Anda di halaman 1dari 9

6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

Home
SamplePage

JustanotherWadahAspirasidanKreasiMahasiswaUGMSitessite

Uncategorized
Geofisika
Geosains
Geologi

Jul
8

LINGKUNGANPENGENDAPANBATUAN
SEDIMEN
Lingkungan pengendapan adalah tempat mengendapnya material sedimen beserta kondisi fisik, kimia,
danbiologiyangmencirikanterjadinyamekanismepengendapantertentu(Gould,1972).Interpretasilingkungan
pengendapandapatditentukandaristruktursedimenyangterbentuk.Struktursedimentersebutdigunakansecara
meluas dalam memecahkan beberapa macam masalah geologi, karena struktur ini terbentuk pada tempat dan
waktupengendapan,sehinggastrukturinimerupakankriteriayangsangatbergunauntukinterpretasilingkungan
pengendapan. Terjadinya strukturstruktur sedimen tersebut disebabkan oleh mekanisme pengendapan dan
kondisisertalingkunganpengendapantertentu.lingkunganpengendapantersebutmeliputi:
1.LingkunganGlasial
Pengertiantentangsistempengendapanglasialdanmacammacambentuknyapentingdalamaplikasi.
Pertama,datakandunganendapanglasialdapatdigunakanmenyelesaikanmasalahtentangprosesproses
geologi yang terjadi. Kedua, endapan glasial merupakan dasar untuk mempelajari lingkungan geologi.
Dengan adanya investigasi karakteristik teknik geologi, pedoman hydrogeological, dan arus transportasi
dalam sistem pengendapan glasial. Sistem pengendapan glasial merupakan suatu pendorong dalam
penyelidikan tentang sistem pengendapan glasial ini juga merupakan pendorong untuk mempelajari /
mengetahuitentangletakdaripengendapanklastikdankarbonatdarisuatureservoarhidrokarbonpadatahun
1950an.Selainitudiketahuipulabahwadalamsistempengendapanglasialjugamembawasertaendapan
endapanmineraldanbermacammacambatuanyangdibungkusolehes.(PlacerEyles,1990),dansistem
pengendapan glasial digunakan juga dalam penyelidikan untuk endapan mineral yang terdapat pada
pelindung/pembungkusnyasendiri.(driftprospectingDilabioandCoker,1989).

http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 1/9
6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

2.KipasAlluvial
Aluvialfanatauyangbiasadisebutkipasaluvialadalahkenampakanpadamulutlembahyangberbentuk
kipas yang merupakan hasil proses pengendapan atau merupakan akhir dari sistem erosideposisi yang
dibawa oleh sungai. Lingkungan ini umumnya berkembang di kaki pegunungan, dimana air kehilangan
energi untuk membawa sendimen ketika melintasi dataran. Atau dapat diartikan pula bila suatu sungai
dengan muatan sedimen yang besar mengalir dari bukit atau pegunungan, dan masuk ke dataran rendah,
maka akan terjadi perubahan gradien kecepatan yang drastis, sehingga terjadi pengendapan material yang
cepat, yang dikenal sebagai kipas aluvial, berupa suatu onggokan material lepas, berbentuk seperti kipas,
biasanya terdapat pada suatu dataran di depan suatu gawir. Biasanya material kasar diendapkan dekat
kemiringanlereng,sementarayanghalusterendapkanlebihjauhpadapedataran,tetapisecarakeseluruhan
lingkunganinimengendapkansendimensendimenyangberukuranbesarsepertibongkahanbatuan.

