Anda di halaman 1dari 10

PEMERINTAH KABUPATEN POSO

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS KAWUA
JLTrans sulawesi km4.U TELP. (0452) 325080 kec Posokota

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KAWUA


NOMOR : SK/307/Pengemb PKM-KAWUA/20162222

TENTANG

PEDOMAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA PUSKESMAS KAWUA

Menimbang : a.bahwa dalam rangka mengoptimalkan fungsi pusat


kesehatan jiwa masyarakat dalam mendukung
penyelenggaraan pembangunan kesehatan di perlukan
adanya kebijakan dan langkah-langkah strategi yang di
gunakan sebagai acuan penyelenggaraan pelayanan
kesehatan
b. bahwa pelaksanaan pedoman kesehatan jiwa di puskesmas
khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan
kesehatan jiwa di puskesmas kawua perlu di jabarkan secar
rinci;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan b perlu ditetapkan Keputusan kepala
puskesmas Kesehatan tentang Pedoman Pelayanan
Kesehatan Jiwa puskesmas kawua.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3495);
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika
(Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 10, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3671);
3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika
(Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 67, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3698);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor
125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437),
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun
2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
1575/Menkes/PER/XI/2005 tentang Struktur Organisasi
dan Tata Kerja Departemen Kesehatan;
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
230/Menkes/SK/III/2002 tentang Pedoman Umum Tim
Pembina, Tim Pengarah, Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa
Masyarakat (TP-KJM);
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar
Puskesmas;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KAWUA TENTANG


PENETAPAN PEDOMAN PELAYANAN PROGRAM
KESEHATAN JIWA
Kesatu : pedoman pelayanan program kesehatan jiwa puskesmas
kawuasebagaimana di maksud Diktum pertama tercantum
dalam lampiran keputusan ini.
Kedua : pedoman sebagaimana Diktum kedua agar di gunakan
sebagai acuan oleh petugas puskesmas kawua untuk
menyelenggarakan pelayanan kesehatan jiwa di wilayah
kerja puskesmas kawua.
Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan

Ditetapkan di : Kawua
Pada tanggal :
Lampiran
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS
KAWUA
Nomor :
SK/307/Pengemb/PKM-KW/2017
Tentang:PENETAPAN PEDOMAN
PELAYANAN KESEHATAN JIWA
PUSKESMAS KAWUA

PEDOMAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sehat adalah keadaan sejahtera, fisik mental dan sosial dan tidak
sekedar terbebas dari keadaan cacat dan kematian. Definisi sehat ini
berlaku bagi perorangan maupun penduduk (masyarakat). Derajat
kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor yang saling
berinteraksi, yaitu lingkungan, perilaku, keturunan dan pelayanan
kesehatan.

Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi mental sejahtera yang


memungkinkan hidup harmonis dan produktif sebagai bagian yang
utuh dari kualitas hidup seseorang, dengan memperhatikan semua segi
kehidupan manusia dengan ciri menyadari sepenuhnya kemampuan
dirinya, mampu menghadapi tekanan hidup yang wajar, mampu bekerja
produktif dan memenuhi kebutuhan hidupnya, dapat berperan serta
dalam lingkungan hidup, menerima dengan baik apa yang ada pada
dirinya, merasa nyaman bersama dengan orang lain.

Menurut Survey Kesehatan Jiwa Rumah Tangga (SKJRT) pada


masyarakat di 11 kota di Indonesia tahun 1995, prevalensi masalah
kesehatan jiwa adalah 185 per 1000 populasi orang dewasa atau paling
sedikit satu dari empat orang pernah mengalami gangguan jiwa dan
membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa. Berdasarkan data SUSENAS
dan BPS, Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa, Direktorat
Jenderal Bin.a Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan RI dengan
mengkaji gangguan jiwa di 16 kota di Indonesia dari 1996 sampai 2000,
menemukan tipe gangguan jiwa dan proporsinya yaitu, adiksi 44,0%,
defisit kapasitas mental 34,0%, disfungsi mental 16,2%, dan disintegrasi
mental 5,8%. Dalam penelitian tersebut juga diperoleh gambaran
gangguan jiwa pada anak-anak, yaitu 104/1000 dan dewasa 140/1000.
Keadaan ini semakin meningkat sejalan dengan perubahan ekonomi,
sosial dan budaya. Prevalensi gangguan jiwa pada orang dewasa terdiri
dari psikosis 3/1000, demensia 4/1000, retardasi mental 5/1000, dan
gangguan jiwa lainnya 5/1000.

