Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN POST OP KISTA

Tanggal Pengkajian : Selasa, 16 Mei 2017

Jam Pengkajian : 14.00 WIB

A. Identitas Klien
Nama : Ny R
Umur : 34 Tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Status Obstetrik : P3A1

Anak Tipe BB Keadaan Bayi Komplikasi Umur


Ke Persalinan Lahir Waktu Lahir Nifas Hamil
1 Spontan 3500 Tidak ada Tidak ada 9 Bulan
kelainan
2 Spontan 3500 Tidak ada Tidak ada 9 Bulan
kelainan

B. Keluhan Utama
Pasien mengatakan nyeri pada perut
C. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien datang ke RS K.R.M.T Wongsonegoro pada tanggal 14 Mei 2017 dengan
keluhan nyeri pada perut. Sesuai intruksi dokter akan dilakukan operasi pengangkatan
kista ovariuma sebelah kanan dan kiri pada tanggal 15 Mei 2016 dikarenakan terdapat
kista, status obsterti P3A1. Kemudian klien dibawa di ruang parikesit RSUD K.R.M.T
Wongsonegoro.
D. Riwayat Kehamilan
Gravida : P3A1
HPHT : 22-4-2017
E. Riwayat Menstruasi
Menarche umur : 14 Tahun
Siklus Menstruasi : 35-40 hari
Lama Menstruasi : 7 hari
F. Riwayat KB
Pasien mengatakan setelah kelahiran anak pertama tidak menggunakan KB apapun, tapi
setelah persalinan anak ke dua pasien langsung menggunakan KB IUD.

G. Pemeriksaan Fisik (head to toe)


1. Tanda Vital
TD : 120/70 mmHg N : 80x/menit
S : 36,2C RR : 20x/menit
2. Antopometri
BB : 66 Kg
TB : 50 cm
Lingkar Lengan : 34 cm
Distansia Kristarum : 24 cm
Distansia Tuberum : 8,5 cm
Konjugata Eksterna : 16 cm
3. Keadaan Umum : Pasien tampak lemah
4. Kulit : Turgor kulit elastis, kulit bewarna kuning langsat
Kuku : Kuku bewarna merah muda, CRT < 3 detik
5. Kepala dan leher : Mesochepal, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
a. Rambut : Rambut lurus, hitam, panjang sebahu, tidak beruban, tidak
mudah rontok
b. Muka : simetris, tampak menahan nyeri
c. Mata : bentuk simetris, konjugtiva tidak pucat
d. Hidung : Lubang simetris, tidak ada secret, tidak ada polip
e. Mulut : gigi utuh, lidah bersih, nafas tidak bau, mukosa lembab
f. Telinga : letak simetris, tidak ada serumen
6. Thorak, payudara : Bentuk simetris, tidak ada retraksi dada, payudara menonjol
besar, aerola hitam, putting menonjol, kolostrum sudah keluar
7. Abdomen : terdapat luka jahitan operasi, bising usus 16 x/ menit.
8. Perineal
a. Kebersihan, keutuhan : Bersih, bentuk simetris
b. Hemoroid : tidak tampak adanya hemoroid
9. Ekstremitas : tidak tampak adanya edema, tidak tampak adanya
memar,
H. Pengkajian Kebutuhan Khusus
1. Oksigenisasi
Pasien mengatakan tidak mengalami sesak napas, pernapasan pasien normal
RR = 20x/menit, pasien tidak menggunakan alat bantu pernapasan.
2. Nutrisi
Pasien mengatakan belum dibolehkan untuk makan
3. Cairan
Pasien mengatakan sudah minum 1 gelas ( 200cc), jenis air putih. Pasien
tampak terpasang infus RL 20 tpm di metacarpal dekstra.Tidak ada pembatasan
asupan cairan pada pasien.
4. Eliminasi
Pasien tampak terpasang DC, pasien tampak sudah BAK 100cc, pasien
mengatakan belum BAB.
5. Kenyamanan
Pasien mengatakan bagian ekstremitas bawahnya belum bisa digerakkan.
pasien juga mengatakan bagian perutnya bekas operasi mulai terasa nyeri, skala
nyeri 3.

