Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Proyek

Jalan tol merupakan jalan bebas hambatan berbayar yang dikhususkan untuk
kendaraan bersumbu lebih dari dua (mobil, bus, truk) dan bertujuan untuk
mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain. Jalan tol ini
juga digunakan di berbagai negara sebagi salah satu solusi mengatasi kemacetan
karena sifatnya yang berbayar sehingga volume kendaraan yang masuk masih
terkendali.

Pulau Jawa merupakan pulau dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, yaitu
145.013.573 jiwa ( sumber : Badan Pusat Statistik ) atau 56,7% penduduk Indonesia.
Jumlah penduduk sebanyak ini tentunya menyebabkan berbagai masalah, dari
ketimpangan ekonomi, populasi berlebihan, dan terutama transportasi yang kurang
memadahi untuk 145 juta jiwa.

Atas pertimbangan diatas, pemerintah pusat berencana untuk membangun jalan tol
Trans-Jawa sepanjang +/- 1000 Kilometer yang menghubungkan kota Merak, Banten
dan kota Banyuwangi di Jawa Timur. Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat
mempermudah akses kendaraan trans jawa, mengurangi beban Jalur Pantura, serta
meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu jalan tol yang dibangun
dalam proyek besar ini adalah Jalan Tol Pemalang-Batang yang menghubungkan
Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang di Jawa Tengah.

Pembangunan struktur atas Jembatan Srayak STA 333+826 pada Jalan Tol Pemalang
Batang Paket 2 akan menjadi konsentrasi utama Kerja Praktek yang dilakukan oleh
penulis. Diharapkan pembangunan tol ini dapat mengurangi berbagai permasalahan
transportasi yang ada di Pulau Jawa.

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan yang ditulis pada laporan ini terdiri dari dua bagian, yaitu maksud
dan tujuan proyek Pembangunan Jalan Tol Pemalang Batang Paket 2 dan maksud dan
tujuan dilakukannya kerja praktek.
1.2.1. Proyek
1. Maksud

Maksud dari pelaksanaan pembangunan proyek Jalan Tol Semarang Batang adalah
untuk mengatasi berbagai permasalahan transportasi yang ada di pulau jawa, seperti
kemacetan, konektivitas antar kota, dll.

2. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan pembangunan proyek ini adalah:

1. Melancarkan lalu lintas Jalur Pantura yang sudah terlalu padat.


2. Mengurangi beban Jalur Pantura yang berlebihan yang menyebabkan banyaknya
jalan berlubang pada jalur tersebut.
3. Memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
4. Mempercepat perjalanan kendaraan dan logistik dari berbagai daerah di pulau
jawa.
5. Menurunkan biaya transportasi baik manusia maupun barang menuju berbagai
daerah di Pulau Jawa sehingga dapat menurunkan harga barang.

1.2.2. Kerja Praktek


1. Maksud

Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek yang dilakukan penulis adalah untuk
menambah pengetahuan dan pengalaman penulis mengenai pekerjaan konstruksi di
lapangan secara langsung, sehingga penulis mempunyai pengalaman yang cukup saat
benar-benar terjun di dunia pekerjaan sesungguhnya.

2. Tujuan

Tujuan dari dilaksanakannya kerja praktek ini adalah:

1) Memenuhi kewajiban penulis sebagai Mahasiswa Teknik Sipil UNDIP.


2) Penulis dapat menjelaskan berbagai tahapan-tahapan konstruksi proyek, mulai
dari perencanaan, kegiatan, manajemen, dan lain-lain.

1.3. Lokasi Proyek

Lokasi Proyek Pembangunan Jembatan Srayak terletak pada Jalan Tol Pemalang-
Batang Paket 2, Kabupaten Pemalang. Jalan Tol ini merupakan lanjutan dari Jalan Tol
Pejagan-Pemalang yang merupakan bagian dari rangkaian proyek yang akan
menghubungkan Kabupaten Brebes hingga Kota Semarang. Adapun tampak atas dari
lokasi proyek dapat dilihat dari gambar berikut:

Gambar 1.1 Lokasi Proyek Tol.

(Sumber : Kontraktor Pelaksana PBTR)


1.4. Data Proyek

1. Owner : PT. Pemalang Batang Tol Road (PBTR)

2. Nama Proyek : Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang

Sta. 330+000 s/d 369+196

3. Konsultan Perencana : PT. Perentjana Djaja

4. Konsultan Supervisi : PT. Jakarta Rencana Selaras

5. Kontraktor Pelaksana : PT. Waskita Karya

6. Panjang Jalan Tol : 39,2 km

7. Lebar jalur : 3,6 m

8. Bahu dalam : 1,5 m

9. Bahu Luar : 3,0 m

10. Jenis Perkerasan : Perkerasan Rigid t=30 cm dan Flexible

11. Waktu Pelaksanaan : 720 hari kalender (14 April 2016 - 4 April 2018)

12. Masa Pemeliharaan : 1.095 hari Sejak PHO

13. Jenis Kontrak : Fixed Unit Price

14. Nilai Kontrak : Rp 1.156.475.922.200,00 (Termasuk PPN)

15. Jenis Pekerjaan Umum : - Pembersihan Tempat Kerja

- Pekerjaan Tanah

- Pekerjaan Galian Struktur

- Pekerjaan Drainase

- Pekerjaan Sub Grade


- Pekerjaan Lapis Pondasi Agregate (Sub Base)

- Pekerjaan Perkerasan

- Pekerjaan Beton

1.5. Ruang Lingkup

1.5.1. Ruang Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan pembangunan Jembatan Srayak ini meliputi:

1. Pekerjaan Persiapan

2. Pekerjaan Tanah

2.1 Pekerjaan Galian

2.2 Pekerjaan Timbunan

3. Pekerjaan Borpile

4. Pekerjaan Struktur

4.1 Pile Cap

4.2 Wall

4.3 Wing Wall

4.4 Head Wall

4.5 Plat Injak

4.6 Bearing Pad

4.7 Girder

4.8 Deck Slab

5. Pekerjaan Rigid

5.1 Sub Grade

5.2 Sub Base


5.3 Rigid Pavement

1.5.2. Ruang Lingkup pekerjaan yang Ditinjau

Selama kegiatan Kerja Praktet yang dilakukan oleh penulis dari tanggal 20 Februari
2017 sampai 1 Mei 2017, pekerjaan yang diamati penulis adalah pada bagian Struktur
atas (Superstruktur) yang meliputi pekerjaan Girder pada Jembtan Srayak.

1.6. Metode Pengambilan Data Kerja Praktek

Dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek ini, penulis memperoleh berbagai macam
data dari berbagai macam sumber. Ada 2 jenis data yang diambil oleh penulis pada
kesempatan Kerja Praktek ini, yaitu Data Primer, dan Data Sekunder. Data primer
adalah data yang didapat langsung oleh penulis di lapangan, baik berupa pengamatan
langsung maupun wawancara dengan para pekerja proyek. Sedangkan Data Sekunder
adalah data yang berupa dokumen proyek, baik berupa gambar DED, foto
dokumentasi, maupun literatur-literatur pembanding.

1. Data Primer

a. Pengamatan Langsung

Dalam kesempatan ini penulis tentunya berkesempatan langsung untuk


mengamati dari dekat pekerjaan konstruksi tanpa ada halangan. Pada
kesempatan ini penulis bisa mengamati, memotret, merekam dan mencatat
langsung poin-poin penting yang nantinya bisa bermanfaat bagi penulis.

b. Wawancara

Dalam wawancara ini, penulis bisa menanyakan langsung berbagai hal yang
diamati di lapangan. Keunggulan dari wawancara langsung ini ialah penulis
dapat mengetahui berbagai macam permasalahan dan solusi yang tidak tertulis
di buku dan diajarkan pada saat kuliah.

2. Data Sekunder

a. Studi Pustaka

Berbagai macam buku dan literatur digunakan penulis untuk menambah


pengetahuan dan juga permasalahan yang ada di lapangan. Pengetahuan yang
didapat penulis dari berbagi macam literatur juga dapat digunakan penulis
dalam penyusunan laporan ini.

b. Data Tertulis Proyek

Data tertulis proyek didapat dari dokumen teknis proyek yang berada di kantor
proyek. Di dalam dokumen ini, didapat berbagai ketentuan pekerjaan proyek,
baik dari gambar teknis, ketentuan metode konstruksi, maupun spesifikasi-
spesifikasi bahan bangunan. Data data ini sudah disetujui oleh konsultan
maupun kontraktor, sehingga dapat dijadikan acuan konstruksi proyek.

c. Tambahan Materi dari Internet

Perkembangan teknologi yang cukup pesat menyebabkan berlimpahnya


berbagai pengetahuan yang ada dalam internet. Walaupun pengetahuan Teknik
Sipil tidak terlalu dibahas secara mendalam di internet, materi-materi di
internet dapat dilihat dan diperoleh secara langsung secara gratis dimana saja
dan kapan saja. Oleh karena itu, dalam penyusunan laporan ini, penulis juga
akan menambahkan beberapa pengetahuan yang didapat dari internet guna
menambah wawasan.

1.7. Sistematika Penulisan Laporan

Laporan Kerja Praktek Proyek Pembangunan Struktur Atas Jembatan Srayak ini
disiusun dengan sistematika sebagai berikut:

1) BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi uraian umum, latar belakang proyek, maksud dan tujuan proyek,
ruang lingkup proyek, metode pengumpulan data, serta sistematika
penyusunan laporan.

2) BAB II STUDI PUSTAKA

Bab ini berisi tentang teori dasar atau pengertian apa itu jembatan secara
umum yang ada di dunia konstruksi, macam-macam jembatan, bagian-bagian
jembatan serta proses perencanaan suatu jembatan.
3) BAB III MANAJEMEN PROYEK

Bab ini berisi tentang uraian umum manajemen proyek serta unsur-unsur yang
terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek serta pola hubungan kerja
dalam proyek.

4) BAB IV ALAT & BAHAN PROYEK

Bab ini berisi tentang alat dan bahan yang digunakan untuk pelaksanaan pada
proyek.

5) BAB V METODE PELAKSANAAN PROYEK

Bab ini berisi tentang uraian pelaksanaan proyek di lapangan meliputi alat,
material, dan metode yang digunakan sesuai dengan pokok tinjauan
pengamatan.

6) BAB VI PENGENDALIAN & PENGAWASAN PROYEK

Bab ini berisi tentang pengawasan dan pengendalian mutu, waktu, biaya, dan
K3L, serta pengawasan dan pengendalian proyek.

7) BAB VII PERMASALAHAN & PENYELESAIAN PROYEK

Bab ini berisi tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam


pelaksanaan proyek selama pelaksanaan kerja praktek.

8) BAB VIII PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan serta saran penulis selama kerja praktek.

Anda mungkin juga menyukai