Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

KEWIRAUSAHAAN KEPERAWATAN

PENGAMBILAN RESIKO DALAM USAHA

Disusun Oleh:
Siti Ropiah
NIM: 1510711056

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia, taufik, dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Kewirasuahaan Keperawatan dengan judul
Pengambilan Resiko dalam Usaha ini dengan baik.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Dra. Marina Ery Setiyawati, MM selaku dosen
Kewirasuahaan Keperawatan atas bimbingan yang telah berikan sehingga makalah ini dapat selesai.
Terima kasih juga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam penyelesaian
makalah ini.

Kami menyadari bahwa teknik penyusunan dan materi yang kami sajikan masih
kurang sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
menyempurnakan makalah ini. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bermanfaat.

Jumat, 4 Juni 2017


Jakarta

Penulis
(Siti Ropiah)

i
DAFTAR ISI

Cover (Halaman Judul)


Kata Pengantar.......................................................................................................................................i
Daftar Isiii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang1
1.2 Rumusan Masalah...1
1.3 Tujuan.1
BAB II KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Resiko...3
2.2 Macam-Macam Resiko...3
2.3 Faktor Munculnya Resiko...5
2.4 Klasifikasi Orang dalam Mengambil Resiko......5
2.5 Cara Mengidentifikasi Resiko Usaha......5
2.6 Tipologi Pengambilan Resiko pada Tingkat Manajemen...........6
2.7 Evaluasi Resiko...7

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan.8
3.2 Saran...8

Daftar Pustaka. ..9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era modern ini, persaingan dalam berwirausaha semakin sengit. Seorang wirausaha
dituntut harus mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dan mampu menangkap peluang yang
ada. Selain itu, keberanian dalam pengambilan resiko juga berperan dalam menetukan
kemajuan suatu usaha. Seorang wirausahawan yang mampu mempertimbangkan dan berani
mengambil resiko akan lebih cepat berkembang daripada yang hanya berada dizona di zona
aman saja.

Resiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk meraih kesuksesan
tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai hal-hal
yang menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Pengambilan resiko
menurut perspektif wirausaha yaitu dengan mengambil resiko yang tidak terlalu tinggi dan tidak
terlalu rendah. Karena seorang wirausaha selalu ingin berhasil menjauhi resiko yang tinggi, dan
menghindari resiko yang lebih rendah karena bagi mereka tidak ada tantangan. Yang
membedakan seorang wirausaha dengan yang lainnya adalah kesiapan dalam pengambilan
resiko. Kebanyakan orang lebih suka berada dalam titik yang aman dan nyaman dengan tidak
mengambil hal yang beresiko atau lebih memilih resiko yang lebih rendah. Berbeda dengan
wirausaha, resiko dijadikan sebagai tantangan untuk mencapai kesuksesan, bukan suatu
hambatan yang menjadikan kegagalan.

Dalam pengambilan resiko para wirausaha selalu memperhitungkan matang-matang


keputusan yang akan diambil. Pengambilan resiko berkaitan erat dengan kepercayaan diri.
Semakin besar keyakinan pada kemampuan diri sendiri, semakin besar pula keyakinan dalam
mempengaruhi hasil dan keputusan, serta semakin siap pula mencoba apa yang menurut orang
lain penuh dengan resiko. Ciri-ciri dan watak seperti ini dibawa ke dalam wirausaha yang juga
penuh resiko dan tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan
sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dilakukan dengan penuh perhitungan.

Dari uraian di atas, penulis berminat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai
pengambilan resiko dalam usaha.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa pengertian resiko?
1.2.2 Apa sajakah macam-macam Resiko?

1
1.2.3 Apakah faktor penyebab munculnya Resiko?
1.2.4 Bagaimana klasifikasi orang dalam mengambil Resiko?
1.2.5 Bagaimana cara mengidentifikasi Resiko Usaha?
1.2.6 Bagaimana tipologi Pengambilan Resiko pada Tingkat Manajemen?
1.2.7 Bagaimana evaluasi Resiko?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui pengertian Resiko
1.3.2 Mengetahui macam-macam Resiko
1.3.3 Mengetahui faktor munculnya Resiko
1.3.4 Mengetahui klasifikasi Orang dalam Mengambil Resiko
1.3.5 Mengetahui cara mengidentifikasi Resiko Usaha
1.3.6 Mengetahui tipologi Pengambilan Resiko pada Tingkat Manajemen
1.3.7 Mengetahui evaluasi Resiko

2
BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Resiko


Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan
yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang tidak
menginginkannya. Sedangkan menurut para ahli, resiko dalam suatu usaha dapat didefinisikan
sebagai berikut :

a. Arthur Williams dan Richard, M H


Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode terentu
b. Abas Salim
Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian
c. Soekarto
Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
d. Herman Darmawi
Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan

Jadi, pengambilan resiko dalam ruang lingkup kewirausahaan dapat diartikan sebagai
tindakan pengambilan keputusan yang didasarkan pada baik buruk akibat yang mungkin saja
ditimbulkan di masa mendatang demi memajukan suatu usaha.