I. Pemeriksaan Penunjang

Nama Test Hasil Satuan Nilai Rujukan


HEMATOLOGI
Hemoglobin L 10,8 g/dl 11,7 15,5
Hematokrit 35,30 % 35,0 47,0
Leukosit H 11.2 /uL 3,6 11,0
Trombosit 233 /uL 150 - 400
Eritrosit L 3,72 106/ul 4,2 - 5,4
KIMIA KLINIK
GDS L 64 mg/dL 70 - 115
Ureum L 7,5 mg/dL 17,0 43,0
Creatinin 0,5 Mg/dL 0,5
SGOT 12 U/L 0 - 35
SGPT 6 U/L 0 - 35
Albumin 3,4 g/dL 3,4 4,8
Natrium L 134,0 mmol/L 135,0 147,0
Kalium 3,60 mmol/L 3,50 5,0
Calsium 1,14 mmol/L 1,12 1,32
IMUNOLOGI
HBsAg Negatif Negatif

Terapi
Ketorolac :2 x 30mg
RL :20 Tpm
Ceftriaxone : 3 x 1 gr
J. Analisa Data

Tanggal/Jam No Data Masalah


Keperawatan
16 Mei 2017 1 S : - Pasien mengatakan masih pusing, Hambatan
14.00 WIB perutnya sakit tidak bisa digerakan mobilitas fisik
karena tegang berhubungan
O : - Pasien tampak lemah dengan adanya
- Ektremitas bawah pasien tampak luka operasi di
belum dapat digerakkan perut
- Pasien tampak dibantu suaminya
dalam memenuhi kebutuhannya
16 Mei 2017 2 S : - Pasien mengatakan nyeri dibagian Nyeri akut
14.00 WIB perut bekas operasi berhubungan
- Skala nyeri 6 dengan agen
- Pasien mengatakan nyeri terasa cindera fisik
saat diam dan lebih terasa saat
pasien mencoba bergerak
P : Nyeri karena adanya luka insisi di
perut bawah
Q : Nyeri seperti tersayat-sayat, dan
durasi terus menerus
R : nyeri pada bagian rahim menyebar
sampi ke pinggang belakang
S : Skala nyeri 6
T : Nyeri timbul sejak setelah operasi,
-
O: - Keadaan umum pasien lemah
- Ekspresi wajah pasien meringis
kesakitan
- Tampak luka insisi operasi pada
daerah abdomen
- TTV
TD = 120/70 mmHg
S = 36,2C
N = 80x/menit
RR = 20x/menit
16 Mei 2017 3 S : - pasien mengatakan terasa sakit Risiko Infeksi
14.00 WIB didaerah perut bekas operasi berhubungan
- Pasien mengatakan belum dengan adanya
mengganti pembalut luka insisi
O : - Tampak luka insisi operasi pada
perut bagian bawah
- Luka tampak dibalut, tidak ada
rembesan
- Tampak terpasang DC
Lekosit : 11,0

K. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cindera fisik
2. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan adanya luka operasi di perut
3. Risiko Infeksi berhubungan dengan adanya luka inisisi
L. Intervensi Keperawatan

