Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas
berkat perlindungan dan bimbingan-Nya sehingga makalah ini dapat
diselesaikan pada waktunya, walaupun masih jauh dari kesempurnaan. Makalah
yang saya buat berisi tentang Pemasaran pelayanan kesehatan di puskesmas
tamalate.Tujuan dibuatnya makalah ini selain sebagai pemenuhan tugas kuliah,
juga memberi sedikit pengetahuan tentang Pemasaran pelayanan kesehatan.

Saya menyadari bahwa makalah sederhana ini jauh dari kata sempurna,
baik penulisan maupun materinya. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dan berguna untuk perbaikan di hari yang
akan datang. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
penulis maupun pembaca.

Makassar , 22 April 20117

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................1

DAFTAR ISI........................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................3

A. Latar Belakang...........................................................................................3
B. Rumusan Masalah......................................................................................5
C. Tujuan Penulisan........................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................6

A. Pengertian Pemasaran dan Pelayanan Kesehatan di


Puskesmas..................................................................................................6
B. Sarana prasarana puskesmas tamalate Tamalate.......................................7

BAB III PENUTUP............................................................................................12

A. Kesimpulan..............................................................................................12
B. Saran........................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................18

BAB 1

2
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Puskesmas merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan


yang mempunyai perang penting dalam meningkatkan derajat kesehatan
masayarakat.Pelayanan kesehatan masyarakat yang diberikan oleh
puskesmas bersifat holistik atau menyeluruh mulai dari pencegahan,
pemulihan, penyembuhan hingga pemulihan penyakit. Puskesmas siap
bersaing baik itu dari segi pelayanan, sumber daya yang dimiliki dan
pemasaran yang kuat akan menerima kehadiran globalisasi. Tindakan
lainnya yang dapat diambil adalah dengan menerapkan building
awinmills yaitu melakukan tindakan akomodatif dan memperdayakan
perubahan seperti meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang dimiliki
oleh puskesmas dan melakukan aliansi strategis.

Menurut Kolter ( 1996 ) , pemasaran merupakan kunci untuk


meraih tujuan organisasi yang lebih efektif dari pada pesaing karena
memadukan kegiatan pemasaran untuk menetapkan dan memuaskan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Manajemen pemasaran
merupakan upaya yang dapat dilakukan agar utilisasi pelayanan di
puskesmas menjadi lebih tinggi sehingga berdampak pada meningkatnya
derajat kesehatan masyarakat. Pemasaran puskesmas adalah unsur yang
paling penting . tujuan pemasaran adalah memperkenalhan puskesmas
secara luas , menginformasikan sejelas-jelasnya mengenai fasilitas dan
kemampuan pelayanan yang dimiliki oleh puskesmas pada masyarakat
dan segenap warga puskesmas.

3
Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) sebagai salah satu
sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat
peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Puskesmas
dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan
bagi pasiennya sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat
menjangkau seluruh lapisan masyarakatnya. Salah satu keluhan yang
sering terdengar dari masyarakat yang berhubungan dengan aparatur
pemerintah adalah selain berbelitbelit akibat birokrasi yang kaku,
perilaku oknum aparatur yang kadang kala kurang bersahabat, juga
kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan dalam hal ini ketepatan
waktu dalam memberikan pelayanan, kuantitas dan kualitas pelayanan
yang masih sangat rendah. Rendahnya kinerja pelayanan akan
membangun citra buruk pada Puskesmas, dimana pasien yang merasa
tidak puas akan menceritakan kepada rekan-rekannya. Begitu juga
sebaliknya, semakin tinggi pemasaran pelayanan yang diberikan akan
menjadi nilai plus bagi Puskesmas, dalam hal ini pasien akan merasa puas
terhadap pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas.
Puskesmas dapat mengetahui kinerja pelayanan dari para pasien
melalui umpan balik yang diberikan pasien kepada Puskesmas tersebut
sehingga dapat menjadi masukan untuk peningkatan kinerja pelayanan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Sudiro (2001) di beberapa
Puskesmas di daerah Jakarta diketahui bahwa pada umumnya pasien
mengeluh dengan antrian pada saat pengurusan administrasi yang mampu
mencapai 15 sampai 20 menit. Hal ini merupakan salah satu penyebab
rendahnya jumlah kunjungan di Puskesmas.
Hasil poling pendapat pusat informasi Departemen Kesehatan
Jakarta (Tahun 2000), diketahui bahwa salah satu faktor yang paling
sering dikeluhkan oleh pasien adalah lambatnya petugas dalam

4
memberikan pelayanan kesehatan, baik itu pada saat pasien mendaftar di
loket sampai dengan pemeriksaan dan pengambilan resep. Hasil
pemantauan Pusat Informasi Kesehatan (PIK) diketahui bahwa untuk satu
orang pasien di Puskesmas dibutuhkan waktu tunggu di loket 10 menit, di
ruang periksa 15 sampai 20 menit dan ditempat resep biasa mencapai 15
menit, jadi untuk satu kali kunjungan pasien membutuhkan waktu 45
menit sampai 1 jam.
Puskesmas Tamalate adalah salah satu Puskesmas pemerintah di
Kota Makassar. Dan untuk mecapai derajat kesehatan yang optimal yang
memuaskan bagi pasien melalui upaya kesehatan perlu adanya pelayanan
yang baik yang diberikan oleh pegawai oleh sebab itu dituntut kinerja
yang tinggi dari pegawai.

B. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi
permasalahan yang akan dibahas yaitu Bagaimana pemasaran Pelayanan
Puskesmas Tamalate Makassar.

C. Tujuan Penulisan
Sesuai dengan pokok permasalahan yang ada, tujuan penulisan ini
yaitu untuk mengetahui bagaimana pemasaran pelayanan Puskesmas
Tamalate Makassar.
.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemasaran dan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas

5
Pemasaran adalah proses sosial individu dan kelompok-kelompok
dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan mendapatkan
keinginannya melalui penciptaan, penawaran, tukar menukar barang dan
jasa secara bebas. ( Kolter dan Keller 2009 ).

Pelayanan adalah cara melayani, membantu menyiapkan, mengurus,


menyelesaikan keperluan, kebutuhan seseorang atau sekelompok orang.
Artinya objek yang dilayani adalah masyarakat yang terdiri dari individu,
golongan, dan organisasi (sekelompok organisasi).

1. Visi Puskesmas

Visi puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat menuju


Indonesia sehat. Indikator utama yakni:

a. Lingkungan sehat.
b. Perilaku sehat.
c. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu.
d. Derajat kesehatan penduduk kecamatan.
2. Misi puskesmas, yaitu:
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah
kerjanya.
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di
wilayah kerjanya.
c. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat berserta lingkungannya.
3. Kegiatan Pokok Puskesmas

Sesuai dengan kemampuan tenaga maupun fasilitas yang berbeda-


beda, maka kegiatan pokok yang dapat dilaksanakan oleh sebuah
puskesmas akan berbeda pula. Namun demikian kegiatan pokok
Puskesmas yang seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut : KIA,
Keluarga Berencana, Usaha Perbaikan Gizi, Kesehatan Lingkungan,
6
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, Pengobatan termasuk
pelayanan darurat karena kecelakaan, penyuluhan Kesehatan Masyarakat,
Kesehatan Sekolah, Kesehatan Olah Raga, Perawatan Kesehatan
Masyarakat, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Kesehatan Gigi dan
Mulut, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mata, Laboratorium Sederhana,
Pencatatan Laporan dalam rangka Sistem Informasi Kesehatan,
Kesehatan Usia Lanjut dan Pcmbinaan Pengohatan Tradisional.

Fungsi puskesmas
a. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah
kerjanya.
b. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka
kemampuan untuk hidup sehat.
c. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan masyarakat
di wilayah kerjanya.

B. Sarana prasarana Puskesmas Tamalate

Kepala puskesmas : Dr. Hj. Raparti Arifin M.kes

Kepala sub bagian tab usaha : Dwi Pangastuti, SKM, M.Kes

Sistem Informasi PKM : Darlina S.km

Kepegawaian : Dinastuti SKM, M.kes

Rumah Tangga : A. Fitriani AMK

Keuangan : Isma Hajriati A.md keb

1. Upaya kesehatan masyarakat esensial dan keperawatan kesehatan


masyarakat.
- Pelayanan promosi kesehatan : Haslina SKM
- Pelayanan Kesehatan Lingkungan: Gusnawati
- Pelayanan KB: Suhartini A.md Keb, dan Isma
- Pelayanan Gizi: Woro Winami SKM dan Suarna AMG

7
- Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit menular :
Pneumoni ( Ispa), Sumarti dan Andi Asriani H SKM ( Tipoid), Andi
Asmina SKM dan Nurlaila SKM ( TB paru dan kusta)
- Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular :
PTM Andi Asriani H SKM
- Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat : Sarifa Asmawati,
S.Kep, NS
2. Upaya Kesehatan Masyarakat

-pelayanan kesehatan jiwa : A. Fitriani AMK

-pelayanan kesehatan gigi masyarakat: Drg. Sitti Hamsia dan Drg. Iis
Munandar

-pelayanan kesehatan tradisional komplementer : Sitti Aisyah

-pelayanan kesehatan olahraga : Kasmawati

-pelayanan kesehatan indra : Harisa S.Kep, NS

-pelayanan kesehatan lanjut usia : Susi Fausiana AMK

-pelayanan kesehatan kerja : Nurhidayah AMK

3. Upaya kesehatan perorangan, kefarmasian dan Laboratorium


- Pelayanan KIA-KB : Suhartyny A.md keb
- Pelayanan gawat darurat : A. Fitriani AMK
- Pelayanan Kefarmasian : Selfiana Patahuddin S.Farm, Apt dan Fariani
Syam S.Farm, Apt.
- Pelayanan Laboratorium : Idra Dewi
- Pelayanan gizi: Woro Winarni SKM dan Suama, AMG
- Pelayanan pemeriksaan umum : dr.Rudi Lautan
- Pelayanan kesehatan gigi dan mulut : drg. Sitti Hamsia dan Drg. Iis
Munandar
4. Jejaring pelayanan puskesmas dan jejaring fasilitas anak kesehatan

