Anda di halaman 1dari 2

Pemilihan Mesin Kapal

Proses pemilihan sistem penggerak utama di kapal memiliki kesamaan dengan


proses pemilihan pada umumnya, yakni menghubungkan sejumlah unit
komponen untuk dapat bekerja secara harmonis dalam menghasilkan
performance sistem yang diinginkan serta life cycle cost yang seminimum
mungkin.
Dalam proses desain ini ada sejumlah keputusan teknis dan ekonimis yang
dibuat sebagai contoh apakah prime mover yang dipilih adalah motor diesel,
turbin uap dengan bahan bakar minyak, turbin gas, ataukah kombinasi diantara
tipe penggerak utama tersebut. Apabila tipe penggerak utama sudah ditentukan
(mesin diesel, turbin uap atau turbin gas) pertanyaan selanjutnya yang harus
dipecahkan adalah penentuan karakteristik main propulsion plant; apakah diesel
putaran tinggi, medium, rendah? Dua langkah atau empat langkah? Dan
pertanyaan lainnya.
Pemilihan main propulsion plant juga bisa didasarkan pada pengalaman-
pengalaman pada proses desain sebelumnya, terlebih lagi untuk kasus rekayasa
yang kompleks. Apabila informasi dan jawaban dari persoalan sudah tersedia
pada praktek-praktek sebelumnya, maka pendekatan pertama dapat dibuat
tanpa studi yang detail sehingga dengan demikian hal ini mengurangi waktu
yang diperlukan dan variable yang diberikan dalam pertibangan perencanaan
bab awal.
Faktor yang dipertimbangkan dalam trade of studies yang melibatkan berbagai
macam tipe main propulsion plant :
1. Maintainability

Perawatan maupun perbaikan mesin yang mudah dengan biaya yang murah juga perlu
diperhatikan dalam memilih motor penggerak kapal (mesin induk). Hal ini berakibat
langsung terhadap biaya operasional kapal dan jumlah crew kapal.

2. Reliability

Keberadaan permesinan di pasaran dan mudah-tidakNya memperoleh tipe mesin tersebut


merupakan faktor yang utama, karena mempengaruhi faktor yang lain.

3. Space and Arrangement Requirement

Perencanaan ruangan untuk tipe mesin induk yang dimaksud seharusnya tidak
memerlukan tempat yang sangat luas, sehingga dapat mengurangi dimensi kamar mesin.
4. Weigth Requirement

Berat permesinan sangat mempengaruhi kapasitas/jumlah muatan (full load) kapal,


khususnya pada kapal tanker yang kapasitas cargonya sangat tergantung dengan sarat kapal.

5. Type of Fuel Required

Dari berbagai jenis bahan bakar yang dipakai mesin induk (padat, cair maupun gas), yang
lebih banyak digunakan adalah cair (petroleum fuels). Selain mudah diperoleh juga murah.
Yang penting adalah sesuai dengan mesin sehingga memperpanjang umur mesin tersebut.

6. Fuel Consumption

Mesin induk yang dipilih seharusnya memerlukan bahan bakar sehemat mungkin/tidak boros
karena bisa mengurangi biaya operasional kapal.

7. Fractional Power and Transient Performance

Kemampuan mesin saat beroperasi, baik pada saat kapal di pelabuhan dengan kecepatan
rendah maupun saat kapal berlayar dengan kecepatan penuh juga perlu dipertimbangkan.

8. Interrelations with Auxilaries

Keberadaan mesin bantu dalam melayani kebutuhan mesin induk, cargo handling, ship
handling, dan lain-lain juga harus diperhatikan.

9. Reversing Capability

Kemampuan bermanuver dari mesin induk untuk menghentikan kapal maupun membelokkan
kapal berpengaruh terhadap olah gerak kapal sehingga mendapat perhatian khusus. Hal ini
terkait dengan tipe propeller yang dipakai.

10. Operating Personnel

Jumlah maupun crew yang diperlukan untuk mengoperasikan mesin induk dan kemampuan
mengoperasikannya merupakan hal yang juga harus diperhatikan

11. Costs

Biaya instalasi mesin maupun biaya operasionalnya merupakan faktor yang sangat penting
karena berpengaruh terhadap ekonomis kapal