No Diagnosa TUJUAN & KH INTERVENSI RASIONAL


Keperawatan
1 1. Nyeri akut Tujuan : 1. Kaji secara 1. Pengkajian secara
berhubungan Setelah dilakukan komprehensif tentang komprehensif akan
dengan agen tindakan keperawatan nyeri, meliputi : lokasi, memberikan ketepatan,
cindera fisik selama 1x24 jam nyeri karakteristik, durasi, kecepatan, dan
berkurang sampai dengan frekuensi, kualitas, keefektifan dalam
intensitas/beratnya
hilang. KH : penanganan nyeri
nyeri, dan faktor
-Pasien mengatakan tidak presipitasi
nyeri lagi 2. Pantau TTV 2. Tanda-tanda vital
- Skala nyeri 0 merupakan haluan
- Wajah pasien tampak untuk mengetahui
rileks keadaan umum pasien
- TTV normal
3. Ajarkan penggunaan 3. Teknik non farmakologi
teknik non
dapat membantu
farmakologi untuk
mengatasi nyeri (ex. mengatasi nyeri
relaksasi, massase)
4. Berikan informasi 4. Memberikan penjelasan
tentang nyeri : penyebab, akan menambah
berapa lama terjadi. pengetahuan klien
tentang nyeri.
5. Berikan analgetik sesuai 5. Analgetik dapat
anjuran kolaborasi dengan membantu
dokter. menghilangkan rasa
nyeri
2 Hambatan Tujuan : Tidak terjadi 1. Kaji rentang gerak 1. Untuk mengetahui
mobilitas fisik hambatan mobilitas fisik perubahan yang terjadi
berhubungan KH : pada pasien
dengan adanya - Pasien mampu
2. Jelaskan pada pasien 2. Mengurangi tingkat
luka operasi di beraktifitas secara
tentang efek anastesi kecemasan pasien
perut mandiri
- Peningkatan rentang
3. Berikan posisi kepala 3. Mencegah penyebaran
pergerakan
lebih tinggi dari kaki obat anastesi

4. Ajarkan pada pasien 4. Mencegah terjadinya


untuk perlahan kekakuan pada
menggerakkan ekstremitas bawah
kakinya
5. Mencegah terjadinya
5. Bantu pasien
kekakuan
melakukan mobilisasi
bertahap 6. Mengurangi aktifitas
berlebih pasien
6. Libatkan keluarga
dalam memenuhi Mempercepat proses
kebutuhan pasien pemulihan
Anjurkan pasien untuk
istirahat

3 Risiko Infeksi Setelah dilakukan 1. mempengaruhi


berhubungan tindakan keperawatan penyembuhan luka
1. kaji tanda dan gejala
dengan adanya selama 1x24 jam infeksi 2. mencegah infeksi
infeksi
luka insisi tidak terjadi dengan 2. lakukan perawatan luka
3. acuan dalam mendeteksi
kriteria hasil : 3. kolaborasi dalam dini terjadinya infeksi
- Tidak terdapat tanda- pemberian obat 4. mempercepat proses
tanda infeksi penyembuhan
- Pencapaian tepat
waktu dalam
pemulihan luka
- TTV dalam batas
normal

M. Implementasi Keperawatan

NO. WAKTU TINDAKAN RESPON PASIEN


DX
I Selasa 1.Mengkaji secara S : - Pasien mengatakan nyeri pada bagian perut
16-05-2017/ komprehensif tentang nyeri bekas operasi, nyeri dirasakan saat diam dan
14.00 WIB lebih terasa saat pasien mencoba bergerak,
skala nyeri 6
P : Nyeri karena adanya luka insisi di perut bawah
Q : Nyeri seperti tersayat-sayat, dan durasi terus
menerus
R : nyeri pada bagian rahim menyebar sampi ke
pinggang belakang
S : Skala nyeri 6
T : Nyeri timbul sejak setelah operasi,
O : Wajah pasien tampak menahan nyeri,
keadaan umum pasien lemah, tampak luka
insisi operasi pada bagian abdomen post op ,

14.50 WIB 2.Memantau TTV pasien S:-


O : - TD : 120/70 mmHg
- RR : 20x/menit
- S : 36,2C
N : 80x/menit

15.00 WIB 3.Mengajarkan pasien teknik S : Klien bersedia


relaksasi nafas dalam
O : Klien kooperatif

15.02 WIB 4.Memberikan obat IV S : Klien bersedia


Ketorolac 30mg/8jam O : Klien ooperatif

II 15.15WIB 1. mengkaji rentang gerak S : - pasien mengatakan masih sulit menggerakkan


perutnya karena sakit
O : - pasien tampak mencoba menggerakkan
perut

16.00 WIB 2. Mengajarkan pada pasien S : - Klien bersedia


untuk perlahan menggerakkan O : - Klien kooperatif
badannya

16.05 WIB 3.Membantu pasien S : - pasien mengatakan badannya masih lemas


melakukan mobilisasi - Pasien mengatakan perutnya belum bisa
bertahap digerakkan
O: - Pasien tampak terbaring lemah di tempat
tidur
- Pasien tampak terpasang DC
- Pasien tampak terpasang infus RL 20 tpm