2.2 Macam-Macam Resiko


1. Berdasarkan sumber atau penyebab
1.1 Resiko Internal Usaha
Resiko internal usaha mencakup sumberdaya berupa modal dan personil yang
handal sesuai dengan kebutuhan, serta peraturan baku yang memuat kewajiban dan hak
hak karyawan.

1.2 Resiko Eksternal Usaha


a. Resiko Buyer atau Supplier
Dalam melakukan pemasaran, hasil produksi harus lebih berkonsentrasi kepada
kualitas pelayanan.
b. Resiko Perekonomian

3
Termasuk di dalamnya kondisi perekonomian, sosial dan politik baik lokal,
nasional maupun internasional yang dapat berakibat kurang baik terhadap dunia
usaha.
c. Resiko Perkembangan Teknologi
Apabila produsen kurang memanfaatkan perkembangan teknologi, resikonya
secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi di
pasaran.
d. Resiko Penghentian Ijin Usaha
Apabila perusahaan melakukan pelanggaran, maka terdapat kemungkinan sebagian
ijin usaha perusahaan tersebut dapat dibekukan sementara, ataupun dicabut
sehingga dapat menghambat dan mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi.
e. Resiko Persaingan Usaha
Setiap usaha harus mempertimbangkan kualitas atau standar produk yang
ditawarkan, ketepatan waktu supplier dan tingkat harga yang ditawarkan.
f. Resiko Perubahan Peraturan dan Kebijakan Pemerintah
Kegagalan perusahaan dalam mengantisipasi peraturan baru yang ditetapkan oleh
pemerintah juga mempengaruhi pelaksanaan kegiatan produksi dan pemasarannya,
g. Resiko Tidak Tercapainya Target Proyeksi
Bila proyeksi produksi dan penerimaan yang dibuat tidak tercapai, maka
kemampuan perusahaan dalam memberikan return kepada investor terhambat
h. Resiko Lingkungan Usaha
Sebagai upaya menjalin keserasian hubungan timbal balik, khususnya antara
manusia dengan sumber daya alam lingkungan hidupnya.

2. Berdasarkan Sifat
a. Resiko Murni
Resiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa sengaja
b. Resiko Spekulatif
Resiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan
keuntungan bagi pihak tertentu Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dsb.
c. Resiko Fundamental
Resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang
menderita cukup banyak. Misal: banjir, angin topan, dsb.

3. Berdasarkan Kejadian
a. Resiko Teknis (kerugian)

4
Resiko ini terjadi akibat kekurangmampuan manajer atau wirausaha dalam
mengambil keputusan.
b. Resiko pasar
Resiko ini terjadi akibat produk yang dihasilkan kurang laku di pasar.
c. Resiko Kredit
Resiko yang di tanggung oleh kreditur akibat debitur tidak membayar pinjaman
sesuai waktu yang telah di setujui.

2.3 Faktor Munculnya Resiko


Faktor yang menyebabkan munculnya risiko usaha adalah :
1. Perubahan yang meliputi:
a. Lingkungan dan global
b. Sosial dan ekonomi
c. Persaiangan
d. Teknologi
e. Peraturan pemerintah, dll.
2. Kesalahan strategi dan perencanaan
3. Keputusan yang tidak tepat, sehingga menimbulkan kejadian di luar rencana
4. Persiapan yang kurang matang
5. Kelengahan pribadi atau pananggung jawab.

2.4 Klasifikasi Orang dalam Mengambil Resiko


Berdasarkan cara pandang dan menghadapi risiko,setiap orang wirausaha dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Risk avoider
Risk avoider adalah orang yang tidak senang menghadapirisiko bahkan cenderung
menghindari risiko.
2. Risk Calculator
Risk calculator adalah orang yang berani mengambil keputusan bila risiko atau
dampaknya bisa dikalkulasikan (dihitung berapa tingkat kerugiannya).
3. Risk Taker
Risk taker adalah orang yang berani dan mampu mengambil keputusan dengan
mengukur risiko secara intuitif saja. Para risk taker ini sering disebut speculator atau
gambler.

