Anda di halaman 1dari 12

LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN


PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

BAB III
ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR, SEDANG, dan HALUS
(AASHTO T 84-88), (SNI 03-1970-1990), (ASTM 128-84*)

3.1.1 TUJUAN
Tujuan pengujian ini adalah untuk memperoleh distribusi besaran
atau jumlah persentase butiran baik agregat halus maupun agregat kasar.
Distribusi yang diperoleh dapat ditunjukan dalam tabel atau grafik.

3.1.2 PENGERTIAN
Analisa saringan adalah suatu kegiatan analisis untuk mengetahui
distribusi ukuran agregat kasar, sedang dan halus dengan menggunakan
ukuran-ukuran saringan standar tertentu yang ditunjukkan dengan lubang
saringan (mm) dan untuk nilai apakah agregat kasar, sedang dan halus
halus yang akan digunakan tersebut cocok untuk perkerasan jalan dan
persentase lolos digambarkan pada grafik pembagian butir.

3.1.3 PERALATAN
Adapun peralatan yang digunakan, meliputi :
Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
Satu set saringan dengan ukuran bukaan

37.50 mm (1,500 inchi)


25.40 mm (1,000 inchi) Ukuran ayakan yang
19.10 mm (0,750 inchi) digunakan Pengujian
agregat kasar
12.50 mm (0,500 inchi)
9.500 mm (0,375 inchi)

3.1.1
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

4.750 mm (No. 4)
2.380 mm (No. 8)
1.180 mm (No. 16) Ukuran ayakan yang
digunakan Pengujian
0,600 mm (No. 30)
agregat halus
0.300 mm (No. 50)
0.75 (No. 100)
0.075 mm (No. 200)
Alat Electric Sieve shaker
Oven yang dilengkapi alat pengatur suhu untuk memanasi sampai
(1155) C.
Talam, kuas, sikat kuningan, dan sendok.

3.1.4 CARA PENGUJIAN


Adapun prosedur pengujian, sebagai berikut :
1. Tempatkan susunan ayakan
2. Goyangkan susunan ayakan dengan Alat Electric Sieve shaker selama
15 menit.
3. Kumpulkan sisa yang tertahan di tiap-tiap ayakan dan timbang
beratnya
4. Hitung persentase berat benda uji yang tertahan di atas masing-masing
saringan dan yang lolos terhadap berat total benda uji.

3.1.5 BENDA UJI


Benda uji diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempat
banyak. Benda uji disiapkan berdasarkan standar yang berlaku dan terkait
kecuali apabila butiran yang melalui saringan no. 200 tidak perlu diketahui
jumlahnya dan bila syarat-syarat ketelitian tidak menghendaki pencucian.
a. Berat agregat halus

3.1.2
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

1. Agregat yang paling sedikit 95% lolos saringan no. 8 berat


minimum 100 gram.
2. Agregat yang paling sedikit 85% lolos saringan no.4 berat
minimum 500 gram.
b. Berat agregat kasar
1. Ukuran maks 3,5 Berat minimum 100 kg
2. Ukuran maks 3 Berat minimum 60 kg
3. Ukuran maks 2,5 Berat minimum 35 kg
4. Ukuran maks 2 Berat minimum 20 kg
5. Ukuran maks 1,5 Berat minimum 15 kg
6. Ukuran maks 1 Berat minimum 10 kg
7. Ukuran maks Berat minimum 5 kg
8. Ukuran maks Berat minimum 2 kg
9. Ukuran maks 3/8 Berat minimum 1 kg

c. Bila agregat berupa campuran dari agregat halus dan agregat kasar,
agregat tersebut dipisahkan menjadi 2 bagian dengan saringan no. 4.
Selanjutnya agregat halus dan kasar disediakan sebanyak jumlah
teperti yang tercantum diatas.

3.1.6 PERHITUNGAN
a. Hitunglah jumlah kumulatif berat benda uji yang tertahan di atas
masing-masing saringan.
b. Hitunglah persen kumulatif tertahan di atas masing-masing saringan
terhadap berat total benda uji.
c. Hitunglah persen lolos setiap saringan.

