Anda di halaman 1dari 27

KALSITONIN

EXMA MUTATAL HIKMAH


011614153004
IKD Faal 16

FAAL ENDOKRINOLOGI
16 Mei 2017
REVIEW - KONTROL KESEIMBANGAN KALSIUM
(Silverthorn, 2016).

1) Paratiroid/Parathormon (PTH)
a. Mobilisasi Ca2+ dari tulang
b. reabsorpsi Ca2+ di ginjal
c. absorpsi Ca2+ di usus halus secara tidak langsung
2) Kalsitriol (Vit. D3) : stimulasi sekresi oleh PTH, Prolaktin
absorpsi Ca2+ di usus halus
Membantu reabsorpsi Ca2+ di ginjal dan mobilisasi Ca2+ dari
tulang
3) Kalsitonin
KALSITONIN / CALCITONIN (CT)
(Tortora, 2012), (Silverthorn, 2016) dan (Ganong, 2016)

Hormon peptida, 32 asam amino


Sekresi di sel C (sel parafolikular) di sel folikel tiroid
Pemicu sekresi : Kadar Ca2+ tinggi (>9,5 mg/dL)
Stimulasi lain : Gastrin, Kolesistokinin, Glukagon, Sekretin,
agonis adrenergik-, dopamin, estrogen.
Penghambat sekresi : Kadar Ca2+ rendah
Target : Tulang dan Ginjal dengan G protein receptor,
Efek sangat kecil di usus halus
(Silverthorn, 2016)

C cell di Kelenjar Tiroid


PERAN KALSITONIN / CALCITONIN (CT)
(Sherwood, 2016) dan (Guyton, 2016)

1. Jangka pendek :
perpindahan Ca2+ ke plasma
pengambilan Ca2+ ke matriks ekstrasel tulang

2. Jangka panjang : kerja osteoklas dengan jalur cAMP


resorpsi tulang,
kadar PO43- dan mengurangi Ca2+ plasma

3. reabsorpsi Ca2+ dan PO43- dari tubulus ginjal


ekskresi Ca di ginjal
(Silverthorn, 2016)

Total Ca tubuh
= asupan - keluaran

Ca tubuh =
1. ECF
2. Bone (99%)
3. Ca intrasel (0,9%)
Kontrol Sekresi PTH dan CT
(Sherwood, 2016)
(Tortora, 2012)
Kadar Kalsium Plasma dengan PTH dan CT
(Guyton, 2016)

Pada beberapa hewan muda


dan sedikit pada manusia

kalsium =kalsitonin 2x

namun mekanismenya lebih


lemah
(Sherwood, 2016)
(Guyton, 2016)
KADAR KALSITONIN (Silverthorn, 2016)
(Ganong, 2016)

Normal dewasa, CT tidak esensial pada homeostasis Ca-Fosfat :


1. Setelah CT kerja sistem PTH kerja. Tiroid diangkat, kadar
Ca tidak berubah bermakna.
2. Absorpsi dan penimbunan Ca kecil meski setelah CT bekerja

CT pada :
1. Anak-anak remodeling, deposisi tulang cepat
2. Sindrom Zollinger-Ellison gastrin
3. Anemia pernisiosa yang disertaigastrin plasma
(Sherwood, 2016)
(Guyton, 2016)
(Silverthorn, 2016)
(Ganong, 2016)

CT mungkin melindungi integritas tulang ketikakebutuhan Ca


: kehamilan atau laktasi

CT untuk pengobatan penyakit Paget aktivitas osteoklas

CT mungkinpenyimpanan Ca setelah makan


OSTEOPOROSIS
PENYEBAB DAN TERAPI

16 MEI 2017
OSTEOPOROSIS
(Sherwood, 2013).

Osteon dan porous : tulang berpori


Gangguan mikroarsitektur tulang :matriks organik dan
densitas tulang, mudah patah.
Setiap pengurangan 10% massa tulang = 2x resiko fraktur
Fraktur terutama pada daerah banyak tulang trabekular yang
aktif :
o Lengan bawah distal (fraktur colles)
o Korpus vertebra
o Panggul
(Sherwood, 2013).

REMODELLING TULANG

DEPOSISI homeostasis
RESORPSI
Aktivitas Osteoblas Aktivitas Osteoklas
(-)
menurun meningkat
OSTEOPOROSIS

Siklus pembentukan tulang :


< 30 tahun : deposisi > resorpsi
30-40 tahun : keseimbangan
>40 tahun : resorpsi > deposisi
>50 tahun : resorpsi semakin tinggi
Osteoporosis : Aktivitas osteoklastik > aktivitas osteoblastik
(Sherwood, 2013)
(Silverthorn, 2016)
TIPE OSTEOPOROSIS
(Rockville, 2004)

Osteoporosis Primer (Osteoporosis Involusional) :


1. Tipe I (Postmenopausal)
o Defisiensi estrogen, tulang trabekular rapuh, mudah fraktur
2. Tipe II (Senile)
o Gangguan penyerapan Ca dan sel pembentuk vit. D
o Di usia lanjut, defisiensi estrogen juga berperan.
o Fraktur lutut, panggul, dll.
o Wanita > Pria.