16.30IB 4.Melibatkan keluarga dalam S : Keluarga bersedia


memenuhi kebutuhan pasien O : Keluarga kooperatif

17.15 WIB 5.Menganjurkan pasien untuk S : Klien bersedia


istirahat O : Klien kooperatif

III 17.35 WIB 1.Mengkaji tanda dan gejala S : Pasien mengatakan ada luka diperut bawah
infeksi bekas operasi
O : - Pasien tampak ada balutan luka post op,
balutan tidak rembes, tidak bengkak area
balutan, tidak ada kemerahan area balutan,
- pasien tampak terpasang DC

18.05 WIB 2.Melakukan perawatan S:-


perineum O:
- tampak darah kering menempel pada sela-
sela perineum pasien
- Tidak bengkak, tidak kemerahan,

19.00 WIB Memberikan obat Ceftriaxone S : Klien bersedia


1 gram dan RL 20 Tpm O :- pasien tampak tenang saat obat disuntikkan

NO. WAKTU TINDAKAN RESPON PASIEN


DX
I Rabu 1.Mengkaji secara S : - Pasien mengatakan nyeri pada bagian perut
17-05-2017/ komprehensif tentang nyeri bekas operasi, nyeri dirasakan saat diam dan
14.00 WIB lebih terasa saat pasien mencoba bergerak,
skala nyeri 3
P : Nyeri karena adanya luka insisi di perut bawah
Q : Nyeri seperti tersayat-sayat, dan durasi terus
menerus
R : nyeri pada bagian rahim menyebar sampi ke
pinggang belakang
S : Skala nyeri 3
T : Nyeri timbul sejak setelah operasi,
O : Wajah pasien tampak menahan nyeri,
keadaan umum pasien lemah, tampak luka
insisi operasi pada bagian abdomen post op ,

14.50 WIB 2.Memantau TTV pasien S:-


O : - TD : 130/70 mmHg
- RR : 22x/menit
- S : 36,5 C
N : 88 x/menit

15.00 WIB 3.Mengajarkan pasien teknik S : Klien bersedia


relaksasi nafas dalam
O : Klien kooperatif

15.02 WIB 4.Memberikan obat IV S : Klien bersedia


Ketorolac 30mg O : Klien ooperatif

II 15.15WIB 1. Mengkaji rentang gerak S : - pasien mengatakan masih sulit menggerakkan


perutnya karena sakit
O : - pasien tampak mencoba menggerakkan
perut
16.00 WIB 2. Mengajarkan pada pasien S : - Klien bersedia
untuk perlahan menggerakkan O : - Klien kooperatif
badannya

16.05 WIB 3.Membantu pasien S : - pasien mengatakan badannya masih lemas


melakukan mobilisasi - Pasien mengatakan perutnya belum bisa
bertahap digerakkan
O: - Pasien tampak terbaring lemah di tempat
tidur
- Pasien tampak terpasang DC

16.30IB 4.Melibatkan keluarga dalam S : Keluarga bersedia


memenuhi kebutuhan pasien O : Keluarga kooperatif

17.15 WIB 5.Menganjurkan pasien untuk S : Klien bersedia


istirahat O : Klien kooperatif

III 17.35 WIB 1.Mengkaji tanda dan gejala S : Pasien mengatakan ada luka diperut bawah
infeksi bekas operasi
O : - Pasien tampak ada balutan luka post op,
balutan tidak rembes, tidak bengkak area
balutan, tidak ada kemerahan area balutan,
- pasien tampak terpasang DC

18.05 WIB 2.Melakukan perawatan S : Klien bersedia


perineum O:
- tampak terdapat kotoran pada sela-sela
perineum pasien
- Tidak bengkak, tidak kemerahan,

