Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa akan turun antara 55-65% dan hal ini
merupakan respon terhadap transportasi glukosa dari ibu ke janin. Sebagian besar DMG
asimtomatis sehingga diagnosis ditentukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan rutin.
Pada pasien yang telah menderita DM sebelumnya jika kemudian hamil maka akan
cukup rawan untuk terjadi komplikasi pada janin yang dikandung, dan juga kesehatan si
ibu dapat memburuk apabila terjadi komplikasi-komplikasi diabetik.(Engkus
Kusmiati,2007). Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi
pada tingkat lanjut. Hiperglikemia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi dan ketoasidosis.
Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan
kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan
kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan
risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah
buruk.
Di Indonesia, dengan menggunakan kriteria diagnosis OSullivan-Mahan dilaporkan
prevalensi diabetes mellitus pada kehamilan adalah sebesar 1,93,6% pada kehamilan
umum. Pada ibu hamil dengan riwayat keluarga menderita diabetes mellitus, prevalensinya
menjadi 5,1%.(Yenni. 2008). Sedangkan menurut Dr. Diapari Siregar Sp.OG dari berbagai
Rumah Sakit di Jakarta, setiap wanita hamil memiliki risiko menderita DMG berkisar 2-5
persen, bahkan pada populasi tinggi bisa meningkat 7-9 persen dan seorang wanita yang
telah menderita diabetes mellitus sebelum hamil memiliki risiko lebih besar untuk
menderita diabetes mellitus saat hamil. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan
bahwa wanita yang tidak mengidap diabetes mellitus pun terkena DMG (Diabetes Mellitus
Gestasional) saat hamil.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana konsep dasar penyakit DM gentasional?
2. Bagaimana konsep dasar asuhan keperawatan DM gentasional?
C. Tujuan
1. Bagaimana konsep dasar penyakit DM gentasional?
2. Bagaimana konsep dasar asuhan keperawatan DM gentasional?

BAB II
PEMBAHASAN

1
A. Konsep Dasar Penyakit
1. Definisi
Diabetes Melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang
disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat
kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
Diabetes Melitus pada kehamilan atau sering disebut Diabetes Melitus Gestasional,
merupakan penyakit diabetes yang terjadi pada ibu yang sedang hamil. Gejala utama dari
kelainan ini pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain
yaitu sering buang air kecil (polyuri), selalu merasa haus (polydipsi), dan sering merasa
lapar (polyfagi). Cuma yang membedakan adalah keadaan pasien saat ini sedang hamil.
Sayangnya penemuan kasus kasus diabetes gestasional sebagian besar karena kebetulan
sebab pasien tidak akan merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya selain kehamilan, dan
gejala sering kencing dan banyak makan juga biasa terjadi pada kehamilan normal.
2. Etiologi
Faktor predisposisi antara lain yaitu:
a. Umur sudah mulai tua
b. Multiparitas
c. Penderita gemuk
d. Riwayat melahirkan anak lebih besar dari 4000 g
e. Bersifat keturunan
f. Riwayat kehamilan : Sering meninggal dalam rahim, Sering mengalami lahir mati,
Sering mengalami keguguran
g. Faktor autoimun setelah infeksi mumps, rubella dan coxsakie B4.
h. Meningkatnya hormon antiinsulin seperti GH, glukogen, ACTH, kortisol, dan
epineprin.
i. Obat-obatan.
3. Patofisiologi
Dengan makan masing-masing, wanita hamil mengalami serangkaian tindakan
hormonal kompleks ibu (yaitu, peningkatan glukosa darah; sekresi insulin pankreas
sekunder, glukagon, somatomedins, dan katekolamin adrenal).Penyesuaian ini menjamin
bahwa cukup, namun tidak berlebihan, pasokan glukosa tersedia untuk ibu dan janin. Ibu
hamil cenderung untuk mengembangkan hipoglikemia (glukosa plasma rata-rata = 65-75
mg / dL) antara waktu makan dan saat tidur. Hal ini terjadi karena janin terus menarik
glukosa melalui plasenta dari aliran darah ibu, bahkan selama periode puasa.
hipoglikemia Interprandial menjadi semakin ditandai sebagai kehamilan berlanjut dan
permintaan glukosa meningkat janin. Tingkat steroid plasenta dan hormon peptida
(misalnya, estrogen, progesteron, dan somatomammotropin chorionic) meningkat secara
linear sepanjang trimester kedua dan ketiga.