3.Sungai
Berdasarkan morfologinya sistem sungai dikelompokan menjadi 4 tipe sungai, sungai lurus (straight),
sungai teranyam (braided), sungai anastomasing, dan sungai kekelok (meandering). Pertama Sungai lurus
(Straight),Sungailurusumumnyaberadapadadaerahbertopografiterjalmempunyaienergialirankuatatau
http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 2/9
6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

deras. Energi yang kuat ini berdampak pada intensitas erosi vertikal yang tinggi, jauh lebih besar
dibandingkan erosi mendatarnya. Kondisi seperti itu membuat sungai jenis ini mempunyai pengendapan
sedimenyanglemah,sehinggaalirannyalurustidakberbelokbelok(lowsinuosity).KeduaSungaikekelok
(Meandering) , pada sungai tipe ini erosi secara umum lemah sehingga pengendapan sedimen kuat. Erosi
horisontalnyalebihbesardibandingkanerosivertikal,perbedaaninisemakinbesarpadawaktubanjir.Hal
ini menyebabkan aliran sungai sering berpindah tempat secara mendatar. Ini terjadi karena adanya
pengikisantepisungaiolehaliranairutamayangpadadaerahkelokansungaipinggirluardanpengendapan
padakelokantepidalam.KetigaSungaiteranyam,Biasanyatipesungaiteranyaminidiapitolehbukitdikiri
dankanannya.Endapannyaselainberasaldarimaterialsungaijugaberasaldarihasilerosipadabukitbukit
yangmengapitnyayangkemudianterbawamasukkedalamsungai.Runtunanendapansungaiteranyamini
biasanyadenganpemilahandankelulusanyangbaik,sehinggabagussekaliuntukbatuanwaduk(reservoir).
Keempat Sungai anastomasing, energi alir sungai tipe ini rendah. Ada perbedaan yang jelas antara sungai
teranyamdansungaianastomosing.Padasungaiteranyam(braided),aliransungaimenyebardankemudian
bersatu kembali menyatu masih dalam lembah sungai tersebut yang lebar. Sedangkan untuk sungai
anastomasing adalah beberapa sungai yang terbagi menjadi beberapa cabang sungai kecil dan bertemu
kembalipadainduksungaipadajaraktertentu.

4.Danau
DanauatauLacustrinadalahsuatulingkungantempatberkumpulnyaairyangtidakberhubungandengan
laut. Lingkungan ini bervariasi dalam kedalaman, lebar dan salinitas yang berkisar dari air tawar hingga
hipersaline. Pada lingkungan ini juga dijumpai adanya delta, barried island hingga kipas bawah air yang
diendapkandenganarusturbidit.Danaujugamengendapkanklastikadanendapankarbonattermasukoolit
dan terumbu dari alga. Pada daerah beriklim kering dapat terbentuk endapan evaporit. Endapan danau ini
dibedakan dari endapan laut dari kandungan fosil dan aspek geokimianya. Danau dapat terbentuk melalui
beberapamekanisme,yaituberupapergerakantektoniksebagaipensesarandanpemekaranprosesglasiasi
seperti ice scouring, ice damming dan moraine damming (penyumbatan oleh batu) pergerakan tanah atau
hasildariaktifitasvolkaniksebagaipenyumbatanlavaataudanaukawahhasilpeledakan.
5.Delta
http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 3/9
6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

