Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH KIMIA FARMASI ANALISIS I

ELEKTROFORESIS

Disusun Oleh :
KELOMPOK 17

Feni afriani 151650044


Laila Dwi Anggraini 151650061

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)


KHARISMA PERSADA
D III FARMASI

Jl. Padjajaran, Pamulang Barat, Tangerang Selatan


Tangerang Selatan
2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Metode pemisahan merupakan aspek penting dalam bidang ilmu kimia karena
kebanyakan materi yang terdapat dialam dapat berupa campuran. Untuk memperoleh
materi murni dari suatu campuran , kita harus melakukan suatu pemisahan. Berbagai
teknik pemisahan dapat diterapkan untuk memisahkan campuran .
Seiring dengan kemajuan zaman yang semakin pesat di negara-negara
berkermbang akan selalu diikuti pula dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang
semakin marak di bidang teknologi. Salah satu diantaranya adalah pengembangan di
bidang Biologi Molekuler. Bidang ilmu pengetahuan Biologi Molekuler ini telah
dimulai pada akhir abad ke 19, setelah rnetode elektroforesis ditemukan dan dipakai
untuk menganalisa berbagai kegiatan penelitian di bidang Kimia, Biologi (Genetika,
Taksonomi dan Bio-sistematik). Ringkasnya metode elektroforesis ini mulai
berkembang akhir abad ke 19 setelah ditemukan penelitian yang menunjukkan adanya
efek dari listrik terhadap partikel-partikel atau molekul-molekul yang bermuatan
listrik, dalam ha1 ini termasuk juga protein (Pornet, Quincke, Hardy. dalam
Richardson dkk, 1986). menurut passteur dkk. (1988) elektroforesis berasal dari
bahasa Junani yangmempunyai arti transport atau perpindahan melalui partikel-
partikel listrik.
Pemisahan elektroforesis pertama diterbitkan pada tahun 1930 oleh ilmuwan
Swedia Arne Tiselius. ia memisahkan protein serum sesuai dengan chanrge mereka
dalam tabung berbentuk u diisi dengan buffer. untuk ini dan lainnya
accomplishments.Tiselius dianugerahi hadiah nobel pada tahun 1948. Hari
elektroforesis terbentuk baik pada gel slab atau slab gel elektroforesis dikembangkan
pada tahun 1950 dan sejak itu menjadi teknik standar yang digunakan di laboratorium
biokimia. elektroforesis Capilary dikembangkan lebih baru pada 1980-an. CE dapat
dengan mudah otomatis dan sekarang merupakan metode yang berkembang sangat
cepat dalam dunia akademis dan industri . banyak modus yang berbeda elektroforesis
telah dikembangkan untuk dilakukan baik dalam gel dan capilaries. fokus di sini
adalah set pada teknik yang sering digunakan untuk analisis DNA dan protein.
B. Tujuan

1. Mengetahui pengertian dam jenis-jenis elektroforesis


2. Mengetahui pengaplikasian elektroforesis.
3. Mengetahui cara perhitungan elektroforesis.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian elektroforesis
Elektroforesis berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai arti transport atau
perpindahan melalui partikel-partikel listrik. Metode elektroforesis telah digunakan
dan dikembangkan dalam teknik analisa untuk penelitian di bidang biologi dan
genetika.Metode tersebut berkembang sangat pesat sekali di zaman kemajuan
teknologi, disebabkan karena pengerjaannya yang sangat sederhana dan sangat
mudah.Didalam ilmu biologi maupun biologi molecular, metode elektroforesis
banyak digunakan untuk taksonomi, sistematik, dan genetic dari hewan ataupun
tumbuhan.

