 kJ/mol (Pertama); 1254,3 kJ/mol (Kedua)
c) Senyawa Kompleks
Senyawa komplek [No(H2O)6]2+ adalah contoh senyawa yang dibentuk oleh unsur
No sebagai atom pusat dan unsur H2O sebagai ligannya. Komplek [No(H2O)6]2 atau Ion
Heksaaquanobelium(II) memiliki biloks 2 dan bilangan koordinasi 6. Bilangan koordinasi
yaitu banyaknya jumlah ligan yang terikat pada atom pusat.Sedangkan bentuk geometrinya
adalah oktahedral. Hal ini ditinjau dari teori VSEPR (Valence shell electron pair
repulsion) yang menentukan bentuk geomeri senyawa berdasarkan jumlah ligan.
Senyawa komplek [No(H2O)6]3+ adalah contoh senyawa yang dibentuk oleh unsur
No sebagai atom pusat dan unsur H2O sebagai ligannya. Komplek [No(H2O)6]3+ atau Ion
Heksaaquanobelium(III) memiliki biloks 3 dan bilangan koordinasi 6. Bilangan koordinasi
yaitu banyaknya jumlah ligan yang terikat pada atom pusat.Persenyawaan dengan Hidrida,
Halogen, dan Oksida.
d) Isotop
e) Kegunaan
Belum banyak diketahui tentang penggunaan nobelium, sejauh ini penggunaan
nobelium tidak untuk keperluan komersil melainkan hanya untuk keperluan penelitian saja.
15. Lawrencium (Lr)
a) Sejarah

Lawrensium yang pertama kali disintesis oleh tim fisika nuklirAlbert Ghiorso ,
Torbjrn Sikkeland, Almon Larsh, Robert M. Latimer, dan rekan kerja mereka pada
tanggal 14 Februari 1961, di Lawrence Radiation Laboratory (sekarang disebut Lawrence
Berkeley National Laboratory ) di Universitas California . Atom-atom pertama lawrensium
diproduksi dengan membombardir tiga miligram sasaran yang terdiri dari tiga isotop dari
elemen californium dengan boron -10 dan boron-11 inti dari Linear Accelerator Ion Berat
(HILAC). Tim Berkeley melaporkan bahwa isotop257 Lr terdeteksi dengan cara ini, dan
bahwa hal itu membusuk dengan memancarkan sebuah 8,6 MeV partikel alfa dengan masa
paruh sekitar delapan detik. Identifikasi ini kemudian dikoreksi menjadi 258 Lr.

252 98 Lr + 11 5 B 263 x 103 Lr 258 103 Lr + 5 1 0 n

Pada tahun 1967, nuklir fisika peneliti di Dubna , Rusia , melaporkan bahwa
mereka tidak dapat mengkonfirmasi penugasan pemancar alfa dengan masa paruh delapan
detik untuk 257 Lr. isotop ini kemudian disimpulkan menjadi 258 Lr.
243 98 Am + 18 8 O 261-x 103 Lr 256 103 Lr + 5 1 0 n

Sebaliknya, tim Dubna melaporkan sebuah isotop dengan waktu paruh sekitar 45 detik
256
sebagai Lr. Percobaan lanjutan telah menunjukkan aktinida kimia untuk unsur baru,
sehingga pada 1970 diketahui bahwa lawrensium adalah aktinida lalu. Pada tahun 1971,
tim fisika nuklir di Universitas California di Berkeley berhasil melakukan serangkaian
percobaan yang bertujuan untuk mengukur sifat peluruhan nuklir dari isotop lawrensium
dengan nomor massa dari 255 melalui 260. Pada tahun 1992, IUPAC Trans-fermium
Working Group (TWG) resmi diakui tim fisika nuklir di Dubna dan Berkeley sebagai co-
penemu lawrensium.

b) Sifat fisik

Wujud : Putih keperak-perakan

Simbol : Lr

Nomor atom : 103

Nomor massa : 262 g.mol-1

Golongan :3

Periode :7

Konfigurasi electron : [Rn] 5f14 7s2 7p1

S Elektron per kulit : 2, 8, 18, 32, 32, 8, 3

Bilangan oksidasi : +3

Elektronegativitas : 1.3 (Skala Pauling)