2
Karena hormon ini memberi jaringan resistensi insulin meningkat naik tingkat
mereka, permintaan untuk sekresi insulin meningkat dengan semakin escalates makan
selama kehamilan. Dua puluh empat jam berarti tingkat insulin 50% lebih tinggi pada
trimester ketiga dibandingkan dengan keadaan tidak hamil. Ini biasanya bermanifestasi
sebagai episode berulang Hiperglikemi postprandial.Episode ini postprandial yang paling
signifikan bertanggung jawab untuk pertumbuhan dipercepat dipamerkan oleh
janin.hiperinsulinemia janin mempromosikan penyimpanan kelebihan gizi, sehingga
macrosomia
4. Pathway
(Terlampir)
5. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala klinis patogenesis Diabetes Melitus menurut Mansjoer, yaitu
sebagai berikut :
a. Polifagia
b. Mata kabur
c. Poliuria.
d. Pruritus vulva
e. Polidipsi
f. Ketonemia
g. Lemas
h. Glikosuria
i. BB menurun
j. Gula darah 2 jam pp > 200 mg/dl
k. Kesemutan
l. Gula darah puasa > 126 mg/dl
m. Gula darah sewaktu > 200 mg/dl
n. Gatal

6. Pengobatan
Pengobatan secara medis, yaitu sebagai berikut
a. Meningkatkan jumlah insulin
b. Sulfonilurea (glipizide GITS, glibenclamide, dsb.)
c. Meglitinide (repaglinide, nateglinide)
d. Insulin injeksi
e. Meningkatkan sensitivitas insulin
f. Biguanid/metformin
g. Thiazolidinedione (pioglitazone, rosiglitazone)
h. Memengaruhi penyerapan makanan
i. Acarbose
j. Hati-hati risiko hipoglikemia berikan glukosa oral (minuman manis atau permen)
7. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan obstertik, yaitu sebagai berikut:
a. Persalinan dilakukan:
1) Pertahankan janin sampai aterm (cukup umur) dan lahir dengan spontan

3
2) Usahakan lakukan persalinan pada minggu 37-38 kehamilan.
3) Bisa dilakukan Primer seksio sesarea.
b. Penanganan bayi dengan DM
1) Bayi dengan DM disamakan penanganannya dengan bayi prematur.
2) Observasi kemungkinan hipoglisemia pada bayi.
3) Rawat bayi di Perawatan intensif: neonatus intensif unit care dengan pengawasan
ahli neonatologi.
8. Pemeriksaan Diagnostic
a. Adanya kadar glukosa darah yang tinggi secara abnormal. Kadar gula darah pada
waktu puasa > 140 mg/dl. Kadar gula sewaktu >200 mg/dl.
b. Tes toleransi glukosa. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam pp >200
mg/dl.
c. Glukosa darah: darah arteri / kapiler 5-10% lebih tinggi daripada darah vena,
serum/plasma 10-15% daripada darah utuh, metode dengan deproteinisasi 5% lebih
tinggi daripada metode tanpa deproteinisasi
d. Glukosa urin: 95% glukosa direabsorpsi tubulus, bila glukosa darah > 160-180%
maka sekresi dalam urine akan naik secara eksponensial, uji dalam urin: + nilai
ambang ini akan naik pada orang tua. Metode yang populer: carik celup memakai
GOD.
e. Benda keton dalam urine: bahan urine segar karena asam asetoasetat cepat
didekrboksilasi menjadi aseton. Metode yang dipakai Natroprusid, 3-hidroksibutirat
tidak terdeteksi
f. Pemeriksan lain: fungsi ginjal ( Ureum, creatinin), Lemak darah: (Kholesterol, HDL,
LDL, Trigleserid), Ffungsi hati, antibodi anti sel insula langerhans ( islet
cellantibody)