Prosespembentukandeltaadalahakibatakumulasidarisedimenfluvial(sungai)padalacustrineatau
marine coastline. Delta merupakan sebuah lingkungan yang sangat komplek dimana beberapa faktor
utama mengontrol proses distribusi sedimen dan morfologi delta, faktorfaktor tersebut adalah regime
sungai, pasang surut (tide), gelombang, iklim, kedalaman air dan subsiden (Tucker, 1981). Untuk
membentuksebuahdelta,sungaiharusmensuplaisedimensecaracukupuntukmembentukakumulasiaktif,
dalamhaliniprogradingsystem.Secarasederhanainiberartibahwajumlahsedimenyangdiendapkanharus
lebih banyak dibandingkan dengan sedimen yang terkena dampak gelombang dan pasang surut. Dalam
beberapa kasus, pengendapan sedimen fluvial ini banyak berubah karena faktor diatas, sehingga banyak
ditemukanvariasikarakteristikpengendapansedimennya,meliputidistributarychannels,rivermouthbars,
interdistributary bays, tidal flat, tidal ridges, beaches, eolian dunes, swamps, marshes dan evavorites flats
(Coleman,1982).Ketikasebuahsungaimemasukilautdanterjadipenurunankecepatansecaradrastis,yang
diakibatkan bertemunya arus sungai dengan gelombang, maka endapanendapan yang dibawanya akan
terendapkan secara cepat dan terbentuklah sebuah delta. Deposit (endapan) pada delta purba telah diteliti
dalamurutanumurstratigrafi,dansedimenyangadadideltasangatpentingdalampencarianminyak,gas,
batubaradanuranium.
6.Pantai,PulauBarrier,danGumukPasir
Transforsedimensepanjangpantaimerupakangerakansedimendidaerahpantaiyangdisebabkanoleh
gelombang dan arus yang dibangkitkannya (Komar : 1983). Transfor sedimen ini terjadi di daerah antara
gelombangpecahdangarispantaiakibatsedimenyangdibawanya(Carter,1993).MenurutTriatmojo(1999)
transfor sedimen sepanjang pantai terdiri dari dua komponen utama yaitu transfor sedimen dalam bentuk
mata gergaji di garis pantai dan transfor sedimen sepanjang pantai di surf zone. Transfor sedimen pantai
banyak menimbulkan fenomena perubahan dasar perairan seperti pendangkalan muara sungai erosi pantai
perubahan garis pantai dan sebagainya (Yuwono, 1994). Fenomena ini biasanya merupakan permasalahan
terutama pada daerah pelabuhan sehingga prediksinya sangat diperlukan dalam perencanaan ataupun
penentuan metode penanggulangan. Menurut Triatmojo (1999) beberapa cara yang biasanya digunakan
antara lain adalah :Melakukan pengukuran debit sedimen pada setiap titik yang ditinjau, sehingga secara
berantaiakandapatdiketahuitransforsedimenyangterjadi,Menggunakanpeta/fotoudaraataupengukuran
yangmenunjukanperubahanelevasidasarperairandalamsuatuperiodetertentu.Carainiakanmemberikan
hasil yang baik jika di daerah pengukuran terdapat bangunan yang mampu menangkap sedimen seperti
trainingjetty,groin,dansebagainya,Rumusempirisyangdidasarkanpadakondisigelombangdansedimen
padadaerahyangditinjau.Bukitpasirbervariasidalamukuranbutirdari1,60,1mm.Endapanbukitpasir
umumnyaterdiridariteksturpasiryangterpilahbaikdankebundaranbaikjugakayaakankwarsa.Endapan
bukitpasirdipantaimungkinkayaakanmineralberatdanfragmenbatuanyangtidakstabil.Bukitpasirdi
pantai yang terjadi didaerah tropis banyak mengandung ooid, fragmen cangkang, atau butiran karbonat
lainnya. Bukit pasir yang terdapat di daerah gurun dapat mengandung gypsum seperti White Sand, New
Mexico.Bukitpasirdapatpulaterbentukdimukapantai.Meskipundemikianhanyaterjadipadapantaipada
daerahkeringdimanavegetasi(tumbuhan)tidakada.Anginkeringyangkuatdenganarahtegakluruspantai
secaraaktifmemindahkanpasirmenjadigundukanpasir.Hanyasedikitgugusanbukitpasirdimukapantai
yangterjadipadadaerahcurahhujanrendah.
7.Rawa

http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 4/9
6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

