Anda di halaman 1dari 4

Contoh Surat Gugatan Perdata yang Baik

Surat Gugatan adalah suatu surat yang diajukan oleh penggugat kepada Ketua
Pengadilan yang berwenang, yang memuat tuntutan hak yang di dalamnya
mengandung suatu sengketa dan sekaligus merupakan dasar landasan
pemeriksaan perkara dan pembuktian kebenaran suatu hak. Dalam perkara
gugatan terdapat dua pihak yang saling berhadapan (yaitu penggugat dan
tergugat), sedangkan dalam perkara permohonan hanya ada satu pihak saja (yaitu
pemohon). Namun demikian di Pengadilan Agama ada permohonan yang
perkaranya mengandung sengketa sehingga di dalamnya ada dua pihak yang
disebut pemohon dan termohon, yaitu dalam perkara permohonan ijin ikrar talak
dan permohonan ijin beristeri dari seorang.

Pada umumnya syarat formal yang harus dipenuhi dalanm gugatan adalah:

Ditujukan kepada Pengadilan Negeri Sesuai dengan Kompetensi Relatif

Surat gugatan, secara formil harus ditujukan dan dialamatkan kepada


Pengadilan Negeri sesuai dengan kompetensi relatif. Harus tegas dan jelas
tertulis Pengadilan Negeri yang dituju sesuai dengan patokan kompetensi relatif.
Apabila surat gugatan salah alamat atau tidak sesuai dengan kompetensi relatif :

Syarat-syarat Surat Gugatan

Diberi Tanggal

Ditandatangani Penggugat atau Penguasa

Menyebutkan Identitas Para Pihak. Surat gugatan yang tidak menyebut


identitas para pihak, apalagi tidak menyebut identitas tergugat, menyebabkan
gugatan tidak sah dan dianggap tidak ada. Identitas meliputi nama lengkap,
agama, tempat lahir, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan, tempat
tinggal, agama dan pekerjaan tersangka.

Posita (Fundamentum petendi) yang merupakan dalil-dalil konkret tentang


adanya hubungan hukum yang merupakan dasar serta alasan-alasan daripada
tuntutan. Uraian tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa harus
dijelaskan secara runtut dan sistematis sebab hal tersebut merupakan penjelas
duduknya perkara sehingga adanya hak dan hubungan hukum yang menjadi dasar
yuridis daripada tuntutan. Secara garis besar dalam posita harus memuat antara
lain: Objek perkara yaitu mengenai hal apa gugatan yang akan diajukan, Fakta-
fakta hukum yaitu hal-hal yang menimbulkan sengketa, Kualifikasi perbuatan
tergugat yaitu suatu perumusan mengenai perbuatan materiil maupun moral dari
tergugat yang dapat berupa perbuatan melawan hukum, Uraian kerugian yang
diderita oleh penggugat.

Petitum, merupakan apa yang diminta atau diharapkan oleh penggugat agar
dipustukan oleh hakim dalam persidangan. Petitum ini harus dirumuskan secara
jelas, singkat dan padat sebab tuntutan yang tidak jelas maksudnya atau tidak
sempurna dapat mengakibatkan tidak diterima atau ditolaknya tuntutan tersebut
oleh hakim.
Contoh Surat Gugatan Perdata Masalah Tanah
SURAT GUGATAN
Nomor : 03/SG-BNA/IX/2014
Lampiran : Surat Kuasa
Perihal : Surat Gugatan Tanah

Kepada
Ketua Pengadilan Negeri
Kota Bandung
Jalan Teratai Merah 3 Raya No. 1 Kota Bandung

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Endro Fikri Amiruddin,


S.H,Advokat dan Penasihat hukum pada kantor pengacara EFA AND PARTNERS
ASSOSIATION LAW No. Reg. Izin Praktek: 07/5423/PPP/Perp/XII/2002 berkantor di
Raya Dukuh Manis 5 No. 1 3, Bandung 3544, berdasarkan surat kuasa tertanggal
14 September 2016 terlampir ,bertindak untuk dan atas nama Aninda Putri Hanny,
bertempat tinggal di J Jalan Limau Asam 5 Gg. Manis No. 40B Kelurahan Arah
Timur kecamatan Melodi Indah Kota Bandung, dalam hal ini telah memilih tempat
kediaman hukum (domisili) di kantor kuasanya tersebut di atas, hendak
mengajukan surat gugatan ini, selanjutnya akan disebut Penggugat.
Dengan ini penggugat hendak mengajukan gugatan terhadap :

Andhika Rinaldo, umur 55 tahun, pekerjaan karyawan swasta, agama islam,


tempat tinggal Jalan Merica Putih 3 No. 5 RT.10/RW.03 kelurahan Guwari
kecamatan Dukuh Asih Kota Bandung.