B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan


1. Pengkajian
a. Sirkulasi
1) Nadi pedialis dan pengisian kapiler ekstremitas mungkin menurun atau melambat
pada DM
2) Edema atau peningkatan TD
b. Eliminasi
1) Dapat mengalami riwayat pielonefritis , Infeksi Saluran Kemih, Nefropati,
2) Poliuria
c. Makanan / cairan
1) Polidipsia, polifagia
2) Mual muntah
3) Obesitas penambahan BB berlebihan atau tidak adekuat, klien dengan DMG
biasanya gemuk, klien dengan IDDM biasanya tidak gemuk sebelum kehamilan
4) Nyeri tekan abdomen
5) Dapat mengeluh mengalami hipoglikemia, hipoglikosuria

4
d. Keamanan
1) Integritas atau sensasi kulit lengan, paha, bokong, dan abdomen dapat berubah
karena injeksi insulin yang sering
2) Kerusakan penglihatan atau retinopati mungkin ada
3) Riwayat gejala gejala infeksi dan atau budaya positif terhadap infeksi,
khususnya perkemihan atau vagina
e. Seksualitas
1) Tunggi fundus mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari normal terhadap usia
gestasi (hidramnion, ketidaktepatan pertumbuhan janin
2) Riwayat neonatus besar terhadap usia gestasi (LGA), hidramnion anomali

2. Diagnosa Keperawatan
a. Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
ketidakmampuan mencerna dan menggunakan nutrisi kurang tepat.
b. Resiko tinggi terhadap cedera janin berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa
maternal, perubahan pada sirkulasi.
c. Resiko tinggi terhadap cedera maternal berhubungan dengan ketidakadekuatan
kontrol diabetik, profil darah abnormal atau anemia, hipoksia jaringan dan perubahan
respon umum.
d. Kurang pengetahuan tentang kondisi diabetik, prognosa dan kebutuhan tindakan
pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi, kesalahan informasi dan
tidak mengenal sumber informasi.
e. Resiko tinggi terhadap trauma, pertukaran gas pada janin berhubungan dengan
ketidakadekuatan kontrol diabetik maternal, makrosomnia atau retardasi
pertumbuhan intra uterin.

5
3. Intervensi Keperawatan
No
Diagnosa Keperawatan Tujuan & Kreyeria Hasil Intervensi Rasional
Dx
1 Resiko tinggi terhadap Setelah dilakukan tindakan 2. Timbang berat badan setiap 1. Penambahan berat badan adalah kunci
perubahan nutrisi kurang dari keparawatan selamaX.. kunjungan prenatal. petunjuk untuk memutuskan
3. Kaji masukan kalori dan pola
kebutuhan berhubungan dengan jam diharapkan nutrisi dapat penyesuaian kebutuhan kalori.
makan dalam 24 jam. 2. Membantu dalam mengevaluasi
ketidakmampuan mencerna dan terpenuhi dengan KH :
4. Tinjau ulang dan berikan informasi
pemahaman pasien tentang aturan diet.
menggunakan nutrisi kurang 1.
mengenai perubahan yang 3. Kebutuhan metabolisme dari janin dan
tepat.
diperlukan pada penatalaksanaan ibu membutuhkan perubahan besar
diabetic selama gestasi memerlukan
5. Perhatikan adanya mual dan
pemantauan ketat dan adaptasi.
muntah khususnya pada trimester 4. Mual dan muntah dapat
pertama. mengakibatkan defisiensi karbohidrat
6. Kaji pemahaman stress pada
yang dapat mengakibatkan
diabetic
metabolisme lemak dan terjadinya
ketosis.
5. Stress dapat mengakibatkan
peningkatan kadar glukosa,
menciptakan fluktuasi kebutuhan
insulin.
2 Resiko Tinggi cidera janin Setelah dilakukan tindakan 4. Kaji control diabetik sebelum 1. Pengontrolan secara ketat sebelum
berhubungan dengan keparawatan selamaX.. konsepsi. konsepsi membantu menurunkan
5. Tentukan klasifikasi white terhadap
peningkatan kadar glukosa jam diharapkan cidera janin resiko mortalitas janin dan abnormal

