Anda di halaman 1dari 3

Percobaan I

1. - Sifat-sifat Alkohol
Alkohol umumnya berwujud cair dan memiliki sifat mudah menguap (volatil)
tergantung pada panjang rantai karbon utamanya (semakin pendek rantai C, semakin
volatil). Kelarutan alkohol dalam air semakin rendah seiring bertambah panjangnya
rantai hidrokarbon. Hal ini disebabkan karena alkohol memiliki gugus OH yang bersifat
polar dan gugus alkil (R) yang bersifat nonpolar, sehingga makin panjang gugus alkil
makin berkurang kepolarannya. Memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada titik didih
alkil halida atau eter, karena alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen antar molekul-
molekulnya.
- Sifat KMnO4
Kalium permanganat merupakan zat padat coklat tua yang menghasilkan larutan
berwarna ungu bila dilarutkan dalam air. KMnO4 juga merupakan agen pengoksidasi
yang kuat. Warna ungu merupakan ciri khas ion permanganat.
- Sifat Anilin
Keadaan fisik cairan berminyak tidak berwarna sampai coklat, dengan bau
karakteristik. Dengan adanya udara atau cahaya berubah menjadi coklat. Titik didih
184 C; Titik lebur - 6 C. Anilin tidal larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik
seperti dietil eter.

2. Rumus Struktur dan rumus bangun :


- Alkohol :

2-Metil-2-Propanol Ethanol

- KMnO4 :

- Anilin :

CH
3

CH3 C
CH3
CH3CH2OH O
H
3. Reaksi Oksidasi Alkohol.
alkohol primer di oksidasi menjadi aldehid.

Etanol Aldehid Etanal

Etanol Aldehid Etanal

Percobaan II

1. a. Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang


memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2).
b. Peptida merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika
jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida.
c. Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama")
adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakanpolimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain
dengan ikatan peptida. Protein memiliki jumlah asam amino lebih dari 50 molekul.
d. Titik Isoelektrik adalah derajat keasaman atau pH ketika suatu makromolekul
bermuatan nol akibat bertambahnya proton atau kehilangan muatan oleh reaksi asam-
basa. Pada koloid, jika pH sama dengan titik isoelektrik, maka sebagian atau semua
muatan pada partikelnya akan hilang selama proses ionisasi terjadi. Jika pH berada pada
kondisi di bawah titik isoelektrik, maka matan partikel koloid akan bermuatan positif.
Sebaliknya jika pH berada di atas titik isoelektrik maka muatan koloid akan berubah
menjadi netral atau bahkan menjadi negatif.

2. a. Uji biuret : uji kimia yang digunakan untuk mendeteksi adanya ikatan peptida. Dengan
keberadaan peptida, ion tembaga (II) membentuk senyawa kompleks berwarna ungu
dalam larutan alkali. Reagen Biuret terbuat dari kalium hidroksida (KOH) dan
tembaga sulfat (II) yang dihidrasi, bersama dengan kalium natrium tartrat.
Reagen menyala dari biru menjadi ungu dengan adanya protein
b. Uji Xantoproteat : Dilakukan untuk mengetahui apakah asam amino yang diuji
tersebut mengandung gugus fenil atau cincin benzena yang ditandai dengan terbentuknya
endapan berwarna Kuning atau Jingga.
c. uji Ninhidrin : Ninhidrin adalah suatu reagen untuk mendeteksi asam amino dan
menetapkan konsentrasinya dalam larutan. Senyawa ini merupakan hidrat dari triketon
siklik, dan bila bereaksi dengan asam amino menghasilkan zt berwarna ungu.
d. Uji Hopkins-Cole : Reagen Hopkins-Cole mengandung asam glioksilat (HOOC-CHO).
Jika reagen ini ditambahkan ke dalam larutan senyawa yang mengandung cincin indol dan
ditambah larutan asam sulfat pekat, maka akan terbentuk cincin ungu pada interface
kedua cairan tersebut. Karena triptofan merupakan satu-satunya asam amino yang
mengandung cincin indol, maka uji ini dipakai untuk identifikasi asam amino triptofan dan
protein yang mengandung asam amino triptofan. Cincin ungu yang tampak pada bidang
batas antara kedua cairan adalah hasil kondensasi triptofan dengan gugus aldehida dari
asam glioksilat dalam suasana asam pekat.
e. Uji Millon : Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam
nitrat. Apabila pereaksi ini ditambahkan ke dalam larutan protein yang mengandung asam
amino dengan rantai samping gugus fenolik, akan menghasilkan endapan putih yang dapat
berubah menjadi merah oleh pemanasan. Tetapi khusus untuk proteosa dan pepton secara
langsung akan menghasilkan larutan berwarna merah.
f. Uji belerang : uji belerang dapat digunakan untuk menguji atau mengidentifikasi
adanya senyawa protein karena dapat menunjukan asam amino memiliki gugus belerang
seperti sistin dan metionin. Larutan protein yang telah ditetesi NaOH pekat dipanaskan,
kemudian diberi beberapa tetes larutan timbal(II) asetat. Terbentuknya endapan hitam
(dari PbS) menunjukkan adanya belerang pada larutan protein.

3. Karena protein memiliki 2 gugus yang dapat membentuk ion bermuatan positif dan negatif
apabila larut dalam air. Yaitu gugus amina dan karboksilat.
Gugus karboksilat melepaskan ion H+ dan gugus amina menerima ion H+.

4. Karena Di dalam susu terkandung zat yang dikenal dengan antidotum. Antidotum ini
mampu menangkap dan mengendapkan racun-racun yang ada. Setelah racun terendap
dan dinetralisir oleh sistem tubuh yang mendapat kekuatan dari kandungan susu tersebut,
lalu racun itu dikeluarkan melalui feses.