Metode pemisahan elektroforesis didasarkan pada interaksi partikel-partikel


bermuatan oleh medan listrik. Partikel bermuatan listrik negatiaf akan bergerak
kekutub positif (anoda). Sebaliknya , partikel bermuatan listrik positif akan bergerak
kekutub negative (katoda). Sementara partikel netral tidak bergerak . Jadi medan
listrik menyebabkan pemisahan pada metode elktroforesis. (Sumar Hendayana, Ph.D,
2006)
Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada
pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika molekul yang
bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari
suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan
bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. Kecepatan gerak molekul tersebut
tergantung pada muatan terhadap massanya serta tergantung pula pada bentuk
molekulnya. Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz, yang terkait
dengan sifat-sifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris
lingkungan(Ricardson dkk. 1986):
F adalah gaya Lorentz, q adalah muatan yang dibawa oleh objek, E adalah
medan listrik.Secara umum, elektroforesis digunakan untuk memisahkan,
mengidentifikasi, dan memurnikan fragmen DNA. Menurut Titrawani 1996
ektroforesis adalah suatu cara analisis kimiawi yang didasarkan pada pergerakan
molekul-molekul protein bermuatan di dalam medan listrik (titik isoelektrik).
Pergerakan molekul dalam medan listrik dipengaruhi oleh bentuk, ukuran, besar
muatan dan sifat kimia dari molekul. Menurut Ricardson dkk 1986 Pemisahan
dilakukan berdasarkan perbedaan ukuran berat molekul dan muatan listrik yang
dikandung oleh makro-molekul tersebut. Bila arus listrik dialirkan pada suatu medium
penyangga yang telah berisi protein plasma maka komponen- komponen protein
tersebut akan mulai bermigrasi (Ricardsondkk. 1986).
Perpindahan partikel bermuatan dalam kertas tergantung pada tanda dan
besarnya muatan pada zat terlarut, permukaan, muatan, tegangan yang digunakan,
konsentrasi elekrolit, kuat ion, pH, temperatur, viskositas, adsortivitas zat terlarut dan
sifat-sifat fisika kimia lainnya medium migrasi.Ion yang berpindah pada suatu arah
juga mempengaruhi mobilitas ion-ion lain yang bergerak pada arah yang berlawanan.

B. Jenis Jenis Elektroforesis

Metode elektroforesis merupakan salah satu metode pemisahan konvensional


yang telah mengalami perkembangan teknik dan metode yang lebih canggih atau
modern sebagai penyempurnaan dari metode koinvensional yang sebelumnya.
Adapun jenis-jenis elektroforesis yang dikenal 2 (dua) kelompok teknik
elektroforesis, yaitu:
a. Tanpa ada pengemban padat atau matriks (Elektroforesis lapisan gerak /
moving boundary)
Misalnya Elektroforesis Tiselius dimana penentuan mobilitas dan titik
isoelektrik suatu protein.Molekul protein yang diselidiki ada diseluruh larutan dan
posisinya sebagai fungsi waktu.Kekurangan dari alat ini adalah mahal dan
pemamfaatan kurang.
b. Dengan pengemban padat atau matriks seperti:
1. Elektroforesis Kertas
2. Elektroforesis gel
3. Elektroforesis kapiler

1. Elektroforesis kertas
Elektroforesis kertas adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai
fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak, terutama ion-
ion kompleks.Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang
sistem pemisahan. Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau
valensi zat terlarut, luas penampang, tegangan yang digunakan, konsentrasi
elektrolit, kekuatan ion, pH, viskositas, dan adsorbsivitas zat terlarut.
Teknik pemisahan DNA/RNA berawal dari sekelompok ilmuwan
biokimia di awal tahun 1950-an yang sedang meneliti mekanisme molekular
DNA/RNA hidrolisis. Saat itu, tepatnya tahun 1952, Markham dan Smith
mempublikasikan bahwa hidrolisis RNA terjadi melalui mekanisme pembentukan
zat antara (intermediate) posfat siklik, yang kemudian menghasilkan nukleosida 2 -
monoposfat dan 3 -monoposfat . Ternyata mereka menggunakan suatu peralatan
yang dapat memisahkan komponen campuran reaksi hidrolisis tadi, salah satunya
yaitu nukleotida siklik yang membawa pada kesimpulan bahwa hidrolisis RNA
terjadi melalui pembentukan intermediate posfat siklik. Peralatan itu dinamakan
elektroforesis, yang dibuat dari kertas saring Whatman nomor 3, sebuah tangki
kecil dan berbagai larutan penyangga (buffer ). Nukleotida yang sudah
terhidrolisis ditaruh di atas kertas saring, kemudian arus listrik dialirkan melalui
kedua ujung alat elektroforesis.
Arus listrik yang dialirkan ini ternyata dapat memisahkan campuran
kompleks reaksi tadi menjadi komponen-komponennya, ini akibat adanya
perbedaan minor antara struktur molekul RNA yang belum terhidrolisis, zat
antara ( intermediate ) dan hasil reaksi ( nukleosida 2 -monoposfat dan nukleosida
3 -monoposfat ) yang menyebabkan mobilitas alias pergerakan mereka pada
kertas saring berbeda-beda kecepatannya. Karena pada akhir proses elektroforesis
komponen tersebut terpisah-pisah, sehingga dapat mengisolasi dan
mengidentifikasi setiap komponen tersebut.