Derajat kesehatan jiwa masyarakat dapat dilihat dari angka kejadian


gangguan jiwa dan disabilitas. Gangguan dan penyakit jiwa termasuk
burden disease. WHO (2001), menyatakan bahwa 12 % dari global
burden disease disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa. Angka ini lebih
besar dari penyakit dengan penyebab lainnya (fisik).
Gambar 1
Distribusi Global dari Beban Kesehatan*
DALYS

Meskipun tidak tercatat sebagai penyebab kematian maupun kesakitan


utama di Indonesia, bukan berarti kesehatan jiwa tidak ada atau kecil
masalahnya. Kurang terdatanya masalah kesehatan jiwa disebabkan
kesehatan jiwa belum mendapat perhatian. Prevalensi gangguan jiwa di
Indonesia saat ini diperkirakan sudah mencapai 11.6% (Riskesdas,
Departemen Kesehatan RI, 2007). Kesakitan dan kematian karena
masalah gangguan jiwa diketahui semakin meningkat di negara maju.

Berbagai masalah kesehatan jiwa di masyarakat dapat menyebabkan


gangguan jiwa yang berdampak menurunkan produktifitas atau
kualitas hidup manusia dan masyarakat.
Gambar 2
Hubungan masalah kesehatan jiwa dengan produktifitas & kualitas hidup

Dewasa ini Pemerintah telah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa


kepada masyarakat melalui sistem pelayanan kesehatan jiwa mulai dari
tingkat primer, sekunder dan tersier. Namun demikian jika dikaitkan
dengan beban biaya yang harus dikeluarkan, maka pendekatan kepada
masyarakat akan lebih efektif dan efisien.

Pelayanan Kesehatan Jiwa di masa lalu bersifat spesialistik dan


dikembangkan untuk RSJ maupun RSU. Sedangkan yang bersifat
umum dilakukan di Puskesmas. RSJ dijadikan pusat rujukan dan
pembinaan pelayanan kesehatan jiwa agar pelayanan kesehatan jiwa
dapat diselenggarakan secara komprehensif.
Pelayanan kesehatan jiwa dewasa ini mengalami perubahan
fundamental, dari pelayanan kesehatan jiwa dengan perawatan tertutup
menjadi terbuka. Dalam penanganan gangguan jiwa, pendekatan klinis-
individual beralih ke produktif-sosial sesuai dengan berkembangnya
konsep kesehatan jiwa.

Dalam Program pembangunan nasional yang akan datangperhatikan


kepada penderita gangguan jiwa meliputi upaya kesehatan jiwastrategi
kesehatan jiwa di maksudkan sebagai salah satu acuan bagi penggolah
program kesehatan jiwadalam melakukan peningkatan kualitas dan
pengembangan pelayanan
Gangguan jiwa dalam pandangan masyarakat masih identik dengan
gila(psikotik)sementara kelompok gangguan jwa lain ansietas depresi
dan gangguan jiwa yang tampil dalam bentuk berbagai keluhan fisik
kurang di kenal.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum
Terselengaraanya pembanggunan kesehatan secara berhasil guna
dan berdayadalam rangka mencapai derajad kesehatan masyarakat
yang setingi-tingginya.