6
maternal, perubahan pada tidak ada dengan KH : diabetes. konginental.
6. Kaji gerakan janin dan denyut janin 2. Pengontrolan secara ketat sebelum
sirkulasi. 1. Tetap normotensif
2. Mempertahankan setiap kunjungan. konsepsi membantu menurunkan
7. Observasi urine terhadap keton.
normoglikemia resiko mortalitas janin dan abnormal
8. Berikan informasi dan buatkan
3. Bebas komplikasi dari
konginental.
prosedur untuk pemantauan glukosa
infeksi, pemisahan 3. Terjadi insufisiensi plasenta dan
dan penatalaksanaan diabetes di
plasenta ketosis maternal mungkin secara
rumah.
negatif mempengaruhi gerakan janin
9. Pantauan adanya tanda tanda
dan denyut jantung janin.
edema, proteinuria, peningkatan
4. Benda keton dapat mengakibatkan
tekanan darah.
kerusakan susunan syaraf pusat yang
tidak dapat diperbaiki.
5. Penurunan mortalitas dan komplikasi
morbiditas janin bayi baru lahir dan
anomali congenitial dihubungkan
dengan kenaikan kadar glukusa darah.
6. Mengurangi gangguan hipertensi
karena perubahan kardiovaskuler.
3 Kurang pengetahuan mengenai Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji pengetahuan tentang proses 1. DM gestasional besisiko terhadap
kondisi diabetes, prognosis dan keparawatan selama X.. dan tindakan terhadap penyakit ambilan glukosa yang tidak efektif
kebutuhan tindakan berhubungan jam di harapkan pengetahuan termasuk hubungan dengan diet, dalam sel
2. Pengukuran glukosa darah penting
dengan kurang informasi, pasien bertambah diharapkan latihan, stres dan kebutuhan insulin.
2. Tinjau ulang pentingnya untuk mengenali dampak diet dan
kesalahan informasi dan tidak dengan KH :
pemantauan serum glukosa latihan.
mengenal sumber informasi 1. pasien menyatakan

7
pemahaman tentang sedikitnya 6 kali sehari. 3. Perubahan metabolik prenatal
3. Berikan informasi tentang cara
penyakit, kondisi dan menyebabkan kebutuhan insulin
kerja dan efek merugikan insulin
program pengobatan berubah. Trimester pertama kebutuhan
2. pasien mampu dan tinjau ulang alasan menghindari
insulin rendah tetapi menjadi dua kali
melaksanakan prosedur obat hipoglikemi oral
dan empat kali selama trimester kedua
4. Jelaskan penambahan berat badan
yang di jelaskan secara
dan ketiga.
normal.
benar 4. Pembatasan kalori dengan akibat
5. Berikan informasi tentang
3. pasien dapat menjelaskan
ketonemia dapat menyebabkan
kebutuhan program latihan ringan.
kembali apa yang
kerusakan janin dan menghambat
dijelaskanperawat atau
penggunaan protein optimal.
tim kesehatan lainya 5. Latihan setelah makan dapat
membantu mencegah hipoglikemia
dan menstabilkan penyimpangan
glukosa
4 Resiko tinggi terhadap trauma, Setelah dilakukan tindakan 1. Tinjau ulang riwayat pranatal dan 1. maternal pada periode pranatal
gangguan pertukaran gas pada keparawatan selamaX.. kontrol maternal. meningkatkan makrosomia, membuat
2. Periksa adanya glukosa atau keton
janin berhubungan dengan jam diharapkan pertukaran janin berisiko terhadap cedera
dan albumin dalam urin ibu dan
ketidakadekuatan kontrol gas janin normal dengan KH: kelahiran karena distosia atau
pantau tekanan darah.
diabetik maternal, makrosomnia 1. Kehamilan cukup bulan. disporsia sefalopelvis.
3. Observasi tanda vital
2. Meningkatkan 2. Peningkatan glukosa dan kadar keton
atau retardasi pertumbuhan intra 4. Anjurkan posisi rekumben lateral
keberhasilan kelahiran menandakan ketoasidosis yang dapat
uterin. selama persalinan
dari bayi usia gestasi 5. Lakukan dan bantu dengan mengakibatkan asidosis janin dan
yang tepat. pemeriksaan vagina untuk potensial cedera susunan syaeaf pusat.