Kelebihan Elektroforesis Kertas :


Proses migrasi lebih cepat
Pemisahan spot menjadi lebih kecil
Mudah memisahkan sample dengan spektrofotometri
Mudah dilarutkan dalam pelarut dalam jumlah sedikit

Kekurangan Elektroforesisi Kertas :

Adanya gangguan yang disebabkan oleh adalanya gugus OH yang terdapat


pada selulosa yang dapat berinteraksi dengan molekul polar sehingga daya
migrasi molekul terganggu dan menjadi lebih rendah.
2. Elektroforesis Gel (GE)
Elektroforesis gel merupakan suatu teknik analisis penting dan sangat sering
dipakai dalam bidang biokimia dan biologi molekular. Elektroforesis gel ialah
elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan
molekul-molekul. Awalnya elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji
(sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar
seperti protein- protein. Kemudian elektroforesis gel berkembang dengan
menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media.
Tahun 1955, Smithies mendemonstrasikan bahwa gel yang terbuat dari larutan
kanji dapat digunakan untuk memisahkan protein-protein serum manusia. Caranya
yaitu dengan menuangkan larutan kanji panas ke dalam cetakan plastik, setelah
dibiarkan mendingin kanji tersebut akan membentuk gel yang padat namun rapuh.
Gel kanji berperan sebagai fasa diam ( stationary phase) menggantikan kertas
saring Whatman pada teknik terdahulu. Teknik elektroforesis gel makin
berkembang dan disempurnakan, hingga 12 tahun kemudian ditemukan gel
poliakrilamida ( PAGE = Polyacrilamide Gel Electrophoresis) yang terbentuk
melalui proses polimerisasi akrilamida dan bis-akrilamida. PAGE ini sanggup
memisahkan campuran DNA/RNA atau protein dangan ukuran lebih besar.
Secara prinsip, teknik ini mirip dengan kromatografi yaitu memisahkan
campuran bahan-bahan berdasarkan perbedaan sifatnya. Dalam elektroforesis gel,
pemisahan dilakukan terhadap campuran bahan dengan muatan listrik yang
berbeda-beda. Elektroforesis gel memisahkan makromolekul berdasarkan laju
perpindahannya melewati suatu gel di bawah pengaruh medan listrik.
Elektroforesis gel memisahkan suatu campuran molekul DNA menjadi pita-pita
yang masing-masing terdiri atas molekul DNA dengan panjang yang sama.
Ada tiga jenis gel yang dapat digunakan dalam elektroforesis DNA, yaitu
sebagai berikut :
1. 1.Gel poliakrilamida denaturasi, berfungsi untuk memurnikan penanda
oligonukleotidadan menganalisis hasil ekstensi primer.
2. Gel alkalin agarosa, berfungsi untuk memisahkan rantai DNA yang
berukuran besar.
3. 3.Gel agarosa formaldehid denaturasi, berfungsi untuk menyediakan
sistem elektroforesis yang digunakan untuk fraksi RNA pada ukuran
standar.
Dalam proses elektoforesis terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi
laju pergerakan dari molekul DNA, yaitu:
a. Ukuran Molekul DNA Molekul yang berukuran lebih kecil akan
cepatbergerakmelewati gel karena hambatan yang akan dihadapi tidak
lebih banyak dibandigkan molekul berukuran besar.
b. Kosentrasi gel semakin tinggi karena konsentrasi agarosa, semakin kaku
gel yang dibuat sehingga sukar untuk dilewati molekul-molekul DNA.
Konsentrasi agarosa yang lebih tinggi memudahkan pemisahan DNA yang
berukuran kecil, konsentasi agarosa yang lebih rendah memudahkan
pemisahan DNA dengan ukuran yang lebih besar.
c. Bentuk molekul yang memiliki bentuk elips atau fibril akan lebih cepat
bergerak dibandingkan dengan yang berbentuk bulat.
d. Densitas muatan yaitu muatan per unit volume molekul. Molekul dengan