2. Tujuan Khusus
a. Memberikan informasi tentang perkembangan status kesehatan
pasien
b. Melakukan pendidikan kesehatan tentang pentingnya dukungan
keluarga bagi kesembuhan pasien
c. Memberikan pendidikan ke seh atan tentang perawatan pasien
kembalike keluarganya
d. Memberikan penyuluhan kesehatan jiwa tentang maanfaat efek
samping obat dan pentinya minum obat

C. Sasaran

1. Petugas kesehatan yang bekerja dalam pelayanan kesehatan jiwa


masyarakat.
2. Petugas non-kesehatan (profesi lain) yang bekerja dalam
pelayanan kesehatan jiwa.
3. Pekerja yang berkontak dengan masalah dan upaya kesehatan
jiwa (misalnya: polisi, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, dll)
4. Masyarakat peduli kesehatan jiwa dan kader kesehatan jiwa,
yang bekerja atau telah dilatih dalam pekerjaan terkait pelayanan
kesehatan jiwa.

D.Ruang lingkup
Ruang lingkup pedoman ini meliputi permasalahan kesehatan jiwa
dan pembinaan kesehatan jiwa pelayanan kesehatan jiwa di
puskesmasmeliputi seluruh upaya kesehatan terutama upaya promotif
preventif tanpa mengabaikan kuratif upaya kuratif primer dan
rehabilitatif primer serta pelayanan rujukan kepada para pasien yang
mengalami gangguan jiwa
Adapun kegiatan-kegiatan upaya kesehatan jiwa di puskesmas kawua
yaitu:
1. Pendataan pasien jiwa
2. Pelayananan rujukan
3. unjungan rumah(Home Visite)
4. Pelayanan rawat jalan(Anak.Dewasa.Usila)
5. konseling jiwa
6. Penyuluhan
E.BATASAN OPERASIONAL
a. Melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien jiwa meliputi:aspek
promotif.preventif.kuratif.dan rehabilitatif dengan lebih menekan unsur
unsursebagai berikut:apro aktif.berupa pelayanan kesehatan pada
saat kegiatan pendataan dan melaksanakan kunjungan pada penderita
jiwa yang di rawat di rumah
b. Memberikan kemudahan proses pelayanan
c Santun :Pelayanan terhadap pasien jiwa di lakukan secara
profesional dan memberikan perlakuan sopan hormat dan menghargai
sosok insani yang lebih tua serta memberikan dukungan dalam rangka
mendorong kemandirian untuk mencapai masa tua dengan derajat
kesehatan yang optimal.
d. Pelayanan oleh pengelolah program kesehatan jiwa di puskesmas.

F.LANDASAN HUKUM

1. UU NO.23 tahun 1992 tentang kesehatan (pasal 1 ayat 1)


2. UU NO 5 tahun 1997 tentang psikotropika
3. UU NO 22 tahun 1997 tentang Narkotika
4. UU NO29 tahun 2004 tentang kedokteran
5. UU NO32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI No 1457/MENKES/SK/X/2003
Tentang kewenangan wajib dan standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota

.
BAB IV

TATALAKSANA PELAYANAN

A. LINGKUP KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KESEHATAN


JIWA

Program pembinaan kesehatan jiwa merupakan upaya kesehatan jiwa


merupakan upaya usaha pengembangan puskesmas .yang lebih
mengutamakan upaya promotif.preventif.dengan tidak mengabaikan
upaya kuratif dan rehabilitatif

Program kesehatan jiwa dipuskesmas meliputi:


Aspek pembinaan dan pelayanan kesehatan
1. Promotif
1. Pembinaan pada kesehatan jiwa dibagi atas komponen kegiatan
pokok .Sasaran langsung:dengan menyelenggarakan
paket pembinaan terhadap masyarakat(Anak.Dewasa.Usila
2. tidak langsung :Pembinaan melalui upaya penyuluhan
.preventif
Pendataan.pemeriksaan dini dan pemeliharaan kesehatan jiwa
1. Kuratif
Pengobatan terhadap masyarakat termasud rujukan jiwa
4.Rehabilitatif
Rehabilitatif merupakan upaya untuk mengembalikan semaksimal mungkin
kemamapuan fungsional serta kemandirian pasien gangguan jiwa
Pelayanan kesehatan di kelompok masyarakat meliputi pemeriksaan
fisik.mental dan emosional.Buku register sebagai alat pencatat dan
pemantau untuk mengetahui lebih awal penyakit yang di derita(deteksi
dini)atau ancaman masalah kesehatan jiwa yang di hadapi.
Jenis pelayanan kesehatan yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas kesehatan jiwapasien yang
mengalami gangguan jiwa yang tidak datang yang dalam rangka kegiatan
perawatan kesehatan jiwa