8
3. Bebas cedera. menentukan kemajuan persalinan. 3. Peningkatan infeksi asenden, dapat
4. Menunjukkan kadar
mengakibatkan sepsis neonatal
glukosa normal, bebas 4. Meningkatkan perfusi plasenta dan
tanda hipoglikemia meningkatkan kesediaan oksigen
untuk janin.
5. Persalinan yang lama dapat
meningkatkan resiko distres janin

9
4. Implementasi Keperawatan
Implmentasi keperawatan dilakukan sesuai dengan intervensi yang telah dibuat.
5. Evaluasi Keperawtan
a. kebutuhan nutrisi terpenuhi, Mempertahankan kadar gula darah puasa antara 60-
100 mg/dl dan 2 jam sesudah makan tidak lebih dari 140 mg/dl.
b. Tetap normotensif.
c. Mempertahankan normoglikemia, Bebas dari komplikasi seperti infeksi, pemisahan
plasenta.
d. Berpartisipasi dalam penatalaksanaan diabetes selama kehamilan.
e. Mengungkapkan pemahaman tentang prosedur, tes laboratorium dan aktivitas yang
melibatkan pengontrolan diabetes.
f. Kehamilan cukup bulan.
g. Meningkatkan keberhasilan kelahiran dari bayi usia gestasi yang tepat
h. cidera janin tidak terjadi, menunjukan reaksi Non stress test dan Oxytocin
1. Test negative atau Construction Stress Test secara normal.

10
BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Seperti halnya penyakit kencing manis pada umumnya, pada pemeriksaan gula
darah pun ditemukan nilai yang tinggi pada kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah
makan serta bila dilakukan pemeriksaan kadar gula pada urine (air kencing) juga
ditemukan reaksi positif. Pemeriksaan ini dapat diulang selama proses pengobatan dengan
obat antidiabetes untuk memantau kadar gula darah
Tindakan yang dapat dilakukan pada pasien diabetes gestasional antara lain dengan
tetap mengutamakan pengaturan diet diabetes, apabila kadar gula darah terlampau tinggi
bisa dilakukan opname untuk regulasi dengan insulin baik intravena maupun suntikan
subkutan. Jadi usahakan pada semua penderita hamil untuk memilih pengobatan dengan
pengaturan diet bila tidak tercapai keadaan kadar gula darah yang normal baru disuntik
dengan insulin. Obat tambahan lain bisa dengan vitamin vitamin untuk menjaga kondisi
tubuh pasien.

11
DAFTAR PUSTAKA

W.A NewmanDorland.2010.Kamus Kedokteran Dorland.edisi 31.Jakarta:EGC


Nursing.2011.memahami berbagai macam penyakit.Cetakan 2.Jakarta Barat:PT Indeks
http://ainicahayamata.wordpress.com/2011/03/30/diabetes-mellitus-gestasional-dmg/. dikutip tanggal
17 april 2017

12