densitas muatan tinggi akan bergerak lebih cepat dibandingkan molekul
dengan densitas muatan yang rendah.
e. Semakin kecil pori-pori gel yang digunakan, semakin lambat pergerakan
molekul DNA.
f. Semakin tinggi tegangan listrik yang diberikan, semakin cepat pergerakan
molekul DNA.
g. Larutan buffer, elektroforesis Buffer dengan kadar ion tinggi akan
menaikkan konduktansi listrik sehingga mempercepat migrasi DNA.
Marker adalah segmen DNA yang spesifik dan telah diketahui
ukurannya. Marker berfungsi sebagai acuan untuk mengetahui ukuran DNA hasil
ampifikasi. Marker DNA yang terdapat di dalam ruang elektroforesis berfungsi
sebagai penanda posisi pasangan basa dari molekul DNA yang bermigrasi.
Marker-marker DNA tersebut merupakan marker yang telah dibuat oleh pabrik
sehingga tanda pasangan basanya jelas. Salah satu contoh marker DNA adalah
lambda Hind III. Marker tersebut memiliki delapan fragmen DNA dengan kisaran
125 pb hingga 23.130 pb. Penggunaan DNA marker tersebut dikarenakan molekul
DNA yang akan diamati memiliki fragmen DNA dengan ukuran 110--20.000 pb.
Elektroforesis gel memiliki beberapa komponen yang terdiri dari:
1. Comb : Digunakan untuk membentuk well pada gel agarosa.
2. Tray : Digunakan untuk sebagai cetakan gel agarosa.
3. Chamber: Digunakan sebagai wadah gel agarosa.
4. Sumber Listrik: Digunakan untuk memberi arus saat proses
elektroforesis.
Dalam elektroforesis juga digunakan bahan-bahan sepert Etidium
Bromida yang bersifat karsinogenik dan Brom Fenol Blue. Hal tersebut karena
Etidium Bromida dapat meningkatkan daya fluoresensi dari DNA sehingga dapat
terlihat jelas, sedangkan Brom Fenol Blue berfungsi sebagai pewarna untuk
memantau kecepatan molekul DNA pada gel.
Manfaat elektroforesis gel antara lain untuk mengetahui ukuran fragmen
DNA dari produk PCR, memisahkan produk DNA dari hasil digesti yang berbeda
ukuran, lalu dapat di sequencing, dan juga untuk pemurnian atau purifikasi DNA.
Elektroforesis dapat diaplikasikan untuk berbagai macam kegiatan, antara lain
membandingkan gen homolog dari spesies yang berbeda, mengetahui susunan
sekuens berbagai genom, DNA finger printing , mengetahui ada atau tidaknya
gen-gen penyebab kelainan genetik atau penyakit tertentu, mendeteksi lokasi dan
jumlah mRNA dalam sel atau jaringan tertentu, mengetahui aktivitas gen selama
perkembangan berbagai tipe sel organisme atau aktivitas gen sebelum dan sesudah
diberi perlakuan tertentu, mempelajari evolusi di tingkat molekular, mengetahui
variasi genetik dalam populasi natural di alam, menentukan atau mengidentifikasi
berat molekul fragmen DNA, RNA, protein dan aktivitas enzimatik, menganalisa
fragmen DNA yang diamplifikasi melalui PCR, mengidentifikasi persamaan dan
perbedaan genetik antar individu, dan menentukan jumlah fragmen DNA yang
diklon dalam rekombinan plasmid DNA.
Gel yang digunakan biasanya merupakan polimer bertautan silang
(crosslinked) yang porositasnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Untuk
memisahkan protein atau asam nukleat berukuran kecil (DNA, RNA, atau
oligonukleotida), gel yang digunakan biasanya merupakan gel poliakrilamida,
dibuat dengan konsentrasi berbeda-beda antara akrilamida dan zat yang
memungkinkan pertautan silang (cross-linker), menghasilkan jaringan
poliakrilamida dengan ukuran rongga berbeda-beda. Untuk memisahkan asam
nukleat yang lebih besar (lebih besar dari beberapa ratus basa), gel yang
digunakan adalah agarosa (dari ekstrak rumput laut) yang sudah dimurnikan.