Osteoporosis Sekunder :
Bisa pada usia muda.
Gangguan kelainan hormon, obat-obatan, alkohol, merokok.
Kalsium Tubuh dan Indeks Massa Tulang
(Ganong, 2010).

Keadaan Dewasa
Massa tulang <

Usia Lanjut
Resorpsi tulang >

Maka osteoporosis lebih


sering pada wanita
FAKTOR RESIKO OSTEOPOROSIS
(Guyton, 2016) (Silverthorn, 2016) (Jackson, 2001).

1. stress fisik terhadap tulang


2. Malnutrisi berlebihan, tidak terbentuk matriks protein cukup
3. vitamin C sebagai bahan sekresi intrasel osteoblast
4. sekresi estrogen pascamenopause. Estrogenaktivitas
osteoklas
5. Usia : GH dan faktor pertumbuhan, anabolik protein
6. Pemakaian kortikosteroid
7. Sindrom Cushing : glukokortikoid , katabolisme protein
dan menekan aktivitas osteoblast
8. Rokok, alkohol, kafein, kurang Ca, intoleransi laktosa (alergi
susu-yoghurt)
HORMONE REPLACEMENT THERAPHY
(Sherwood, 2013) dan (Guyton, 2016).

Peran Estrogen pada tulang :


1. Merangsang osteoprotegerin (faktor (-) osteoklastogenesis)
2. Menghambat sitokin IL-1, IL-6, TNF- : (-) osteoklas
3. Merangsang sitokin TGF- : apoptosis osteoklas

Efek defisiensi Estrogen pada lansia :


1. aktivitas osteoklastik
2. (pengurangan) matriks tulang
3. deposit kalsium dan fosfat tulang
HORMONE REPLACEMENT THERAPHY
(Sherwood, 2013) dan (Guyton, 2016).

Reseptor Estrogen (ER) : dan Reseptor nukleus


Satu organ dapat mempunyai keduanya
ER- : uterus, payudara, teca ovarium, liver
ER- : tulang, endotel, ovarium, prostat, paru, sal. cerna, SSP.
Terapi Estrogen : resiko kanker payudara dan penyakit
kardiovaskuler
Kerja ER- dan ER- bias kompleks, multiple, bervariasi
SERM (Selective Estrogen Receptor Modulator)
ER ikatan dg Estrogen ikatan dg DNA mengubah transkripsi.
Pada beberapa keadaan, ER- menekan transkripsi ER- terapi
osteoporosis tanpa resiko kanker payudara
SERMs
Selective
Estrogen
Receptor
Modulator

Roberts, 2014.
Netter Illustrated
Pharmacology
SERMs
Smith CL,
Breast Cancer Res.
(2014)

Prinsip SERM : interaksi ER dengan protein ko-aktivator atau ko-represor


Rasio ko-aktivator dan ko-represor bervariasi pada tiap jaringan.
SERM Antagonis Dimerisasi Protein Korepresor
SERM Agonis Dimerisasi Protein Koaktivator
Undefined : modulasi ekspresi gen untuk mengikat faktor transkripsi
heterolog, bukan ERE
TERAPI TRADISIONAL OSTEOPOROSIS
(Sherwood, 2013) dan (Guyton, 2016).

1. Terapi Sulih Hormon


Estrogen : aktivitas osteoklas
Testosteron : matriks tulang dan menimbulkan retensi
kalsium ukuran dan kekuatan tulang
2. Suplementasi Ca

Terapi estrogen :resiko kanker payudara dan penyakit


kardiovaskuler
Suplementasi Ca Banyak dilaporkan kurang efektif
Solusi pencegahan : Program Olahraga
TERAPI OBAT UNTUK OSTEOPOROSIS
(Sherwood, 2013)

PRINSIP TERAPI OSTEOPOROSIS

DEPOSISI RESORPSI
Aktivitas Osteoblas Aktivitas Osteoklas
Apoptosis Osteoblas Apoptosis Osteoklas
TERAPI OBAT UNTUK OSTEOPOROSIS
(Sherwood, 2013)

1. Alendronat (Fosamat) : aktivitas,apoptosis osteoklas


2. Kalsitonin (Miacalcin) : aktivitas osteoklas
3. Raloksifen (Evista) : SERMs, pengikatan pada reseptor
tulang, pengganti estrogen tanpa resiko kanker payudara
4. Teriparatid (Forteo) : pembentukan dan apoptosis
osteoblas
5. Statin : aktivitas osteoblas
6. ANGELS (Activators of non genomic estrogen-like signaling) :
mengaktifkan jalur reseptor di sitoplasma untuk menghambat
apoptosis osteoblas.
TERIMA KASIH
16 Mei 2017