-puskesmas pembantu Hartaco : nurhidayah AMK

8
-Bidan Kelurahan : Suhartyny A.md. Keb
- puskesmas Keliling parangtambung : A. Fitriani AMK
5. Fasilitas penunjang yang dimiliki puskesmas Tamalate yaitu:
1. Kursi 8
2. Tempat sampah 3
3. Kamar Mandi
4. Ruangan 8
5. Mobil Ambulance 1 buah
6. Taman
7. Sepeda motor 8 buah
8. Komputer 3 unit
9. Genset/ Generator 1 buah

6. Tenaga kesehatan medis Puskesmas Tamalate yaitu:


Pegawai Honorer 30 orang
Pegawai tetap sebanyak 30 orang
PNS15 Orang
Petugas Kebersihan 2 orang
Penjaga Keamanan 1 orang

Jumlah kunjungan pasien perhari di Puskesmas Tamalate sebanyak 5o


sampai 60 orang dan jumlah pasien rata-rata dalam satu bulan sebanyak 1860
0rang dan jumlah pasien dalam satu tahun sebanyak 22320.
Kebersihan Puskesmas Tamalate sudah bersih dilihat dari awal memasuki
pintu gerbang hingga kedalam ruangan Administrasi, ruang tunggu , ruang
periksa, dan tempat pengambilan obat maupun di kamar mandi Puskesmas

9
Tamalate semuanya bersih, jadi pasien nyaman saat berobat ke Puskesmas
Tamalate.
Jam kerja di Puskesmas Tamalate Makassar hari senin sabtu dimulai pukul
08.00 Wita dan berakhir pukul 14.00 Wita dan pada hari minggu puskesmas
tutup.

Alur pelayanan Puskesmas Tamalate

1. Pasien datang
2. Pengambilan kartu antrian ( loket)
3. Konsultasi pada dokter umum maupun poli lainnya
4. Dokter mengambil tindakan
5. Dokter memberikan resep kemudian ditebus ke Apotek

Prosedur Pelayanan Puskesmas Tamalate

10
BAB III

11
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi yang telah dibahas pada bab sebelumnya,


maka dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :
Menurut beberapa pasien yang saya tanya pemasaran pelayanan
Puskesmas Tamalate memuaskan dilihat dari kebersihan, ketersediaan
peralatan medis, dan ketersediaan obat, Reliability (keandalan),
menurut pasien memuaskan dilihat dari perlakuan dokter, perawat di
Puskesmas Tamalate, waktu antrian di ruang administrasi, lama waktu
berada di ruang periksa, dan lama waktu di ruang resep,
Responsiveness, menurut pasien memuaskan dilihat dari petugas dan
perawat selalu memberikan bantuan walaupun tidak diminta, perawat
memberikan penjelasan tentang prosedur pengobatan dengan jelas.,
Assurance, menurut pasien sangat memuaskan dilihat dari rasa aman
saat dokter melakukan tindakan medis, petugas teliti dalam
memberikan obat kepada pasien, petugas menjelaskan cara
mengkonsumsi obat- obatan dengan jelas., Emphaty, menurut pasien
sangat memuaskan dilihat dari sikap sabar petugas saat memberikan
pelayanan kesehatan, petugas bertutur kata yang sopan.

Dari segi ketepatan waktu juga sudah bagus, dilihat dari disiplin
pegawai yang datang tepat pada waktunya sehingga mereka dapat
menyelesaiakan pekerjaan tepat pada waktunya. Adapun program
kerja di Puskesmas Tamalate dapat terealisasikan tepat waktu
dikarenakan tingginya disiplin pegawai.

12
B. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan maka, penulis
menyarankan kepada Puskesmas Tamalate untuk lebih meningkatkan
kinerja pelayanan, dengan menambah pegawai kesehatan agar
kedepannya bisa lebih cepat lagi dalam memberikan pelayanan kepada
pasien. Pemberian bantuan kepada pasien jangan hanya difokuskan pada
pasien Lansia, namun harus merata terhadap semua usia, siapa saja yang
membutuhkan bantuan, kebersihan harus tetap dijaga, agar pasien tetap
nyaman berobat di Puskesmas Tamalate.

13
DOKUMENTASI

14
Suasana di ruangan Administrasi (Loket)

15
16
Menunggu panggilan dokter sambil bertanya sama pasien

17
18
Menunggu panggilan petugas loket sambil bertanya sama pasien

19
20
DAFTAR PUSTAKA

Azru Azwar ,1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Edidi ketiga.


Jakarta:Aksara

Departemen Kesehatan, 2009. Sistem Kesehatan Jakarta

Departemen Kesehatan. 2007. Direktorat Jenderal Bina pelayanan Medik


Standar Minimal pelayanan Kesehatan gigi dipuskesmas.

Departemen Kesehatan PDF

21