3.1.7 LAPORAN
Laporan meliputi :
a. Jumlah persentase melalui masing-masing saringan, atau jumlah
persentase di atas masing-masing saringan dalam bilangan bulat.

3.1.3
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

b. Grafik lengkung gradasi.

3.1.8 DOKUMENTASI

Gambar 1. Electric Sieve shaker

3.1.4
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

3.1.9 FORMULIR PENGUJIAN

PENGUJIAN
ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR
(AASHTO T 84-88), (SNI 03-1970-1990), (ASTM 128-84*)

Jumlah jumlah Persen


Berat
Ukuran saringan Berat
Tertahan
Tertahan Tertahan Lewat
25mm(1") 0 0 0 100.000
19mm(3/4") 187 187 7.909 92.091
12,5mm(1/2") 642 829 35.063 64.937
9,5mm(3/8") 452 1281 54.181 45.819
4,75mm(No.4) 286 1567 66.278 33.722
2,36mm(No.8) 241 1808 76.471 23.529
1,180mm(No.16) 144 1952 82.561 17.439
0,60mm(No.30) 121 2073 87.679 12.321
0,30mm(No.50) 98 2171 91.824 8.176
0.15mm(No.100) 79 2250 95.166 4.834
0.075mm(No.200) 52 2302 97.365 2.635
Pan 62.3 2364.3 100.000 0.000

Contoh perhitungan :

= 0 + 187 = 187

187
% = 2364.32 = 7.909 %

% = 100 7.909 = 92.091 %

3.1.5
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

PENGUJIAN
ANALISA SARINGAN AGREGAT SEDANG
(AASHTO T 84-88), (SNI 03-1970-1990), (ASTM 128-84*)

Berat Jumlah jumlah Persen


Ukuran saringan
Tertahan Berat Tertahan Tertahan Lewat
19mm(3/4") 0 0 0 100
12,5mm(1/2") 91 91 6.085 93.915
9,5mm(3/8") 295 386 25.809 74.191
4,75mm(No.4) 505 891 59.575 40.425
2,36mm(No.8) 244 1135 75.889 24.111
1,180mm(No.16) 36 1171 78.296 21.704
0,60mm(No.30) 72 1243 83.110 16.890
0,30mm(No.50) 52 1295 86.587 13.413
0.15mm(No.100) 70.41 1365.41 91.295 8.705
0.075mm(No.200) 52.19 1417.6 94.785 5.215
Pan 78 1495.6 100.000 0.000

Contoh perhitungan :

= 0 + 91 = 91

91
% = 1495.6 = 6.085 %

% = 100 6.085 = 93.915 %

3.1.6
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

PENGUJIAN
ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS
(AASHTO T 84-88), (SNI 03-1970-1990), (ASTM 128-84*)

Jumlah jumlah Persen


Berat
Ukuran saringan Berat
Tertahan
Tertahan Tertahan Lewat
4,75mm(No.4) 0 0 0 100
2,36mm(No.8) 287.1 287.1 29.278 70.722
1,180mm(No.16) 210.2 497.3 50.714 49.286
0,60mm(No.30) 223.6 720.9 73.516 26.484
0,30mm(No.50) 106.5 827.4 84.377 15.623
0.15mm(No.100) 55.8 883.2 90.067 9.933
0.075mm(No.20) 34.2 917.4 93.555 6.445
Pan 63.2 980.6 100.000 0.000

Contoh perhitungan :

= 0 + 287.1 = 287.1

287.1
% = 980.6 = 29.277 %

% = 100 29.277 = 70.723 %

3.1.7
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

GRADASI AGREGAT CAMPURAN

Persen lolos Spesifikasi


Gradasi
Ukuran saringan gradasi
Kasar Sedang Halus rencana
rencana
25mm(1") 100.00 100.00 100.00 100.00 100
19mm(3/4") 92.09 100.00 100.00 95.00 90 - 100
12,5mm(1/2") 64.94 93.92 100.00 82.50 75 - 90
9,5mm(3/8") 45.82 74.19 100.00 74.00 66 -82
4,75mm(No.4) 33.72 40.43 100.00 55.00 46 - 64
2,36mm(No.8) 23.53 24.11 70.72 39.50 30 - 49
1,180mm(No.16) 17.44 21.70 49.29 28.00 18 - 38
0,60mm(No.30) 12.32 16.89 26.48 20.00 12 sampai 28
0,30mm(No.50) 8.18 13.41 15.62 13.50 7 sampai 20
0.15mm(No.100) 4.83 8.70 9.93 9.00 5 sampai 13
0.075mm(No.200) 2.64 5.22 6.45 6.00 4 sampai 8
Pan 0.00 0.00 0.00 0.00 0