Rawaadalahdaerahdisekitarsungaiataumuarasungaiyangcukupbesaryangmerupakantanahlumpur
dengan kadar air relative tinggi. Wilayah rawa yang luas terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan
Papua(IrianJaya).Daerahberawarawaterjadimengikutiperluasandaratankarenameditasiakuatis.Oleh
karena itu, rawa dapat dijumpai pada tempattempat yang syaratsyarat sedimentasi akuatisnya
memungkinkan,misalnyadaerahdaerahpantaiPapua(IrianJaya),pantaiutaraJawa,pantaitimurSumatera
dan pantai Kalimantan. Bila sungai dipasok lebih banyak sedimen dari pada kemampuan sungai untuk
membawa sedimen tersebut, maka akan diendapkan material berlebih pada dasar kanal sebagai sand and
gravel bars. Pengendapan ini mendorong sungai untuk memecah kanal menjadi dua atau lebih kanal
sehinggaterbentuklahpolasungaiteranyam(braidedriver).
8.Lagoon
Lagun atau Lagoon adalah suatu kawasan berair dangkal yang masih berhubungan dengan laut lepas,
dibatasi oleh suatu punggungan memanjang (barrier) dan relatif sejajar dengan pantai (Gambar VII.15).
Makadariitulagunumumnyatidakluasdandangkaldenganenergirendah.Beberapalagunyangdianggap
besar,misalnyaLeewardLagoondiBahamaluasnyahanya10.000kmdengankedalaman+10m(Jordan,
1978, dalam Bruce W. Sellwood, 1990). Akibat terhalang oleh tanggul, maka pergerakan air di lagun
dipengaruhioleharuspasangsurutyangkeluar/masuklewatcelahtanggul(inlet).Kawasantersebutsecara
klasikdikelompokkansebagidaerahperalihandaratlaut(Pettijohn,1957),dengansalinitasairdaritawar
(freshwater)sampaisangatasin(hypersalin).Keragamansalinitastersebutakibatadanyapengaruhkondisi
hidrologi, iklim dan jenis material batuan yang diendapkan di lagun. Lagun di daerah kering memiliki
salinitasyanglebihtinggidibandingdenganlagundidaerahbasah(humid),halinidikarenakankurangnya
airtawaryangmasukkedaerahitu.Berdasarkanbatasanbatasantersebutdiatasmakabatuansedimenlagun
sepintaskurangberartidalamaspekgeologi.Akantetapibiladiamatilebihrincimengenaiaspeklingkungan
pengendapannya, lagun akan dapat bertindak sebagai penyekat perangkap stratigrafi minyak. Transportasi
material sedimen di lagun dilakukan oleh, air pasang energi ombak, angin yang dengan sendirinya
dikendalikaniklimsehinggaakanmempengaruhikondisibiologidankimialagun.
9.LautDangkal(ShelfEnvironment)
Daerah shelf merupakan daerah lingkungan pengendapan yang berada diantara daerah laut dangkal
sampai batas shelf break . Heckel (1967) dalam Boggs (1995) membagi lingkungan shelf ini menjadi dua
jenis, perikontinental (marginal) dan epikontinental epeiric). Perikontinental shelf adalah lingkungan laut
dangkal yang terutama menempati daerah di sekitar batas kontinen (transitional crust) shelf dengan laut
dalam. Perikontinental seringkali kehilangan sebagian besar dari endapan sedimennya (pasir dan material
berbutirhaluslainnya),karenaendapanendapantersebutbergerakmemasukilautdalamdenganprosesarus
traksi dan pergerakan graviti (gravity mass movement). Karena keberadaannya di daerah kerak transisi
(transitionalcrust),perikontinentaljugaseringmenunjukanpenurunan(subsidence)yangbesar,khususnya
padatahapawalpembentukancekungan,yangdapatmengakibatkanterbentuknyaendapanyantebalpada
daerah ini (Einsele, 1992). Sedangkan epikontinental adalah lingkungan laut yang berada pada daerah
kontinen(daratan)dengansisisisinyadibatasiolehbeberapadaratan.Daerahinibiasanyadibentukjauhdari
pusatbadai(storm)danaruslaut,sehinggaseringkaliterproteksidenganbaikdarikeduapengaruhtersebut.
Jikasebagiandaridaerahepeiricinitertutup,makainiakansemakintidakdipengaruhiolehgelombangdan
arus tidal. Skema penampang lingkungan pengendapan laut (Boggs, 1995) Ada enam faktor yang

http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 5/9
6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

