Anda di halaman 1dari 14

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

Nama : RAHMAT HIDAYAT

NIM : 201022024

Kelompok : TIGA (3)

Percobaan ke : SATU (I)

Judul Percobaan : IDENTIFIKASI

Asisten Pembimbing : FATMAWATI

Mengetahui, Bontang, 20 Juli 2012

Pembimbing Praktikum Praktikan

Hera Hestyana Sari. Spd RAHMAT HIDAYAT


201022024
PERCOBAAN I
IDENTIFIKASI

A. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengetahui terjadinya penguraian KMnO4 oleh asam oksalat dan asam
sulfat pada suhu tinggi
2. Mengetahui adanya air dalam alkohol
3. Menunjukkan adanya reaksi oksidasi pada ethanol

B. DASAR TEORI
1. Asam oksalat
Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4 dengan
nama sistematis asam etanadioat. Asam dikarboksilat paling sederhana ini biasa
digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Merupakan asam organik yang relatif
kuat, 10.000 kali lebih kuat daripada asam asetat. Anionnya, dikenal sebagai
oksalat, juga agen pereduktor. Banyak ion logam yang membentuk endapan tak
larut dengan asam oksalat, contoh terbaik adalah kalsium oksalat (CaOOC-
COOCa), penyusun utama jenis batu ginjal yang sering ditemukan. Asam oksalat
berupa kristal putih. Massa molar 90.03 g/mol (anhidrat) dan 126.07 g/mol
(dihidrat). Kepadatan dalam fase 1,90 g/cm (anhidrat) dan 1.653 g/cm (dihidrat).
Mempunyai kelarutan dalam air 9,5 g/100 mL (15C) 14,3 g /100 mL (25C ?) 120
g/100 mL (100C). Mempunyai titk didih 101-102C (dihidrat).
Reaksi asam oksalat dengan kalium permanganat agak kompleks meskipun
banyak penelitian yang telah dilakukan, namun mekanisme yang tepat tidak jelas.
Reaksinya tidak jelas. Reaksi berlangsung lambat pada suhu kamar dan karena itu
biasanya larutan dipanaskan sampai sekitar 60oC, kecepatan meningkat setelah ion
mangan (II) terbetuk. Mangan II bertindak sebagai katalis sehinggareaksinya
dinamakan reaksinya otokatalitik karena katalis dihasilkan oleh reaksinya sendiri.
Persamaan reaksi antara asam oksalat dan kalium permanganat adalah :
5C2O42- (L) + 2MnO4- (L) + 16H+ 10CO2 (L) +8H2O(L) + 2Mn2+
2. Alkohol

Alkohol adalah kelompok senyawa yang mengandung satu atau lebih gugus
fungsi hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana. Alkohol dapat dikenali dengan
rumus umumnya R-OH. Alkohol merupakan salah satu zat yang penting dalam
kimia organik karena dapat diubah dari dan ke banyak tipe senyawa lainnya.
Reaksi dengan alkohol akan menghasilkan 2 macam senyawa. Reaksi bisa
menghasilkan senyawa yang mengandung ikatan R-O atau dapat juga
menghasilkan senyawa mengandung ikatan O-H.

Salah satu senyawa alkohol, etanol (etil alkohol, atau alkohol sehari-hari),
adalah salah satu senyawa yang dapat ditemukan pada minuman beralkohol.
Rumus kimianya CH3CH2OH.

Alkohol umumnya berwujud cair dan memiliki sifat mudah menguap


(volatil) tergantung pada panjang rantai karbon utamanya (semakin pendek rantai
C, semakin volatil). Kelarutan alkohol dalam air semakin rendah seiring
bertambah panjangnya rantai hidrokarbon. Hal ini disebabkan karena alkohol
memiliki gugus (-OH) yang bersifat polar dan gugus alkil (R) yang bersifat
nonpolar, sehingga makin panjang gugus alkil makin berkurang kepolarannya.