Energi ionisasi : Pertama = 443,8 kJ/mol


Kedua = 1428 kJ/mol

Ketiga = 2219 kJ/mol


Konduktivitas Panas : 10 Wm-1K-1

Titik Lebur : 1900 K

c) Sifat kimia

Pada gas fase pertama studi lawrensium dilaporkan pada tahun 1969 oleh nuklir
fisika tim di Flerov Laboratorium Reaksi Nuklir (FLNR) di Uni Soviet . Mereka
243 18
menggunakan reaksi nuklir Am + O untuk menghasilkan inti lawrensium, yang
mereka kemudian terkena aliran klor gas, dan produk klorida yang mudah menguap
256
terbentuk. Produk ini telah disimpulkan menjadi LrCl 3, dan ini menegaskan bahwa
lawrensium merupakan unsur aktinida khas.

Pada berair tahap pertama studi lawrensium dilaporkan pada tahun 1970 oleh tim
nuklir fisika di Lawrence Berkeley National Laboratory di California. Tim ini
249 11
menggunakan reaksi nuklir Cf + B untuk memproduksi inti lawrensium.Mereka
mampu menunjukkan lawrensium yang membentuk ion trivalen, mirip dengan unsur-unsur
aktinida lainnya, tetapi berbeda dengan yang Nobelium .Percobaan lanjutan pada tahun
1988 menegaskan pembentukan lawrensium trivalen (III) menggunakan ion penukar anion
kromatografi menggunakan -hidroksi iso butirat (-HIB) kompleks. Perbandingan waktu
elusi dengan aktinida lainnya diperbolehkan penentuan 88,6 pico meter untuk jari-jari
ionik untuk Lr 3 +.Upaya untuk mengurangi lawrensium di negara (III) ionisasi lawrensium
untuk lawrensium (saya) dengan menggunakan mengurangi hidroklorida agen ampuh
hidroksilamin tidak berhasil.

d) Reaksi fusi
205
Tl (50 Ti, xn) 255-x
Lr (x = 2)
Reaksi ini dipelajari dalam serangkaian percobaan pada tahun 1976 oleh Yuri
Oganessian dan timnya di FLNR tersebut.Bukti diberikan untuk pembentukan 253 Lr di
saluran keluar 2n.
203
Tl (50 Ti, xn) 253-x
Lr
Reaksi ini dipelajari dalam serangkaian percobaan pada tahun 1976 oleh Yuri Oganessian
dan timnya di FLNR tersebut.
208
Pb (48 Ti, pxn) 255-x
Lr (x = 1)
Reaksi ini dilaporkan pada tahun 1984 oleh Yuri Oganessian di FLNR tersebut.Tim ini
mampu untuk mendeteksi peluruhan dari 246 Cf, keturunan dari 254 Lr.
208
Pb (45 Sc, xn) 253-x
Lr
Reaksi ini dipelajari dalam serangkaian percobaan pada tahun 1976 oleh Yuri Oganessian
dan timnya di FLNR tersebut.Hasil tidak tersedia.
209
Bi (48 Ca, xn) 257-x
Lr (x = 2)
Reaksi ini telah digunakan untuk mempelajari sifat spektroskopi dari 255 Lr. Tim di GANIL
digunakan reaksi pada tahun 2003 dan tim di FLNR yang digunakan di antara 2004-2006
255
untuk memberikan informasi lebih lanjut untuk skema peluruhan Lr. Pekerjaan yang
memberikan bukti untuk tingkat isomerik di 255 Lr.

e) Isotop

Isotop Tahun ditemukan penemuan reaksi

252 209
Lr 2001 Bi (50 Ti, 3n)

253
Lr g 1985 209
Bi (50 Ti, 2n)

253
Lr m 2001 209
Bi (50 Ti, 2n)

254 209
Lr 1985 Bi (50 Ti, n)

255 243
Lr 1970 Am (16 O, 4n)

256 252
Lr 1961 Cf (10 B, 6N)

