Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KULTUM

MENUNTUT ILMU

Di susun oleh:

DEVA PRAYUNIKA

20164030109

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2017
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum wa rahmatullahi wabarakatuh
Pertama kali, marilah kita bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan
pada kita, entah itu nikmat yang sangat kecil hingga nikmat yang luar biasa besar. Dari
nikmat berupa kemampuan melihat, hingga nikmat berupa kemampuan merasakan kebenaran
dengan hati. Dari nikmat berupa kemampuan menghirup udara, hingga nikmat berupa alam
luas yang tidak akan pernah bisa dihitung luasnya, Alhamdulilllah.
Tidak lupa, semoga shalawat serta salam semoga selalu tercurah pada baginda besar,
Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam, yang dengan perjuangan dan pengorbanan
nya kita bisa merasakan nikmatnya keimanan pada Allah dan indahnya agama islam, juga
kepada keluarga, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman nanti.
Hadirin yang Allah rahmati dan muliakan,
Agama kita dalam tuntunannya mengajak pada pengikutnya untuk menuntut ilmu.
Dalam sabdanya Nabi Muhammad SAW menegaskan pada kita tentang kewajiban akan
menuntut ilmu, baik itu bagi muslim atau muslimah. Sabda beliau berbunyi seperti ini:

Artinya: Menuntut ilmu itu wajib bagi tiap-tiap muslim. (Hadist riwayat Bukhori-Muslim)
Saya kira sangat jelas hadist shahih diatas memberi arahan pada kita akan wajibnya menuntut
ilmu. kewajiban ini sangat berkaitan erat nantinya dengan kepentingan kita sebagai manusia
dan derajatnya nanti dihadapan Allah Subhanahu wa taala.
Setelah tahu hadist ini jangan sampai kita masih malas dan mencari-cari alasan dalam
menuntut ilmu. Orang yang masih mencari-cari alasan berarti dia adalah seorang pemalas.
Dan dalam agama kita pemalas tidak mendapatkan tempat. Pernah tau cerita khalifah Umar
bin Khattab ketika bertemu sekumpulan pemuda yang hanya duduk tanpa melakukan sesuatu
apapun?
Dalam kisah itu, Khalifah Umar bin Khattab marah dan langsung menegur para
pemuda itu untuk segera melakukan sesuatu, jangan hanya duduk-duduk saja membuang
waktu. Pelajarannya adalah jangan sampai kita mempunyai waktu luang yang tidak berisi
dengan kegiatan yang bermanfaat.
Nah, dalam konteks ini, hendaknya kita sebagai muslim yang baik selalu mengisi waktu kita
dengan sebaik-baiknya, salah satunya ya dengan menuntut ilmu. Menuntut ilmu tidak harus
di bangku sekolah, di kehidupan nyata diluar lebih banyak terdapat pelajaran yang bisa
diambil.
Hadirin yang Allah rahmati dan muliakan,
Setelah tahu akan wajibnya menuntut ilmu dalam islam, ada baiknya kita membahas tentang
pentingnya menuntut ilmu. Ilmu secara pasti menjadi pembeda antara orang yang tahu
dengan yang tidak tahu. Dalam hal apapun, orang yang tahu selalu lebih selamat dari orang
yang tidak tahu.
Contoh sederhana, pada sebuah jalan raya besar, ada dua orang yang sedang ingin
menyebrang. Yang satu menyebrang dengan menggunakan jembatan penyebrangan,
sedangkan yang satu lagi nekad melewati tengah jalan untuk menyebrang. Bisa dipastikan
mana yang lebih beresiko untuk mengalami kecelakaan.
Penyebab orang yang menyebrang tidak melewati jembatan bisa jadi karena dia
memang tidak tahu kegunaan jembatan itu. Dan ini banyak terjadi disekitar kita, bahkan
beberapa kali terjadi kecelakaan, padahal jarak dengan jembatan tidak terlalu jauh.
Dari contoh diatas saja kita dapati perbedaan yang sangat mencolok, lalu bagaimana jika ini
menyangkut ilmu agama? Pasti perbedaannya akan sangat terasa. Maka dari itu, menuntut
ilmu sangat penting untuk dilakukan.