Karena gugus hidroksil (-OH) dapat membentuk ikatan hidrogen, maka titik
didih alkohol jauh lebih tinggi dari pada titik didih eter dengan jumlah atom C
yang sama. Titik didih alkohol juga dipengaruhi oleh jumlah atom C pada rantai
dan jenis alkohol primer, sekunder atau tersier. Pada jumlah atom C yang sama
titik didih alkohol primer lebih tinggi dari pada alkohol sekunder dan tersier,
sedangkan titik didih alkohol tersier paling rendah.
3. Kalium Permanganat (KMnO4)
Kalium permanganat merupakan senyawa kimia anorganik dengan rumus
kimia KMnO4. Garam yang terdiri dari K+ dan MnO4- ion. Kalium permanganat
terurai saat terkena sinar:
2 KMnO4(s) K2MnO4(s) + MnO2(s) + O2(g)
Kalium permanganat memiliki nama lain yaitu chameleon mineral, CI
77755, kristal condys dan cairox. Merupakan kristal yang berwarna ungu
menjadi kristal perunggu dan stabil. Apabila kontak dengan senyawa yang mudah
menyala akan menyebabkan kebakaran dan dijauhkan dari senyawa pereduksi,
asam kuat, material organik, peroksida, alkohol dan senyawa kimia logam aktif.
Kalium permanganat merupakan oksidator kuat. Apabila dilarutkan dalam air
akan menghasilkan larutan berwarna ungu. Dalam suasana asam, kalium
permanganat akan tereduksi menjadi Mn2+ dengan persamaan reaksi :

MnO4- + 8H+ + 8e- Mn2+ + 4H2O


Berdasarkan jumlah ellektron yang ditangkap perubahan bilangan
oksidasinya, maka berat ekivalen Dengan demikian berat ekivalennya seperlima
dari berat molekulnya atau 31,606.

Dalam reaksi redoks ini, suasana asam terjadi karena penambahan asam sulfat,
dan asam sulfat cukup baik karena tidak bereaksi dengan permanganat. Sedangkan
etanol sebagai reduktor.

4. Anilin

Anilin merupakan bahan kimia yang dapat dibuat dari beberapa macam cara
dan bahan, misalnya proses aminasi chlorobenzen Pada proses aminasi
chlorobenzen menggunakan zat pereaksi amoniak cair, dalam fasa cair dengan
katalis Tembaga Oxide dipanaskan akan menghasilkan 85 - 90 % anilin.
Sedangkan katalis yang aktif untuk reaksi ini adalah Tembaga Khlorid yang
terbentuk dari hasil reaksi samping ammonium khlorid dengan Tembaga Oxide.
Mula - mula amoniak cair dimasukkan ke dalam mixer dan pada saat bersamaan
chlorobenzen dimasukkan pula, tekanan di dalam mixer adalah 200 atm. Dari
mixer campuran chlorobenzen dengan amoniak dilewatkan ke preheater kemudian
masuk ke reaktor dengan suhu reaksi 235 C dan tekanan 200 atm. Pada reaksi ini
ammonia cair yang digunakan adalah berlebihan. Dengan menggunakan katalis
tertentu, reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
C6H5Cl + 2NH3 C6H5NH2 + NH4Cl
Pada proses aminasi chlorobenzen, hasil yang diperoleh berupa nitro anilin
dengan yield yang dihasilkan adalah 96 % ( Groggins, 1958 ).
C. ALAT DAN BAHAN

1. Alat
a. Tabung reaksi
b. Pipet
c. Penjepit kayu
d. pemanas
2. Bahan
a. Asam oksalat pekat
b. Asam sulfat pekat 20%
c. KMnO4 encer 1%
d. Asam sulfat encer
e. Anilin
f. Ethanol
g. K2Cr2O7 0,1 M

Rangkaian Alat Praktikum


D. CARA KERJA
1. Asam-asam bermartabat dua
a. Memasukkan 3 tetes H2SO4 pekat ke dalam larutan asam oksalat pekat
kemudian memanaskannya sebentar
b. Menambahkan 3 tetes larutan KMnO4
c. Mengamati apa yang terjadi
2. Amina aromatis
a. Melarutkan 3-5 tetes anilin dalam 5 ml larutan H2SO4 encer 20%
b. Menambahkan 3-5 tetes larutan K2Cr2O7 dan memanaskan campuran
pelan-pelan
c. Mengamati apa yang terjadi
3. Reaksi oksidasi
a. Menambahkan 1 tetes H2SO4 pekat ke dalam 5 cc larutan KMnO4 encer
(1%) mengaduknya dengan baik
b. Menambahkan 3 tetes etanol dan memanaskan dalam gelas beker yang
berisi air di atas pemanas
c. Mengamati apa yang terjadi
E. DATA HASIL PERCOBAAN
1. Tabel Pengamatan
Percobaan Pengamatan