Adapun mengenai duduk persoalannya adalah sebagai berikut :

Bahwa Penggugat memiliki sebidang tanah yang terletak di Sukamaju


Raya Km 200,3 No 110A Kabupaten Bandung dengan luas 480 m2 (empat ratus
delapan puluh meter persegi),

Bahwa tanah dimaksud penggugat peroleh dari almarhum Bapak Teddy


Gunawan, Ayah Penggugat, pada Tahun 2014 sebagai warisan keluarga dan
sertifikatnya telah langsung dibalik nama atas nama suami penggugat, yaitu Fikri
Abdurochim,
Bahwa Pada Tahun 2016 Bulan Februari, ketika Penggugat akan mendirikan
rumah pada tanah tersebut, ternyata sudah ada bangunan milik tergugat yang
diakui oleh tergugat adalah milik tergugat dengan sertifikat keluran Tahun 2000,

Bahwa Penggugat sudah berkali-kali minta kepada Tergugat agar berkenan


mengembalikan tanah dan mengecek keaslian sertifikat yang dimilikinya di Dinas
Badan Pertanahan Nasional tetapi tidak ada tanggapan yang positif,

Bahwa karena tanah terperkara dikuasai oleh Tergugat, maka demi


menghindari agar tanah terperkara tidak dialihkan ke pihak -pihak lain dan
terjaminnya pelaksanaan putusan pengadilan, maka penggugat memohon agar
Yang Mulia Ketua Pengadilan Negeri Kota Bandung berkenan kiranya meletakan
sita jaminan (conservatoir beslaag) atas tanah terperkara.

Berdasarkan dalil-dalil yang sudah dikemukakan penggugat tersebut di atas,


maka dengan ini izinkanlah penggugat mengajukan permohonan kepada Yang
Mulia Ketua Pengadilan Negeri Kota Bandung agar berkenan kiranya memanggil
para pihak pada suatu hari yang ditetapkan untuk keperluan itu, memeriksa,
mengadili serta memberikan keputusan dengan amarnya berbunyi sebagai
berikut:

Primair :

1. Menyatakan menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk


seluruhnya;

2. Menyatakan/menetapkan secara hukum penguasaan tanah terperkara oleh


Tergugat sebagai perbuatan melawan hukum;

3. Menyatakan/menetapkan tanah perkara sebagai harta milik penggugat


sebagai warisan Almarhum Bapak Teddy Gunawan kepada Penggugat;

4. Menyatakan/menetapkan sah dan berharga sita jaminan (concervatoir


beslaag) yang diletakkan di atas tanah terperkara sebagaimana yang
dimaksudkan;

5. Menghukum Tergugat untuk menyerahkan tanah tanah terperkara dalam


keadaan kosong sebagaimana semula.

6. Menghukum tergugat I s/d IV untuk membayar biaya perkara yang sudah


dikeluarkan.

Atau:
Subsidair :
Apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-
adilnya (ex aequo et bono)

Bandung, 16 September 2016

Hormat kami Kuasa Hukum Penggugat.

Endro Fikri Amiruddin, S.H


Contoh Surat Gugatan Perdata Masalah Hutang
Contoh Surat Gugatan Perdata Masalah Penipuan

Terdapat hal hal penting yang harus dimuat dalam surat gugatan, yaitu adalah
sebagai berikut.

1. Identitas para pihak, meliputi nama, tempat tinggal dan pekerjaan. Dalam
praktek juga dicantumkan agama, umur, dan status.

2. Positaatau Fundamentum Petendi yaitu dalil-dalil konkret tentang adanya


hubungan hukum yang merupakan dasar serta alasan-alasan daripada tuntutan.

3. Petitum, dalam praktek tuntutan atau petitumterdiri atas dua bagian yaitu
tuntutan primer dan tuntutan subsider.

Itulah mengenai beberapa contoh surat gugatan perdata yang baik sebagai bahan
referensi dalam membuat surat gugatan perdata agar dapat diterima oleh
pengadilan.