Dalam proses elektroforesis, sampel molekul ditempatkan ke dalam sumur


(well) pada gel yang ditempatkan di dalam larutan penyangga, dan listrik dialirkan
kepadanya. Molekul-molekul sampel tersebut akan bergerak di dalam matriks gel
ke arah salah satu kutub listrik sesuai dengan muatannya. Dalam hal asam nukleat,
arah pergerakan adalah menuju elektroda positif, disebabkan oleh muatan negatif
alami pada rangka gula-fosfat yang dimilikinya.Untuk menjaga agar laju
perpindahan asam nukleat benar-benar hanya berdasarkan ukuran (yaitu
panjangnya), zat seperti natrium hidroksida atau formamida digunakan untuk
menjaga agar asam nukleat berbentuk lurus.Sementara itu, protein didenaturasi
dengan deterjen (misalnya natrium dodesil sulfat, SDS) untuk membuat protein
tersebut berbentuk lurus dan bermuatan negatif. Setelah proses elektroforesis
selesai, dilakukan proses pewarnaan (staining) agar molekul sampel yang telah
terpisah dapat dilihat. Etidium bromida, perak, atau pewarna "biru Coomassie"
(Coomassie blue) dapat digunakan untuk keperluan ini. Jika molekul sampel
berpendar dalam sinar ultraviolet (misalnya setelah "diwarnai" dengan etidium
bromida), gel difoto di bawah sinar ultraviolet. Jika molekul sampel mengandung
atom radioaktif, autoradiogram gel tersebut dibuat.

3. Elektroforesis Kapiler (CE)

Elektroforesis kapiler adalah metode elektroforesis yang digunakan untuk


memisahkan asam amino, protein, lipid, karbohidrat, dan nukleotida dengan
resolusi tinggi yang dilakukan pada pipa kapiler berisi buffer. Metode ini mulai
digunakan secara luas pada akhir tahun 1940. untuk aplikasi dalam berbagai
bidang seperti bioteknologi, kimia, lingkungan, dan analisis farmasi.
Elektroforesis kapiler menggunakan listrik bertegangan tinggi yang menyebabkan
semua komponen ion atau molekul netral bergerak ke katoda. Deteksi dapat
dilakukan dengan teknik pendeteksian spektrometri atau elektrokimia. Teknik
pemisahan ini dipengaruhi oleh tegangan listrik, koefisien difusi, panjang, dan
diameter pipa kapiler, serta konsentrasi sampel. Metode ini memiliki efisiensi dan
selektivitas yang baik namun boros listrik karena menggunakan tegangan tinggi
dan alatnya juga mahal.
Karakteristik elektroforesis kapiler yaitu :
Menggunakan pipa kapiler pada pemisahan elektroforesis.
Memanfaatkan medan listrik berkekuatan tinggi, lebih dari 5 V/cm.

Menggunakan detektor berteknologi modern, sebagaimana yang ada


pada kromatogram.
Efisiensinya kadangkala sama dengan kromatografi gas kapiler,
namun juga bisa lebih besar.
Membutuhkan waktu beberapa menit untuk mengamati sampel.
Mudah diotomatiskan untuk menganalisis dalam segi kuantitatif, dan mudah
digunakan.
Terbatas dalam mengkonsumsi (melibatkan) sejumlah reagent.
Metode ini lebih aplikatif untuk menyeleksi dalam ukuran luas, dibandingkan
dengan teknik separasi lainnya.