19.00 WIB 3.Memberikan obat S : Klien bersedia


Ceftriaxone 1 gram dan RL O :- pasien tampak tenang saat obat disuntikkan
20 Tpm

NO. WAKTU TINDAKAN RESPON PASIEN


DX
I Kamis 1.Mengkaji secara S : - Pasien mengatakan nyeri pada bagian perut
18-05-2017/ komprehensif tentang nyeri bekas operasi, nyeri dirasakan saat diam dan
07.00.00 lebih terasa saat pasien mencoba bergerak,
WIB skala nyeri 3
P : Nyeri karena adanya luka insisi di perut bawah
Q : Nyeri seperti tersayat-sayat, dan durasi terus
menerus
R : nyeri pada bagian rahim menyebar sampi ke
pinggang belakang
S : Skala nyeri 3
T : Nyeri timbul sejak setelah operasi,
O : Wajah pasien tampak menahan nyeri,
keadaan umum pasien lemah, tampak luka
insisi operasi pada bagian abdomen post op ,

07.50 WIB 2.Memantau TTV pasien S:-


O : - TD : 130/70 mmHg
- RR : 22x/menit
- S : 36,5 C
N : 88 x/menit

08.00 WIB 3.Mengajarkan pasien teknik S : Klien bersedia


relaksasi nafas dalam
O : Klien kooperatif

08.02 WIB 4.Memberikan obat IV S : Klien bersedia


Ketorolac 30mg O : Klien ooperatif

II 09.15WIB 2. Mengkaji rentang gerak S : - pasien mengatakan masih sulit menggerakkan


perutnya karena sakit
O : - pasien tampak mencoba menggerakkan
perut

10.00 WIB 2. Mengajarkan pada pasien S : - Klien bersedia


untuk perlahan menggerakkan O : - Klien kooperatif
badannya

10.05 WIB 3.Membantu pasien S : - pasien mengatakan badannya masih lemas


melakukan mobilisasi - Pasien mengatakan perutnya belum bisa
bertahap digerakkan
O: - Pasien tampak terbaring lemah di tempat
tidur
- Pasien sudah tidak terpasang DC

10.10WIB 4.Melibatkan keluarga dalam S : Keluarga bersedia


memenuhi kebutuhan pasien O : Keluarga kooperatif

10.13 WIB 5.Menganjurkan pasien untuk S : Klien bersedia


istirahat O : Klien kooperatif

III 10.15WIB 1.Mengkaji tanda dan gejala S : Pasien mengatakan ada luka diperut bawah
infeksi bekas operasi
O : - Pasien tampak ada balutan luka post op,
balutan tidak rembes, tidak bengkak area
balutan, tidak ada kemerahan area balutan,
- pasien tampak terpasang DC
10.30 WIB 2.Melakukan perawatan luka S : Klien bersedia
O:
- tampak luka post op kering tidak ada tanda-
tanda infeksi
- Panjang luka 10 cm

11.00 WIB 3.Memberikan obat S : Klien bersedia


Ceftriaxone 1 gram dan RL O :- pasien tampak tenang saat obat disuntikkan
20 Tpm

N. CATATAN EVALUASI

WAKTU/TGL EVALUASI TT

Selasa S : - Pasien mengatakan nyeri pada bagian perut


16-05-2017 bekas operasi, nyeri dirasakan saat diam dan
21.00 WIB lebih terasa saat pasien mencoba bergerak,
skala nyeri 3.
P : Nyeri karena adanya luka insisi di perut bawah
Q : Nyeri seperti tersayat-sayat, dan durasi terus
menerus
R : nyeri pada bagian rahim menyebar sampi ke
pinggang belakang
S : Skala nyeri 3
T : Nyeri timbul sejak setelah operasi,
O : - Wajah pasien tampak menahan nyeri,
- Keadaan umum pasien lemah
- Tampak luka insisi operasi pada bagian
abdomen post op
TD : 120/70 mmHg
- RR : 20x/menit
- S : 36,2C
- N : 80x/menit
- Injeksi cetorolac
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
Selasa S : - Pasien mengatakan badannya masih lemas
16-05-2017 - Pasien belum bisa menggerakan perutnya
21.00 WIB karena sakit
- Pasien mengatakan belum bisa miring kiri
miring kanan serta duduk dan berjalan
O: - Pasien tampak terbaring lemah di tempat tidur
- Pasien tampak sudah bisa menggerakkan
kakinya
- Pasien tampak belum bisa miring kanan miring
kiri serta duduk
- Pasien tampak terpasang DC
- Pasien tampak terpasang infus RL 20 tpm di
metacarpal dekstra
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