B.MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN KESEHATAN JIWA


Mekanisme pelaksanan kegiatan yang sebaiknya di gunakan adalah sistem 5
tahap(5 meja)
1.Tahap1:: pendaftaraan pasien yang mengalami gamgguan jiwa
2.Tahap 2:Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan
3.Tahap 3:penggukuran tekanan darah dan pemeriksaan kesehatan

4Tahap 4:Pencatatan (melakukan kegiatan konseling/Penyuluhan)

5.Tahap 5:Pengobatan

C.PERMASALAHAN KESEHATAN JIWA


Masalah kesehatan jiwa meliputi:

Masalah perkembangan manusia yang harmonis dan peningkatan kualitas


hidup.yaitu masalah kesehatan jiwa yang berkaitan dengan siklus kehidupan
.mulai dari anak dalam kandungan sampai usia lanjut

Masalah psikososial yaitu setiap perubahan dalam kehidupan individu baik


yang bersifat psikologis ataupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal
balikdan di anggap berpotensicukup besar sebagai faktor penyebab
terjadinya gangguan jiwa(atau gangguan kesehatan)secara nyata atau
sebaliknya masalah kesehatan jiwa yang berdampak pada lingkungan sosial
misalnya tawuran kenakalan remaja penyalagunaan napza .masalah seksual
tindak kekerasan stres pasca trauma pengungsian/migrasi usia lanju tyang
yang terisolir maslah kesehatan jiwa di tempat kerja penurunan
produktivitas gelangdangan psikotik pemasungan dan anak jalanan

Gangguan jiwa yaitu suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menimbulkan
penderitaan pada induvidu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran
sosial

Jenis jenis gangguan jiwa antara lain gangguan mental dan perilaku akibat
penggunaan NAPZA alkohol dan rokok depresi ansietas gangguan
somatoform (psikosomatik)gangguan efektif gangguan mental organik
skizofrenia gangguan jiwa anak dan remaja serta retardasi mental

Kegiatan-kegiatan pembinaan kesehatan jiwayang di lakukan melalui


puskesmas adalah

a.Pendataan sasaran penderita jiwa

b.Penyuluhan kesehatan jiwa

c.Deteksi dini keadaan kesehatan dan pemeriksaan kesehatanyang di


lakukan setiap bulan di puskesmas

d.Pengobatan penyakit yang di temukan pada sasaran penderita jiwa sampai


upaya rujukan ke rumah sakitbila di perlukan
BAB LOGISTIK

Kebutuhan dana dan logistik untu pelaksanan kegiatan pelayanan kesehatan


jiwa di puskesmas dibuat dalam rencana ususlan kegiatan (RUK)Yang
selanjutnya di bahas pada pertemuan lokakarya Mini lintas progran di pus

kesmas.kemudian dihasilkan kesepakatan dalam bentuk rencana


pelaksanaan kegiatan (RPK)

BAB

PENUTUP

Pedoman ini di gunakan sebagai acuan bagi pengelola kesehatan jiwa


Puskesmas dan Lintas Sektor terkait dalam rangka meningkatkan kualitas
pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas Untuk meningkatkan efektifitas
pemanfaatan pedoman pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas
ini:hendaknya pengelola kesehatan jiwa Puskesmas dapat menjabarkannya
dalam Protab prosedur tetap yang berisi langkah-langkah dari setiap
kegiatan sesuai kondisi Puskesmas

Selain itu dengan pedoman ini di harapkan dapat di gunakan sebagai dasar
advokasi bagi pemegang kebijakan untuk peningkatan mutu Pelayanan
kesehatan jiwa di Puskesmas.

Kawua.20 mei

KEPALA PUSKESMAS KAWUA

ALBERT KALENGKONGAN.Amd.Kep

NIP.19711015 1993031007

Anda mungkin juga menyukai