Contoh perhitungan :

90 + 100
= = 95
2

3.1.8
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

METODE ANALITIS

24,95% 48,36% 26,69% gradasi Spesifikasi


Gradasi
Ukuran saringan fraksi fraksi fraksi agregat gradasi
rencana
kasar sedang halus campuran rencana
25mm(1") 24.95 48.36 26.69 100.00 100.00 100
19mm(3/4") 22.98 48.36 26.69 98.03 95.00 90 100
12,5mm(1/2") 16.20 45.42 26.69 88.31 82.50 75 90
9,5mm(3/8") 11.43 35.88 26.69 74.00 74.00 66 -82
4,75mm(No.4) 8.41 19.55 26.69 54.65 55.00 46 64
2,36mm(No.8) 5.87 11.66 18.88 36.41 39.50 30 49
1,180mm(No.16) 4.35 10.50 13.15 28.00 28.00 18 38
0,60mm(No.30) 3.07 8.17 7.07 18.31 20.00 12 sampai 28
0,30mm(No.50) 2.04 6.49 4.17 12.70 13.50 7 sampai 20
0.15mm(No.100) 1.21 4.21 2.65 8.07 9.00 5 sampai 13
0.075mm(No.200) 0.66 2.52 1.72 4.90 6.00 4 sampai 8
Pan 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0

3.1.9
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

Contoh perhitungan :

(Pada saringan 4,75 mm/ No.4 )

= % . 24.95 %

= 33.72 24.95%

= 8.41 %

= % . 48.36%

= 40.43 48.36%

= 19.55 %

= % . 26.69%

= 100 26.69%

= 26.69 %

3.1.10
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

CARA COBA -COBA

30% 35% 35% gradasi Spesifikasi


Gradasi
Ukuran saringan fraksi fraksi fraksi agregat gradasi
rencana
kasar sedang halus campuran rencana
25mm(1") 30.00 35.00 35.00 100.00 100.00 100
19mm(3/4") 27.63 35.00 35.00 97.63 95.00 90 - 100
12,5mm(1/2") 19.48 32.87 35.00 87.35 82.50 75 - 90
9,5mm(3/8") 13.75 25.97 35.00 74.71 74.00 66 -82
4,75mm(No.4) 10.12 14.15 35.00 59.27 55.00 46 - 64
2,36mm(No.8) 7.06 8.44 24.75 40.25 39.50 30 - 49
1,180mm(No.16) 5.23 7.60 17.25 30.08 28.00 18 - 38
0,60mm(No.30) 3.70 5.91 9.27 18.88 20.00 12 sampai 28
0,30mm(No.50) 2.45 4.69 5.47 12.62 13.50 7 sampai 20
0.15mm(No.100) 1.45 3.05 3.48 7.97 9.00 5 sampai 13
0.075mm(No.200) 0.79 1.83 2.26 4.87 6.00 4 sampai 8
Pan 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0

3.1.11
LABORATORIUM MATERIAL PERKERASAN JALAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
JL. PHH. MUSTOFA NO. 23 TELP.727215 BANDUNG 40124

3.1.10 KESIMPULAN
Hasil dari pengujian analisa saringan agregat kasar, sedang, dan
halus sesuai pengujian AASHTO T 84-88, SNI 03-1970-1990, ASTM 128-84*,
didapat persentase lolo
s masing masing saringan dan berat masing masing agregat untuk campuran beton
aspal. Dari metode analisis didapat 8.41% lolos agregat kasar, 19.55% lolos
agregat sedang, dan 26.69% lolos agregat halus. Jadi % gradasi campuran =
54.65% dan masuk ke dalam spesifikasi yang dianjurkan.

Bandung, 2015
Diperiksa Oleh :

( )

3.1.12