Berbagai model elektroforesis kapiler dapat dilakukan menggunakan


instrumen CE. Dasar dari perbedaan model pemisahan dapat dikarenakan bahwa
elektroforesis kapiler telah dikembangkan dari suatu kombinasi elektroforesis dan
teknik kromatografi. Istilah umumnya ini dapat dianggap sebagai pemisahan
elektroforesis dari sejumlah senyawa di dalam tabung sempit. Walaupun sebagian
besar aplikasi telah dilakukan menggunakan cairan sebagai media pemisah, teknik
elektroforesis kapiler dimana kapiler berisi elektroforesis gel, lapisan
kromatografi.
Instrumentasi CE terdiri dari :
1. Pipa kapiler
Pipa kapiler bertindak sebagai kolom tempat proses pemisahan pengganti
kertas atau agar-agar pada elektroforesis konvensional. Pipa kapiler terbuat
dari gelas dengan diameter dalam berkisar antara 25-100 m dan panjang
antara 50-100 cm. semakin kecil ukuran diameter pipa kapiler maka semakin
besar harga N. Oleh karena itu, semakin besar diameter (>100) maka
pemisahan semakin tidak efisien.
2. Larutan buffer
Pipa kapiler diisi dengan larutan buffer dan kedua ujung pipa kapiler
tersebut tercelup dalam larutan buffer. Larutan buffer berfungsi sebagai larutan
elektrolit untuk menghantarkan arus listrik dan untuk pengontrol muatan
molekul. Karena molekul dapat bermuatan positif, negative, atau netral
bergantung pada pH larutan dan sebagaimana fungsi buffer dalam menahan
pH. Dengan kata lain, pH buffer dapat mengontrok selektifitas pemisahan
elektroforesis,
3. Sumber arus searah
Dalam elektoforesi konvesional dialirkan arus searah sekitar 100 volt tetapi
dalam elektroforesis kapiler dialirkan arus searah bertegangan sangat tinggi
10.000-30.000 volt. Oleh karena itu, ekperimen elektroforesis kapiler dapat
dilakukan dalam beberapa menit sedangkan eksperimen elektroforesis
konvensional dilakukan dalam waktu sehari.
4. Detector
Detector dapat diletakkan disalah satu ujung pipa kapiler yaitu dekat katoda.
Berbagai detector telah digunakan untuk mendeteksi komponen-komponen
hasil pemisahan, antara lain : spektrometri (seperti UV dan fluoresen) dan
detector elektrokimia (seperti konduktometri dan amperometri).

C. Fungsi elektroforesis:

a. Menyediakan informasi mengenai ukuran, konfirmasi dan muatan dari protein


dan asam nukleat.
b. Sebagai metode pemisahan yang dapat digunakan untuk menentukan
komponen dari protein atau asam nukleat setiap induvidu.
c. Pada bidang kepolisian teknik metode in digunakan untuk pemeriksaan DNA
karakteristik khusus misalnya sidik jari.
d. Dalam bidang molekuler, elektroforesis merupakan salah satu cara untuk
memvisualisasikan keberadaaan DNA.

D. Prinsip kerja elektroforesis


Berdasarkan pergerakan partikel-partikel bermuatan negative (anion) akan
bergerak menuju kutub yang positif (anode), sedangkan partikel-partikel bermuatan
positif (anode) akan bergerak menuju kutub yang negative (anion).

BAB II
METODE PENGGUNAAN

1. Gambar Alat elektroforesis beserta bagian-bagiannya


Gambar 1.1 merupakan gambar alat elektroforesis

Gambar 1.2 merupakan bagian-bagian alat elektroforesis

2. Cara Penggunaan Alat Elektroforesis

Secara umum penggunaan alat elektroforesis sama meskipun jenis alat


elektroforesis terbagi dalam beberapa jenis, yang membedakan yaitu media yang
digunakan. Contohnya seperti kertas, dan gel, oleh karena itu sebelum alat
elektroforesis dihidupkan atau dinyalakan terlebih dahulu menyiapkan media yang
diperlukan.
Berikut cara menggunakan atau menghidupkan mesin elektroforesis.
1. Pasang elektrode pada chamber elektroforesis sesuai dengan kutub positif dan
negatifnya dengan cara menghubungkan elektroda conector pada chamber dengan
lubang pada eletrode.
2. Tutup chamber elektroforesis dengan penutup chamber.
3. Tancapkan steker pada trafo step down yang telah ditancapkan terlebih dahulu
pada sumber tegangan.
4. Atur kecepatan running dengan memilih tombol VOLTAGE SELECTOR yang
sesuai (25V, 50V, 100V, 135V).
5. Lama waktu running dapat diatur dengan menekan tombol TIMER SET
BUTTONS, dan lama waktu running akan muncul pada TIMER DISPLAY dalam
satuan menit.
6. Nyalakan elektroforesis dengan menekan tombol ON yang terdapat pada
elektroda hingga lampu indikator pada elektroda menyala.
7. Matikan elektroforesis chamber dengan menekan tombol OFF cabut steker dari
sumber tegangan.