2.5 Cara Mengidentifikasi Resiko Usaha


1. Metode Analisa

5
Gunakan informasi dan data yang ada untuk menganalisa risiko yang akan terjadi
dikemudian hari. Contoh :
a. Informasi keluhan pelanggan
b. Informasi kecatatan produk
c. Informasi track record SDM (rekam jejak karyawan)
d. Informasi pertumbuhan penjualan
2. Metode Pengamatan dan Survei
a. Dengan melakukan pengamatan dan survey, akan diperoleh tentang hal yang
diinginkan. Pengamatan dan survei tingkat kebutuhan pasar
b. Pengamatan dan survei tentang ketidakpuasan pelanggan
c. Pengamatan dan survei gaya hidup pelanggan
d. Pengamatan dan survei untukmenemukan produk baru
3. Metode acuan
Metode acuan sering digunakan dalam menemukan kelemahan, ppeluang,
hambatan, kekuatan dan ancaman sehingga wirausaha tahu apakah produk,strategi, dan
mutunya telah sesuai dengan pasar. Acuan yang digunakan adalah acuan yang bersifat
strategis, yaitu pemimpin pasar atau produk unguulan.
4. Metode dari Pakar atau Ahli
Kita dapat mengidentifikasi risiko dan hal-hal yang mungkin terjadi dengan
bertanya pada pendapat ahli bila mengambil keputusan tertentu.

2.6 Tipologi Pengambilan Resiko pada Tingkat Manajemen


Pengertian manajemen menurut Prof. Die Liang Lee adalah ilmu dan seni
merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga
manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut tipologi
pengambilan resiko pada tingkat manajamen:
1. Pada Tingkat Bawah
Perusahaan membutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalam melaksanakan hal-hal
yang rutin dan mempunyai sedikit resiko.Mereka akan membawa kestabilan
perusahaan.
2. Pada Tingkat Menengah
Manajer harus dapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat
perubahan-perubahan kecil dalam prosedur dan fungsi. Orang-orang yang berada di
sini dianggap sebagai pengambil resiko.
3. Pada Tingkat Atas :
Mereka harus mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan ide-ide
kreatif agar berhasil dalam bisnis dan mewujudkan ide-ide mereka menjadi kenyataan.

6
2.7 Evaluasi Resiko
Beberapa upaya agar berhasil dan efekti dalam usaha mengurangi waktu
meliputi hal-hal berikut:
1. Kumpulkan sedini mungkin sebuah tim inti untuk memelihara visi sasaran yang
konsisten
2. Pastikan jenis aktivitas yang berlainan
3. Tentukan informasi yang diambil dari aktivitas awal oleh tim atau bagian lain
yang memerlukan informasi untuk aktivitas berikutnya
4. Dukung penggunaan informasi parsial yaitu komunikasi yang efisien dan
terbuka dengan kepercayaan yang tinggi dan memungkinkan orang untuk
memulai aktifitas, sebelum tugas utama benar-benar selesai
5. Pastikan bahwa prosedur persetujuan fase beroperasi dengan lancar dan cepat
6. Perkuat tim pengembangan untuk sebanyak mungkin keputusan tidak harus
keluar dari tim
7. Terapkan pengembangan bertahap

7
BAB IV

PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Resiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk meraih kesuksesan
tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah orang yang lebih menyuka ihal-hal
yang menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Pengambilan resiko
menurut perspektif wirausaha yaitu dengan mengambil resiko yang tidak terlalu tinggi dan tidak
terlalu rendah. Karena seorang wirausaha selalu ingin berhasil mereka menjauhi resiko yang
tinggi, dan menghindari resiko yang lebih rendah karena bagi mereka tidak ada tantangan.
Beberapa jenis resiko: Objective risk, Subjective risk, Uncertainty. dan Risk managemen
procces terdiri dari lima langkah sebagai berikut: Harus adanya pembinaan prosedur dan
komunikasi dalam organisasi secara baik, Selalu melakukan identifikasi pada risk, Pengambilan
keputusan (decision maker), Implementasi daripada metode yang sudah dipilih dan Evalusi
terhadap keputusan yang telah diambil.

Seorang wirausaha yang berani menanggung resiko ialah orang yang selalu ingin jadi
pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik.

1.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan mengambil resiko usaha di atas tersebut diatas, maka dapat di
sarankan sebagai berikut:
1. Tentukan tujuan dan sasaran (visi dan misi) Anda ketika menghadapi suatu
permasalahan.
2. Carilah kemungkinan adanya alternatif lain dari risiko yang akan terjadi.
3. Pikiran risiko lain yang bisa muncul berdasarkan tabel perbadingan sebab akibat.
4. Kumpulkan semua informasi yang bisa Anda peroleh sebagai bahan pertimbangan.
5. Tanya terlebih dahulu kepada pakar atau ahli tentang hal ini sebelum mengambil
keputusan.
6. Putuskan dan yakinlah bahwa Anda telah menyusun rencana Anda dengan sangat baik.

8
DAFTAR PUSTAKA

Alma, Bukhari a. 2011. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta

Djohanputro,Bramantyo.2008. Manajemen Risiko Koporat. Jakarta: PPM

Suryana, Bayu, Kartib. 2010 Kewirausahaan pendekatan karakteristik wiraisahawan sukses. Hal
154-161. Jakarta: Kencana

Yunus, Muh. 2008. Islam dan Kewirausahaan Inovatif. Malang: UIN Malang Pers