mempengaruhi proses sedimentasi pada lingkungan shelf (Reading, 1978), yaitu : 1. kecepatan dan tipe
suplaisedimen2.tipedanintensitasdarihidrolikaregimeshelf3.fluktuasimukaairlaut4.iklim5.interaksi
binatangsedimen6.faktorkimiaPasirshelfmodernsebagianbesar(70%)adalahberuparelictsedimen,
meskipun kadangkadang daerah shelf ini menerima secara langsung suplai pasir dari luar daerah, seperti
darimulutsungaipadasaatbanjirdandaripantaipadasaatbadai(Drakeetal,1972dalamReading,1978).
Endapan sedimen pada lingkungan shelf modern umumnya sangat didominasi oleh lumpur dan pasir,
meskipunkadangkadangdijumpaibongkahbongkahrelictpadabeberapadaerah.
10.Reefs
Terumbu atau reef merupakan lingkungan yang unik yang sangat berbeda dari bagian lingkungan
pengendapan lainnya di lingkungan paparan (shelf). Terumbu ini umumnya dijumpai pada bagian pinggir
platform paparan luar (outershelf) yang hampir menerus sepanjang arah pantai, sehingga merupakan
penghalangyangefektifterhadapgerakangelombangyangmelintasipaparantersebut.Disampingterumbu
berkembang seperti massa yang menyusur sepanjang garis pantai diatas, juga dapat berkembang sebagai
patchyangterisolirdalampaparanbagiandalamatauinnershelf.Istilahlainuntukterumbuini,adayang
menyebutnya dengan carbonate buildup atau bioherm. Tetapi para pekerja karbonat tidak menyetujui
penggunaanistilahterumbuhanyadibatasiuntukcarbonatbuildupatauintiyangkaku,pertumbuhankoloni
organisme, atau carbonat buildup lainnya yang tidak memiliki inti kerangka yang kaku. Wilson (1975)
menggunakan istilah carbonatbuildup untuk tubuh yang secara lokal, terbatas secara lateral, merupakan
hasilprosesrelieftofografi,dantanpamengaitkandenganhiasanpembentukinternalnya.
11.LautDalam
Sekitar70%daerahbumiinimerupakandaerahcekunganlautdenganalaskeraksamudratipebasaltis.
Daerahcekunganlautdalammerupakandaerahyangpadabagianatanyadibatasiolehlingkunganshelfpada
zona break, secara topografi ditandai dengan kemiringan yang curam (lebih besar) dibandingkan dengan
shelf.Berdasarkandarifisiografinya,lingkunganlautdalaminidibagimenjaditigadaerahyaitu,continental
slope,continentalrisedancekunganlautdalam.PrinsipelemendariKontinentalmargin(Drake,C.Ldan
Burk, 1974 dalam Boggs, 1995) Lereng benua (continental slope) dan continental rise merupakan
perpanjangandarishelfbreak.Kedalamanlerengbenuabermuladarishelfbreakdengankedalamanratarata
130 m sampai dengan 15004000 m. Kemiringan pada lereng benua ini sekitar 40, walaupun ada variasi
pada lingkungan delta (20) dan pada lingkungan koral (450) (Boggs, 1995). Sedangkan kemiringan pada
continental rise biasanya lebih kecil dibandingkan kemiringan pada lereng benua. Karena lerengnya yang
cukup curam dibandingkan paparan, pada lereng benua ini sering merupakan daerah dari pergerakan arus
turbidit.Continentalrisebiasanyatidakakanadapadadaerahconvergenatauaktifmargindimanasubduksi
berlangsung. Morfologi pada lereng benua ini sering menunjukan bentuk cembung, kecuali pada daerah
daerah yang yang mempunyai stuktur sangat aktif. Volume endapan sedimen yang dapat mencapai lereng
benua dan continental rise ini akan sangat bergantung pada lebarnya shelf dan jumlah sedimen yang ada.
Continentalrisedancekunganlautdalammembentuksekitar80%daritotaldasarlaut.
Refferensi:
1.Nichols,Gary.2009.SedimentologyandStratigraphy.WileyBlackwell.UK
2.Hangky. Radolf. 2010. Lingkungan Pengendapan. Tersedia :
http://valentinomalau31.blogspot.com/2010/12/lingkunganpengndapan.html. (Diakses pada 23 Maret

http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 6/9
6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

2014)

Postedbyarriqo.fauqi.rUncategorizedSubscribetoRSSfeed

LeaveaReply
Requiredfieldsaremarked*
Youremailaddresswillneverbepublishedorshared.