257 249
Lr 1958 Cf (15 N, 3n)

258
Lr 1971 Cf (15 N, 2n) 259

249 248
Lr 1971 Cm (15 N, 4n)
260 248
Lr 1971 Cm (15 N, 3n)

261 254
Lr 1987 Es + 22 Ne

262 254
Lr 1987 Es + 22 Ne

262
Sebelas isotop lawrensium ditambah satu isomer telah disintesis dengan Lr
252
menjadi yang paling lama hidup dan paling berat, dengan waktu paruh dari 216 menit
Lr adalah isotop paling ringan dari lawrensium untuk diproduksi sampai saat ini.

f) Kegunaan
Kegunaan lawrensium belum diketahui secara pasti karena waktu paruh yang
dimiliki pendek dan merupakan unsur buatan.Sebagian besar lawrensium hanya
digunakan untuk penelitian.
A. Pertanyaan:
1. Nuril Laili 15181013010
B. Mengapa Thorium bisa memancarkan selama berbulan-bulan. Apa penyebabnya?
C. Jawaban: maaf redaksi di slide menyebutkan bahwa thorium bisa
mempertahankan warna kilaunya selama berbulan-bulan. Kilau dari warna
thorium merupakan warna perak-mengkilat seperti kilau warna logam unsur
transisi lainnya ketika terkena sinar. Kilau tersebut bukan disebabkan thorium
menyerap zat tertentu yang dapat memancarkan sinar. Sehingga, lama-kelamaan
kilau perak tersebut memudar dan kusam karena thorium bereaksi dengan udara
dan membentuk oksida logamnya.
2. Bella junica Z (1518101301026)
D. Kenapa persenyawaan aktinida tidak dipaparkan adanya reaksi dengan asam?
E. Jawaban: Hakikatnya semua logam dapat bereaksi dengan asam bahkan logam
inertpun dapat bereaksi dengannya dengan syarat larutan asam yang digunakan
merupakan asam kuat dengan konsentrasi tinggi atau asam kuat yang dimodifikasi
seperti akua regia. Unsur aktinida adalah unsur radioaktif, sehingga masih belum
ada penelitian atau percobaan yang bermanfaat mengenai rmereaksikannya dengan
asam, selain harganya mahal dan tidak melimpah, kemungkinan mereaksikannya
dengan asam akan menimbulkan memancarkan partikel radioaktif seperti
, , yang berbahaya.
3. Nur Abqoriyah (1518103010
F. Cf mendeteksi emas dan perak, bagaimana kerjanya?
G. Cf adalah sumber neutron, karena ketika Cf ditembakkan dengan partikel
dan akan menghasilkan partikel neutron. Sehingga neutron tersebutlah yang
nantinya ditembakkan kepada logam mulia (emas) untuk mendeteksi keasliannya.
Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa penembakan partikel neutron pada logam
emas akan menghasilkan radioisotop 198Au dan memiliki waktu paruh 12,6 hari
yang berguna mendeteksi emas.
4. Mariyatul Kiftiya (151810301055)
H. Trend jari-jari ion dalam bentuk ionnya sudah bagus, namun dalam atom
logamnya tidak membentuk sebuah trend tertentu. Mengapa hal tersebut bisa
terjadi?
I. Trend jari-jari logam tidak teratur. Konfigurasi elektron lantanida dan aktinida
antara d dan f nya terkadang mengisi bukan dari d saja, bisa jadi dari d ke f.
Sehingga tidak ada pengisian yg teratur karena d dan f tingkat energinya
perbedaannya tidak signifikan, Sehingga ketidakteraturan pengisian elektron pada
orbital d dan f menghasilkan trend jari-jari atom yang tidak teratur.
5. Nasrul Amaliyatun Naja (1518103010)
J. Apa yang dimaksud unsur transuranium?
K. Jawaban: Unsur transuranium adalah unsur yang memiliki nomor atom lebih dari
nomor atom uranium, yakni 92. Sehingga unsur yang letaknya setelah unsur
uranium disebut sebagai unsur transuranium.
L.
M.
N.

Anda mungkin juga menyukai