BAB III
APLIKASI dan PERHITUNGAN ELEKTROFORESIS

A. Aplikasi Elektroforesis
Elektroforesis dapat diaplikasikan untuk berbagai macam kegiatan sebagai
berikut:
a. Membandingkan gen homolog dari sspesies yang berbeda, mengetahui
susunan sekuens berbagai genom

b. DNA Finger printing


c. Mendeteksi kelainan genetik.
d. Mendeteksi lokasi dan jumlah mRNA dalam sel atau jaringan tertentu
e. Mengetahui aktivitas gen selama perkembangan berbagai tipe sel
organisme atau percobaan perlakuan gen
f. Mempelajari evolusi tingkat molecular
g. Mengetahui variasi genetik yang ada di alam
h. Menentukan atau mengidentifikasi berat molekul DNA, RNA, dan protein
tertentu.
i. Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan genetik antar individu
j. Mengetahui jumlah fragmen DNA yang diklon dalam rekombinan DNA
plasmid
k. Menganalisa fragmen DNA yang diamplifikasi lewat PCR

Contoh soal perhitungan elektroforesis


1. Tentukan Berat Molekul sampel !
Diperoleh data sebagai berikut :
Ban Protein Distanc RF Log
d e Protein
1 164.929 4 0.05882 2.21729
3 4 8
2 99.7837 10.5 0.15441 1.99906
7 2
3 82.2474 13 0.191176 1.91512
1 2
4 67.7929 15.5 0.22794 1.831185
5 1
5 51.7215 19 0.27941 1.71367
8 2 2
6 22.0976 30 0.441176 1.34434
4 6

Cara penyelesaian:

A
1. Perhitungan RF dengan Menggunakn rumus RF = setelah itu masukan
B
kedalam kolom.
Keterangan :
RF ( Retention Factor ) : Sampel.
A : Panjang Pita Sampel
B : Panjang Seperating Gel.
2. Buat kurva dari table RF dan Log Protein.
3. Buat Persamaan Reagennya
4. Hitung RF sampel lalu masukan kedalam persamaan reagen yang telah ditemukan.
5. Hasil dari perhitungan persamaan reagen di antilogkan.
6. Hasil dari antilog itulah yang menjadi Berat Molekum dari sample.

Jawab :
y = -2.2831 x + 2.3516
y = -2.2831(RF Sample) + 2.3516
y = -2.2831 (0.279412) + 2.3516
y = 1.713
y = log BM
y = antilog 1.713
= 51.6 kDA

Log Protein
2.5

2 f(x) = - 2.28x + 2.35


R = 1

1.5 Log Protein


Linear (Log Protein)

0.5

0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5

Kurva log protein

Sampel hasil percoban

BAB IV
KESIMPULAN
1. Elektroforesis adalah metode pemisahan berdasarkan perbedaan mobilitas analit

menunjukkan dalam medan listrik diterapkan. metode elektroforetik dapat diterapkan

untuk pemisahan dari suatu sampel dengan variety luas, termasuk protein, asam nukleat,

asam amino dan karbohidrat.

2. Metode pemisahan elektroforesis didasarkan pada interaksi partikel-partikel bermuatan

oleh medan listrik. Partikel bermuatan listrik negatiaf akan bergerak kekutub positif

(anoda). Sebaliknya , partikel bermuatan listrik positif akan bergerak kekutub negative

(katoda). Sementara partikel netral tidak bergerak . Jadi medan listrik menyebabkan

pemisahan pada metode elektroforesis.

3. Jenis-jenis elektroforesis adalah elektroforesis zona (wilayah), elektroforesis kertas,

elektroforesis Gel, dan elektroforesis kapiler

4. Gel media dalam elektroforesis gel (GE) adalah gel agarosa dan Gel poliakrilamida

5. Elektroforesis digunakan untuk meneliti DNA dalam berbagai bidang, misalnya :di

bidang kepolisian teknik ini digunakan nuntuk pemeriksaan DNA, setiap orang memiliki

karakteristik khusus, misalnya sidik jari. Sehingga membantu polisi dalam mengungkap

sebuah kasus.Dalam kegiatan biologi molekuler, elektroforesis merupakan salah satu

cara untuk memvisualisasikan keberadaan DNA, plasmid, dan produk

PCR.Memudahkan identifikasi protein yang terdapat pada sebuah DNA.

DAFTAR PUSTAKA
Andreas Manz, et.al, 2010, Bioanalytical Chemistry published by Imperial College
Press, London
Martin, R. 1996. Gel electrophoresis: nucleid acids. Bios scientific Publisher, Oxford: xvi
+ 175 hlm.
Wibowo, M.S. 2010. Elektroforesis.Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung.
Yuwono, T. 2008.Bilogi Molekular.Jakarta : Penerbitan Erlangga
Fatchiyah. 2012. Analisis Biologi Molekuler. Laboratorium Biomol: Malang