Comment

Name*

Email*

Website

SubmitReply

Searchfor: Search

RecentPosts

HadisDhaifSeputarBulanRajab
MemakanTulangApakahBoleh
ProsesHidrotermal
MineralpadaLingkunganAlterasiHidrotermal
HukumSeputarTaziyah

RecentComments

AnonimonKrisisEnergidiIndonesiadanSolusinya
PdtAdiSimanjuntakonKrisisEnergidiIndonesiadanSolusinya
aditonErupsiGunungMerapi

Archives

May2015
April2015
February2015
December2014
November2014
October2014
September2014
August2014
July2014
http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 7/9
6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

January2014

Categories

Geofisika
Geologi
Geosains
Uncategorized

Meta

Login
EntriesRSS
CommentsRSS
WordPress.org

Search...

RecentPosts

HadisDhaifSeputarBulanRajab
MemakanTulangApakahBoleh
ProsesHidrotermal
MineralpadaLingkunganAlterasiHidrotermal
HukumSeputarTaziyah
DibalikPesonaBatuPermata
DasarDasardalamMineralogi
KelompokMineralSulfida
KelompokNativeElement(UnsurMurni)
MineralEkonomis
EnhancedGeothermalPower
KlasifikasiLipatanBilling(1986)
KeajaibanBahasaalQuran
IlmubumipadamasaRasulullah
BumidanBebanBeratyangDikandungnnya,StudiSuratAlZalzalahAyat2
KrisisEnergidiIndonesiadanSolusinya
ErupsiGunungMerapi
MacamMacamBatuanPiroklastik
EnergyinTheFuture
BatuanPiroklastik
PelapukanBatuan(Weathering)
JenisJenisBatuan
DefinisiPetrofisikadanParameternya
SiklusBatuan(TheRockCycle)
KupasTuntasLapindoBrantas(3)
KupasTuntasLapindoBrantas(2)
KupasTuntasLapindoBrantas(1)
FAKTASENGKETAAMBALAT
AdabAdabMakanyangHarusDilakukan
KiatMenjadiMuslimyangMenyenangkan
MuslimBaikBerdakwahdenganBaik
QuoteUkhuwah(2)
AkhlakdalamPergaulan
http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 8/9
6/8/2017 LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN

CintaAlidanFatimah
AsalUsulBulanRajab
TipsBerbaktikepadaKeduaOrangTua
MuslimMewarnaiDunia
QuotesUkhuwah
EnergiMatahariuntukPanelSurya
SumberEnergiFosil(3)CostRecoverydanUUMIGAS
SumberEnergiFosil(2)KilangMinyak
SumberEnergiFosil(1)MinyakBumi
GeologiStrukturdanJenisnya
Pengertian,Sumber,danMitigasipadaTsunami
PengaruhMineralLempung(ClayMineral)TerhadapTerjadinyaTanahLongsorDiSemarang
TRIVIAMINERALSULFIDA
MineralHalida
MineralOksida
KlasifikasiMineralMenurutDana
MagmadanPeranannyadalamSiklusBatuan
DeformasiBatuan
AlluvialFandanDelta
HubunganKarakteristikGurundenganProsesGeologi
JenisMetamorfismedanTektonikLempeng
JenisGerakanMassa
LINGKUNGANPENGENDAPANBATUANSEDIMEN
BATUANMETAMORF
SemuatentangGranit
IstilahIstilahdalamBatuanBekudanVolkanisme
DeretReaksiBowen(BowenReactionSeries)
IstilahIstilahDalamGeologiDanMineralogi
MetodeMetodeEksplorasidalamGeofisika
SikapYangIslamiMenghadapiHariUlangTahun
DoaKetikaKenaikanHargaBarang

Tags

ErupsiErupsiGunungapiGunungapiLaharDinginPiroklastik

RSS
Copyright2017Allrightsreserved.AmazingGracethemebyVladimirPrelovac

http://arriqofauqi.web.ugm.ac.id/2014/07/08/lingkunganpengendapanbatuansedimen/ 9/9