1. Asam Oksalat

H2C2O4 pekat + beberapa tetes H2SO4 Larutan tidak berwarna


pekat (larutan I) (bening)

Larutan I kemudian dipanaskan Larutan Tidak berwarna


(bening), terbentuk
gelembung-gelembung udara

Larutan I + KMnO4 encer Terjadi perubahan warna dari


bening menjadi coklat muda

2. Amina Aromatis

H2SO4 encer + 20 tetes anilin (larutan I) Terbentuk endapan putih dan


larutan berwarna kuning yang
larut dalam pengadukan

Larutan I + beberapa tetes K2Cr2O7 Warna larutan biru muda,


kemudian dipanaskan terbentuk endapan kehitaman
dan beraroma menyengat

3. Reaksi Oksidasi

5 cc larutan KMnO4 encer 1% + 1 tetes Larutan berwarna ungu.


H2SO4 pekat (larutan I) Larutan berada dalam suasana
asam

Larutan I + 3 tetes etanol kemudian Larutan berubah warna dari


dipanaskan ungu menjadi coklat
kehitaman. Dan terbentuk
endapan coklat kehitaman.

2. Reaksi-reaksi
a. Reaksi antara asam oksalat pekat dengan H2SO4 yaitu :
(COOH)2.2H2O + H2SO4 CO2 + CO +H2O
b. Reaksi setelah penambahan kalium permanganat yaitu :
5H2C2O4 + 3H2SO4 + 2KMnO4 2MnSO4 + K2SO4 + 10CO2
+ 8H2O
c. Reaksi antara anilin dengan asam sulfat yaitu :
C6H5NH2 + H2SO4 C6H5NH3 + (HSO4)-
d. Reaksi setelah penambahan K2Cr2O7 yaitu :
6C6H5NH2 + 19H2SO4 + 4K2Cr2O7 6C6H4O2 + 4K2SO4 +
4Cr2(SO4)3 + 16H2O + 3(NH4)2SO4
e. Reaksi antara H2SO4 dengan KMnO4 yaitu :
12KMnO4 + 6H2SO4 + 5C2H5OH 6K2SO4 + 12MnO +
10CO2 + 21H2O
f. Reaksi setelah penambahan etanol yaitu :
12KMnO4 + 6H2SO4 + 5C2H5OH 6K2SO4 + 12MnO +
10CO2 + 21H2O
F. PEMBAHASAN
1. Asam-asam bermartabat dua
Pada percobaan ini menggunakan asam oksalat pekat. Asam sulfat 3 tetes
ditambahkan kedalam asam oksalat pekat 20 tetes, kenudian dipanaskan.
Penambahan asam sulfat dan pemanasan menghasilkan larutan bening tidak
berwarna, panas, dan gelembung udara kecil yang jumlahnya sedikit. Penambahan
asam sulfat berfungsi sebagai katalis untuk menguraikan asam oksalat,
mengkondisikan suasana asam, dan sebagai pendehidrasi. Reaksi penguraian
oksalat pada suasana asam yaitu :
(COOH)2.2H2O + H2SO4 CO2 + CO +H2O
Kemudian ditambahkan kalium permanganat 3 tetes. Larutan kemudian
dipanaskan kembali. Pemanasan menghasilkan larutan bening dan gelembung
udara kecil yang jumlahnya lebih banyak. Gelembung udara yang dihasilkan
merupakan karbon dioksida. Penambahan kalium permanganat menghasilkan
gelembung udara yang lebih banyak. Kalium permanganat berfungsi sebagai
autokatalis sehingga penguraian oksalat lebih cepat. Hal ini dibuktikan dengan
adanya gelembung udara yang lebih banyak.
Reaksi yang terjadi yaitu :
5H2C2O4 + 3H2SO4 + 2KMnO4 2MnSO4 + K2SO4 + 10CO2 + 8H2O
Koefisien reaksi penguraian oksalat untuk karbon dioksida pada penambahan
kalium permanganat lebih besar daripada koefisien karbon dioksida pada
penambahan asam sulfat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya gelembung udara
yang lebih banyak saat penambahan KMnO4 dari pada saat penambahan asam
sulfat.
2. Amina aromatis
Pada percobaan ini anilin 3 tetes ditambahkan dalam 5 ml asam sulfat.
Pencampuran dua larutan tersebut menghasilkan endapan putih kemudian
ditambahkan K2Cr2O7 4 tetes menghasilkan larutan yang merupakan anilin
hidrogen sulfat.
Reaksi yang terjadi adalah :
C6H5NH2 + H2SO4 C6H5NH3 + (HSO4)-