Selasa S : Pasien mengatakan terdapat pembalut luka di


16-05-2017 perut bawah
21.00 WIB O : - Pasien tampak ada balutan luka post op, balutan
tidak rembes, tidak bengkak area balutan, tidak
ada kemerahan area balutan.
- Terpasang DC
- Injeksi ceftriaxone
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

WAKTU/TGL EVALUASI TT

Rabu S : - Pasien mengatakan nyeri pada bagian perut


17-05-2017 bekas operasi, nyeri dirasakan saat diam dan
21.00 WIB lebih terasa saat pasien mencoba bergerak,
skala nyeri 6.
P : Nyeri karena adanya luka insisi di perut bawah
Q : Nyeri seperti tersayat-sayat, dan durasi terus
menerus
R : nyeri pada bagian rahim menyebar sampi ke
pinggang belakang
S : Skala nyeri 6
T : Nyeri timbul sejak setelah operasi,
O : - Wajah pasien tampak menahan nyeri,
- Keadaan umum pasien lemah
- Tampak luka insisi operasi pada bagian
abdomen post op
TD : 120/70 mmHg
- RR : 20x/menit
- S : 36,2C
- N : 80x/menit
- Injeksi cetorolac
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
Rabu S : - Pasien mengatakan badannya masih lemas
17-05-2017 - Pasien belum bisa menggerakan perutnya
21.00 WIB karena sakit
- Pasien mengatakan belum bisa miring kiri
miring kanan serta duduk dan berjalan
O: - Pasien tampak terbaring lemah di tempat tidur
- Pasien tampak sudah bisa menggerakkan
kakinya
- Pasien tampak belum bisa miring kanan miring
kiri serta duduk
- Pasien tampak terpasang DC
- Pasien tampak terpasang infus RL 20 tpm di
metacarpal dekstra
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

Rabu S : Pasien mengatakan terdapat pembalut luka di


17-05-2017 perut bawah
21.00 WIB O : - Pasien tampak ada balutan luka post op, balutan
tidak rembes, tidak bengkak area balutan, tidak
ada kemerahan area balutan.
- Terpasang DC
- Injeksi ceftriaxone
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

WAKTU/TGL EVALUASI TT

Kamis S : - Pasien mengatakan nyeri pada bagian perut


18-05-2017 bekas operasi, nyeri dirasakan saat diam dan
14.00 WIB lebih terasa saat pasien mencoba bergerak,
skala nyeri 6.
P : Nyeri karena adanya luka insisi di perut bawah
Q : Nyeri seperti tersayat-sayat, dan durasi terus
menerus
R : nyeri pada bagian rahim menyebar sampi ke
pinggang belakang
S : Skala nyeri 6
T : Nyeri timbul sejak setelah operasi,
O : - Wajah pasien tampak menahan nyeri,
- Keadaan umum pasien lemah
- Tampak luka insisi operasi pada bagian
abdomen post op
TD : 120/70 mmHg
- RR : 20x/menit
- S : 36,2C
- N : 80x/menit
- Injeksi cetorolac
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
Kamis S : - Pasien mengatakan badannya masih lemas
18-05-2017 - Pasien belum bisa menggerakan perutnya
14.00 WIB karena sakit
- Pasien mengatakan belum bisa miring kiri
miring kanan serta duduk dan berjalan
O: - Pasien tampak terbaring lemah di tempat tidur
- Pasien tampak sudah bisa menggerakkan
kakinya
- Pasien tampak belum bisa miring kanan miring
kiri serta duduk
- Pasien tampak terpasang DC
- Pasien tampak terpasang infus RL 20 tpm di
metacarpal dekstra
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

Kamis S : Pasien mengatakan terdapat pembalut luka di


18-05-2017 perut bawah
14.00 WIB O : - Pasien tampak ada balutan luka post op, balutan
tidak rembes, tidak bengkak area luka, tidak ada
kemerahan atau tanda- tanda infeksi.
- Tidak terpasang DC
- Injeksi ceftriaxone
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan