Anda di halaman 1dari 3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

KONJUNGTIVITIS
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman : 1/3
PUSKESMAS Dr. Shelmi Johan
PASIR NIP.197508242008012010
NANGKA
1. Pengertian Konjungtivitis adalah radang konjungtiva yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme
(virus, bakteri), iritasi atau reaksi alergi. Konjungtivitis ditularkan melalui kontak langsung
dengan sumber infeksi. Penyakit ini dapat menyerang semua umur.
2. Tujuan Sebagai acuan petugas dalam melakukan penanganan konjungtivitis
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas tentang Pelayanan Klinis

4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis
Bagi Dokter di Fasilisitas Kesehatan Primer
5. Prosedur Keluhan Pasien datang dengan keluhan mata merah, rasa mengganjal, gatal dan berair,
/ kadang disertai sekret. Umumnya tanpa disertai penurunan tajam penglihatan.
Langkah - Faktor Risiko
langkah
a. Daya tahan tubuh yang menurun
b. Adanya riwayat atopi
c. Penggunaan kontak lens dengan perawatan yang tidak baik
d. Higiene personal yang buruk

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective):


Pemeriksaan Fisik Oftalmologi
a. Tajam penglihatan normal
b. Injeksi konjungtiva
c. Dapat disertai edema kelopak, kemosis
d. Eksudasi; eksudat dapat serous, mukopurulen atau purulen tergantung penyebab.
e. Pada konjungtiva tarsal dapat ditemukan folikel, papil atau papil raksasa, flikten,
membran dan pseudomembran.

Penegakan Diagnosis (Assessment):


Diagnosis Klinis
Konjungtivitis berdasarkan etiologi.
-Penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan oftalmologi.
Klasifikasi Konjungtivitis :
a. Konjungtivitis bakterial Konjungtiva hiperemis, secret purulent atau mukopurulen dapat

1/3
disertai membrane atau pseudomembran di konjungtiva tarsal.
b. Konjungtivitis viral Konjungtiva hiperemis, secret umumnya mukoserous, dan
pembesaran kelenjar preaurikular
c. Konjungtivitis alergi Konjungtiva hiperemis, riwayat atopi atau alergi, dan keluhan gatal

Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan):


Penatalaksanaan
a. Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yang sakit
b. Sekret mata dibersihkan.
c. Pemberian obat mata topikal :
- 1. Pada infeksi bakteri: Kloramfenikol tetes sebanyak 1 tetes 6 kali sehari atau salep mata
3 kali sehari selama 3 hari.
- 2. Pada alergi diberikan antihistamin oral
- 3. Pada konjungtivitis gonore diberikan kloramfenikol tetes mata 0,51%sebanyak 1 tetes
tiap jam.
- 4. Konjungtivitis viral diberikan salep Acyclovir 3% lima kali sehari selama 10 hari.

Konseling dan Edukasi


Memberi informasi pada keluarga dan pasien mengenai:
a. Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah membersihkan atau
mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya bersih-bersih.
b. Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni rumah lainnya.
c. Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar.

Kriteria rujukan
a. Pada bayi dengan konjungtivitis gonore jika terjadi komplikasi pada kornea dilakukan
rujukan ke spesialis mata.
b. Konjungtivitis alergi dan viral tidak ada perbaikan dalam 2 minggu rujuk ke spesialis
mata.
c. Konjungtivitis bakteri tidak ada perbaikan dalam 1 minggu rujuk ke spesialis mata.

6. Bagan Alir

2/3
7. Hal-hal
yang perlu
diperhatikan
8. Unit Poli Dewasa, Poli anak
Terkait
9. Dokumen Rekam Medik
Terkait

10. Rekam No Yang diubah Isi Perubahan Tgl diberlakukan


Historis perubahan
Perubahan

3/3