6C6H5NH2 + 19H2SO4 + 4K2Cr2O7 6C6H4O2 + 4K2SO4 + 4Cr2(SO4)3 +


16H2O + 3(NH4)2SO4
Larutan kemudian dipanaskan. Reaksi anilin dengan dikromat dan larutan
asam sulfat pada pemanasan menghasilkan warna larutan biru muda. Itu
dipengaruhi oleh ion Cr3+ yang berasal dari reduksi kalium dikromat. Kemudian
terdapat endapan hitam yang merupakan anilin black. Warna biru muda pada
larutan menunjukkan adanya air pada alkohol.
3. Reaksi oksidasi
Pada percobaan reaksi oksidasi ini yaitu pertama-tama dilakukan
penambahan H2SO4 pada KMnO4. Pada KMnO4 berwarna ungu (pekat),
sedangkan H2SO4 berwarna jernih atau bening. Penambahan H2SO4 pada KMnO4
tidak menyebabkan terjadinya perubahan warna. Warnanya masih tetap sama
yaitu ungu (pekat). Tetapi pada penambahan ini terjadi perubahan suhu menjadi
panas. Hal ini disebabkan karena KMnO4 mereduksi H2SO4. Reaksi yang terjadi
adalah :
20KMnO4 + 30H2SO4 10K2SO4 + 20MnSO4 + 3H2O + 80O
Kemudian larutan ditambahkan dengan etanol. Warna KMnO4 yang tadinya
ungu berubah menjadi merah tua. Etanol disini berfungsi yaitu agar KMnO4
mengoksidasi etanol menjadi asam etanoat.
Reaksi yang terjadi adalah :
12KMnO4 + 6H2SO4 + 5C2H5OH 6K2SO4 + 12MnO + 10CO2 + 21H2O
Setelah itu larutan dipanaskan diatas pemanas selama 10 menit. Setelah
dipanaskan terjadi perubahan warna pada larutan dari ungu menjadi coklat
kehitaman. Dan juga terbentuk endapan.
G. KESIMPULAN
1. Penguraian KMnO4 dapat dilakukan dengan pemanasan pada suhu
tinggi. Penguraian dilakukan dengan menambahkan KMnO4 kedalam larutan
asam oksalat pekat dan asam sulfat yang sebelumnya sudah dibuat. KMnO4
terurai menjadi 2MnSO4 + K2SO4. KMnO4 berfungsi sebagai autokatalis
sehingga proses penguraian lebih cepat. Penguraian menghasilkan gelembung
udara yang lebih banyak. Gelembung udara tersebut adalah CO2.
2. Larutan berwarna biru muda pada reaksi anilin dengan dikromat dan
larutan asam sulfat pada pemanasan menunjukkan adanya air dalam alkohol.
3. Terjadinya oksidasi ditunjukkan dengan adanya perubahan Etanol
manjadi Asam etanoat.
DAFTAR PUSTAKA
http://rega42.wordpress.com/2011/04/26/kinetika-reaksi-ion-permanganat-
dengan-asam-oksalat/
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/pemisahan-
kimia-dan-analisis/titrasi-redoks/
http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artikel_detail-15229.html
Fessenden dan Fessenden. 1992. Kimia Organik Jilid I. Jakarta: Erlangga.

Sykes, Peter. 1989. Penuntun Mekanisme Reaksi Kimia Organik. Jakarta :


Gramedia.